Gue adalah seseorang yang awalnya menulis blog karena gue ingin punya sarana curhat. Dulu (tahun 2004) blog ini tidak di publish. Yang tau hanya gue dan yang bantu bikinin blog gue.
Lama lama gue merasa blog adalah sarana untuk mengutarakan opini…
Sekarang, gue memanfaatkan blog menjadi tempat belajar.
Dari siaran, gue belajar bahwa opini Hardrockers (pendengar gue di Hard Rock FM) secara kolektif ternyata jauh lebih pintar dari opini 1 orang, siapapun itu.
Suatu hari, ada orang mengkritik gue di blog.
Sambil berpikir apakah harus gue approve atau tidak, gue berpikir “Damn, orang ini benar”
Sesaat memang, darah gue terpacu karena agak kesal atau mungkin malu.
Setelah gue pikir pikir lagi, gue akan lebih malu lagi kalau ga ada yang ngasi tau dan gue selamanya berpegang pada sesuatu yang salah.
Sejak itu, gue memanfaatkan blog untuk mempelajari opini.
Perhatikan deh posting gue.
Betapa kaya akan opini.
Dan secara umum (dengan bangga gue katakan) opini opini pembaca blog ini cerdas dan lucu!
WITTY adalah kata yang tepat.
Beberapa topik pada album gue mengambil dari obrolan di blog ini.
DAN, beberapa kritik juga diskusi terhadap album gue menjadi persiapan gue sebelum press conference album gue.
Ketika hari itu datang, opini dan jawaban gue sudah diperkuat dari diskusi dan kritik pembaca blog gue.
I become smarter by opening myself to you guys.
So thank you very much
Selanjutnya, tadi malam gue menerima sebuah comment di post gue yang berjudul “MY FIRST EVER E-BOOK”
Gue tercengang dengan opininya yang bagi gue sangat menarik…
Gue udah minta ijin lewat email untuk menjadikan comment-nya jadi sebuah posting.
Kalau mau gabung diskusi silakan ya
Ini comment-nya:
”bos, lo anggap ini random comment ajah… ato ludahin aja kalo mau…
anda menggunakan album sendiri untuk materi eksperimental… not bad, its good… tapi sayang sekali untuk saya yg penikmat sekaligus pengamat Hip Hop justru bertambah kecewa ketika anda mengeluarkan buku ini. jadi saya sangat berharap agar comment saya ini bisa jadi revisi baik untuk buku anda maupun album anda (bila anda serius untuk membuat album)…
saya tidak ingin terkesan sok tahu. jadi saya akan membuat statement kalau hal2 yang akan saya bicarakan ini adalah berdasarkan dari metode otodidak yang saya pelajari di Hip Hop selama ini. tadinya saya tidak ingin membuat comment yg bersifat formal seperti ini. namun untuk menghindari oknum yg sangat mudah tersinggung, maka saya memilih untuk menggunakan kata2 yang formal. namun saya sangat berharap agar comment saya ini tidak menghilangkan unsur enjoy ![]()
oke, pertama adalah tentang bagaimana anda menyikapi ttg value yg anda gunakan ke dalam album. melihat dari apa yang anda tulis, saya menerima kesan bahwa anda mengajarkan ke masyarakat untuk menggunakan sebuah gerakan sosial untuk dijadikan alat untuk marketing. meniti bahwa apa yang anda tulis dalam e-book ini adalah tentang marketing. bagi saya tidak sepantasnya menggunakan gerakan sosial sebagai topeng untuk penjualan sebuah album. namun saya berharap ini bukanlah penghancur prestige atas album anda, dimana mungkin saja anda sangat2 dengan tulus dan ikhlas membantu anak2 yg menderita kanker. namun bukankah sepantasnya apabila suatu gerakan sosial tidak diposisikan kedalam barisan komersial (dalam hal ini, penjualan album anda).
