Launching album ke 2 sudah semakin dekat.
Posting ini tidak akan mengumumkan tanggal, jam dan lokasi launching.
Dengan asumis elo follow twitter gue di www.twitter.com/pandji
atau denger iklannya di radio radio
Disini, gue mau mengumumkan 2 hal.
Pertama, HTM adalah Rp 50.000,-
Kedua, everybody pays.
Ga ada guestlist. Ga ada free enterance.
Everybody pays.
And here’s why:
Gue, menemukan salah satu kunci agar industri kreatif, terutama musik untuk bisa bertahan dan bahkan berjaya.
Kuncinya adalah : MENGHARGAI NILAI SEBUAH KARYA
Jadi, gue minta elo untuk bayar untuk masuk ke launching gue.
Gue tidak memberlakukan free enterance, guest list, dan segala tetek bengek yg kita semua pernah dengar.
Gue juga tidak akan memberi album gue kalau elo meminta.
Kalaupun ada yg dapet gratis, adalah karena GUE yang ngasih. Bukan karena gue diminta.
Sampai sini, adakah yang berpikiran gue pelit?
Ada.
Bagus.
Ga usah dateng ke launching gue.
Atau.
Baca lebih lanjut dan pahami alasan di balik semua ini.
Gue sama sekali nggak ngerti sama orang orang yang suka minta karya buatan temennya.
“Eh, minta dong album lo…”
Gue biasanya menjawab “Ya elah, beli doooong”
Biasanya dia menjawab “Anjirr?? Pelit banget lo!”
Disini, gue kemudian berpikir “Yang pelit gue, ATAU ELO?”
“Elo tau susah payahnya gue bikin album ini, elo tau segala keringat yg menetes, segala jam tidur yang lenyap, segala lelah yang menumpuk, segala uang yang sudah gue keluarkan sendiri, segala jerih payah untuk mengumpulkan uang itu sendiri… Bahkan setelah elo tau itu semua, ELO MASIH MINTA??? TEMAN MACAM APA ELO?”
Kalau bukan temen gue sendiri yg menghargai jerih payah gue, lalu siapa lagi?
Siapa yang pelit? Elo atau gue ?
Ada sebuah cerita, Kanye West pengen nonton konser Jay Z sahabat yang sudah dia anggap sebagai kakak di Madison Square Garden yang merupakan konser terakhir dia sebelum dia pensiun. Kanye nelfon Carline, sekretarisnya Jay Z dan menanyakan apakah Jay Z nitip tiket gratis untuk dia. Betapa terkejut ketika Carline menjawab “Jay nyiapin tiket buat jatah elo, mau bayar lewat apa?
Terkejut Kanye West ketika ternyata Jay Z minta dia untuk tetap BAYAR!
This is Kanye, who made numerous hits for Jay Z out of his beats. And Jay still wants him to pay?
Is this mockery?
Belakangan Kanye paham bahwa Jay Z sedang mengajarkan Kanye untuk tetap menghargai nilai sebuah karya.
“Big brother got his show up in Madison Square
And I’m like yea, yea we gonna be there
But not only did I not get a chance to spit it
Carleen told me I could buy two tickets”
Big Brother, Kanye West.
Ini juga yang mau gue kenalkan kepada elo.
Pada launching gue nanti, tidak ada yang gratis.
Semua bayar.
Bukannya gue ga berterima kasih kepada elo, bukannya gue ga hormat sama elo.
This is not JUST about me. This is about for the sake of the WHOLE CREATIVE INDUSTRY.
Gue minta elo untuk menghargai karya gue.
This is me, Pandji, ur friend, the one you follow on your twitter, the one you listen to, ur friend.
Start from me.
Dengan belajar menghargai sebuah karya, kita akan bisa mengalahkan pembajakan.
Kita tau bajakan tetep ada, tapi kita memilih untuk beli yang asli.
Di buku Sarah Mc Cartney berjudul THE FAKE FACTOR, ada sebuah survey yg bertanya “Alasan apa elo beli barang asli dari yg palsu?”
Moral, ada di urutan ke 7.
Dibawah kualitas, harga, bahan, dll.
Artinya kalau ada bajakan yang kualitasnya bagus, harganya okey, bahan juga, maka mereka akan tetep beli.
Padahal, harusnya orang ga beli bajakan karena memang secara moral beli bajakan itu salah!
Harusnya, terutama kalau elo sudah berpenghasilan, elo malu untuk dapat gratisan terhadap sebuah karya.
Karena yang harusnya dapet gratisan adalah mereka yang bener bener ga mampu.
Bukan elo.
Elo masih bisa ke starbucks.
Mereka bahkan ga akan pernah berani menatap ke arah starbucks.
Malu kepada mereka.
Kalau kita , elo dan gue, mulai menghilangkan budaya gratisan, maka gratisan akan lebih mudah untuk dijadikan jatah saudara saudara kita yang ga mampu.
I hope you understand.
Wether you’re a friend, a cousin, a celebrity, everybody gets the same thing.
Everybody pays.
Share on Facebook








June 22nd, 2009 at 8:14 pm
wah betul banget tu konsepnya, gw suka prinsip lo
June 22nd, 2009 at 8:38 pm
Love this writing. Just love it.
June 22nd, 2009 at 8:53 pm
Setuju banget Bang…
Tapi syarat utamanya adalah “mentahin” rasa ga enak buat ngomong ini ke sekitar kita…
Good Luck
June 22nd, 2009 at 10:34 pm
gw mau aja koq nji bayar, yg penting apa yg gw bayar bisa kembali dalam bentuk kepuasan dan tetek bengeknya…
toh gw juga yakin kenapa kanye west mau bayar ke konser Jay, pasti dia yakin bakal mendapatkan “kepuasan” itu, makanya dia rela buat bayar, so do i
June 22nd, 2009 at 11:29 pm
SETUJU…. gw setuju sama ni konsep. Pembelajaran untuk menghargai sebuah kerja keras…
kalo masalah kepuasan sih dah beda lagi.
