Au Neko…

Mon, Nov 16, 2009

Uncategorized

Gue ga bisa tidur…

Biasanya di pesawat gue selalu tidur sepanjang perjalanan.

Kali ini, gue Cuma tidur diawal penerbangan karena memang brangkatnya pagi pagi…

Ngantuk…

Sisanya gue terbangun sepanjang perjalanan.

Selain karena gue harus transit di denpasar, gue juga dibanguniiiiiiiiin mulu sama pramugarinya

Nanya mau baca majalah apa, mau minum apa, mau makan apa, ngasi handuk hangat… hadoooh..

Setelah transit, gue akhirnya ga ngantuk..

Gue ga sabar pengen ketemu Kupang.

Waktu gue kecil, bokap gue itu sering mondar mandir kupang, flores…

Ada satu hari beliau pulang bawa Sasando.

Entah dimana sekarang Sasando itu.

Gue sangat semangat karena gue ingin melihat kota kupang yang selama ini hanya gue dengar doang ceritanya.

Lalu perjalanan yang dijadwalkan disana juga seru seru…

I just cant wait.

Ketika diumumkan bahwa sebentar lagi kita akan mendarat kepala gue langsung melongok keluar..

Mau liat pemandangan pertama Kupang…

Ini yang gue temukan

12112009107

Gue pikir “Buseeet, gersang amat…”

Hijaunya Cuma dari pohon pohon dan datarannya coklat… antara coklat tanah dan coklat rumput kering.

Dari atas gue juga bisa liat sungai sungai kering.. bukan surut ya.. kering.

Keliatan banget bahwa itu adalah sungai sebelumnya… tapi kering.

Otomatis tubuh gue bersiap siap untuk panasnya kota Kupang.

Kupang digembar gemborkan sebagai kota yang super panas

“BUSEEET! PANAS BANGET DISINI” ujar seorang teman yang sudah sampai duluan.

Ketika pesawat mendarat , gue turun, hal pertama yang gue rasakan adalah memang panasnya sengat matahari di kupang.

Tapi gue kenal sengat ini…

Mirip sama yang di Jakarta.

Belakangan gue denger, Kupang itu suhunya 33-37 celcius… seperti suhu rata rata tubuh manusia.

Makanya, pergi ke Kupang seperti dipeluk orang seharian

Kalo yg meluk cakep mah enak… :)

Sesampainya disana waktunya makan siang.

Di resto ini gue merasakan pertama kali bunga pepaya ( iyee iyee gue tau, di jakarta banyak.. tapi gue baru makan disini)

Setelah melakukan pesanan, sambil menunggu makanan datang gue keluar restoran dan ke seberang…

Untuk melihat lautan.

12112009110

Ini adalah pandangan pertama gue terhadap lautnya Kupang setelah mendarat.

Hal pertama yang gue perhatikan adalah bahwa pantainya tidak ada gulungan ombak.

Tanda bahwa pantainya berkarang.

Dari jauh keliatannya tenaaang banget lautannya.

Kupang memang kota yang menarik

Di dataran keliatan gersang, tapi kemanapun elo pergi dan kemanapun mata elo memandang elo akan ketemu dengan Bunga Flamboyan yang indah..

Warnanya Orange kemerahan dan menghiasi langit langit kota Kupang.

Kontras dengan apa yang ada di daratan.

Perjalanan selanjutnya adalah ke museum.

Museum apa? Museum Penangkapan Paus.

“Pe.. penangkapan paus?”

Sebenarnya elo mungkin uda liat ini di TV… ketika ada penduduk lokal yang naik perahu membawa tombak panjang.. lalu lompat terbang sambil menghunjam tombak tersebut ke seekor paus.

12112009116

(foto foto berikut gue repro dari foto yang terpasang di tembok museum)

Itu adalah pemandangan tahunan yang ada di sebuah desa bernama Lamalera.

Setiap bulan Mei, penduduk Lamalera berduyun duyun ke laut untuk berburu paus.

12112009112

Ilegal?

12112009113

Sama sekali tidak

Malah Lamalera, NTT adalah satu satunya tempat yang diperbolehkan berburu dan memakan paus.

Museumnya aja bekerja sama dengan National Geographic dan WWF.

Soalnya, Paus ini menyangkut hajat hidup orang banyak.. daging mereka hanya dari paus ini.

Lebih dari hanya sekedar daging, minyak dari paus inipun jadi jatah setahun untuk menyalakan api yang pada akhirnya dipakai untuk memasak, menerangi rumah rumah..