lalu juga mengenai harga album (well, i’m surprised to know it because i dont even seen your album in music store, but i will. soon.) yang anda tempatkan ke harga Rp 50.000 (dimana saya prediksikan mungkin saja harga itu anda alokasikan untuk membantu anak2 penderita kanker), saya rasa itu tidak pantas dilakukan dimana itu menghancurkan kredibilitas dan prestige album lainnya. maybe u dont even care about it. tapi coba anda pikirkan. yang anda jual adalah ALBUM. MUSIK. kesampingkan tentang membantu anak2 penderita kanker (karena mereka yang diluar sana banyak yang tulus membantu anak2 penderita kanker tanpa harus membeli album anda) karena saya juga mengerti di satu sisi bahwa anda mungkin juga ingin memberikan edukasi secara tidak langsung kepada fans anda tentang pentingnya kegiatan sosial yang anda lakukan, namun mengapa tidak anda kampanye-kan secara langsung via media atau web atau juga dalam sebuah page di dalam album anda? karena bila anda berbicara seperti yang anda katakan di dalam e-book, maka anda terlihat seperti menggunakan gerakan sosial sebagai alat komersial seperti rapper2 yg saya lihat akhir2 ini (well, jadi kepengen nanya juga.. anda atau mereka pioner-nya? same label i thought)
next, terlihat setelah menelusuri buku anda dengan membaca dua kali (cool! u made it! i never read book twice or more if it not so interesting..) saya mengamati ilmu anda sangat mengarah ke komersil. namun ini justru membuat pertanyaan, “u rap for life, or life for rap?”. well, untuk musik saya yakin anda lebih mengerti dari saya (bisa dilihat dari musik2 yang anda pilih). namun saya dr sudut pandang Hip Hop (bukan intelek2 diluar Hip Hop) melihat kurangnya kekuatan tersendiri pada lagu2 anda. gaya yang anda gunakan pada rap anda saya dengar mengarah ke arah kanye west. namun entah mengapa ketika disajikan oleh anda justru tidak terdengar seperti sebuah Lagu. malah terkesan benar2 seperti orang “mengajar” atau meng”guyon” or whatever. i really hope that u rappin not because u cant sing to sell an album. maybe from your book, it’s right that there are many type of people. but i’m the person that seein somethin from quality.
how u respond on the people like me? well, i’m minority. but how do you feels that if your song is dissed by people like me? (well, i’m not goin to diss u) this is Hip Hop, man.. thats different. there is a pride that u need to take care of. jadi secara garis besar, saya sebagai pendengar kecewa mendengar album anda. walau mungkin mayoritas lebih banyak yang suka terhadap album anda.
mungkin ada baiknya anda mendengar dan mempelajari Hip Hop seperti Wu-Tang Clan atau Cypress Hill sebagai tambahan influence agar musikalitas anda lebih terasah dan lebih menjamah orang2 seperti saya (alhamdullilah kalo orang sejenis saya cuma saya.. hahahaha…). anda juga bisa mempelajarinya karena mereka dengan amat sangat luar biasa menghasilkan lagu yang hebat dan tetap hidup dari masa ke masa (konstan.. nggak booming, namun nggak jatoh.. bisa dibilang immortal deh..). namun kalau anda tidak mau, juga gak apa2. kan saya cuma menyarankan, hehe.. nah, anda boleh anggap saya haters, tergantung dr sudut pandang anda..
overall, great book… nice album… at least u made somethin like tompi said in one of ur song.. respect.. keep goin..”
Nah, inilah jawaban jawaban gue…
saya menerima kesan bahwa anda mengajarkan ke masyarakat untuk menggunakan sebuah gerakan sosial untuk dijadikan alat untuk marketing. meniti bahwa apa yang anda tulis dalam e-book ini adalah tentang marketing. bagi saya tidak sepantasnya menggunakan gerakan sosial sebagai topeng untuk penjualan sebuah album
Aaahhh, sungguh menarik.
Anda bukan orang pertama kok yang beropini seperti ini.
Sejujurnya sebelum album ini keluar, saya sudah berpikiran hal yang sama ”Gimana kalau ternyata orang merasa gue memanfaatkan amal untuk penjualan??”
Gue memang sebisa mungkin menghindari opini itu, makanya waktu ada permintaan untuk menulis “50% PENJUALAN ALBUM DISUMBANGKAN UNTUK AMAL” di depan cover album, saya menolak.
Tulisannya ada di DALAM album. Sehingga orang beli dulu baru tau kalau itu ternyata amal.
Tapi toh saya pada akhirnya tetep bilang (terutama di radio) sama orang orang karena saya ingin orang tahu bahwa Rp 25.000 pun saya sumbangkan.
Masalah utama kami di C3 (Community for Children with Cancer) adalah banyak yang merasa tidak punya cukup uang untuk menyumbang. Apalagi mengingat bahwa biaya kemoterapi itu minimalnya Rp 8.000.000,- SEKALI pengobatan.