Tiap orang beda latar belakang dan tingkat kepuasan. Seni and cita rasa udah masalah selera…
asal ga menutup pintu kritik dan saran aja….
June 23rd, 2009 at 12:36 am
knp mesti bayar? alasan ini yg gw tunggu..
gw kurang stuju dengan tulisan lo kali ini.. bukan brarti yg dksh gratisan itu jd tdk menghargai, sm skali gak.
kl lo berpikiran kyak gt, lo salah berat, (gw gak ngbahas pelitnya atau gak pantesnya org yg mampu dksh gratisan yaa..)
mnurut gw stidaknya emang hrs ada pembagian buat org” yg emang perlu dksh gratisan (dgn alasan tertentu) dan org” yg hrs bayar..
ini berlaku jg buat keluarga lo atau nyokap lo mngkn?
*gw gak ngarep gratisan kok ndji.. gw bakal tetep dtng & bayar
June 23rd, 2009 at 6:44 am
PUTI TOLONG DIBACA COMMENT INI BAIK BAIK YA?
“…bukan brarti yg dksh gratisan itu jd tdk menghargai, sm skali gak…
mnurut gw stidaknya emang hrs ada pembagian buat org” yg emang perlu dksh gratisan (dgn alasan tertentu) dan org” yg hrs bayar..
ini berlaku jg buat keluarga lo atau nyokap lo mngkn?”
KEMUDIAN BACA TULISAN GUE DI POSTING DI ATAS
“Gue juga tidak akan memberi album gue kalau elo meminta.
Kalaupun ada yg dapet gratis, adalah karena GUE yang ngasih. Bukan karena gue diminta.”
Yang dapet gratisan jelas ga akan gue sebut tidak menghargai. lha wong gue yang ngasih kok.
YANG MINTA GRATISAN YANG GUE ANGGAP TIDAK MENGHARGAI.
Nyokap gue, Bokap gue, jelas gue gratisin, GUE YANG NGASIH.
FYI : Mereka mau bayar lho. Mereka tetep menghargai karya gue walaupun gue anak mereka.
Semoga setelah ini elo lebih paham
June 23rd, 2009 at 8:15 am
iya, kita bayar sebuah karya/event karena ada harga. Kalau gak mao bayar artinya gak ada harga (atau gak menghargai). 100% setuju sama lu Ndji. Keep on creating..
June 23rd, 2009 at 8:16 am
Ooh Pandji…
Very straight forward!!
Love what you do, man!!
Keep up the good work!
June 23rd, 2009 at 8:19 am
puti got owned!!!! haha…
@pandji : haha, gua setuju banget, gua udah enek…lemme rephrase that “GUA UDAH ENEK SAMA PROJECT THANK YOU!!!!” gua sekolah design itu bayar mahal cuy! trus temen2 dan sodara2 cuman bilang “ah buat logo gitu doang aja bayar, ayolaaahhh…”
ENEK ENEK ENEK
June 23rd, 2009 at 8:29 am
ndji…
gwe akan bayar and ajakin temen2 gwe untuk launching album ke2 elo
betuls…..jangan mau kasi gretongan
hari geneeee
go pandji
you’re ROCK babe
June 23rd, 2009 at 8:35 am
gw selalu suka sama tulisan2 lo, gw juga setuju sama pemikiran lo ini.
Goo dluck nji
June 23rd, 2009 at 8:35 am
gw selalu suka sama tulisan2 lo, gw juga setuju sama pemikiran lo ini.
Good luck nji
June 23rd, 2009 at 8:38 am
HAHAHA UNTUNGNYA GW BUKAN TEMEN LO. JADI GW TETEP BAYAR LAH…
TAPI PRINSIP LO GA KPAKE DI NEGARA INI…!!! TANYA KNAPA?
June 23rd, 2009 at 9:56 am
i did listened your 1st album and i was appreciated with the words.
but now i was shocked, when you were saying about “MENGHARGAI NILAI SEBUAH KARYA”.
“Gue, menemukan salah satu kunci agar industri kreatif, terutama musik untuk bisa bertahan dan bahkan berjaya.
Kuncinya adalah : MENGHARGAI NILAI SEBUAH KARYA”
the previous lines on your 1st album:
” Gue konsentrasi untuk bikin karya seni bukan jual CD”
” Bedanya bekerja dan berkarya, kerja untuk uang, karya untuk kepuasan sendiri saja.”
Are you “Takut liat retur CD sehingga mulai lupa jati diri?”
didn’t you also said that:
“Musik adalah pendidikan, pembebasan dari pembelengguan, kebodohan, keminderan, jangan heran, kalau orang banyak yang berharap bisa mengecap musik dengan gratisan”
Are you gonna change your previous song “BAJAK LAGU INI ” TO “JANGAN BAJAK LAGU INI”???
PS.
is it necessary to bring Mr. Jay Z and Mr. Kanye only to Justify your Statement?(sounds st***d, man!!)
please wake up,your lovely country is not equal with their country?(you know what i mean)
June 23rd, 2009 at 10:12 am
DEAR IMAN :
the previous lines on your 1st album:
” Gue konsentrasi untuk bikin karya seni bukan jual CD”
” Bedanya bekerja dan berkarya, kerja untuk uang, karya untuk kepuasan sendiri saja.”
