Tiba tiba otak gue bertanya kepada diri gue sendiri
“Kapan gue akan berhenti menulis lagu yang mengusung semangat Nasionalisme?”
Sebenarnya gue pun susah untuk tahu jawabannya
I never planned things when it comes to writings.
I write songs i want to write.
Kalau gue ingin ngomongin itu, maka gue akan menulis lagu tentang itu.
Kalau gue ga ingin, maka gue ga nulis.
Tapi gue juga mengakui, ada sedikit keharusan untuk terus menulis lagu yg mengusung nasionalisme dan patriotisme saat ini
Mengapa?
Karena perlakuan yang gue terima adalah justru alasan kenapa gue masih harus melakukan ini
Ketika gue berdiri dan berteriak “Angkat tanganmu untuk Indonesia” atau “Kami Tidak Takut” atau “Hey saudaraku sebangsa setanahku, besarkan hatimu se Gelora Bung Karno” atau “Indonesia! Indonesia! Indonesia! Bukan satu harusnya bersatu!” masih ada yang memicingkan matanya ke gue
Ketika gue menggebu gebu dengan kecintaan terhadap Indonesia (yg selalu gue jaga agar masih dalam ambang kewajaran) masih banyak orang yang curiga.
“Kenapa orang ini kok begini amat ya?”
“Ini orang PASTI ada apa apanya nih.. ga mungkin segini cintanya sama Indonesia”
“Si Pandji mengkomersilkan nasionalisme nih”
“Ini pasti ujungnya ada apa apanya nih.. nggak mungkin tulus begini kecintaannya..”
Semua kalimat kalimat diatas muncul karena sebuah keadaan:
Saat ini, jarang sekali orang yang vokal terhadap kecintaannya utk Indonesia, dan MAU mengajak orang lain utk membangkitkan kecintaannya utk Indonesia.
Karena masih sangat jarang, akhirnya orang orang yg vokal dan ikut mengajak orang untuk cinta Indonesia jadi nampak aneh.
Dimana mana kan selalu gitu
Yang beda sendiri selalu keliatan aneh
Dan orang di dunia masih punya kecenderungan untuk “Hammer down a sticking out nail”
Padahal seharusnya, yang aneh adalah mereka yang ragu, skeptis, bahkan menghina negara.
Maka gue akan terus mempromosikan nasionalisme, terus mempromosikan kecintaan terhadap Indonesia
Terus mengajak orang untuk menunjukkan kecintaannya
Terus mengajak orang untuk mengucapkan kecintaannya
Karena kalau disimpan untuk diri sendiri, orang lain tidak akan pernah tahu, dan kalau orang lain tidak tahu, mereka tidak akan ikut terinspirasi
Maka kembali ke pertanyaan tadi: “Kapan gue akan berhenti menulis lagu yang mengusung semangat Nasionalisme?”
Ketika gue sudah tidak lagi jadi orang aneh di Indonesia
Ketika sudah banyak orang orang seperti gue
Ketika justru orang orang Indonesia yang berani beraninya mengaku benci Indonesia jadi sesuatu yang aneh
Ketika cinta Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa..
Baru, gue akan beristirahat.
Sebelum Indonesia bisa seperti ini, maka gue tidak akan berhenti menulis lagu lagu bersemangat nasionalisme
Belum saatnya…











March 4th, 2010 at 2:53 pm
Gw setuju mas!
Jalan terus, jgn mau berhenti cuma karena negative thinkingnya orang2!
Cuma….counter-productive juga deh kayaknya klo tujuan akhir dari “perjuangan”-nya mas Pandji adalah supaya “orang orang Indonesia yang berani beraninya mengaku benci Indonesia jadi sesuatu yang aneh”, karena, well, bukannya ini bentuk lain dari tindakan “hammer down a sticking out nail”?
Rasa-rasanya yang kurang di Indonesia ini bukannya nasionalisme, karena well, terbukti kadang kita jauh lebih mudah terbakar emosinya saat ada orang di negeri lain menghina negeri ini, daripada negara2 maju sekalipun. Menurut saya justru yang kurang adalah rasa menghormati perbedaan, bahkan yang gak masuk akal atau membuat tersinggung sekalipun.
Lebih tepatnya, non-conventional thinking di Indonesia ini ya masih itu tadi, non-conventional.
Itulah sebabnya mas Pandji dianggep aneh, bukan karena yang nganggep aneh itu gak nasionalis/gak cinta indonesia, tapi karena mereka “kaget”. Rasanya holier than thou juga klo kita sebut orang berKTP Indonesia yg bayar pajak gak “cinta Indonesia”.