Padahal menyumbangkan Rp 25.000 pun BESAR artinya, bahkan menyumbangkan Rp 5000 pun sangat besar artinya.
Orang orang lupa bahwa penderita kanker itu bukan hanya harus diobati penyakitnya. Tapi juga hatinya. Uang Rp 25.000 bisa dipake buat beli krayon dan kertas. Krayon dan kertas bisa dipake menggambar berjam jam dan (percaya atau tidak) selama berjam jam mereka bahagia dan lupa bahwa mereka membawa penyakit mematikan.
Banyak diantara anak anak ini masuk rumah sakit dengan stadium 4 atau 5. Yang berarti sudah sangat berat bahkan tidak mungkin ditolong.
So when you know you are dying, the last thing you want to do is to be happy right?
Rp 25.000 can do that for them.
Uang segitu bisa beli DVD kartun. Uang segitu bisa beli game PS, dll.
Inilah yang menjadi alasan kenapa saya bilang sama orang tentang adanya usaha beramal di album.
BIAR DITANYA.
Seperti yang anda lakukan
Seperti yang dilakukan wartawan.
Seperti yang dilakukan para penyiar radio ketika saya promo.
Ada manfaat yang sangat besar selain menyumbangkan uang Rp 25.000,-
PUBLIC RELATIONS
Pada akhirnya, saya tidak bisa mengubah opini orang.
Kalau orang merasa saya memanfaatkan amal untuk komersil, ya ga papa.
Tapi dia tidak bisa pungkir dari fakta, bahwa paling tidak DIA SUDAH TAHU tentang c3 dan anak anak kanker.
That, is the PR i am aiming
Masalah orang pikir saya memanfaatkan amal untuk komersil… I can live with that
saya rasa itu tidak pantas dilakukan dimana itu menghancurkan kredibilitas dan prestige album lainnya. maybe u dont even care about it. tapi coba anda pikirkan. yang anda jual adalah ALBUM. MUSIK. kesampingkan tentang membantu anak2 penderita kanker (karena mereka yang diluar sana banyak yang tulus membantu anak2 penderita kanker tanpa harus membeli album anda) karena saya juga mengerti di satu sisi bahwa anda mungkin juga ingin memberikan edukasi secara tidak langsung kepada fans anda tentang pentingnya kegiatan sosial yang anda lakukan, namun mengapa tidak anda kampanye-kan secara langsung via media atau web atau juga dalam sebuah page di dalam album anda?
Saya sama sekali tidak pernah bermaksud untuk menghancurkan kredibilitas dan prestige album lainnya. Lagipula kalau dipikir pikir, yang bisa menghancurkan kredibilitas, prestige dan reputasi bukanlah pihak luar. Tapi diri sendiri.
Your reputation is decided on how you handle critical issues.
Orang bisa berusaha menjatuhkan kita, tapi jatuhnya kita tergantung dari bagaimana kita bereaksi terhadap dorongan orang.
Seperti kata Ibu saya yang juga saya tulis di lagu “Kembali tertawa”
Kata beliau “Ingat bahwa kamu dinilai dari, cara kamu menghandle krisis diri sendiri”
Masalah mengkampanyekan lewat media atau web atau juga sebuah page di album saya, sebenarnya, SEMUANYA sudah saya lakukan.
Kalau anda punya album saya (btw mohon maaf karena memang kemarin kurang terdistribusikan dengan baik) maka disitu ada tulisannya. Di web? Ada kok , selain selalu saya ungkit di blog, ada juga www.c3friends.com.
Sebuah situs jejaring sosial seperti facebook atau friendster, tapi bedanya disini setiap klik adalah donasi. Karena semakin banyak hit atau visitor di website, maka nilainya akan bertambah dan otomatis harga banner (iklan) juga naik.
Uang dari iklan akan disumbangkan untuk c3. Silakan gabung. Jangan lupa add saya J
Lewat media? Justru itulah yang saya dapatkan dengan menempelkan konsep amal di album saya. Orang bertanya, Termasuk SEMUA media yang wawancara.
(cool! u made it! i never read book twice or more if it not so interesting..)
Terima kasih, saya juga mau bikin buku. Beli ya?
“u rap for life, or life for rap?”.
Saya agak kurang yakin dengan pertanyaan ini, tapi kalau yang anda maksud adalah sama dengan saya tangkap maka jawaban saja gampang:
I live for my familiy.