Are you “Takut liat retur CD sehingga mulai lupa jati diri?”
didn’t you also said that:
“Musik adalah pendidikan, pembebasan dari pembelengguan, kebodohan, keminderan, jangan heran, kalau orang banyak yang berharap bisa mengecap musik dengan gratisan”
Are you gonna change your previous song “BAJAK LAGU INI ” TO “JANGAN BAJAK LAGU INI”???
MAN, TOLONG BACA BENER BENER TULISAN GUE DI POSTING DIATAS.
GUE BILANG YANG BERHAK MENDAPATKAN GRATISAN ADALAH MEREKA YANG BENER BENER TIDAK MAMPU.
MAKA ORANG YANG TIDAK MAMPU BERHAK MENDAPATKAN ALBUM GUE SECARA GRATISAN, ATAU SETIDAKNYA SEMURAH MUNGKIN.
RAKYAT INDONESIA YANG TIDAK PUNYA UANG, DIDISKRIMINASI DENGAN FAKTA BAHWA MEREKA TIDAK ADA YANG MEMBERI MUSIK BERKUALITAS SECARA GRATISAN
MAKA UNTUK MEREKA, BAJAKLAH ALBUM GUE.
TAPI ORANG YANG MAMPU (SPERTI ELO ASUMSI GUE) HARUS BELAJAR MENGHARGAI.
BETUL, KARYA GUE ADALAH SENI.
BETUL, GUE GA NYARI DUIT DARI SINI.
TAPI ELO KALAU MAU MEMILIKI KARYA GUE, TETAP HARUS MENGHARGAI.
BUKANKAH LUKISAN LUKISAN JUGA KARYA SENI???
MEMANGNYA KETIKA LEONARDO DA VINCI BIKIN MONALISA DIA MENGIKUTI DEMAND PASAR???
NGGAK KAN MAN?
TAPI KARYA ITU KAN TETAP AJA BERNILAI SENI TINGGI. ELO MAU, YA ELO BAYAR MAN.
TUHAN TAU MAN, BAHWA TUJUAN GUE MEMINTA SEMUA ORANG BAYAR, ADALAH BUKAN UNTUK DIRI GUE SENDIRI, TAPI UNTUK KEBERHASILAN SIAPAPUN DI DUNIA KREATIF.
PS.
is it necessary to bring Mr. Jay Z and Mr. Kanye only to Justify your Statement?(sounds st***d, man!!)
please wake up,your lovely country is not equal with their country?(you know what i mean)
HOW DARE YOU TELL ME IM STUPID?
WHAT HAVE I SAID TO YOU THAT MAKES YOU THINK YOU CAN CALL ME STUPID?
I HAVE THE RIGHT TO SAY WHAT I WANT MAN.
IF YOU DONT LIKE IT, YOU ARE NOT OBLIGED TO READ IT.
YOU CAME MAN.
YOU CAME TO THIS BLOG.
IF YOU DONT LIKE WHAT I SAY.
FINE
SPIT IT.
BUT NEVER. NEVER CALL ME STUPID.
MY COUNTRY ISNT YET EQUAL TO THEIR COUNTRY, BUT BY GOD, THEY DID SOMETHING THAT MADE THEM THAT WAY.
AND THAT IS GIVING VALUE TO ART.
HIT ME BACK
PANDJI PRAGIWAKSONO WONGSOYUDO
June 23rd, 2009 at 12:19 pm
When I got your tweet, I wonder what can make you so upset.
Cool off man. When you let your blog being read, someone will leave a comments.
That’s the idea rite?
There r 2 types of comments, Good one, and the sucker one.
Everybody has their own opinion and you cannot make them follow your line of view.
So, when you read one sucker comment, don’t click the reply button straight forward.
Hold em for 10 minutes, cool off, then you can reply.
Not only you can use better words, it also can keep your keyboard live longer
June 23rd, 2009 at 4:18 pm
Pandji…gw baca tweet lo…..khehehehhe
mungkin tadi itu cuma suatu kritikan yang membangun ji…jadi terima tapi balas dengan tanpa emosi. sabar ji, mungkin pandangan dia dan elo beda.
sabar icuk (kalau salah penggunaan kata ‘icuk’maaf ya) khehehehhehehe
sabar ya ji, cobaan jadi penyanyi pasti ada comment comment yang ga enak
even gw ga dengerin album lo, tapi semoga sukses buat karirnya ya. btw, sms gw di GMHR dibaca donk (kheheheh ga dennk)
June 23rd, 2009 at 10:12 am
Enough said. Ciamik, Ndji. Perhaps someday semua buah pikiran yang tertuang di blog ini dapat terwujud menjadi sebuah buku. Gue rasa itu worth it. Dan gue bakal menjadi yang pertama di toko buku MENGHARGAI karya loe.
June 23rd, 2009 at 11:09 am
YANG NGERASA FAKIR MISKIN BOLEH GRATIS!!!
SIKAT NDJI!!!!
June 23rd, 2009 at 11:12 am
Sebagai sesama pekerja kreatif, I’m on your side, Pandji.. Kita memang berkarya sesuai passion kita – di mana sering diartikan oleh banyak orang bhw kita nggak perlu mengeluarkan effort yang besar dalam mewujudkan sebuah karya. Orang pikir jadi pekerja seni itu gampang & isinya senang-senang aja. Padahal jelas-jelas dalam setiap karya kreatif itu sangaaat banyak kerja keras, pikiran, emosi & waktu yang kita keluarkan.
Sama dengan Pandji, gue juga seringkali kecewa ketika ada teman yang minta hasil karya gue secara gratisan. Mereka bener-bener nggak menghargai atau bener-bener nggak tau ya berapa banyak effort yg gw keluarkan untuk menjadikan karya gw itu ’sesuatu’.
