<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pandji Pragiwaksono</title>
	<atom:link href="http://www.pandji.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pandji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 02:17:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Who knows&#8230;</title>
		<link>http://www.pandji.com/tanpajil/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/tanpajil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 20:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3503</guid>
		<description><![CDATA[Nama saya Pandji Pragiwaksono Waktu saya mewawancarai orang orang atheis, saya dicap pro atheism Waktu saya mewawancarai FPI dengan mengundang Habib Riziq yg kemudian dioper ke Munarman dan batal hingga akhirnya dapat ketua DPP DKI Jakarta Habib Selon, saya dicap pro FPI Waktu saya mewawancari JIL dengan Mas Ulil sebagai narsum, saya dicap pro JIL [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama saya Pandji Pragiwaksono</p>
<p>Waktu saya mewawancarai orang orang atheis, saya dicap pro atheism</p>
<p>Waktu saya mewawancarai FPI dengan mengundang Habib Riziq yg kemudian dioper ke Munarman dan batal hingga akhirnya dapat ketua DPP DKI Jakarta Habib Selon, saya dicap pro FPI</p>
<p>Waktu saya mewawancari JIL dengan Mas Ulil sebagai narsum, saya dicap pro JIL</p>
<p>Malam ini saya mewawancarai IndonesiaTanpaJIL saya dicap pro Bigot.</p>
<p>Aneh, kenapa nggak ada yang ngasi saya label: Langsing</p>
<p>Atau: Ganteng.</p>
<p>Mendapatkan cercaan dan cemoohan bukan hal biasa</p>
<p>Bahkan, saking terbiasanya, saya sangat hafal bahwa kebanyakan mereka yang mencemooh saya dari SMS ke radio ataupun ke twitter saya, rata rata tidak berani mengucapkannya langsung kepada saya.</p>
<p>Dalam beberapa kesempatan, yang menghina paling lantang, justru ngajak foto bareng.</p>
<p>Hehehe</p>
<p>Malam ini, serupa. Tidak ada yang beda.</p>
<p>Yang baru, adalah sebuah penyadaran baru yang hinggap di kepala saya.</p>
<p>Mari saya ceritakan…</p>
<p>Malam ini, karena penasaran yang memuncak saya memutuskan untuk membahas #IndonesiaTanpaJIL</p>
<p>Salah satu alasan utamanya adalah, karena tagar tersebut lahir sebagai reaksi dari #IndonesiaTanpaFPI</p>
<p>Saya bingung, mengapa Indonesia Tanpa FPI melahirkan Indonesia Tanpa JIL..</p>
<p>Ada yg tidak nyambung.</p>
<p>Apakah kalau saya tidak setuju dengan FPI lalu saya otomatis JIL?</p>
<p>Maka kami undang teman teman #IndonesiaTanpaJIL diwakili oleh Akmal dan supaya imbang, kami undang perwakilan dari JIL yaitu Mas Abdul Moqsith Ghazali. Keduanya memastikan akan hadir dengan kesadaran penuh akan ada pihak yang berseberangan</p>
<p>Keduanya kami hubungi sejak Jumat tanggal 11 Mei. Acara kami tanggal 15 Mei.</p>
<p>Mendadak, Mas Abdul Moqsith siang tanggal 15 Mei mengabarkan tidak bisa hadir karena istrinya sakit.</p>
<p>Khawatir karena takut jadi tidak imbang diskusinya, tim Provocative Proactive Radio menghubungi Mas Ulil. Mas Ulil sendiri berkeberatan. Saya cukup paham karena waktu itu Mas Ulil pernah berkata bahwa beliau lelah berdiskusi soal JIL karena rata rata tidak ada ujungnya. Mas Ulil menawarkan Mas Guntur Romli. Ketika kami hubungi, Mas Guntur Romli menyarankan nama lain Mas Said Iman. Akhirnya, kami berhasil mendapatkan konfirmasi Mas Assyaukanie.</p>
<p>Merasa aman karena diskusi ini akan imbang, tiba tiba 30 menit sebelum acara, Mas Assyaukanie membatalkan karena enggan berdebat dengan #IndonesiaTanpaJIL.</p>
<p>Tim kami coba hubungi Mas Ahmad Syukron Amin untuk wawancara via telfon, beliau menolak karena mrasa tidak pantas mewakili JIL.</p>
<p>Terpaksalah kami berjalan dengan tanpa pihak dari JIL untuk menyeimbangkan.</p>
