Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono

Archive for the ‘Hip Hop’ Category

Penasaran gak dgn video klip gua???

Friday, August 8th, 2008

Video klip gue sudah bisa di download di www.dmazone.multiply.com

BTW

Gue yakin, kebanyakan pembaca blog ini kemarin nggak dateng ke acara Grand Launch Album gue pada tanggal 25 Maret 2008 kemarin di Hard Rock Cafe.

Padahal gue pajang disini pengumumannya cukup lama.

Gue yakin kebanyakan pembaca langganan gue baca tulisan itu…

Hanya sekedar penasaran…

Kenapa ya nggak dateng?

Soalnya Tgl 31 Agustus di La Piazza gue mau relaunch album, and its free.

I just need to know :)

Supaya bisa evaluasi.

Comment yaaa!


Btw mending mana nih jam relaunch gue? Sore? Atau Malam?

Jam 15.00 - 18.00 atau 19.00 - 22.00?

Berhubung di Kelapa Gading nih venue-nya…

Bab 1: FIND A NICHE inspired by this book: PURPLE COW by SETH GODIN (part 2)

Tuesday, May 6th, 2008

Pada bagian pertama dari BAB 1, gue menulis tentang pentingnya memiliki perbedaan.
Kini gue menulis lanjutannya tentang bagaimana cara gue menciptakan perbedaan tersebut.

…Untuk bisa melakukan itu, semua dimulai dari pemilihan beat ketika gue berkunjung ke kantor Rizky Rekordz di Veteran.

Secara sadar gue memilih beat yang bagi gue tidak terdengar seperti hiphop lain, terutama tidak seperti SOUL ID. Berhubung yang bikin beat adalah orang orang yang biasa bikin beat untuk SOUL ID.

Gue memilih yang lebih melodius, yang seperti musik acid jazz.
Tidak susah untuk memilih beat seperti itu, karena gue hanya perlu untuk jujur pada diri gue sendiri dan memilih apa yang gue suka.
Balik lagi, gue siaran 7 tahun untuk orang di umur 20-30 tahun.
Bawah sadar gue seakan tahu apa yang akan mereka suka.
What I like is what they would like.

Pada saat gue mulai menulis dan mulai membuat rap gue mendengarkan sejumlah lagu rap Indonesia cukup banyak untuk membuat gue ingat untuk tidak terdengar seperti itu secara lirik dan cara ngerap.

Sebelum gue pernah berniat bikin album rap gue udah berpikir kenapa orang dewasa jarang yang mengaku suka mendengarkan musik hiphop Indonesia.
Umumnya orang berumur 20-35 berkata
“Liriknya tidak mewakili gue. Apa yang mereka katakan di lagu bukanlah hal yang ingin gue katakan dalam keseharian. Apa yang menurut mereka penting, tidaklah penting di benak gue”

Ketika gue mulai bikin album gue bertanya kepada diri gue sendiri, apa yang kira kira penting bagi gue.
Dan apakah yag penting bagi gue juga penting bagi orang seumuran gue.

To find answers to that question, I go to my blog.
Back then it was spandji.blogspot.com
Posting dari 2004 – 2007 gue bacain, dan gue membaca comments orang terhadap posting gue.

Dari situ gue menemukan apa yang menurut mereka penting.
Ketika googling dan mencari blog yang menulis nama gue, gue menemukan orang yang terinspirasi dengan omongan gue di radio dan tulisan gue diblog.

Inilah yang memperkuat keyakinan gue untuk jujur dan menulis lirik berisi hal hal yang penting bagi gue.

Pada akhirnya, gue mendapatkan lirik lirik yang sama sekali berbeda dengan rap yang ada sekarang.

Setelah gue punya rencana untuk membedakan segmen dan sebelum mulai menulis, gue tahu gue harus menggandeng musisi yang segmennya sama dengan yang gue incar.
Sesuatu yang tidak sama sekali berkaitan dengan hiphop Indonesia.

Ketika mulai menulis, gue sadar ada beberapa lagu yang sangat tepat untuk Tompi dan Angga dari Maliq & D’Essentials.
Mereka tepat sekali sesuai dengan yang gue pikirkan.
Ketika mereka mendengar nama Tompi dan Angga dalam sebuah album, hiphop sekalipun, mereka tahu dimana positioning album ini.

Yang harus digaris bawahi disini adalah, walaupun secara sadar gue memang berusaha untuk berbeda dengan yang lain, tapi gue tidak harus berpura pura.
Gue memang beda dengan yang lain.
All I did was be honest with myself.