Memang bener kok – negara kita belum sama dengan negaranya Jay-Z & Kanye. Masih banyak sekali orang di Indonesia yang belum bisa menghargai sebuah karya seni dengan baik. Tapi justru itulah, kita sebagai orang-orang yang ‘katanya’ makan pendidikan, harusnya bisa mulai dari diri sendiri untuk belajar menghargai karya seni (paling tidak – mulai dari karya seni bangsa kita sendiri). Gue liat ini yang sedang Pandji lakukan. Pandji menghargai karyanya sendiri terlebih dahulu. Pandji punya misi untuk mengedukasi bangsa ini agar bisa lebih menhargai para pekerja kreatif & karyanya. Dari hal kecil bisa menjadi hal besar.
Salut untuk Pandji
June 23rd, 2009 at 11:16 am
Mungkin karena gw orangnya berpikiran positif, gw kok membaca “(sounds st***d, man!!)” dengan (sounds standard, man!!) bukan stupid. Hahahaaa..
June 23rd, 2009 at 12:13 pm
Ga masyalaah…maju terus pantang mundur.. P a n d j i
June 23rd, 2009 at 12:24 pm
Sorry if i said something rude, but please do not to translate it explicitly.
gue gak bermaksud menyerang, yang gue pengen sampaikan (maaf) apakah tidak naif loe hanya mendistribusikan album loe buat kaum fakir miskin (thanks to fuad for the term) secara gratis, how you to classified your audience?
pertanyaan gue knapa pada album pertama loe, mendistribusikannya secara gratis(download),
lalu mengapa pada album kedua loe tidak melakukan hal yang sama?
sumpah gue respect sm loe ketika gue denger dan tau bahwa loe mendistribusikan album loe secara gratis, dan yang lebih hebat lagi ternyata musik loe gak kacangan a.k.a berkualitas. gue fikir indonesia bersyukur punya aset anak bangsa musisi hebat yang punya nasionalisme yg hebat tuk mencerdaskan anak bangsa yang lain dan tidak mengejar materi belaka.
with all due respect.. PEACE
June 23rd, 2009 at 12:26 pm
Hi everyone yg sudah posting comments nya…
Let’s try to look at this from a different perspective and without trying to judge..
Berapa sih harga yg seseorang mau bayar utk beli U2’s latest album, nonton konser Coldplay live in Singapore, Jay-Z live at Madison Square Garden, atau Maliq live at Java Jazz..??
At the end of the day, you only wanna pay how much you wanna pay. Orang rela untuk spend uang banyak untuk nonton Coldplay live in Singapore cause they are a HUGE fan not necessarily a rich guy. Nonton Coldplay jauh2 karena mereka appreciate karya2nya Coldplay, cause pada dasarnya your appreciation will determine how much you want to pay or how far you want to go.
You can continuously be crea tive if there is an appreciation. In reality, appreciation is being quantified in a number of price or in any other forms. That’s why there’s a price you have to pay for creativity (baik itu murah ataupun mahal – yg merupakan ukuran yg relatif juga).
Kalau pun Pandji mau kasih gratis, menurut gue itu datang dari ‘compassion’ nya dia. Creativity gak bisa blend sama compassion dong… hehehehe..
I am gonna leave you all with this thought: Nothing is really free. If it’s free, someone paid it for you (with or without you knowing it).
Adios people!!
June 23rd, 2009 at 12:42 pm
HADUH IMAN.
Inilah yang bikin gue kesel.
Tidakkah elo mau nanya dulu sebelum berkesimpulan???
Tidakkah elo mau baca, pahami maksud gue sebelum elo memahami dengan sudut pandang elo?
“gue gak bermaksud menyerang, yang gue pengen sampaikan (maaf) apakah tidak naif loe hanya mendistribusikan album loe buat kaum fakir miskin (thanks to fuad for the term) secara gratis, how you to classified your audience?
pertanyaan gue knapa pada album pertama loe, mendistribusikannya secara gratis(download),
lalu mengapa pada album kedua loe tidak melakukan hal yang sama?”
DARI ALBUM PERTAMA, ALBUM GUE DI DISTRIBUSIKAN SECARA UMUM
ADA DI DISCTARRA, DUTASUARA, AQUARIUS.
HARGA ALBUM GUE RP 50.000,-
ALBUM KE 2 GUE JUGA RP 50.000,-
TIDAK ADA YANG BERUBAH.
ALBUM GUE, BUKAN UNTUK FAKIR MISKIN.
SEBALIKNYA, ALBUM GUE UNTUK MEREKA YANG MENGHARGAI VALUE.
CUMAAAAAAAAAAAAAAAAAANN, KALAU ADA ORANG YANG NGGAK MAMPU INGIN MEMILIKI ALBUM GUE, MAKA ATAS NAMA PENDIDIKAN, PEMBEBASAN DARI PEMBELENGGUAN KEBODOHAN, KEMINDERAN MAKA BAJAKLAH ALBUM GUE.
GUE TIDAK MAU EGOIS DAN MENGHARAPKAN SEMUA ORANG UTK BELI ALBUM GUE.
ADA SAUDARA SAUDARA YANG TIDAK MAMPU.
YANG PASTI, BUKAN ELO.
Dan karena menurut gue elo bukan orang yang tidak mampu, rasanya akan lebih baik kalau elo beli dan baca dulu buku marketing yang gue tulis.
“HOW I SOLD 1000 CDs IN 30 DAYS” ada kok di gramedia. di rak marketing.
Maka elo akan lebih paham tindak tanduk gue.
In the mean time, i would suggest for you to not make assumptions and judge upon it.
UNLESS you are really sure of it.