<p>Sampai sini, saya ingin menjelaskan, terutama kepada Mas Guntur Romli yang dalam beberapa tweetnya merasa kami berusaha tidak jujur dengan diam diam akan kehadiran pihak berlawanan dan bahwa kami tidak professional karena mepet, mungkin bisa konfirmasi ke Mas Ulil. Nama beliau kami dapatkan dari Mas Ulil yang tahu bahwa Mas Moqsith mendadak membatalkan. Tidak ada diam diam lha wong di twitter saja sudah saya ungkap keberadaan 2 sisi tersebut.</p>
<p>Banyak yang mention saya terhadap tweet Mas Guntur, tapi saya rasa tulisan ini akan menjelaskan.</p>
<p>Kembali ke wawancara, Mas Akmal yang mewakili #IndonesiaTanpaJIL ternyata adalah teman main basket di ITB dulu (walaupun saya berwajah model pakaian musim dingin, tapi saya beneran kok kuliah di ITB. Tepatnya di FSRD ITB)</p>
<p>Saya membuka pertanyaan dengan “Kenapa tagar #IndonesiaTanpaFPI kemudian diimbangi dengan #IndonesiaTanpaJIL? Memangnya kalau saya tidak setuju FPI maka saya otomatis JIL?”</p>
<p>Akmal menjawab dengan, tagar kami tidak ada hubungannya dengan IndonesiaTanpaFPI.</p>
<p>Saya tanya lagi, lalu kenapa diplesetkan dan kenapa nyambungnya ke JIL?</p>
<p>“karena pada demo IndonesiaTanpaFPI tanggal 14 februari, ijin kepolisiannya atas nama JIL”</p>
<p>Dalam hati saya berpikir “Lah katanya ga ada hubungannya sama IndonesiaTanpaFPI”</p>
<p>Lalu saya bertanya “Berarti yang anda coba untuk serang adalah JILnya dan bukan orang orang yang kontra terhadap FPI?”. Akmal mengiyakan, dalam satu kesempatan dia juga berkata di dalam #IndonesiaTanpaJIL ada juga yang kritis terhadap FPI.</p>
<p>Dalam penggalian saya, ditemukan bahwa #IndonesiaTanpaJIL adalah wujud dari kekesalan yang terpendam begitu lama.</p>
<p>JIL memang sejak lama dibenci orang karena dianggap “sembarangan” dalam menafsirkan isi Al Quran dan mempertanyakan hal hal yang harusnya mutlak tidak didebat, bahwa Islam agama terakhir, Rasulullah SAW adalah yang terakhir dan Allah SWT adalah Tuhan yang kita yakini</p>
<p>Mas Ulil dalam wawancara kami juga menyatakan beliau sempat dianggap darahnya halal, karenanya banyak yang berusaha membunuh beliau.</p>
<p>Not the kind of life I’d call comfortable.</p>
<p>Dalam diskusi saya, sayapun berkesimpulan tidak setuju dengan pendekatan yang JIL ambil. Sama dengan pendapat yang dimiliki Akmal, BEDANYA, saya tidak mengharapkan JIL utk bubar. Sementara, Akmal dan #IndonesiaTanpaJIL ingin “mematikan” JIL.</p>
<p>Here’s  an illustration to explain my stand point :</p>
<p>Saya setuju saja dengan pernikahan sesama jenis, karena banyak sahabat saya yang gay dan saya rasa kalau 2 orang saling mencintai ya boleh boleh saja menikah.</p>
<p>Saya nggak ada urusan melarang mereka, karena itu kehidupan mereka. Namun saya, merasa itu disalahkan oleh agama. Tapi kalaupun ada dosa, itu ditanggung mereka dan saya rasa merekapun tahu resikonya.</p>
<p>Saya tidak paham kenapa ada yang benci gay dan lesbian. Bagi saya, ini adalah pilihan. Seperti saya yang memilih untuk lebih suka Jay Z dari pada Justin Bieber.</p>
<p>Orang yang suka Bieber, ya biarlah. Toh kalau mereka ingin meyakinkan saya untuk jadi belieber, pendirian saya teguh. Saya pilih Jay Z.</p>
<p>Kalau saya tidak ingin anak saya jadi gay, ya saya urus anak saya. Bukan melarang orang lain.</p>
<p>Jadi dalam hal ini, saya tidak setuju dengan beberapa pandangan JIL tapi saya tidak setuju dengan pendekatan #IndonesiaTanpaJIL</p>
<p>Saya tidak setuju dengan pembubaran karena tidak ada satupun yang bisa membunuh sebuah gagasan.</p>
<p>Kalau JIL bubarpun, akan lahir lagi dalam nama yang beda. Misalnya Neo JIL atau JIL perjuangan.</p>