Dagingnya pun dibagi bagikan ke penduduk dan dagingnya jadi jatah setahun.

Entah bagaimana cara mereka mengawetkannya..

Dari museum itu

Gue berjalan ke peninggalan masa lalu Kupang.

Gue baru tau, Kupang jadi saksi perebutan Indonesia dari Jepang dan Sekutu.

Bayangin, tanah tanah siapaaa, yang rebut rebutan siapa.

Jadi ada satu titik di kabupaten Kupang yang merupakan tempat bersejarah bagi orang Australia.

Bukan orang Indonesia, Australia!

Karena waktu PD 2, tentara australia sebagai bagian dari sekutu terjun payung dan mendarat di titik tersebut, dan disambut oleh berondongan peluru senapan tentara jepang.

Tentara Australia dibantai di situ, dan sekarang ada sebuah monumen yang dibuat oleh pemerintah Australia untuk mengingat kejadian itu.

Di museum tersebut ada banyak rudal dan ranjau yang tersisa …

Lalu didepan gue , terpampang sebuah peta.

12112009117

Yang menampilkan area Timor Timur (berwarna putih) tapi anehnya… ada sebuah area tersempil berwarna putih.

Gue tanya kepada guide museum, “kenapa ada area yang terpencil sendiri ya?”

Ternyata titik kecil itu adalah tempat mendaratnya Portugis untuk pertama kali.

???

Ini yang gue ga pernah habis pikir.

Orang Timor Timur merasa lebih dekat dengan Portugis daripada bangsanya sendiri..

Sama seperti orang Singapore yang menjadikan Raffles sebagai pahlawan mereka.

Padahal Raffles adalah penjajahnya. Memang, Raffles menciptakan Singapura jadi area dagang yang ideal.

Sehingga bukannya ke Indonesia (sumatera dan jawa) perahu perahu dagang merapat kesana dan akhirnya Singapura jadi area wajib bisnis Asia Tenggara.

Tapi kan? Dia penjajah?

Sudahlah… kita balik lagi aja ke Kupang.

Di museum gue liat sebuah rumah yang menarik…

12112009129

Katanya di Timor leste penduduk masih banyak yang tinggal di rumah seperti ini…

Kalo ada yang bertamu, wajib untuk tidur semalam di rumah ini, tidurnya di bagian paling luar deket “pintu” masuk…

Lalu gue melihat pemandangan yang tidak kalah menarik

12112009130

Jadi ikat kepala di NTT ini beda beda arti untuk setiap ikatannya

12112009132

12112009133

Ada ikat yang dipakai untuk menandakan bahwa dia adalah pria lajang yang siap dinikahi

Ada ikat yang dipakai untuk menandakan bahwa pria ini sudah akan menikahi seseorang

Ada ikat yang dipakai untuk berperang

Tapi yang paling aneh dari museum itu adalah… ikat kepala yang dipakai diatas kepala kepala itu adalah batik jawa.

Kalau gue tanya kenapa pake batik jawa, ga ada yang bisa jawab..

Aneh..

Tapi seaneh anehnya kupang, pantainya bener bener cantik.

Pemandangan dari jendela kamar hotel gue adalah pantai dan laut yang indah

12112009136

Foto ini gue ambil sore pas balik ke kamar..

Pas bangun tidur, warna laut dan langitnya lebih keren lagi

13112009134

Setelah sarapan, gue bersama rombongan lifebuoy berangkat ke rumah dinas bupati NTT (yang berhadapan lansgung dengan pantai )

13112009139

untuk menyuluhan kader lifebuoy sekalian menyerahkan hasil sumbangan dari petisi keluarga sehat untuk indonesia sehat.

Jadi dari Juli, Lifebuoy menyebarkan sebuah petisi yang isinya adalah komitmen untuk memulai hidup sehat. Untuk setiap petisi yang ditanda tangani, lifebuoy menyumbangkan Rp100,-

Hasilnya, Rp 272.626.700,- disumbangkan untuk revitalisasi 250 posyandu di Kupang, NTT.

Revitalisasi Posyandu di NTT sangat sangat penting.

Posyandu itu, adalah swadaya masyarakat.

Masalahnya, posyandu di NTT, Kupang terutama, sangat minim fasilitas.

Pantesan aja NTT jadi satu bagian dari Indonesia dimana angka kematian anak-nya paling tinggi.

Tanpa alat pengukur kesehatan yang memadai, susah untuk memantau kesehatan mereka.

“You cant count what you cant measure”

Karena itu uang 270 juta lebih itu dijadikan tambangan bayi, stetoskop, termometer, alat pemeriksa tensi darah, buku KIA, dll.