June 24th, 2009 at 10:08 pm
gw baru baca nih blognya.
koq, kalau d perhatikan dsini kau selalu selalu menjawab komentar yg bernada sedikit negatif, dengan huruf capital sprti org kebakaran jenggot ?
gw yakin pasti loe punya jawaban yg lebih kalem lagi dan tidak mengandalkan caps lock untuk menjawab pertanyaan yg sedikit bernada kritik.
ps. klo gw liat dsini. kiblat loe sepertinya selalu ke barat yah ? no offense
June 23rd, 2009 at 12:53 pm
anyway, gue dateng.
June 23rd, 2009 at 12:57 pm
okok, cm spertinya msh ada yg mengganjal
konser dan launching jelas ada bedanyakan ndji..?
dlaunching lo BUTUH org” untuk ngedngerin lagu lo, org” yg bahkan bnyk yg masih blm kenal dgn musik lo..
kasarnya lo yg butuh mereka, jd lo ttep akan menyuruh mreka utk bayar?
kl lo bandingin ini dgn kasus kanye dan jayz.. ya bedalah..
gw org yg slalu pro & ngdukung lo, tp emang pernah launching dlm industri musik (khususnya) bayar??
June 23rd, 2009 at 1:16 pm
maaf gue gak tau kalo album pertama loe tersedia di toko2 musik
dan gue minta maaf juga karena gue dapatin album pertama loe secara ilegal(download), karena setelah gue denger lagu loe “bajak lagu ini”, gue berfikir loe sengaja mendistribusikan nya secara gratis.
terima kasih atas rekomendasi bukunya..
di bagian atas loe tadi menganalogikan leonardo da vinci, bolehkan gue punya perspektif lain
Bukan hanya seni kan satu2 nya hasil dari proses kreatif? banyak hal dapat dihasilkan dari proses kreatif..
Mark Zuckerberg (facebook founder) for an example
well, most of the people in the world using facebook, right?..
are we have to pay to use facebook?
apakah Mark Zuckerberg merasa tidak dihargai hasil karyanya,karena semua penggunanya menggunakan facebook secara gratis?..
June 23rd, 2009 at 3:31 pm
iman: FYI mark Zuckerberg building facebook as a social media
it’s a social media… its business model is media business model. They don’t ask money from the users, they ask money from the advertisers (either its social advertisement or a space renting)
Why he havent sold it? because he still want to crack the way to monetize it more, then sell it with higher price
June 23rd, 2009 at 1:29 pm
baru kali ini liat comment2 ka Pandji ganas begini. hadoooh..pokoknya sukses aja deh buat ka Pandji. walaupun aku ga dateng, yaaaaa aku bakal tetep promoin kok:)
June 23rd, 2009 at 1:39 pm
Awww man
I know now what im up against.
Okay
IMAN:
Contoh elo itu lucu. Mark Zuckerberg memang tidak menarik uang kepada pengguna facebooknya
Tapi google hampir membeli karyanya
Mau tau berapa harga dari karyanya???
Maju tau Google menghargai karya tersebut sejumlah berapa dolar??
Google it
Akhirnya Mark Zuckerberg tidak menjual karyanya (belum mungkin)
Tapi bukan berarti dia tidak terima uang dari situ.
Tau Mal?
Mal taman anggrek, fx, ex, senayan city, plaza senayan…
Iman kalau masuk bayar ga?
Bukan berarti mal-tersebut ga dapet duit kan?
Mal tersebut dapet duit dari tenantnya.
Makin bagus malnya, makin mahal harga sewa tenantnya.
Kasarnya, buka toko di ITC cempaka mas, harganya beda dengan buka di Senayan City.
Mark Zuckerberg dapet duit dari pemasangan iklan di web-nya.
Karena apa?
Kalau penggunanya suruh bayar, ya ga ada yg mau pake . HAHAHAHAHAHAHA
Mark Zuckerberg , sampai sekarang belum menemukan business model yang tepat untuk mendapatkan profit dari 200juta penggunanya.
By the time he finds it, the whole world will know.
Gini deh man, baca dulu bukunya, baru balik lagi kesini dan komentar lagi.
Lebih baik lagi, BELI DULU ALBUMNYA
Baru elo akan banyak paham
PUTI:
Konser dan launching
Konser ga selamanya launching
Launching ga selamanya berbentuk konser.
Nah, launching gue bentuknya konser.
Ada latihannya, ada proses kreatifnya, ada aransemennya, ada band, ada seni-nya dan lain lain.
Ada nilai dari sebuah kesenian. Ada valuenya.
FYI: Konser Jay Z itu adalah bagian dari launchingnya. Krn, konser di Madison Square Avenue dilakukan SEMINGGU setelah albumnya resmi rilis di pasaran
Dan terakhir untuk menjawab pertanyaan elo dibawah ini:
“gw org yg slalu pro & ngdukung lo, tp emang pernah launching dlm industri musik (khususnya) bayar??”
Kenapa tidak? Terutama kalau uang hasil penjualan tiketnya disumbangkan untuk anak anak penderita kanker
Makanya, ada baiknya untuk bener bener memahami dulu masalahnya, baru berkesimpulan.
Ahhhhhh lega rasanya ….