<p>Lagipula, lawan ide dengan ide. Lawan gagasan dengan gagasan. Lawan buku dengan buku.</p>
<p>Jangan lawan ide dengan pemasungan.</p>
<p>Saya lebih senang kalau #IndonesiaTanpaJIL berkegiatan dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat, daripada “pembunuhan” kepada organisasi.</p>
<p>Tapi sekali lagi, itu keputusan teman teman di #IndonesiaTanpaJIL,  walau saya berseberang dengan mereka tapi mereka berhak memiliki pendapat itu.</p>
<p>Saya sempat katakan kepada Akmal, saya rasa kekesalan orang terhadap #IndonesiaTanpaJIL adalah karena mereka dianggap anti Liberalisme.</p>
<p>Dalam beberapa tweet, ada yang bilang “Para liberal tidak berani datang! Hapuskan liberal” dan semacamnya. Yang menurut saya aneh, karena Liberal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah”Bersifat bebas, Berpandangan bebas”</p>
<p>Dengan definisi tersebut, kita semua adalah penikmat liberalism. Termasuk yang tadi ngetweet “Hapuskan liberal” karena kebebasan dia berpendapat adalah karena praktek Liberalisme.</p>
<p>Dalam sejarahnya, Liberalisme hadir sebagai perlawanan terhadap sistem kerajaan dan sistem keagamaan yang mengekang.</p>
<p>Di buku The Future Of Freedom-nya Fareed Zakaria (editor newsweek international) dijelaskan bahwa &#8220;masalah&#8221; mulai muncul ketika dipisahkan antara State dan Church.</p>
<p>Constantine memindahkan pemerintahan dari Roma menuju kota yang kemudian dinamai Konstantinopel. Semua dibawa pindah termasuk segala perangkat pemerintahannya. Yg dia tinggal, adalah The Bishop of Rome.</p>
<p>Masing masing tumbuh dan menguatkan kuasanya dengan korban rakyat di bawahnya. Kondisi gereja inilah yang akhirnya melahirkan apa yang kita kenal dengan Kristen Protestan tapi dunia mengenalnya dengan Christianity yg jadi opsi terhadap mereka yang tidak setuju dengan Catholic pada jaman tersebut</p>
<p>Liberalisme lahir sebagai perlawanan dan membawa kebebasan kembali kepada rakyatnya. Liberalisme lahir untuk mengembalikan hak dasar manusia, di antaranya: Kebebasan berpendapat dan berasosiasi. Sesuatu yang dinikmati oleh teman teman #IndonesiaTanpaJIL</p>
<p>Akmal menjawab, “Kami tidak anti Liberal, kami anti Islam Liberal dan dengan itu kami anti terhadap organisasi yg mengusung dan menyebar luaskan Islam Liberal”</p>
<p>Saya tanya lagi “Kalau begitu mengapa kalian ikutan demo Anti Liberal?”</p>
<p>Akmal menjawab “Kami hanya berpartisipasi tapi juga menyayangkan terhadap penggunaan nama Anti Liberal”. Menurut Akmal, penggagas demo tersebut adalah FUI.</p>
<p>Akmal berargumen, lebih banyak yang mendukung #IndonesiaTanpaJIL daripada #IndonesiaTanpaFPI. Saya tanya data statistic jelasnya dari mana, Akmal kurang bisa memberikan jawaban yang memuaskan saya.</p>
<p>Sayapun bilang “Terus terang gue kuatir dengan ucapan elo tadi. Karena kalau ada 1 pihak bilang dia paling banyak dukungan dan yang lain tidak, maka nanti pihak yang lain akan berlomba lomba menambah dan menunjukkan banyaknya dukungan. Kemudian elo juga akan melawan dengan menambah dukunga. The next thing you know, you have a country devided in 2”</p>
<p>Terus terang, saya sedih.</p>
<p>Keinginan saya hanya satu, kita tidak berantem</p>
<p>Saya tidak ingin kita semua sependapat</p>
<p>Saya tidak ingin kita semua mempercayai hal yang sama, berkeyakinan yang sama.</p>
<p>Saya tetap ingin ada perbedaan</p>
<p>Yang saya tidak inginkan adalah, orang orang berantem gara gara perbedaan tersebut</p>
<p>Dari kecil, saya selalu berada di antara permusuhan Ayah dan Ibu saya di rumah.</p>
<p>Saya tidak benar benar di antara mereka berdua yang berantem, tapi kami tinggal di rumah yang sama.</p>