I love rap. But I’d die before anybody would harm my family.
gaya yang anda gunakan pada rap anda saya dengar mengarah ke arah kanye west. namun entah mengapa ketika disajikan oleh anda justru tidak terdengar seperti sebuah Lagu. malah terkesan benar2 seperti orang “mengajar” atau meng”guyon” or whatever. i really hope that u rappin not because u cant sing to sell an album. maybe from your book, it’s right that there are many type of people. but i’m the person that seein somethin from quality.
AAAH terima kasiiih… Sejujurnya, saya pengen lebih mirip Kanye.
Maklum, saya mengagumi dirinya, tapi kok yang keluar kayak Will Smith ya? (menurut saya)
Habis mau gimana lagi? Kalau dijumlah jambleh, memang lebih banyak saya dengerin Will Smith daripada Kanye
Masalah skill, yaah, harus saya akui, saya belum matang.
Tapi saya puas kok. I cant jump process.
Wait untill you hear my 2nd album. Lemme know what you think
Afterwards, wait for my 3rd album. And see if you still think the same.
how u respond on the people like me?
Ya beginilah. Gimana sejauh ini?
mungkin ada baiknya anda mendengar dan mempelajari Hip Hop seperti Wu-Tang Clan atau Cypress Hill sebagai tambahan influence agar musikalitas anda lebih terasah dan lebih menjamah orang2 seperti saya
Saya sudah coba.
Entah ya.
Kok saya nggak klop.
Saya mengagumi.
Tapi kok ya nggak klop.
Ada yang menyuruh saya mendengarkan HOMICIDE.
Saya sudah dengar sebenarnya. Saya kagum bahkan. Tapi saya tidak akan masukin dalam playlist di handphone saya. Namanya juga selera….
Saya sekampus dengan Ucok. Tepatnya sefakultas. Lebih tepatnya sejurusan J. Bahkan saya punya buanyak cerita lucu tentangnya. Saya dengar dia pertama kali di lagu UNITED FIST bersama Arian ketika masih di Puppen.
DAMN.
Keren mampus.
Itu sekitar tahun berapa ya? 97? 98?
DAMN. 10 tahun yang lalu!
Sampai hari ini gue berharap gue bisa menulis lirik seperti Arian.
Semoga dia ga baca tulisan ini… maluuuu…
nah, anda boleh anggap saya haters, tergantung dr sudut pandang anda..
Ah, bagi saya anda bukan hater.
Anda hanya orang yang terprovokasi album saya.
Seperti misi utama album saya. Memprovokasi pemikiran orang.
Congrats, you just got provoked by me
overall, great book… nice album… at least u made somethin like tompi said in one of ur song.. respect.. keep goin..
Respect to you too man.
Keep coming back to this blog.
I need people like you











July 28th, 2008 at 8:31 am
klo masalah musik itu ya tergantung selera orangnya
jujur gw ga begitu suka rap ato hip hop
makanya gw cuman denger sekali 2 kali lagunya si om Pandji
itu pun dri DL bukan beli cd asli maupun bajakan (kayak yg dibilang om Pandji di HR pagi)
klo masalah menggunakan sosial untuk marketing penjualan album gw rasa sih ga terlalu masalah ya, selama tidak ada yg merasa dirugikan, ya kecuali klo si om Pandji ngomong disumbangin tapi ternyata omdo (omong doank) itu baru dosa gede bgt
July 28th, 2008 at 8:32 am
Well. it;s not about Hip Hop, country, Pop, etc. It’s all about music. It’s just a matter of taste. lo udah meng inspirasi banyak orang untuk melakukan sesuatu dan memotivasi mereka.
Dalam melakukan sesuatu pasti ada pro & kritik. Biar balance gua dukung lo Dji. Kritik yang bagus sekali udah lo terima Dji. Tapi menurut gua kata2 yang bilang “anda mengajarkan ke masyarakat untuk menggunakan sebuah gerakan sosial untuk dijadikan alat untuk marketing”, mungkin lebih tepat adalah ” Anda mengajarkan ke masyarakat untuk menggunakan marketing sebagai sarana / alat untuk beramal / kegiatan sosial.” Semuanya punya cara sendiri & lo Dji melakukannya dengan cara lo sendiri. Lo [punya style sendiri. Gua sekilas liat perjuangan lo & menurut gua itu gak gampang. Itu butuh pengorbanan besar. Sekali lagi gua salut ama lo.