Look back to every rapper that made it big.
Eminem.
50 cent.
Kanye west
Lil Wayne.
Lirik mereka, sound mereka, cara mereka ngerap beda dengan yang saat itu ada.

That is called niche.
That is a marketing strategy.
That is what everybody needs.

Di bab 2 gue akan menunjukkan bahwa belajar dari dunia yang berbeda akan membawa kita selangkah lebih maju.

BAB 1: FIND A NICHE inspired by this book: PURPLE COW by SETH GODIN

Monday, May 5th, 2008

Ketika melihat begitu banyaknya band baru di Indonesia, gue cukup bingung dengan banyaknya diantara mereka yang terdengar sama.

Musik mereka dan lirik mereka terdengar serupa.

Yang lebih lucu lagi, rambut mereka semua juga sama.

Rambut belah pinggir poni panjang, dengan bagian belakang memanjang seperti mullet.

I think you know what I mean.

Mereka seperti itu kelihatannya karena sedang nge-trend.

Nge-trend, dari dulu sudah menjadi sebuah instilah yang membingungkan bagi gue.

Kenapa orang mau perpenampilan sama dengan orang lain?

Belakangan gue sadar ternyata ada 2 jenis orang.

Ada yang mau “cari aman”.

Ada yang mau “kelihatan”.

Yang mau cari aman akan mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Supaya sama. Dengan itu dia akan merasa aman. If I wear the same thing that everybody else is wearing, then no body will blame me for looking weird.

Aman.

Ada juga yang mau keliatan oleh orang lain. Dia ingin berbeda. Omongannya pun sering kali berseberangan dengan umumnya orang. Dia nyaman berada dibawah spotlight karena yakin dengan dirinya sendiri. Terlepas dari apakah dia betul atau salah.

I think I’m this type.

Di dunia musik, mengikuti apa yang trend adalah sesuatu yang aman untuk dilakukan. Toh banyak band sudah berhasil menjual CDnya dengan musik seperti itu dan penampilan seperti itu.

Tapi itu masih relevan kalau di industri musik Indonesia hanya ada sekitar 5 band yang berpikiran seperti itu.

Tapi kalau ada lebih dari 1000 band berpikiran seperti itu, maka yang akan terjadi adalah munculnya 1000 band dengan musik, lirik dan gaya rabut yang sama.

Who would want another UNGU? We just want 1 UNGU. The original UNGU.

Who would want another SAMSON? We just want 1 SAMSON. The original SAMSON.

Di buku PURPLE COW, Seth Godin berkata bahwa agar produk kita bisa muncul ke permukaan dan dikenal orang kita harus berbeda dengan yang lainnya.

Kenapa harus seperti ini? Karena di dunia terutama di Indonesia sudah ada begitu banyak produk dari begitu banyak kategori dengan begitu banyak penawaran dan begitu banyak iklan.

Kita sudah jenuh dengan semua ini dan terusterang tidak punya banyak waktu untuk memilih.

Bayangkan anda sedang mengendarai mobil melewati sebuah peternakan dimana ada sekitar 100 sapi dengan warna corak pada tubuhnya hitam dan putih. Diantara semua sapi, ada seekor sapi yang warnanya ungu.

Ketika anda sampai dirumah, sapi mana yang akan anda ingat?

Being different is better than being better.

Kalau ada 1000 jarum diatas meja.

Bisakah anda menemukan jarum yang punya kualitas paling tajam, besi paling kuat dan tidak akan bengkok hanya dengan melihat?

Tapi kalau ada jarum yang warnanya ungu bisakah anda menemukannya diantara 1000 jarum biasa hanya dengan melihatnya?

Its exactly the same when it comes to the music industry.

This is the age of being different.

Tompi dan Maliq & D’Essentials tried years untill they were finally noticed by people.

Dengar dari cerita mereka, dulu susah sekali berusaha menjual Tompi dan Maliq & D ‘ Essentials.

Kenapa? Dulu orang mau yang aman aman saja. Sekarang semakin banyak orang mencari yang baru, terbuka dengan pilihan baru dan ingin yang berbeda.

The Upstairs made it big because at the time they were the ONLY band like that.

Everybody with a niche will meet their market.

Because the market finds them.

Ketika gue mau bikin album rap gue sadar bahwa gue harus berbeda.

Ada beberapa alasan kenapa gue mau berbeda.

Pertama karena dengan gaya rap Indonesia sekarang, gue sudah tau kemampuan penjualannya.

Jadi kalau gue muncul dengan gaya yang sama, maka kurang lebih penjualan gue akan sama seperti mereka.

I don’t want that.