<p>Bahkan ketika berceraipun, saya masih ditengah tengah permusuhan mereka. Hanya saja jaraknya melebar. Tapi saya masih di tengah tengah.</p>
<p>Rasanya, sangat sangat tidak menyenangkan. Apalagi karena saya sangat menyayangi mereka berdua.</p>
<p>Hari ini, menjadi bagian dari bangsa Indonesia, saya merasakan hal yang sama.</p>
<p>Saya di tengah tengah, dan di sekeliling saya di rumah besar bernama Indonesia ini orang orang berantem.</p>
<p>Saya sangat menghormati Mas Ulil, bahkan saya sangat menggemari ngobrol dengan beliau. Sebagai teman diskusi, beliau membantu saya memahami banyak hal  terutama akan politik.</p>
<p>Saya berteman dengan Akmal, kami main basket bareng, kami sama sama suka NBA dan saya juga berteman dengan Anggy Umbara seorang Sutradara yang pernah kerja sama dengan saya dalam membuat iklan. I like them, they’re a great company.</p>
<p>Di antara mereka, saya seperti anak kecil yang menoleh ke atas sambil berkata lirih “why do you guys fight?”</p>
<p>………</p>
<p>Saya lelah melihat orang orang berpikiran tertutup.</p>
<p>Saya ingin melihat lebih banyak orang berpikiran terbuka, dalam arti saya mungkin tidak setuju dengan pendapat anda, tapi saya bisa menerima. Saya tidak harus keras melawan pendapat anda. Dan kita bisa terus berteman.</p>
<p>Indonesia, terutama di twitter, penuh dengan orang orang keras yang gatal kalau bertemu dengan orang lain yang beda pendapat. Gatal ingin membenarkan.</p>
<p>Selesai wawancara ini, twitter ramai membahas ini dan itu.</p>
<p>Mereka yang mendukung JIL kecewa dan mencap saya tidak seimbang, mencap saya fundamentalis, mencap saya licik dan lain lain.</p>
<p>Saya tidak kesal, bukan itu yang ingin saya bahas.. yang ingin saya bahas adalah bahwa ternyata simpatisan JIL sama insecurenya dengan simpatisan #IndonesiaTanpaJIL</p>
<p>Waktu saya wawancara JIL tanpa ada pihak lain untuk menyeimbangkan, saya dihajar bertubi tubi oleh mereka yang kontra JIL</p>
<p>Waktu saya wawancara pihak kontra JIL tanpa ada pihak JIL untuk menyeimbangkan, ternyata saya juga dihajar bertubi tubi para simpatisan JIL</p>
<p>Ternyata, kelakuan mereka sama.</p>
<p>Santai aja lah, saya berhak untuk wawancara siapapun dan saya memang berteman dengan siapapun.</p>
<p>Saya tidak pilih pilih dalam berteman, tapi saya juga tidak serta merta bisa dicap sama dengan mereka.</p>
<p>Saya berteman dengan atlet tidak lantas membuat saya jadi atlet.</p>
<p>Saya berteman dengan model tidak lantas membuat saya jadi model.</p>
<p>Saya berteman dengan Mas Ulil tidak lantas membuat saya jadi JIL</p>
<p>Saya berteman dengan Akmal tidak lantas membuat saya menjadi #IndonesiaTanpaJIL.</p>
<p>Santai.</p>
<p>Ga perlu panik</p>
<p>Ga perlu marah marah</p>
<p>Im talkin to both of you, JIL and IndonesiaTanpaJIL supporters</p>
<p>You both turned out to be one of a kind.</p>
<p>You both are bigots in your own way. You are bigots, fanatics in what you both believe in because you hate those who oppose you. You hate them enough for you to say bad things about them.</p>
<p>And you DID say bad things about each other, I know, i read your tweets <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya berusaha untuk tidak benci siapapun.</p>
<p>Mungkin karena hidup saya terlalu bahagia untuk saya rusak sendiri dengan repot repot membenci orang.</p>
<p>Its okay, you both can hate me</p>
<p>At least you have 1 thing in common</p>
<p>Who knows, maybe it’ll grow into more things in common</p>
<p>Who knows, maybe you wouldn’t have to fight each other</p>
<p>Who knows, we may have peace after all</p>
<p>Who knows..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/tanpajil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan masalah nonton apa, tapi sama siapa.</title>