July 28th, 2008 at 9:29 am
well.. i don’t really care wether ur motive is for commercial or social. klo itu album isinya bagus2 ya why bother? gw sih objektif aja. lagu2 lo bagus n gw suka, makanya gw beli. masalah duid yg gw keluarin buat bli cd mau kemana bukan urusan gw. as long as i know it worth buying.sekian
July 28th, 2008 at 9:30 am
Good comment and good reply also. Buat lo ndji, comment ini jadiin masukan ke otak loe bukan ke hati loe. Trus buat yang kasih comment, good job, good review, superb energy!! Mudah2an energy loe juga tetep superb untuk bisa membantu memperbaiki bangsa kita ini. Bukan hanya Pandji yang butuh orang2 seperti loe, NEGARA ini butuh orang seperti loe….but not just lip service bro….ACTION needed.
@Pandji: Gua dah punya album loe, ga mungkin gua beli album kedua loe hanya untuk 2 lagu tambahan, gimana caranya untuk dapetin 2 lagu tambahannya doang (legally)?
July 28th, 2008 at 9:33 am
Tenang
sudah ada strategi menuju kesana. Thx ya man. Tunggu kabar selanjutnya disini…
July 28th, 2008 at 10:34 am
orang yang tidak melalui proses adalah orang yg tidak menghargai hidup.
dan menurut g secara pribadi (walau g tdk kenal pandji), dia mencoba mem presentasikan kisah hidup nya lewat lirik2x lagu berkemas rap/hiphop(g tdk paham dengan rap/hiphop/r&b,jadi secara musikalitas g tdk bisa menilai) ,
tapi lirik lagu nya sgt memprovokasi dan mengilhami ,lagu2x pandji,sangat menyentuh beberapa kisah hidup org(termasuk g),
contohnya,lirik lagu “dibayang masa lalu”, sangat mengena banget buat g,sampe g copy paste send liriknya ke tunangan g,cuma tuk menyakinkan dia kalo g tdk akan membuat kesalahan yg sama(hoho..cengeng bgt g ya..)
dan satu lagi,g membeli cd original pandji,bukan krn dia seorang “hero” buat g,tapi krn g rasa org ini punya “sesuatu special” dalam usahanya tuk membuat suatu perubahan yg drastis dan tidak statis ,dan g berusaha tuk mendukung usaha nya tuk membuat perubahan tersebut,walau sedikit artinya buat dia,tapi sgt berarti banyak buat g..
jadi tetaplah jadi ikon suatu perubahan man,mulai dari ruang lingkup kecil dan selanjutnya buat indonesia..
(sori kalo tulisan ini agak oot..hohoho..)
.
ps.mungkin loe bisa bikin report kecil2x ttg hasil penjualan album dan konser c3,sekedar buat info aja..
July 28th, 2008 at 12:39 pm
Gw lebih suka menyebutnya sebagai suatu “packaging”. Banyak cara untuk itu dan elo sudah memilih model itu, berhasil kah? elo yg tau.
Yg gw suka dari musik elo yg bergenre rap adalah elo mengembalikan musik rap sebagai musik untuk menyampaikan suatu pesan, betulkah itu? semoga gw bener, sori kalo salah hehehe
July 28th, 2008 at 3:37 pm
g sebenernya udah lama denger lo dji d gmhr, trus rajin baca blog lo jg,karena menurut g blog lo up to date mengenai apa aja, tapi g ga pernah partisipasi aja…
g baca juga tulisan ttg How I Sold 1000 Cds in 30 days, yg menurut g banyak banget ilmu nya, salut buat lo dji…
kalo g mau diskusi sama lo langsung bisa?
karena g kurang suka cuma isi comment aja, g mau denger pendapat u ttg banyak hal, if you dont mind, jd not just you learn things from us, tp we can also learn things from you…
thanks
July 28th, 2008 at 5:56 pm
i like dat words
July 28th, 2008 at 6:12 pm
Ummm… jd ini sebenarnya semacam “strategi” utk ditanya?
jujur, saya jg sempet mikir gitu. kenapa yah para artis kadang ikut melibatkan kegiatan sosial mereka dlm penjualan album, tiket konser, atau yg lainnya.
mungkin masing2 artis memiliki jwban yg berbeda2.
tp apa pun alasan mereka, saya harap tujuannya memang utk tujuan baik.
karena kegiatan sosial itu sensitif.
kadang, tujuan baik belum tentu diterima dgn baik, kan?
hari gini jg org2 udh pd bijak memilih mana kegiatan yg benar2 utk sosial dan mana yg tidak.
btw, saya setuju dgn comment “oi” :
“mungkin loe bisa bikin report kecil2x ttg hasil penjualan album dan konser c3″
hanya sekedar utk menunjukkan bahwa kegiatan sosial ini bukanlah hanya “kedok” semata.
