Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono

Archive for the ‘anak’ Category

Are you attractive?

Monday, November 24th, 2008

Something about smart women attracts me.

You see, when someone asks you what type of women do you usually fall for (considering you are a man of course)

“Beautiful women” is obviously a stupid answer.

Of course every women on Earth is working her way to be beautiful.

We are living in a world where being beautfiful is an essential must for women.

But for me, brilliance always strike me.

Im instantly turned on for smart women.

Look smart at the least :)

They are attractive because they’re confident.

They are attractive because they actually dont need men most of the time.

So its an atrraction for me to prove them wrong :)

They are attractive because they will say attractive things.

They are attractive because they have achievements. Something that has always been attractive for me personally.

They are attractive because most smart women dress attractively different.

They are attractive because they are advance in their life and bored with the obvious which makes them lead an attractive life.

To top everything else, like the cherry on ur ice cream, i am ONLY attracted in Indonesian women.

I like the skin tones, i like the attitude (i’ve met enuff to know that i adore Indonesian women), dan, gue suka menggunakan bahasa Indonesia untuk bermesraan :)

Now there’s a good news, and a bad news.

Good news is, my wife fits the profile. Indonesian, brilliant and attractive

Bad news is, apparently, she’s not the only one :)

“GONNNGGG!!!”

Dipo’s day out!

Sunday, August 10th, 2008

Hari ini, gue bangun dengan sangat indah

Gue terbangung mendengar suara Gamila bermain dengan Dipo.

Ketika gue membuka mata, Dipo sedang mendekat dan mencium pipi gue.

Maka gue berniat ingin posting blog tentang Dipo.

Jadi mulailah gue foto foto (banyak yang nanya Dipo kayak apa sekarang)

 

 Dipo berkata \

 

Ke gap lagi nyoel nyoel Mama

Kemudian Gamila ngajak jalan jalan mumpung masih pagi… ”Ke Senayan yuuk, olahraga” begitu katanya…

 

“Bujuuug, jauh amat” gue pikir…

 

But maybe i was driven by joy so the last thing i know, im up, all dressed up, got things ready and start the car.

 

Off we go berjalan keluar kompleks… Dijalan Gamila punya ide yang lebih baik.. ”Makan dimsum di Kemang aja yuk?”

Aaahh, foooood,  I love food, maka melajulah Zummy (nama mobilnya Gamila) menuju Kemang.

 

Sesampainya disana, kami makan segala dimsum yang bisa dimakan… Meja 16 adalah meja kami tadi.

 

Ditengah tengah makan, gue teringat nyokap gue yang pagi tadi jam 9.30 harusnya udah mendarat dari Bangkok.

Gue telfon beliau hpnya masih mati, maka adek gue Handriya gue telfon.

Katanya masih dijalan. Gue bilang gue ada di daerah kemang. Katanya “Ya udah, ntar kami nyusul kesana… “

 

 

For some reason, Dipo kurang nyaman disana… Berangkatlah gue, Gamila dan Dipo mencari sebuah tempat di Kemang yang kata Gamila ada kayak lapangan buat bermain anak…

Sayangnya, tempat itu nggak ketemu, tapi berhubung Kemang tidak jauh dari lokasi SMA gue.. gue bilang sama Gamila “Ke sekolahku yuk?”

Gamila setuju karena memang belum pernah masuk…

SMA gue, adalah Kolese Gonzaga. Sebuah tempat yang asosatif terhadap kata ”Bahagia”

 

 

My happiest 3 years of my life, is at Gonzaga.

Of course I had bad days, but through it all, I love this place.

 

Ketika mobil masuk Gamila berkata “Bagus ya sekolahnya… Gede..”

Gue hampir menangis mengingat betapa indahnya tempat ini bagi gue.

My best friends are all here.

This is where I felt freedom.

Sekolah gue sangat menyenangkan. Fasilitas olahraga ada semua.

Teman teman lucu ada semua.

Guru guru yang enak diajak main bola, enak diomongin dan enak di cela ada semua

BAHKAN, air kerannya (yang dilapangan bola) bisa diminum!

Nggak percaya kan?

3 tahun gue disana selalu minum air keran dan tidak pernah sakit.

Ya Ampun…

Gue 3 tahun sekolah disana tidak pernah nggak masuk karena sakit!

HELL, gue malah selalu mau masuk sekolah

My life was there!

 

Gue dan keluarga parkir, dan langsung jalan menuju lapangan bola…

 

Hehehe, kalau elo liat gawangnya, memang tidak nampak seperti gawang lapangan sepakbola.

Jadi ceritanya, sekolah ini ada sisa tanah yang bisa dibikin jadi lapangan. Tapi, ukuran tanahnya terlalu kecil untuk lapangan bola, maka dibuatlah lapangan bola tangan!

BUT WHO PLAYS BOLA TANGAN NOWADAYS???

Maka teteplah lapangan itu dijadikan lapangan bola.