		<link>http://www.pandji.com/rp/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/rp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 13:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3490</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali nonton Russel Peters, saya kagum Ketawa, tapi juga sambil kagum Komika satu ini ceruknya membicarakan ras, dan pemahamannya akan berbagai macam ras, sangat menarik untuk diikuti. Act outnya pol, riffingnya gokil. I enjoyed his performance. Maka ketika dapat kabar dia akan datang ke Indonesia via twitter, saya langsung meminta manajemen untuk mencari tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama kali nonton Russel Peters, saya kagum Ketawa, tapi juga sambil kagum</p>
<p>Komika satu ini ceruknya membicarakan ras, dan pemahamannya akan berbagai macam ras, sangat menarik untuk diikuti.</p>
<p>Act outnya pol, riffingnya gokil. <em>I enjoyed his performance.</em></p>
<p>Maka ketika dapat kabar dia akan datang ke Indonesia via twitter, saya langsung meminta manajemen untuk mencari tahu siapa yang membawa Russel Peters dan agar manajemen menawarkan saya untuk jadi pembuka. Ketika ditemukan ternyata Ismaya, saya langsung memberikan DVD Bhinneka Tunggal Tawa kepada mereka dengan harapan saya dianggap pantas untuk membuka Russel Peters.</p>
<p>Usaha saya, ditanggapi positif. Saya diminta untuk mengosongkan jadwal pada tanggal 10 Mei, tanggal pertunjukan Peters dilaksanakan. Walau belum tanda tangan kontrak, saya cukup yakin akan diterima. Bahkan saking yakinnya, saya tidak ikut mengantre untuk membeli tiket.</p>
<p><em>Its not that im cocky or anything, I was so sure. I think im qualified, and I put effort to make sure I can be affiliated with this show</em></p>
<p>Kabar datang bahwa Peters bawa pembuka, tidak apa. Saya ditawarkan untuk jadi “penghangat” di panggung luar bersama beberapa komika lain. Selain dibayar saya juga mendapat 2 tiket Silver Class. Keyakinan saya terbuktikan. Saya menghubungi istri, Gamila membawa kabar bahwa kami dipastikan akan nonton. <em>She was excited</em>.</p>
<p>Hingga suatu hari, representasi manajemen saya bernama Anes tiba tiba menelfon. Dia sedang bersama pihak Ismaya, bersiap siap untuk menanda tangani kontrak kerja ketika dia menemukan sebuah fakta: Sponsor acara Russel Peters World Tour adalah merk rokok.</p>
<p>Sejak yayasan pita kuning anak Indonesia saya dirikan bersama teman teman, saya tidak pernah lagi mengambil pekerjaan untuk merk rokok. Selain karena tidak etis mengingat rokok adalah salah satu faktor pemicu kanker, juga karena bertolak belakang dengan keyakinan saya yang tidak merokok ini. Berat memang dari sisi penghasilan karena banyak sekali potensi pekerjaan datang dari acara acara yang disponsori rokok. Tapi itulah keputusan yang saya ambil dengan segala kebaikan dan keburukannya</p>
<p>Terpaksa, saya minta Anes untuk menyatakan permohonan maaf kepada Ismaya dan mengundurkan diri. Dengan itu otomatis, saya batal mendapatkan tiket Russel Peters. Ketika saya cerita ke Gamila, dia tidak tampak sedih. Biasa saja. “Ya sudahlah” katanya. Saya dengar tiket sudah habis, kalaupun ada dari calo dan saya tidak pernah beli dari calo. Beberapa komika lain yang kerja di acara Peters dapat jatah tiket gratis, tapi tiket jatah mereka sudah diberikan kepada yg lain. Akhirnya saya menerima kenyataan tidak akan menonton. Pahit, tapi ya sudahlah..</p>