13112009138

Gue pernah nulis di blog tentang mengkhawatirkannya kondisi kesehatan anak anak di Indonesia.

Di penyuluhan yang diberikan oleh Erwin (senior brand manager Lifebuoy) gue menemukan fakta fakta lagi…

Gue menemukan bahwa di Indonesia ada 300 kasus diare per 1000 orang.

Gue menemukan bahwa diare adalah penyebab kematian balita tertinggi ke 2.

Tertinggi ke 3 untuk bayi dan tertinggi ke 5 di Indonesia untuk semua umur.

Gue juga menemukan fakta dari WHO bahwa CUCI TANGAN pake sabun menurunkan resiko diare hingga 47%

Its a goodthing lifebuoy is on it. I dont see how any other brand can find the relevance in this issue.

CUCI TANGAN PAKE SABUN itu mutlak sebagai dasar kehidupan sehat kita.

Masalahnya, orang bukan Cuma males cuci tangan, kadang kadang caranya ga tepat

“Ga tepat?”
Iya.. karena dengan cara kita cuci tangan secara umum, ada beberapa area di tangan yang lolos dan masih berpotensi penyakit.

Ntar gara gara elo ga cuci tangan dengan benar, pulang megang anak elo, dan menularkan penyakit…

You dont want that.

We all dont want that.

Dan kita semua juag tidak mau anak anak Indonesia terus menerus meninggal hanya karena kita memilih untuk tidak mencuci tangan pakai sabun.

Kupang, NTT memang tertinggal dalam hal kesehatan.

Karena itu, ketika bapak Josep Bataona, direksi dari Unilever yang ternyata juga orang NTT berujar “Apakah kita mau, hanya nonton Indonesia sehat jadi Kupang? Atau kita mau Kupang jadi bagian dari Indonesia yang sehat?”

Beliau mengucapkan sebuah “Call To Action”

Kupang adalah bagian dari Indonesia, karena itu, Kupang harus menjadikan dirinya sehat.

Beliau mengucapkan itu di depan kader kader PKK dan Lifebuoy yang juga akan menggerakkan posyandu di Kupang.

Semua berawal dari kesadaran dan pengetahuan.

Ibu ibu itu memang sedikit jumlahnya, tapi gue meyakini bahwa semua hal hal besar yang terjadi di muka bumi berawal dari sekumpulan kecil orang dengan keyakinan dan komitmen.

Ketika gue datang ke sebuah posyandu di desa Oelomin.. gue melihat langsung betapa “kering”nya Posyandu itu.

Walaupun keliatannya posyandu itu sudah disulap karena tau kita akan datang.. dikasih meja dan taplak, kursi, dll…

13112009148

Tapi fasilitas yang ada disana, praktis hanyalah timbangan kain…

Dan sejumlah buku untuk mencatat berat badan anak..

Ketika gue di desa Oleomin, kecamatan Nekamese, Kupang gue langsung ngobrol dengan Ibu Ibu yang ada disana… Mereka sebenarnya nampak senang senang saja, ketawa, bercanda, saling cela…

Tapi gue ga bisa menutup fakta bahwa anak anak mereka nampak kurang sehat. Ada seorang anak yang umurnya 3 tahun, badannya sama kayak Dipo yang berumur 2 tahun..

13112009143

13112009146

Ibu ibu di sana bergiliran nyuruh gue gendong anak anak mereka… dan berhubung gue seorang Ayah.. gue bisa merasakan banget bahwa anak anak ini lebih enteng daripada berat badan mereka seharusnya..

13112009161

Itu membuat gue sedih.. masalah mereka bukan hanya fasilitas kesehatan, tapi juga makanan.

Ibu ibu itu selalu nanya “Di Kupang panas kan?”

Gue slalu jawab “Sebenarnya sih engga… Jakarta juga panas”

Seorang Ibu lalu nyaut “Tapi di jakarta ujan kan? Disini ga ujan ujan..”

Memang betul, sementara Jakarta hujan terus sampe banjir, Kupang bahkan ga ujan ujan.

Mereka hanya bisa bercocok tanam kalau musim hujan.

Mereka bertanam jagung.. dan padi di beberapa daerah tertentu (ga semua tempat bisa nanam padi)

Gimana mau makan?

Tapi mengukur kesehatan mereka juga penting, dengan itu mereka tau tindakan apa yang harus dilakukan..

Siapa sih orang tua yang mau anaknya sakit?