Toh, skala gawang terhadap lapangan cocok.

Jamannya orang belum main futsal, we had one that’s our own kind.

 

 Me, my son, and the Theatre of Dreams

Dipo ternyata nggak takut anjing, waktu anjingnya sempat menghalangi jalannya, malah ditoyor kepala anjingnya. Wajahnya kayak lagi ngomong “apaan sih?” Untungnya anjingnya nggak gigit :)

 

Dipo menggiring bola menuju gawang

 

Dulu, gue selalu main bola sambil nyeker, gue kembali nyeker untuk merasakan kembali bahagianya di lapangan ini

 

I was very happy.

Bersama Gamila dan Dipo di tempat paling membuat gue bahagia, membuat gue semakin bahagia.

 

DAAAANNNN, Dipo mencetak gol pertamanya dilapangan ini!!!

Dia mendribble bola (gue bantu mengarahkan) dan mencetak gol ke gawang… well… i think…

 

Dipo di lapangan  basket yang membuat gue cinta pada olahraga ini. I always love to play outdoors rather than indoors

 

Dipo bermain cilukba

 

 

Setelah bermain bola, kami keliling keliling, ngobrol dengan anak anak Gonz yang lagi latian paskib, kemudian keluar Gonz…

 

Dengan perasaan sangat bahagia

 

Setelah itu urutan kegiatan kami

  1. Makan siang di Sederhana Ampera bersama Handriya dan Ebo, sambil mendengarkan kisah beliau tentang Bangkok (it was her 1st trip there)
  2. Ke Pacific Place, mencari Kidzania
  3. Lihat lihat perumahan di daerah Kelapa Gading

 

NAAAHHH, ketika lagi liat kompleks perumahaaan, ketemulah gue dengan kisah yang ditulis di posting di bawah ini..

 

 

 

Waktunya untuk ingat kembali…

Tuesday, February 5th, 2008

Anak ini sedang bersiap untuk melakukan proses kemoterapi.

Dia begitu takut akan disuntik sehingga seorang psikolog harus mengalihkan perhatiannya kepada rekaman video anak anak naik delman yang tersimpan di handphone-nya.

Dia akan diambil sumsumnya dari tulang belakangnya untuk diperiksa kankernya yang dicurigai mengarah ke otak. Di lokasi suntik yang sama dia diberikan obat yang dia butuhkan.

Begitu takutnya dia dengan proses itu, berulang kali dia bertanya,

“Suntiknya dimana Ma? Suntiknya dimana Ma?”
Menjelang dia disuntik, dia mulai memanggil manggil mama-nya dalam keadaan terbius.
Disampingnya, Sang Ibu berbisik di kupingnya “Mama disini sayang…”
Disampingnya, koleksi kerang yang dia simpan di dalam sebuah kotak.
Disampingnya, kami yang menyaksikan dia dengan kuyu dalam pengaruh obat memanggil manggil Mamanya…
Rintihan yang akan membuat bahkan siapapun meneteskan air mata.

Tidak terkecuali gue.

Kemarin gue baru dari RS Kanker Dharmais…

Bertemu dengan anak anak yang umurnya bervariasi antara 5 tahun sampai 12 tahun yang menderita kanker.

They are all kids…

Kids.

The kind of creature that are pure from sins and guilts and bad things that looms earth.

Gue teringat kembali betapa mereka masih (dan akan selalu) membutuhkan bantuan kita.

Uang?

Uang hanya satu cara untuk membantu.

Masih ada sumbangan waktu, atau sumbangan tenaga yang bisa kita berikan..

Yang mau bantu tenaga dan waktunya, email ke provocativeproactive@yahoo.com

I’ll show you what we can do.

Untuk yang mau menyumbangkan dana, silakan ke rekening dibawah:

BCA: 0844287778

Mandiri: 116.000.516814.2

Keduanya atas nama Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia

Atau lebih kalian kenal sebagai C3, Community for Children with Cancer.

Do what’s right.

Amerika negara sakit….

Thursday, January 17th, 2008

“Whoever is responsible for this, we’re going to track you down like dogs. We’re not going to stop until we find you and put you in a cage where you belong. “
FRANK ANDERSON
Marion County Sheriff, addressing the killers who shot a baby, a toddler and their mothers in Indianapolis while the women held the children in their arms

Diambil dari time.com

Pikir 2 kali ketika kita bilang kepada diri kita sendiri bahwa Amerika adalah negara yang maju.

Negara maju tidak akan memiliki begitu banyak orang orang sakit jiwa.

Negara maju tidak akan menjadi negara dengan tingkat pembunuhan di sekolah tertinggi di dunia.

Negara maju tidak akan memiliki budaya kekerasan yang tinggi.

Kalaupun ada yang tetap mengklaim amerika adalah negara yang maju…

Okay, bolehlah.

Amerika adalah negara maju dengan moral mundur.