<p>Hari ini, saya seharian di Plaza Senayan karena ada sejumlah rapat yg sengaja saya kumpulkan di tempat tesebut. Agak sempaut kalau harus muter muter kota. Plaza Senayan ini tidak jauh dari Istora Senayan tempat Russel Peters World Tour dilaksanakan. Sore hari setelah rapat, saya dapat pesan whatsapp dari Boris (Boris Bokir komika asal Bandung dengan persona Batak, peserta Stand-Up Comedy Indonesia KompasTV musim II) bahwa 2 tiket Silver Classnya tidak dipakai. Saya langsung hubungi dan menyatakan akan membeli dari Boris. Borispun memberikan harga normal. Kalau dia dapatkan tiket itu secara gratis, sudah untung besar. Hehehe.. Setelah dapat info tersebut, saya langsung telfon Gamila</p>
<p>“Mil, aku dapat tiket Silver Class 2 untuk Russel Peters! Nonton yuuk!”</p>
<p>“Aku nggak bisa, nggak ada yg jagain Shira..”</p>
<p>Shira adalah anak kami yang ke 2, anak perempuan berusia 6 bulan</p>
<p>“Kamu nonton aja sendiri gapapa…” Tidak terdengar nada sedih, bahkan justru tenang. Terlalu tenang. Ketenangannya mengganggu benak saya.</p>
<p><em>I know she’s a huge fan of Russel Peters</em>. Setiap kali kami nonton DVD <em>“Red, White, Blue and Brown”</em> Gamila selalu ngakak sambil memaki maki Peters, hehehe. Dia harusnya kecewa tapi tadi tidak terdengar, pasti dia menahan supaya saya bisa nonton dengan tenang.. Tapi saya tahu, kalaupun saya nonton rasanya tidak akan tenang, tidak akan nyaman, mengingat sahabat anda yang juga sangat menggemari Russel Peters tidak bersama anda</p>
<p>Saya sms dia <em>“It doesn’t feel right going without you, should I cancel it?”</em></p>
<p>Ini balasannya via whatsapp..</p>
<p><em>&#8220;Do what feels right to u. I have a huge respect for Russell Peters, it&#8217;s almost as if he was my long lost friend. Sayang banget kalau kedatangan dia nggak bisa diapresiasi dgn hadirnya aku di sana. But i made peace to myself. I said my &#8220;see you later&#8221; in my own way. I believe I&#8217;m doing the right thing. I may not be able to explain what I&#8217;m doing.</em></p>
<p><em>But deep in my soul, my brain telling me, I have to do this: not watch RP, take care of the kids. Ini ada suster pengganti yg ternyata belum pernah kerja jadi baby sitter sebelumnya. Wati (PRT kami) bisa banget tapi dia nggak mungkin sendirian. Kamu mah terserah mau apa. Aku masih bisa Mempertahankan benteng di sini. Kamu masih bisa bertualang di lini depan. I can handle this.&#8221;</em></p>
<p>Selesai membaca itu, saya putuskan. Saya ingin pulang.</p>
<p>Saya batalkan menonton Russel Peters. <em>She wants to hold the fort, I’ll stand beside her. We’re a couple, partners. I should be by her side. She sacrificed and so I have to repay her</em></p>
<p>Saya serahkan tiketnya kepada Adik saya. Dia bertanya “Udah lah gapapa.. Gue juga ga nonton sama istri gue..” . “Iya, tapi bedanya istri lo emang ga suka stand-up comedy, nah ini Gamila suka banget Russel Peters” jawab saya.</p>
<p>Maka pulanglah saya, di jalan saya tidak bisa menahan membayangkan seperti apa pertunjukkan Russel Peters.</p>
<p>Dia adalah komika kelas dunia pertama yang datang ke Indonesia.</p>
<p>Mungkin dia tidak akan kembali lagi.</p>
<p>Mungkin saya tidak akan dapat kesempatan yang sama lagi.</p>
<p>Malam ini setelah anak anak tidur, kayaknya saya akan nonton DVD Russel Peters lagi bersama istri saya DVD yang sudah kami tonton berkali kali</p>
<p><em>Its going to be the same set </em></p>
<p><em>Same jokes </em></p>
<p><em>Same improvs </em></p>
<p><em>Same laughters </em></p>
<p><em>But its okay coz its not about the show, its the company</em></p>
<p>Bukan masalah nonton apa, tapi sama siapa.<br />
 <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/rp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Info Merdeka Dalam Bercanda Comedy Tour</title>