Siapa sih orang tua yang ga mau ngasi anaknya segala macam yang anaknya inginkan

Siapa sih yang tega melihat anaknya sedih, sakit, lemas…

13112009153

Satu ketika, ketika gue sedang duduk diantara ibu ibu itu, ada seorang Ibu yang duduk sambil mengayun anaknya yang tertidur di tangannya… Ibu itu berkata perlahan, hampir berbisik

“Au Neko….. Au Neko….”

Ibu itu mencium anaknya lalu kembali berkata “Au Neko…”

Gue bertanya kepada Ibu Ibu yang lain… “Apa artinya Au Neko?”

“Aku sayang kamu…”

“Au Neko…”

Hampir nangis gue melihat pemandangan itu..

Cinta adalah hal terakhir yang mutlak kita bisa berikan kepada anak kita, ketika kita tidak bisa, tidak kuasa memberikan apapun lagi..

Au Neko…

Untuk siapapun yang sudah menandatangani Petisi Keluarga Sehat untuk Indonesia Sehat terimakasih atas perhatiannya, untuk Lifebuoy terimakasih atas bantuannya, untuk elo yang membaca ini dan memutuskan untuk memiliki komitmen dalam mengurangi angka kematian anak anak… terima kasih

Diantara mereka yang tidak sampai berumur 5 tahun ada calon pemimpin kita yang bisa membawa Indonesia jadi lebih baik… diantara mereka ada pemain sepakbola pertama yang bisa main di Liga Inggris, diantara mereka ada inovator ulung yang membawa inovasi untuk rakyatnya…

Sayangi mereka karena mereka juga bagian dari Indonesia

Sayangi mereka karena rasa sayang itu akan berbuah menjadi harapan

Elo dan gue bisa membuat mereka merasa ada pertolongan.

Harapan, harganya mahal sekali.

Tanpa harapan, entah apa yang akan terjadi kepada mereka.

“Au Neko” adalah bahasa Timor.

Ada Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan dan diantara daerah daerah di Timor, ada Timor leste yang terpisah dari kita.

Faktanya, dari negara itu, banyak yang mengungsi ke Indonesia. Bahkan di Kupang ada satu desa isinya ratusan pengungsi dari Timor leste.

Ketika gue tanya ada nggak orang dari sini yang pindah ke Timor Leste mereka menjawab

“Tidak ada”

Mungkin  karena mereka masih ingin jadi bagian dari Indonesia

Ingin jadi bagian dari kita.

Karena itu, kita tidak boleh acuh.

Jangan tunggu pemerintah, kita bisa melakukan sesuatu

Kita punya pilihan lain, selain menuntut perubahan

Kita bisa MENCIPTAKAN perubahan.

PLUM IT

AU NEKO

PS: Semua foto diambil dengan kamera Nokia e72


174 Responses to “Au Neko…”

  1. Ismail Says:

    Iya, kenapa ya pemerintah kayaknya kurang merhatiin keadaan mereka mereka yang disana.
    padahal kan mereka itu bagian dari indonesia juga.

    koreksi : bukan “tmbangan bayi” tapi “timbangan bayI’ mungkin…

    makasih untuk cerita tentang kupangnya

    Reply

  2. wahyudw Says:

    saya mengutus saudara pandji utk tinggal dan menetap di kupang selama – lamanya. bagaimana? anda berani menerima tugas mulia ini?? hmmm…

    Reply

  3. mama-jayvin Says:

    i love the part of au neko and the last picture of kid…so touchhyyyy…

    Reply

  4. Dian Prasetyo Says:

    kali ini postingannya mantaph gan, provokasi yg menyentuh :)

    Reply

  5. Nda Says:

    “Harapan, harganya mahal sekali.

    Tanpa harapan, entah apa yang akan terjadi kepada mereka ”

    I do really love this quote.. Mulai dengan harapan, dan diakhiri dengan tindakan.
    salut buat Pandji dan sgala kegiatannya. pengen bgt kapan2 bisa kerjasama sm lo!
    (ini harapan juga kan..)

    Reply

  6. @imansjafei Says:

    apapun kamera yg lo pakek Ndji,,,FOTO LO SOULFUL BANGET.

    Reply

  7. thoetzzbeliys Says:

    @ wahyudw ; Silakan lakukan sesuatu utk Indonesia. Ga usah menantang orang.
    Ga usah sibuk membuktikan orang.
    Buktikan omongan sendiri..ini gw kutip dr twitt pandji….lagi jg tugas mulia paan coba???
    Nyuruh pandji jd petugas posyandu??
    Pandji udah lakuin apa yg hrs dy lakuin…..