Kemudian kalau gaya rap gue dan musik gue sama dengan gaya hiphop indonesia sekarang, maka segmen pasar gue juga akan sama dengan mereka.

I don’t want that either.

Berada di lingkungan radio begitu lama membuat gue paham dan hafal karakteristik tiap segmentasi.

Radio adalah media yang personal, karena itu tabiat mereka terbaca dalam keseharian gue sebagai penyiar radio.

Segmentasi hiphop Indonesia sekarang adalah 15 – 25 tahun.

Mungkin bahkan lebih banyak di umur 15 – 20 tahun.

Di radio, biasanya mereka masuk ke dalam radio anak muda.

Segmen seperti ini, bukan hard spender.

Bukan tipe pembelanja.

Mereka berkoloni, berkumpul bersama, tapi kalau mereka nongkrong di sebuah café bersama sama, hanya beberapa yang beli minum.

Sisanya.. minta.

It is their nature. Bukan salah mereka juga karena mereka belum berpenghasilan.

Kemampuan spending mereka tergantung dengan kemampuan orang tua mereka dan kebaikan hati orang tua mereka

Again, they cant help it.

Bahkan mereka yang punya orang tua yang relatif mampu juga tidak akan membiarkan anaknya beli CD lebih dari 3 atau beli CD setiap minggu.

Its tough for music industry trying to aim them coz you and I know there are a lot of CDs out there to buy.

And when you want everything but cant have the money to buy everything whaddyou do?

You download.

You buy pirated CDs that might give you 5 CDs for the price of 1 original CD.

You get the RBT, but not the CD.

You save from someone else’s CD or MP3 player.

But not the CD.

Mengingat segmentasi hiphop di Indonesia saat ini seperti itu, maka gue memilih untuk tidak melakukan hal yang sama.

I want to go out different.

I hafta sound different. Music wise, lyric wise, delivery wise.

Bagaimana cara gue melakukan itu?

BERSAMBUNG…

HOW I SOLD 1000 CD in 30 DAYS, the chapters.

Friday, May 2nd, 2008

Dibawah ini adalah 7 cara yang ketika di kombinasi menghasilkan 1000 CD dalam 30 hari.

7 cara itu gue bagi menjadi 7 bab.

Setiap bab terinspirasi oleh buku buku yang gue baca

(Sebuah bukti bahwa membaca betul betul mencerdaskan elo, before reading all those books, i know nothing)

1. “FIND A NICHEinspired by this book: PURPLE COW by SETH GODIN

Mengenai perbedaan dan keunikan membuat abum gue naik ke permukaan.

2. “LEARN FROM THE OUTSIDE and the BOX OFFICE METHOD” inspired by this book: I CAN CRE8 & TIPPING POINT by MALCOLM GLADWELL

Mengenai keinginan untuk belajar dari dunia yang berbeda membawa ilmu yang baru untuk album gue.

3. “TRADE UP” inspired by this book: TREASURE HUNT by MICHAEL J. SILVERSTEIN

Mengenai harga album gue yang relatif mahal justru membawa keuntungan.

4. “ADD VALUEinspired by this book: FREE PRIZE INSIDE by SETH GODIN & FAKE FACTORS by SARAH MC CARTNEY

Mengenai cara gue melawan pembajakan.

5. “TELL A STORY” inspired by this book: MARKETERS ARE LIARS by SETH GODIN

Mengenai cara gue me-market album gue. Tidak dengan iklan, tapi dengan diomongin orang.

6. “INVOLVE THE MARKET” inspired by this book: WE ARE SMARTER THAN ME by Barry Libert & Jon Spector and thousands of contributors

Mengenai keikutsertaan pembeli gue dalam proses gue bermusik memperkuat jaringan pembeli gue

7. “DON’T MAKE HITS” inspired by this man: Jay Z.

Mengenai cara gue membuat orang mau untuk membeli CD gue.

Siap membaca dari bab 1 ?

:)

HOW I SOLD 1000 CD IN 30 DAYS

Wednesday, April 30th, 2008

“Iya, penjualan lo bagus. It’s a fact karena mereka minta repeat order. U should be happy man. Walau bajakan elo ada, orang tetep mau beli yang asli.”

- Endru March Sukardi A.K.A. Drusteelo -

- SOUL ID member & RIZKY REKORDZ CEO -

Ketika gue trima SMS dari Endru tersebut, gue tersenyum.

Tanggal 21 April, kurang dari sebulan sejak gue launching album tgl 25 maret.

This is not a surprise to me.

My target was to finish 1000 CD in 1 month.

It sounded crazy at the moment, but now it has been confirmed.