July 28th, 2008 at 6:35 pm
Damn……long live “positive provocateur”……nice job, man….damn nice job……
do more……….a good start, looking forward for your next surprise….
July 28th, 2008 at 8:26 pm
tulisan ini emang panjang….hahaha….tapi saya menikmatinya…musik, suka ga suka, itu masalah selera, tapi at least anda sudah berbuat sesuatu yang cukup baik…..salut n sukses
July 29th, 2008 at 6:41 am
tulisan dan opini yang panjang…
mengutarakan opini yang dianggap benar di depan public itu tidak gampang, good.
July 29th, 2008 at 11:26 am
Wow… nice nice…. Provokasi yang LUAR BIASA hanya bisa muncul dari KARYA YANG LUAR BIASA juga. So keep doin that… superb questions and also great answers. Damn….
July 29th, 2008 at 4:14 pm
kalo menurut saya sih tergantung niat sebenarnya dari yg bersangkutan, masalah opini orang lain karena memang pada awalnya tidak ada penjelasan yag detail mungkin, niat yang baik menghasilkan sesuatu yang baik, posting yang bermutu menghasilkan komentar yang banyak pula hehehe
salam kenal mas panji !
July 31st, 2008 at 2:24 pm
Hell yeah..
tulisannya sangat panjaaaaaaang & lamaaaaaaaaa….
tapi gw baca postingan MPP (Mas Pandji Pragiwaksono) ini berkali2.. terlalu indah untuk dilewatkan…. mmmhh.. opini hanyalah tinggal opini tergantung kita bisa menanggapinya seperti apa
All the best Mas Pandji
August 5th, 2008 at 11:35 pm
Numpang liwat ooomm..
good job..good job..
Nice post tp masa sih mas panji dah ngluarin album..kuq aku ga prnah denger ya..suer !!!
August 9th, 2008 at 1:44 am
gila… bener2 panjang jadinya (ditambah comment2nya, kwkwkwkkk…)…
tapi gw bener2 salut sama bung pandji ini… u got me and thats how i felt… gw dah dapet albumnya, bos.. kmrn beli di soho dan bener2 shock kalo harganya beneran 50rb… soalnya sedenger gw pribadi kalo m-studio itu kan ada potongan berapa persen gitu (30% kalo gak salah, kayaknya sih salah…) dan bung pandji tetep memberikan 25000 untuk anak2 penderita kanker!?!? thats so GREATLY SUPERB AMAZING…!!
ada yg suruh dengerin homicide? well, saya menyarankan denger X-Calibour… hahahahaha… saya orang yang percaya tuhan sih…. dan saya juga orang yang percaya kalo manusia sukses karena perjuangannya… thats all.. god do it for purpose… we dont know it yet…
oh ya, to be better together adalah misi saya, bos… jadi saya merasa sangat senang kalau opini dan comment saya justru membantu… dan saya minta maaf sebesar2nya kalau ada yg tdk berkenan (soalnya liat dari komentar mas pandji, sempet kesel katanya..)… maklum, namanya juga opini… perlu banyak dipertimbangkan… hehe… but u also got me, rite? the actual mean of “provocative proactive”, hahahaha…
saya salut sama perkataan mas pandji yang bilang:
I live for my familiy.