    Reply

  8. wahyudw Says:

    Waaah waha waah..ada juga yg balez komen gw…. hmmm

    Reply

  9. albarn Says:

    salute buat lo ndji……
    buat lifebouy juga…..

    gw pernah kedaerah yg seperti ini juga di timur indonesia……
    jujur aja tempat2 seperti ini termasuk banyak di indonesia…..
    cuma biasanya kurang di publikasi kan aja,jd kita2 pada ga tau keadaan di daerah2 pada umumnya……

    menurut gw ga salah pemerintah atau yg lainnya saja,tp juga bagian kesalahan kita2 termasuk gw jg….

    yg terpenting bagi mereka bukan siapa yyg salah dan di adili,tp “sentuhan” dr sesama manusia bik berupa doa,support atau apapun bentuk lainnya…..

    ps:kayaknya “au neko” bisa jadi inspirasi nama gerakan lifebouy utk timor ;)

    Reply

  10. rambi Says:

    thx ya ndji.. i like this posting…
    gw terakhir kali ke kupang wktu umur 7taon *kampungnya nyokap!*and its about 16 years ago!hwehe..
    dulu saia masih kecil ga ngerti apa2…and now, I know much about my mom’s hometown..
    thx alot pandji!! hhe,, :P

    Reply

  11. phery Says:

    kata temenku yang di kupang, emang keren pantai di sana

    Reply

  12. azie Says:

    may Allah bless them, us n bless u pandji..

    Reply

  13. septi Says:

    wahyudw hidup ya?

    Reply

  14. dama Says:

    Wiuh keren, untuk mengingatkan akan keadaaan di sekitar aku, kita dan semua…

    Reply

  15. anakpandai Says:

    thank you for sharing Indonesia :)

    Reply

  16. Raf Says:

    Sebagai seorang bapak tulisan ini nyentuh banget, pantes bisa bikin nangis. Gua baru dari Riau minggu lalu, banyak juga anak-anak kita dari pedalaman yg belum keurus, mereka terpaksa menggelandang / jadi tukang semir sepatu di kota..yg pas gua tanya buat apa duitnya..buat bantu mama sama bapak, sisanya buat sekolah om..sedih..Miskin banget bangsa gue..Au Neko Pandji..

    Reply

  17. Eko Budiyanto Says:

    Ndji..Blog’y touching my soul..tp emang penting yaa pake nyebut merk N**** E**…He..he..he..%>)’

    Reply

  18. Alam Nugraha Says:

    sangat menyentuh… Advertorialnya….

    Reply

  19. mvstova Says:

    tulisan panjang yang menarik.. semoga ada langkah nyata yang berawal dari sini bung pandjie.. ^^

    Reply

  20. ghe Says:

    kok aku nangis y baca ini…nyentuh bgt.. thx 4 share this ,mas Pandji

    Reply

  21. zephcrazy Says:

    To : Pandji

    Gw suka baca postingan lw.. Apalagi yang sifatnya kayak gini. Love it..!!

    b(^^)d

    Satu hal yang dari dulu gw mau nanya k lw Ndji (tapi gak jadi2 nanya karna ntar gw dikira bloon.tp akhirnya gw beraniin buat nanya) : “Gw bisa apa ya Ndji?”

    Pertanyaan itu slalu ada abis gw baca postingan lw yg kayak gini. Gw sebenernya mau memulai buat ikut turun tangan di hal2 kyk gini. Tp gw bingung Ndji, apa yg bisa bantu. Sejauh ini gw cm bisa ikutan bantu retweet n nge-tweet postingan2 lw biar yg laen jg tergerak. Sbenernya d seminar entrepreneurship besok tgl 19Juni d Binus gw mau ketemu lw.. gw mo ngobrol panjang lebar ma lw buat masalah2 kyk gini.. Tp apa blh buat bsk tgl 19 gw ga bisa k Jkt krn msh bnyk urusan d Bdg (pdhl maksud gw mo skalian minta tandatangan d buku “How I Sold 30CDs in 30 Days” hehehehe)

    :___(

    But, it’s serious. I wanna put my hands there.

    Regards,
    @zephcrazy

    Reply

  22. neeya Says:

    sementara disini kita suka sering gak ngabisin nasi karena lauknya gak enak atau ‘gak selera’ mereka di sana kesulitan beras.. padahal 1 negara… (bertekad mau selalu ngabisin nasi p(–)q )

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Links…

    [...]Sites of interest we have a link to[...]……

Leave a Reply