Benar itu Relatif, Baik itu Mutlak

Sat, Aug 29, 2009

Uncategorized

Benar itu relatif, Baik itu Mutlak

Tahu nggak apa penyebab konflik terbesar diseluruh dunia?
Kebenaran.
Perang dunia I dan II terjadi karena masing masing membela apa yang benar bagi mereka.
Konflik keagamaan juga terjadi karena masing masing membela apa yang benar bagi mereka.
Elo berantem sama pacar lo karena masing masing merasa benar
Bos elo ngamuk ke elo, elo mendendam dalam hati, karena masing masing merasa benar
Kita berteriak teriak biulang kebudayaan kita dicuri, mereka sibuk ngeles dan nuding balik bahwa lagu Indonesia Raya juga tidak orisinil karena semua merasa kebenaran yang mereka yakini dipertanyakan.
Gandhi ditembak karena ada yang merasa Gandhi sudah berjalan ke arah yang salah
Hitler yakin dirinya benar, dunia merasa sebaliknya
Richard Nixon punya keyakinan bahwa apapun yang salah jadi benar kalau dilakukan oleh presiden
Kebenaran
Kebenaran
Kebenaran
Ini yang dibela sampai titik darah penghabisan oleh semua orang di dunia.
Sedih
Andai saja kita tahu bahwa BENAR itu selalu relatif.
Tergantung dari sudut pandang siapa
Tergantung pada jaman.
Contoh: Dulu dunia meyakini bumi adalah pusat dari tata surya. Dulu. Itu benar. Hingga copernicus menguatkan galileo galilei.
Dulu, manusia tidak bisa terbang. Benar. Hingga ada pesawat.
Dulu ke Bandung nggak mungkin 1,5-2jam. Benar. Hingga ada tol cipularang.
Things change, facts shifted and with it, reality changes.
Apa yang dulu benar sekarang salah, apa yang dulu salah sekarang benar.
Kalau kita nyetir sebuah mobil merah, kita suka ngomel kepada mobil biru yang nglakson kita dari samping kemudian menyalip mobil kita. Tapi kalau kita duduk di dalam mobil biru tersebut, kita akan kesal karena mobil merah itu lelet dan ga jelas nyetirnya… maka kita klakson dan kita salip mobil tersebut.
Get it?
Kebenaran itu selalu relatif.
Yang mutlak, adalah KEBAIKAN.
Baik itu mutlak.
Bayangkan…
Apa jadinya dunia, ketika konflik terjadi, dan mereka sadar sudah muncul konflik diantara mereka, lalu mereka BERHENTI mengejar kebenaran dan langsung melakukan apa yang BAIK utk dilakukan dalam kondisi seperti ini…

Mengejar kebenaran akan membawa kepada konflik.
Merelakan kebenaran untuk mendapatkan kebaikan akan membawa kedamaian.

:)
Damai untuk Indonesia
PS: Gue takut kita terlalu sibuk ngurusin malaysia nyuri ini, malaysia menyiksa si ini, malaysia menghina ini, malaysia menghina ini, kita jadi lupa untuk melakukan sesuatu yg nyata untuk Indonesia. For the 1st time in my life, i hope im wrong…




Share on Facebook

33 Responses to “Benar itu Relatif, Baik itu Mutlak”

  1. Gilang Says:

    totally agree panji…kebenaran merupakan keyakinan atas sesuatu yang kita anggap benar,
    sedangkan kebaikan adalah sifat dasar tuhan yang bisa tumbuh karena adanya keyakinan.

    Reply

  2. cinkiez Says:

    Setuju!!! Lebih baik melakukan kebaikan, karena kita tahu pasti perbuatan tsb berguna, sementara kebenaran sangat amat relatif. Jangan sampai kita merasa diri benar sehingga mencaci maki di mana2 tapi lupa untuk melakukan yang nyata buat bangsa kita..^^

    Reply

  3. Cy2n Says:

    Iya juga, ya, gw jadi terpukau…

    Reply

  4. Lendra Says:

    dan sejak kasus batik sampai sekarang saya masih belum mendengar tentang pemerintah Indonesia yang mengamankan kebudayaan kita. (mudah2an saya salah)
    baru ngaku kepemilikan setelah bendanya dicuri,,tapi selama ini tau aja engga tuh budaya

    Reply

  5. josajah Says:

    setuju bgt…
    gw suka bgt sama kata “Tergantung dari sudut pandang siapa” ini lah kata2 yg sering gw gunakan juga kalo misalnya lagi ngebahas masalah ato apa gtu..
    hahha…
    Hidup INDONESIA….

    Reply

  6. Mpizh Says:

    Keren Banget Bang Tulisannya!!!

    Mantaf!!!

    Betul Banget…. Semua itu Relatif…. ^^ Hanya Kebaikan yg Mutlak

    Reply

  7. Galih Says:

    Yes, Kebenaran sungguh Relatif. Dan sebenarnya menurut gw semua hal di dunia ini relatif, termasuk Kebaikan itu sendiri. Terkadang atas nama ‘kebaikan’, orang-orang justru menghalalkan segala cara untuk menyakiti orang lain. Tetapi gw setuju bahwa selama kita mengetahui latar belakang dan tujuan atas Kebaikan itu, dan yakin bahwa itu memang sungguh untuk sesuatu yang Baik, maka kita bisa berharap bahwa memang segala sesuatunya akan menjadi baik.