June 23rd, 2009 at 3:15 pm
hey just want to submit a lil bit comment,gw baru tau ada org yang ga tau kl Fb itu cari keuntungannya bukan dr penggunanya,so u know i think u have to be more careful when u want to give someone a fact that could make your opinion stronger,sorry tp kesannya lu mengattack seseorang tanpa basic yang kuat..sorry no offense ya..okay but that’s not about it
Pandji,mgkn kata2 atau interprestasi org bisa salah sl ide lu krn mrk ga mengikuti dr awal lu debut di dunia rap sampe saat ini,dan mrk hanya tau sebagian dr idealisme lu mengenai karya seni atau mengani apa yg telah jauh lu lakuin..
but u got ur point..everything is not free,it’s the same thing with our job,we got pay from it.karya seni sebuah karya,memang mgkn tidak sama dengan kita yang hanya sekedar pekerja,tp intinya sama kita berkarya,we put alot of effort for our job,our responsibilities right?gmn kl kita ga dibayar atau dibayar tdk selayaknya stlh kita cape untuk ngorbanin waktu,tenaga,pikiran,fisik tapi we got nothing?pastinya merasa ga dihargai kan?
semua tergantung orgnya dong,kl dl pandji emang kasih gratis atau launchnya gratis itu hak2nya dia,ada saatnya kita ingin memberi dan ada saatnya kita ingin di apresisasi..mgkn ketika pandji memberi sesuatu gratis dia sedang membalas apresiasi kita terhadap dirinya atau karya musiknya..
soooo,Mr. Pandji good luck to u and ur launching albums..
anyway im big fans of jay-z,he’s Genius drmn sih pandji tau cerita2 dan kabar2 dia?salut bs tau..
June 23rd, 2009 at 3:21 pm
well, sumpah seru2 comment nya.
Thx to pandji and iman…dari situ gw akhir nya tau banyak sudut pandang yg berbeda..meski awalnya gw udah setuju sama pandji..(karna dulu gw nge-band juga..) tp dengan sudut pandang iman…paling ga, gw ga cuma manggut2 setuju dgn tulisan pandji kali ini….thx guys..
June 23rd, 2009 at 3:28 pm
Nji, I think you should not need to carried away by a comment. You can make all people have the same level of interpersonal communication, right?
What you’ve said is true and maybe some part of what your reader’s comment are also true….
continue the good work……
June 23rd, 2009 at 4:46 pm
Panji, klo menurut gw, selama lo yakin sama yg lo kerjain go a head… No need to be so pissed if someone has a different opinion…
I guess that’s also the reason u r posting this subject on the first place, to get a feedback from everybody, including me
Tetep berkarya ya.
June 23rd, 2009 at 5:56 pm
waw, inspiring banget
June 23rd, 2009 at 6:07 pm
ho.. panas.. suasana baca blog ini (sempet) panas.. personally it’s great to know ada yang menyuarakan untuk menghargai karya.
sering2lah dibahas sambil siaran ndji. emang isu itu persis yang bikin pekerja kreatif amatiran (seperti gua ini) bingung. bikin album buat dijual, tapi kalo kasi tau ke temen malah diminta. kalo ga dikasih dibilang pelit (i was like ‘WHAT?”).
kalo temen gua keluarin karya (be it album musik, komik, buku, kaos, etc) gua akan sisihin duit untuk beli dan minta tandatangannya. cuma untuk nunjukin gua ngehargain karya tersebut, dan tanda tangan itu ngebuat gua ngerasa punya karya tersebut lebih ‘personal’ and i know he/she who signed them feels good about doing it.
haha i use to wrote ‘SUPPORT YOUR LOCAL UNDERGROUND COMICS MOVEMENT’ everywhere. should local musician or probably independent musician uses the same tagline ? SUPPORT YOUR LOCAL INDEPENDENT MUSIC MOVEMENT.
peace out.
June 23rd, 2009 at 6:28 pm
Sorry Ji, kerjaan gw baru kelar,dan baru bisa buka twitter, dan gw langsung buka link yg lo kasih di twitter.
Sebelumnya gw mau bilang, kalo sebenernya lo gak perlu sampe “panas” begitu sama komentarnya si Iman, karena menurut gw, jelas Iman sangat “kurang” informasi, dari cara ngeluarin pendapat, jelas kalo dia memang kurang “berpaham” dalam banyak hal. @iman no offense ok?
dan gw SANGAT SETUJU dengan note lo ini ! sory kalo kmrn gw nanya via twitter lo “50.000 dapet apa aja ji?” , semata-mata karena gw mungkin termasuk orang yg sangat terbiasa dgn sistem kayak gt, dan gw juga kurang informasi kalo launching album lo ini emang lo bikin kayak konser, setelah gw tau, gw sepaham sama lo!
@pandji & @simon lesmana: gw juga udah pegel dengan proyek “makasih mas” !!
gw pegel banget sama orang yang minta tolong difotoin dan pas gw kasih harga mereka komentar “masa cuma gitu aja mahal banget ?” HHEYYY…!! gw belajar motret tuh pake duit ya !! ikut kursus pake duit ! beli kamera dan perlengkapan2nya pake duit ! pergi hunting pake waktu dan duit !!! nyetak foto juga pake duit ! Pada gak ngehargain banget sih !
@pandji: gw mendukung penuh pendapat lo! alesannya adalah, ini bisa dijadiin pembelajaran buat para “pelaku” seni, bukan “konsumen”nya. karena yang sering kejadian adalah, si pelaku seni itu sendiri yanggak menghargai karya mereka sendiri !! semoga ini menular sama yang lain, tapi tetep dengan pertimbangan yang masuk akal !
terakhir, ada sistem pemesanan tiket ga Ji?? daripada sampe sono gw bengong karena udah abis tiketnya,,,
tengkyu,,,
June 23rd, 2009 at 6:53 pm
All of your comments sound stupid.
Naah.. don’t worry, I didn’t mean ‘all of you are stupid,’ after all, it’s my hearing that’s problematic. Don’t be upset if I say ‘you look stupid,’ after all, I can hardly see.
Cheer up.
June 23rd, 2009 at 8:46 pm
wahh.. comment-comment-nya seru..

