modal utama sepakbola indonesia adalah kekuatan suporternya, di luar negeri hanya bisa disaingi oleh militansi suporter america selatan,
saya bermimpi, alangkah hebatnya bila semakin banyak suporter sepakbola kita yang mau menjadi seorang blogger. Kita semua bisa menulis apa saja, tentang sepakbola Indonesia. Termasuk mengritisi pengelolaan sepakbola kotanya, syukur-syukur pula sampai mau berpikir berlingkup nasional, juga mendunia.
Seorang jenius dalam bidang perangkat lunak open source, Linus Torvald, telah dikutip oleh Eric Steven Raymond dalam makalahnya yang terkenal, The Cathedral and the Bazaar (1999), tentang tesis sentralnya yang berbunyi : “given enough eyeballs, all bugs are shallow.” Oleh Raymond proposisi ini disebutnya sebagai Hukum Linus.
Maknanya adalah, bahwa semakin luas tersebarnya sumber-sumber kode (perangkat lunak) untuk diakses, dipelototi, dikaji dan dilakukan percobaan oleh masyarakat, maka semakin cepat pula semua bugs, cacat cela, dari perangkat lunak itu mudah ditemukan untuk dibereskan.
Pesan Hukum Linus itu bagi kita, sesama suporter sepakbola adalah : semakin banyak suporter sepakbola kita menjadi blogger, semakin banyak mereka mampu menulis tentang segala seluk beluk pengelolaan sepakbola Indonesia, maka semakin mudah dikuak pula adanya beragam tindak kriminal yang selama ini diam-diam menjadi kanker yang menggerogotinya.
Rekan-rekan suporter, jadilah kalian sebagai blogger. Gunakan otak Anda, karunia demokratis dari Yang Maha Esa. Kemudian jadilah kita sebagai bagian dari solusi bagi masa depan sepakbola Indonesia.
LIVE FREE
January 27th, 2010 at 12:05 pmmantap banget pakdhe
ChocolateHigh...
December 15th, 2009 at 11:22 ammantep pakdhe
SINGLE TERBARU: HARUS BERSATU
December 4th, 2009 at 9:28 ammodal utama sepakbola indonesia adalah kekuatan suporternya, di luar negeri hanya bisa disaingi oleh militansi suporter america selatan,
saya bermimpi, alangkah hebatnya bila semakin banyak suporter sepakbola kita yang mau menjadi seorang blogger. Kita semua bisa menulis apa saja, tentang sepakbola Indonesia. Termasuk mengritisi pengelolaan sepakbola kotanya, syukur-syukur pula sampai mau berpikir berlingkup nasional, juga mendunia.
Seorang jenius dalam bidang perangkat lunak open source, Linus Torvald, telah dikutip oleh Eric Steven Raymond dalam makalahnya yang terkenal, The Cathedral and the Bazaar (1999), tentang tesis sentralnya yang berbunyi : “given enough eyeballs, all bugs are shallow.” Oleh Raymond proposisi ini disebutnya sebagai Hukum Linus.
Maknanya adalah, bahwa semakin luas tersebarnya sumber-sumber kode (perangkat lunak) untuk diakses, dipelototi, dikaji dan dilakukan percobaan oleh masyarakat, maka semakin cepat pula semua bugs, cacat cela, dari perangkat lunak itu mudah ditemukan untuk dibereskan.
Pesan Hukum Linus itu bagi kita, sesama suporter sepakbola adalah : semakin banyak suporter sepakbola kita menjadi blogger, semakin banyak mereka mampu menulis tentang segala seluk beluk pengelolaan sepakbola Indonesia, maka semakin mudah dikuak pula adanya beragam tindak kriminal yang selama ini diam-diam menjadi kanker yang menggerogotinya.
Rekan-rekan suporter, jadilah kalian sebagai blogger. Gunakan otak Anda, karunia demokratis dari Yang Maha Esa. Kemudian jadilah kita sebagai bagian dari solusi bagi masa depan sepakbola Indonesia.
SINGLE TERBARU: HARUS BERSATU
December 4th, 2009 at 9:07 ammantap pakdhe, sukses terus
Para Pemenang Game #MarkPlusConf
December 2nd, 2009 at 8:43 ampakdhe, terima kasih ya
ADA YANG BISA JAWAB?
November 30th, 2009 at 12:02 pmmantap Pakdhe….
SINGLE TERBARU: HARUS BERSATU
November 23rd, 2009 at 2:31 pmkub mana nji?
Where's your focus ?
November 6th, 2009 at 9:44 amEmosi membara. Anarki menyala.