    Great post, Nji. :)

    Reply

  8. yantie Says:

    Reply to your PS : justru kita sedang melakukan sesuatu yg cukup nyata utk negeri ini. menjaga kehormatan bangsa, melindungi negeri ini dari tangan2 yg mencoba merebut, merusak, bahkan mencuri apa yg sudah dimiliki negeri ini. hal ini gak berarti membuat bangsa kita lupa utk melakukan yg lain kok. don’t worry pandji. semua bergerak sesuai tracknya. Rumah Ilmu Indonesia masih menyalurkan ilmu2 yg bermanfaat buat anak bangsa ini baik online maupun offline, karang taruna di tiap kampung masih rajin mengadakan acara di rt/rwnya apakah itu peringatan 17-an, sahur on the road, bukber anak yatim dll, banyak yayasan2/perorangan msh membela/melindungi anak jalanan dan kaum dhuafa. anak2 sekolah masih berprestasi diajang dunia, menang olympiade matematika lah, IPA lah dsb, model kita tetap aktif di miss universe, dibidang musik pun banyak yg berkiprah utk bangsa ini. So, masih banyak yg berbuat sesuatu utk negeri ini. aku malah seneng ternyata dengan adanya kejadian Malaysia ini semangat nasionalis wni masih terbukti ada, berarti indonesia masih bersatu. selama ini susah banget merasakan apa negara kita masih bersatu? kalo gak gara2 bom dan Malaysia. Ambil hikmahnya aja, jgn malah apatis. KIta jd lebih menghargai wisata budaya negeri sendiri, kita jadi lebih nasionalis, merasa senasib sepenanggungan. Bhineka Tunggal Ika. Indonesiaunite. sekali lagi don’t worry pandji.

    Reply

  9. Izoer Jogja Says:

    Tul bgt..Laebih baek kita beraksi untuk memajukan Indonesia..coz udah jelas Indonesia Lebih baik dari Malaysia itu!!
    Maju terus Indonesiaku!!
    \(^_^)

    Reply

  10. ully Says:

    Gw jg stuju..!!
    Makanya jadi ‘relatif’ krn adanya PEMBENARAN..walau scr normatif sesuatu dikatakan salah bisa benar krn PEMBENARAN..
    dan sebaliknya justru yg benar karena jd kambing hitam makanya DIPERSALAHKAN…

    Reply

  11. yantie Says:

    Untuk tulisan pandji di atas, gw setuju dgn kata2 BERHENTI mengejar kebenaran dan langsung melakukan apa yang BAIK utk dilakukan dalam kondisi seperti ini….
    Bener bangedd dan mungkin yg baik dilakukan skrg ini : mengamankan asset negara apapun bentuknya itu dari incaran bangsa/negara atau pihak2 manapun. Maka dari itu wajar kalo pemerintah sedang mendata apa saja yg telah direbut atau -maaf- dicuri kemudian melayangkan surat protes ke ybs. Setelah ini pemerintah pasti melakukan hal yg lebih baik dalam menjaga asset2 bangsa ini. Tentu saja harus dibantu oleh kita selaku Warga Negara yg dilakukan dgn BAIK dalam kondisi seperti ini. So BE GOOD… ya kan pandji..? :)

    Reply

  12. Imersyahruddin Perdana Says:

    My opinion: benar dan baik itu mutlak,yg relative adl persepsi,n cara pandang orangnya….

    Reply

  13. tuannico Says:

    setuju!

    baik ya baik.. ga bisa di ganggu gugat..
    dan kebenaran pada persepsi tiap orang itu berbeda..

    om sayah link ya..

    ps: kaLo sempat mampir ke blog sayah.. mohon bantuan nya sedikit.. :)

    Reply

  14. handriya Says:

    Bener! Bener banget!

    Reply

  15. mute Says:

    very boys perspective. Thats why i like it. And willing to agree.

    Reply

  16. she Says:

    Mas pandji pemikirannya ok d. Good2 :)

    Tp kok abis baca ini tiba2 melayangkan pikiran saya ama lagu mas yg judulnya Atas Nama Kebenaran ya.

    Thats why u dont titled it as Atas Nama Kebaikan ya mas? Hoho.

    Keep writing.. :)

    Reply

  17. yudhit Says:

    tapi.. kadang hati nurani manusia juga berbeda2.. taraf kebaikan tiap orang berbeda2… oleh karena itu, kebenaran (menurut) tiap manusia berbeda2…

    Reply

  18. rendyrenz Says:

    tapi nji..kenapa dulu kita dari SD sampe kuliah setiap ujian selalu peraturannya :
    “jawab pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar”
    berarti masih ada benang merahnya dong dengan kata2 baik dan benar..