anyway, gue juga sebel kalo ada temen-temen gue minta tolong nerjemahin dokumen GRATIS ataupun kalo gue kasih harga, mereka yang “ini kan bahasanya gampang, kok mahal ssih? harga temen doong..”. Please deh.. Gue bisa nerjemahin dokumen kan pake sekolah yang juga gak murah. Kalo mereka merasa bisa nerjemahin sendiri karena mereka merasa bahasanya gampang, yah kerjain aja sendiri. itu baru GRATIS. hehehe…
Pandjii… gue selalu menunggu-nunggu Baby Plum diputar di radio..
keep up the good work yaa..
June 24th, 2009 at 2:04 pm
ikutan lagi yah..
gue tau kalo facebook tidak mengambil keuntungan dari para penggunanya, melainkan dari pihak ketiga yaitu iklan,etc.
justru disitu intinya knapa gue ngambil contoh facebook.
Mark Zuckerberg bisa membuat hasil karyanya (facebook) menjadi besar dan popular karena facebook berguna bagi para penggunanya, tidak membebani penggunanya. in dikarenakan (facebook) dapat mencari pendapatan(keuntungan) dari pihak ketiga dengan simbiosisme yg pastinya saling menguntungkan.
apakah hasil karya loe tidak memungkinkan untuk itu?
karena dari yang gue pahami dari pandji atas lirik lagunya,
gue menduga bahwa pandji punya idealisme atas hasil karyanya(lewat musikalitas) untuk ikut mencerdaskan bangsa (liat quote yg gue ambil atas lirik lagunya pandji yg ada di bagian atas),
gue coba memberikan contoh kemungkinan yg dapat dilakukan untuk niat nya itu.
jadi loe bisa total dalam berkarya dan karya loe bisa di nikmati oleh para pendengar loe tanpa harus membebani mereka, mereka(pendengar loe) bisa menikmati musik loe dan juga misi loe untuk mencerdaskan anak bangsa yg lain juga tercapai.
dan maaf gue agak prihatin kalo melihat komentar2 yg lain,
bukan nya gue naif, tapi knapa ‘keahlian/kemampuan’ yang kita punya hanya mampu dihargai dengan uang?kapan bangsa ini jadi besar, kalo kita hanya memikirkan diri kita sendiri?
GAK ADA ORANG HEBAT, YANG MAMPU MELAKUKAN SEMUANYA DENGAN HANYA MENGANDALKAN DIRI SENDIRI. kita perlu berbagi kan?
you cant be good on everything, rite?
maaf dikarenakan background gue bukan dari bidang ekonomi atau sejenisnya, maka gue kurang memahami yang namanya marketing.
yang gue tau selama hasil karya loe berguna/ diminati oleh orang banyak(demand > supply), loe gak butuh marketing(koreksi gue kalo gue salah!!).
June 24th, 2009 at 3:31 pm
Hmm..
Cuma 1 aja yg langsung gw pikir wkt Pandji bilang semua harus bayar… Btw, I follow you from the first album, I bought the album -worth it!, I read your blog from I can’t remember when, I even one of your tweeper. Basically, you provoked me, in term of inspiration.
Is that, your whole idealism from the song Bajak Lagu Ini, changes. Gw seneng bgt denger lagu itu. Gw kerja sbg salah satu manajemen penyanyi solo di Indonesia. And this singer, I tell you, he hates -HATES- piracy. Unconsciously, and maybe also for the sake of the job, I was started to think like him.
But when I heard your song, Bajak Lagu Ini (from your myspace), you blow my mind. I’m thinking, this guy actually spit it logically. The way you explained thru your lyrics, it all make sense.
Right away, I bought your cd online.
You, of all newcomers, had your way in break-thoroughly. Lo nggak cuma ngomong, tapi lo buktiin.
So, honestly, when I got your tweet you said that everybody will have to pay for your launch, and it’s not becuz THE PAYING part. But becuz you said, everybody hafta learn to appreciate. Gw pikir, “Loh?”
Gw gak bisa ngejelasin detailnya knp gw pikir gitu, it’s all in my mind. I’m not good in writing off of my mind. But, maybe you should listen again to “Bajak Lagu Ini”.. And read again what you wrote on your blog in the process of your first album. Something change…
The core of idealism of your first album a bit change to the second.
This new idealism is as equal breakthru as your first. And I already got brainwashed by you now, so of course, I WILL come to your launch, I WILL buy the ticket. Since I missed the first..
But I’m just sayin, I think I get what Iman meant from his first comment. Not the afterwards, krn makin lama kok jadi makin maksa, man? Hehe.. no offense.
Annie’s wayyy, GO PANDJI!
June 24th, 2009 at 3:56 pm
Jadi, Iman dan Bayu Saptik (di comment FB), punya persepsi yg sama ky gw.
June 24th, 2009 at 6:18 pm
Pandji, Iman dan semua yang lain. Thanks comment2 yg luar biasa. Post Pandji kali ini mantap. Semua punya point of view masing2. Kalau digabungin dasyat kali ya??
Ini baru blog oke, bisa belajar banyak.
Great great
June 24th, 2009 at 9:09 pm
Pandji, Pandji..
I used to be one of your admirer.
But having read this post -and your further defensive comments- I think I find another side of you. Too bad, you just lost one fan.
June 24th, 2009 at 9:27 pm
pandji ..u rock man !!!!! seru nih comments ….
June 24th, 2009 at 10:31 pm
umm . . nice write . haha . .
manusia trkdg memiliki ego yg luar biasa menyebalkanny .
krna itu tak ad manusia yg sempurna .
pola pikir yg membuaat mrqa atoupun dpt dikata kita pun demikian .
tp kita bisa merubahny . see other with different side . cool .
love this . continue it . God Bless . .