I love rap. But I’d die before anybody would harm my family.
saya jadi inget banget kata2 ayah saya yang bilang, “temen, sahabat, pacar atau keluarga? kalau lu bisa jaga keluarga dgn benar, papa yakin kamu bisa jaga semuanya itu… jangan lupa jaga diri sendiri juga penting… gimana mau jaga keluarga kalo km gk bisa jaga diri…” hahaha… kata2 yang gak pernah bisa ilang di kepala gw…
terus , jgn bilang seperti “Masalah orang pikir saya memanfaatkan amal untuk komersil… I can live with that” gitu dong… u gonna lost ur purpose for sure… i mean it… karena “setiap manusia adalah khalifah”… be sure with it… straight to your mission… make it clear… lagian kalo niat kita baik, apakah tuhan bakal menghalangi jalan mas pandji…? karena saya yakin, niat jelek pasti gak akan ada bagus2nya, deh…
segitu aja deh… pengen sih banyak checklist ttg diskusinya tapi saya cuma pegang perkataan mas pandji :
Wait untill you hear my 2nd album. Lemme know what you think
Afterwards, wait for my 3rd album. And see if you still think the same.
saya tipikal orang yang salut sama mereka yang bilang seperti itu, walaupun saya juga gak sabaran, hahaha… but i feel relief when u said:
I cant jump process.
pokoknya i’ll be waitin… hehehe… ditunggu kejutan2 berikutnya…
August 15th, 2008 at 4:41 pm
jujur, buat gua yang baru aja liat dan denger musik hiphop ala pandji agak enak tapi gw saran jangan mengkritik sesuatu kebenaran yang dah ada buktinya…
contoh loe kritik tentang aksi2 mahasiswa yang buat lo bikin macet tapi yang salah sebenarnya bukan aksinya tapi momen dan geraknya..
kaya kata tompi, mana karyamu…buat mahasiswa itu karya meraka seperti kudeta-kudeta yang dilakukan, itu sebuah karyaaa…
everything is never be truth
July 21st, 2009 at 9:23 am
Amal vs Komersialisasi.. Tergantung niatnya, mudah2an lu diliindungi dari ujub sehingga niat amalnya gak berkurang.. Tpi sebenernya gw lebih respek bahkan pada seorang ‘robin hood’, dibanding orang suci yang banyak bicara idealisme dari singgasananya tapi miskin karya.. setidaknya ada orang2 yang membutuhkan yang bisa tertawa sejenak dalam deritanya, meski gak tau apa esok msih bisa..
Btw salut, gak nyangka, n iri dengan pencapaian lu, secara gw tau lu waktu di bandung, bukan siapa2.. lu bisa gw jga yakin, mdah2an gw terprovokasi n proaktif utk lebih berkarya.. bersahaja untuk diri tapi bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang..
Keep berkarya n inspiring friend..
April 26th, 2010 at 12:17 pm
cuma mau bilang, gw suka banget cara pandji menjawab kritikan… gak semua orang bisa “berkepala dingin” ketika dikritik, opini boleh beda tapi cara kita menyampaikannya bisa menjadikan perbedaan itu sesuatu yg positif or negatif…congrats pandji
January 19th, 2011 at 11:33 am
Hehehe… setuju2 aja dgn cara berdonasi dgn menjual album. Mungkin doi harus lebih paham yg namanya Social Enterpreneurship
kalo masalah rap-nya gw kurang paham yg penting enak didenger Just It
December 23rd, 2011 at 12:06 am
I will recommend not to hold off until you get enough money to order different goods! You can just get the home loans or college loan and feel yourself comfortable
December 27th, 2011 at 11:11 am
Your online business became not money bringing? Are you confused because of that? You should not be feel yourself in such a way! You have a possibility to hire link building guru. Your deals will get more successful for sure.
January 1st, 2012 at 6:11 pm
The meandering stream channels and vast seasonal marshes today the valley is a mix of farmland and growing cities with few areas remaining for wildlife.Thanks for sharing informative post.Thanks
February 3rd, 2012 at 2:01 pm
Article submissions cannot be done by usual people. Search engine optimization is a unique system , which cannot be understandable for everybody! Only article submission service will do link building work efficiently. Thus, guess well what way for your site do you select!
February 4th, 2012 at 8:18 am
This is hard to learn a correct information referring to this post,but custom writing service will advice to buy an essay to get correct knowledge and thst’s manageable to have custom essays per really reduced costs!
February 18th, 2012 at 9:34 am
ekcjfdhq
March 10th, 2012 at 11:43 pm
I do not know if you believe me, thus, I would like to apprize your high quality stuff about this topic. Before this I used the help at writing jobs service.
March 11th, 2012 at 12:22 am
I apprize your release referring to this good topic. I just wanted say that I haven’t look at a kind of good writer until now. Have you a chance write the truly professional thesis and thesis help?
March 14th, 2012 at 1:04 am
nkcsnoz