    Reply

  19. Tiyo Prasetyo Says:

    Kita harus melakukan hal yg baik : menghajar Malaysia supaya tidak mencuri hak milik Indonesia!

    Reply

  20. Rian Awi Says:

    Setuju banget. Daripada kita sibuk cari musuh, mending kita bikin sesuatu yang lebih baik seperti blog tentang kekayaan budaya Indonesia biar lebih dikenal di dunia internasional. Nice post, salam kenal!

    Reply

  21. irine Says:

    Baca tulisan bang Pandji. Iya juga ya. Selama ini kita selalu merasa diri kita benar. Orang lain-lah yang salah.

    Ide bagus berhenti mencari kebenaran, karna gak ada yang benar juga toh?

    Gak ada yang benar di dunia ini…

    Reply

  22. dhimas Says:

    you’re right. eh, you’re good :D

    Reply

  23. Nouri Says:

    Ok, that’s a thought provoking post. Tapi gue ga setuju.
    Kebenaran itu mutlak.
    Kebenaran itu mandiri dan kokoh.
    Kebenaran ga butuh kata “menurut” untuk menyokongnya.
    Inilah kebenaran menurut Profesor anu.
    Inilah kebenaran menurut Ustadz itu.
    Inilah kebenaran menurut anak ini.
    Kebenaran sejati ga berpihak pada apapun atau siapapun.
    Kebenaran adalah suatu “discovery”, dan bukan “invention”.
    Pernyataan lo bahwa “Benar itu relatif” pun sebenarnya adalah kebenaran menurut elo.
    Tapi tidak menurut gue.
    Bagi gue kebenaran tetap mutlak, terlepas dari ia sudah diungkapkan atau masih tersembunyi.
    Mungkin gue yang salah, mungkin juga lo yang salah.
    Mungkin kita berdua salah.

    When you’re right, you’re right.
    When you THINK you’re right, you COULD be right. Or you could be wrong.

    But still, thank you for the post. It gives me food for thought.

    Reply

  24. redcoholic Says:

    Pada dasarnya gw setuju sama lo Bro….
    you’ve a great talent to provoke others… in a good way… :)
    Kalo konteksnya spt diatas Gw setuju kebernaran itu relatif untuk kita manusia yang punya keterbatasan…
    Tapi Kebenaran Tuhan, gw rasa itu multak……

    Reply

  25. wahyudw Says:

    SOK TAU LU AH.HAHAA

    Reply

  26. Andika Says:

    Apa yang ditulis mas Pandji selalu mengingatkan saya pada diri saya sendiri…

    Saya sering berantem dengan adik saya :)
    Bukan karena apa2…
    Hanya karena saya rasa saya benar, begitu juga yang dipikirkan adik saya.
    Itu yang sering terjadi pada kami.

    Lalu ibu datang melerai, meminta saya untuk mengalah.
    Ibu bilang mengalah bukan berarti kalah,
    Tapi untuk sesuatu yang baik…kedamaian di dalam keluarga

    Thx mas Pandji :)

    Reply

  27. Vedy Says:

    Setuju banget…
    Tapi Kalo kata gw sih kebaikan itu juga relatif..
    coz biasanya ada maunya kalo kita berbuat baik “kebanyakan bya ch gitu..”

    Reply

  28. lakilaki Says:

    Gue rasa gue setuju sama Einstein dan Relativitasnya…

    Nice Post, tapi menurut gue karena semuanya itu tergantung dari sudut pandang mana, pada akhirnya kebaikan pun bisa jadi relatif bos..

    Reply

  29. Amli Anugerah Says:

    ..You get the point !! I entirely agree with all your viewpoint..Butuh kesabaran juga untuk menunggu “seseorang” yang kita yakinkan untuk merasakan sedikit KEBAIKAN yang bisa kita berikan disamping KEBENARAN yang Okey relatif buat orang lain, tapi BENAR menurut kita..(Aku dan Dia..hehe)..

    Reply

  30. olaa Says:

    menarik, ndji..
    hanya menurut gue
    bukan kebenaran yang disalahkan saat ada konflik
    konflik ada karena ego masing2 yang merasa benar
    (padahal konflik menunjukan ketidakbenaran mereka)
    kebenaran itu abadi & teguh
    yang selalu menjawab maksudnya cepat/lambat
    sedangkan kebaikan itu berbeda arti nyata-nya pada tiap orang
    hanya kebaikan sejati yang menjadi milik kebenaran

    :-)

    Reply

  31. zubhin Says:

    setelah gw baca postingan lo ttg hubungan cinta ce co… yg bertemakan nasionalisme.. juga ttg kebenaran yg relatif ini.. u r so briliant.. penting bwt temen2 w di jur hi unpad tuk baca neh tulisan.. bwt bekal mereka nanti menyelesaikan masalah2 internasional,, tuk mewujudkani perdamaian..!! felt lucky to read your posts..

    eh btw w br ngeh klo lo pandji yang ngegawangin acara kena dech!!.. hweehe..

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. [...] disini, gue langsung inget posting gue tentang benar itu relatif dan baik itu mutlak… gue berpikir “Dia uda baca blum ya [...]

Leave a Reply