Wedew jd panjang nih commentnya, haha. Ya saya cuma pengen mas Pandji terus perjuangkan diri aja, tapi bukan untuk “menganehkan” suatu pola pikir, tapi justru mengajak orang untuk menghormati perbedaan.
March 4th, 2010 at 7:04 pm
maju terus ndji …. biasalah orang indonesia memang terbiasa untuk melihat sisi negatifnya ajah hehehe~
March 6th, 2010 at 6:22 pm
Yup saya setuju dengan Pandji.. saya juga setuju dengan mas Mada diatas..
memang bener perbedaan itu sendiri yang selalu jadi masalah..
banyak orang indo. yang gak bisa nerima perbedaan.. (umur,gender,suku sampai orientasi seksual..)
akhirnya orang2 di negara ini..
generasi2 baru-nya..
dan bahkan dirinya sendiri..
secara gak sadar..
“GAK BERANI UNTUK BEDA DAN MEMBUAT PERBEDAAN”
lo selalu bisa menginspirasi gw ndji.. thank you ya..
March 8th, 2010 at 12:17 pm
gue sepakat mas…tapi Hitler bilang : Pemimpin adalah orang yang bisa mengumpulkan orang…so kayanya lebih bagus kalo mas pandji tau jelas orang – orang yang sevisi…
nah,gue sebenernya juga on fire dalam hal ini…dan mungkin bagus juga kalo mas pandji bisa presentasi INDONESIA UNITE di ITB….
Jangan mundur mas…No sacrifice, no victory!!
March 10th, 2010 at 12:09 pm
keren bgd.. jadi terinspirasi utk mengobarkan semangat cinta indonesia di kampus.. makasi, (om/ka) ya manggilnya?? Hehe
March 10th, 2010 at 12:51 pm
apa yang lo bilang kok sepertinya kayak Maha Patih Gajah Mada lagi ngucap sumpah Hamukti Palapa tapi itu buat gue luar biasa
dan lo tau…gue terinspirasi dari apa yang udah lo buat…dari pertama gue liat blog lo di blog spoot sampe disini…lo bener2x bikin gue semangat untuk maju.
heheh maaf ….selama ini gue menularkan semangat lo itu ke temen2x gue…gak banyak sich..tapi so far…ngaruh hehehe thanx ya bro
March 10th, 2010 at 1:24 pm
saat ini sy berdomisili di malaysia, jujur saja sy merasa beruntung bisa tinggal disini
karena membuat sy semakin cinta INDONESIA…belum tentu kalo negara tujuan sy utk melanjutkan studi itu negara2 maju di Eropa, mgkn udah lupa sm Indonesia.
dan mahasiswa2 Indonesia yg ada disini pun ga henti2nya berjuang memperkenalkan kebudayaan2 tradisional yg sempat di-klaim itu, tapi sedihnya teman2 sy yg di tanah air, justru menganggap dengan kepindahan sy kesini malah sudah2 ikut2an pola pikir org2 disini.
padahal asal mereka tau aja, di Univ saya, tahun ini Indonesia menang sbg Juara 1 Megaculture Night Show dalam rangka International Festival yg diadakan untuk lingkup univ kami, bersaing dengan negara2 lain yg ada disini.
dan tak henti2nya kami memperjuangkan kehormatan negara Indonesia tercinta.
doakan saja semoga perjuangan kami disini bs tetap konsisten…
good luck mas pandji…tetap berkarya utk INDONESIA…
March 13th, 2010 at 7:35 pm
salut deh buat akang satu ini..
‘gw ngikutin jejak lo mas..tapi gw ga lewat jalan lo..’
March 17th, 2010 at 3:15 pm
dear Pandji,
, tapi gw pun gak berhenti bertanya ‘kok bisa yah ni orang segitu dimabukcintanya ma Indonesia?’
i like how you provoke me/others with your thoughts, termasuk dengan isu nasionalisme ini.
gw gak memicingkan mata gw saat liat lo yell-yell macam itu
don’t get me wrong, i do love all the goods of Indonesia.. tapi gw masih sulit menjustifikasi perasaan dan pikiran saat melihat sisi (ter)gelap Indonesia, all the bads and the uglies.
mungkin lo bisa sharing gimana cara lo ‘memaafkan’ hal2 buruk yang terjadi di tanah air ini, Nji?
February 6th, 2012 at 6:27 pm
My wife and I were quite fortunate that Jordan could deal with his basic research through the entire precious recommendations he was given through the web site. It is now and again perplexing just to continually be giving for free techniques some others have been selling. And we all understand we need you to be grateful to because of that. The specific explanations you made, the simple website menu, the relationships you help to create – it’s got most impressive, and it is leading our son in addition to the family know that this matter is thrilling, which is certainly really vital. Many thanks for everything!