I did it.

Untuk ukuran SAMSON, PETERPAN, PADI, UNGU, dll ini sama sekali bukan hal yang membanggakan.

Tapi untuk hiphop?

Hiphop Indonesia? Industri yang katanya stagnan?

How did it happen?

Apakah hanya karena gue udah duluan terkenal sebagai presenter?

Ataukah karena gue sudah punya massa pendengar GMHR di HARDROCK FM?

Elo bisa percaya itu, tapi guepun secara sadar merencanakan dengan sangat detail agar hal ini terjadi.

Gue melakukan sejumlah strategi untuk bisa menjual 1000 CD dalam waktu sebulan.

Kalau elo percaya bahwa gue bisa menjual 1000 CD hanya karena status gue, elo bisa berhenti baca disini.

Tapi kalau elo mau tau… Kasi comment disini

:)

Kemana musti beli CD?

Friday, March 28th, 2008

Aquarius

MStudio

dan Dimsum fest kemang, ITC Kuningan/Ambassador, POINS…

Kalau mau beli bajakannya.

Hehehehe

1 hari setelah launching, bajakan gue udah dimana mana.

Mungkin mereka merasa ada perintahnya di track 1 album gue “BAJAK LAGU INI”

Hehehehehe…

1 HARI MENUJU LAUNCHING ALBUM

Monday, March 24th, 2008

Here’s an update

Kami sudah latian 2 hari.
Backing vocal gue 2 anak idol dan satu teman lama.
Salah satu anak idolnya bahkan juga penyiar.
Tau Ikhsan Akbar?

Hari ini latian jam 12 - 18 bersama dengan Tompi, Angga, Pasto, Mike mohede, Arif tofu, Steny, Gamila. Supaya lebih mantap.

Press conference sudah siap dengan sedikit surprise berbau militer…

Guestlist juga sudah siap dengan klien, TV, EO, dan para selebriti.

Yang bikin degdegan adalah… Gamila mulai radang tenggorokan.
Suaranya agak parau.
Gue kuatir dia kena flu atau hilang suara besok.

Yang pasti, besok ada sejumlah surprise menyenangkan.
Gue akan membawakan lagu lagu diluar album gue.
Lagu yang gue dan pendengar gue suka (berhubung suka di request hardrockers)
Gamila akan bernyanyi solo, dan aransemennya diubah jadi keren.
Gue dan Angga akan menyanyikan lagu jadul bareng.

Penutupnya adalah sebuah lagu orang.
Bukan lagu gue.

Orang orang sih bilang akan datang…
Tapi terus terang gue kuatir…
Liat aja polling gue di samping ini.

Promonya sama sekali kurang kenceng.
Hanya mengandalkan ucapan colongan di HRFM, SMS, E mail dan Blog serta website gue.

Akankah ramai besok?

6 hari menuju launching…

Wednesday, March 19th, 2008

Tadi malam abis meeting dengan Arry dari Hardrock cafe.
It looks good. Persiapan juga okay.
Alhamdulillah support dari Hardrock Cafe sangat bagus.

Kemarin kami ngomongin press conference jam 16.00 - 18.00 dan eventnya sendiri jam 19.00 - 21.00

Juga ngomongin after partynya di lantai atas yang hanya untuk undangan saja.

Gue milih milih makanan dan minuman, ngomongin sound, dll.

Pelajaran ini semakin menarik saja.

Acaranya akan seru banget :)
Gue suka dengan rundownnya.

jangan ga datang ya?

Bentuk baru dari MUSICARE

Monday, March 17th, 2008
BAD BOYS ON STAGE

THE LAUNCHING OF
PROVOCATIVE PROACTIVE PANDJI

25 MARET 2008
SELASA
19.00 - 22.00
HARDROCK CAFE, EX.

FEATURING:
TOMPI
ANGGA (MALIQ & D ESSENTIALS)
MIKE MOHEDE
DRUSTEELO & TABIB QIU (SOUL ID)
JOENIAR ARIEF (TOFU)
PASTO
GAMILA

fdc will be donated to help children with cancer through C3.

BE THERE!

IT WILL BE AN EVENING TO REMEMBER.

Mengingat kembali…

Monday, March 17th, 2008

Beberapa waktu yang lalu gue main ke RSK Dharmais bertemu dengan anak anak kanker yang dibantu oleh C3.

Hehehe, mreka lucu lucu…

Salah satunya pake baju 50cent!
Langsung aja gue ajak foto foto.

Mereka masih butuh bantuan elo dan gue.
Datang ke launching gue.
Gue kasih tau bagaimana membantu mereka…