June 24th, 2009 at 10:47 pm
Pandji.. you go maaann… kali ini posting dan comment-nya bener-bener seru, i am kind of waiting for the next comment…
anyway, nobody’s perfect (response to your tweet, biar jadi satu nulis disini)
June 24th, 2009 at 11:15 pm
Ikutan komen aah..
Pandji, seriusan, lo defensif amat yak! Satu komentar yang tidak sependapat dengan lo bisa menjadi perdebatan yang berkepanjangan gini, ckckck…
@Iman: Man, lo ngebandinginnya mbok yah yang apel sama apel gitu! Kalo mau bandingin, bandingin sama yang pekerjaan seni jugalah.. Masa ngebandingin bisnis internet (mukabuku, tabungkamu, gugel, dll) yang kebanyakan jelas2 nyari untung dari iklan, dengan pekerja seni.. Ya jauhlah yaaaa…
Buat gw, contoh paling sempurna dari penjualan kreatif adalah cara Radiohead menjual/mempromosikan In Rainbows. Mereka membiarkan fansnya menentukan harga yang pantas diberikan untuk mengunduh album mereka secara digital. Dari gratis hingga tak terhingga. Hasilnya? Penjualan digital mereka lebih menguntungkan dari album mereka yang sebelumnya!
Contoh dalam negeri? Liatlah itu kangen band yang ‘fenomenal’ karena lebih dahulu dikenal dari bajakan yang tersebar. Tanpa disadari, bajakan tersebut malah menjadi sarana marketing mereka. Dan sekarang, salah satu cara yang lumayan kreatif untuk mengatasi pembajakan adalah dengan adanya RBT/NSP/i-ring dkk.
Sampai kapanpun, pembajakan itu akan tetap ada. Dulu ada napster/kazaa, sekarang ada rapidshare, torrent, dkk. Tinggal gimana siasat kreatif untuk mengatasinya, atau bahkan malah memanfaatkanya!
Pandji, lo bilang : “This is about for the sake of the WHOLE CREATIVE INDUSTRY”. So please be CREATIVE to survive…
June 24th, 2009 at 11:35 pm
FANTASTICO for this blog post….
@ pandji : sama kayak arno emang pikiran lo itu defensif abis haha that what makes you different, seperti prinsip dalam dunia marketing yang paling unik paling dicari hehe…tapi dari pemikiran2 lo, lagu lagu lo (akhirnya kebeli juga tuh CD hehe..walaupun boleh nabung n nyarinya susah amat gw berusaha untuk ga beli bajakan karna gw juga berencana mau ikut program yayasan cancer yang lo bilang di kampus gw / trisakti pas acara starone hehe…. and anyway i like your wife voice , gue pikir itu suaranya vokalis Soul Id ternyata suara Nyonya Pandji Pragiwaksono terutama pas lagu you think you know (indonesia) ), kemudian buku lo (How I Sold 1000 CDs in 30 Days) gw adalah orang yang sangat males les les les baca buku yang berfisik tapi lo buat buku lo free dengan format pdf jadi gw bisa baca di komputer hehe and the book its really inspiring me, ngga ngebosenin karna emang pake gaya bahasa bicara lo kalo lagi di GMHR and Provocative Proactive…memang udah sepantasnya kita mencoba untuk lebih bisa mengHARGAi karya orang dengan membayar sesuai dengan HARGA yang pantas..dan menurut gw harga sebuah CD itu ga mahal2 amat dan bahkan dengan begitu kita bisa beramal shaleh… kalo lo bisa bayar iuran BB perbulan, bisa beli starbuck dengan harga Rp 65rb perak, bisa nonton ke acara FOB, Muse, Java Jazz yang harganya tus tus ribu kenapa kita ga bayar aja untuk entrance ke acaranya pandji…anyway ndji tiketnya bisa dapet on the spot nggak yah? cause gw takut ga kebagian hehe… sukses terus yah and happy belated birthday… wish u all the best…
June 25th, 2009 at 6:53 am
Okay, that’s it.
Im back.
Defensive?
Darned right
Im defending what’s right.
Gue akan beberin kepada iman, kenapa gue ngotot banget orang harus bayar.
Karena nampaknya Iman tetep comment lagi tanpa mengindahkan permintaan gue.
Beli album dan beli buku gue dulu.
Iman jawaban dari pertanyaan lo terakhir adalah:
Datanglah ke launching gue tgl 4 juli 2009
The Cone, FX.
Jam 15.00
Kalau emang elo mau tau jawabannya.
Kalau cuma mau seru seru-an disini ya gapapa
Mereka yang SUDAH beli album gue, tau kenapa gue minta mereka beli.
Dan gue berterima kasih kepada yang udah beli
Karena… yaah, kalian tau sendiri kenapa
June 25th, 2009 at 8:12 am
Jarang2 nih blog nya Pandji dicomment sampe sebanyak ini…. Udah gitu pandji nya juga terlibat interaktif disini….
Kalo ga salah bagi yg udah beli CD album Pandji yang pertama dan dibawa pas launching, akan dapet album ke 2 nya gratis kalo ga salah…..
Artinya, dengan bayar 50000 utk dateng lauching, sebenarnya seperti kita beli CD Pandji ke 2 dan dapet bonus untuk dateng ke acara eksklusif lauching nya….
So buat yg emang ngefans, so worth it man!!!!
Udah kaya nonton bayar tiket nonton MU dan dikasih masih locker room nya buat ketemu semua pemaennya……
June 25th, 2009 at 11:44 am
hahhaa..betul banget sob…jangan ngomong dulu kalo belom baca ama denger CDnya hahaha…
bro gw udah daftar c3 friends tapi kok ngga ada aktifitasnya yah?
June 25th, 2009 at 8:49 am
comment sama postingannya inspiring commentnya..:)