		<link>http://www.pandji.com/info-merdeka-dalam-bercanda-comedy-tour/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/info-merdeka-dalam-bercanda-comedy-tour/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 09:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3485</guid>
		<description><![CDATA[Di atas adalah poster untuk Merdeka Dalam Bercanda Comedy Tour Tur stand-up solo terbesar tahun ini Ada 12 kota destinasi dan kemungkinan akan nambah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/05/20120501-164814.jpg"><img src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/05/20120501-164814.jpg" alt="20120501-164814.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<p>Di atas adalah poster untuk Merdeka Dalam Bercanda Comedy Tour<br />
Tur stand-up solo terbesar tahun ini<br />
Ada 12 kota destinasi dan kemungkinan akan nambah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/info-merdeka-dalam-bercanda-comedy-tour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Interview</title>
		<link>http://www.pandji.com/the-interview/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/the-interview/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 18:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3467</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali saya melakukan ini, alasannya adalah karena iseng bercampur aduk dengan putus asa. Tidak ada media yang mau mewawancara saya, lama lama dipikir saya wawancara diri sendiri saja. Toh blog adalah media yang saya miliki. Ternyata banyak sekali yang suka karena mereka terhibur dengan keanehan saya mewawancara diri saya sendiri Yang belum baca, silakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertama kali saya melakukan ini, alasannya adalah karena iseng bercampur aduk dengan putus asa.</strong></p>
<p><strong>Tidak ada media yang mau mewawancara saya, lama lama dipikir saya wawancara diri sendiri saja. Toh blog adalah media yang saya miliki.</strong></p>
<p><strong>Ternyata banyak sekali yang suka karena mereka terhibur dengan keanehan saya mewawancara diri saya sendiri</strong></p>
<p><strong>Yang belum baca, silakan baca dulu di <a href="http://www.pandji.com/albumterbaru/">sini</a></strong></p>
<p><strong>Sekarang, wawancara imajiner ini kembali dalam rangka album ke 4 berjudul 32.</strong></p>
<p><strong>Selamat menikmati <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>____________________________________________________________________________________________</p>
<p>Pandji Presenter (PP): Apa kabar Pandji, terima kasih sudah menyetujui undangan wawancara ini, saya tahu anda pasti sibuk</p>
<p>Pandji Rapper(PR): Kabar baik, sama sama.. Saya selalu senang diwawancara oleh anda, pertanyaan anda bagus bagus. Kalau saya jadi anda, pertanyaan demikianlah yang akan saya tanyakan</p>
<p>PP: Hehehehe seakan akan mewawancarai diri sendiri ya..</p>
<p>PR: Begitulah..</p>
<p>PP: Sejak terakhir kali saya mewawancarai anda, sudah ada banyak perubahan..</p>
<p>PR: Cukup banyak, perubahannya sekitar 8 kg..</p>
<p>PP: Maksud saya dari sisi kesibukan</p>
<p>PR: Oooh&#8230; awkward -_-*</p>
<p>PP: Saat itu, anda belum menjadi seorang komika (sebutan bahasa Indonesia untuk comic atau stand-up comedian &#8211; red), anda sudah menulis buku tapi belum meledak sebagaimana NASIONAL.IS.ME begitu diminati di seluruh Indonesia. Anda belum punya Random Creative House yang memproduksi acara acara TV seperti Provocative Proactive dan kini saya dengar ada 2 proyek program TV akan jalan.. Anda juga punya perusahaan <a href="http://kolamkomik.wordpress.com">penerbitan komik digital </a>. Anda juga sudah punya 2 anak skarang. Banyak yang berpikir kesibukan kesibukan baru ini, terutama di stand-up comedy, anda mulai meninggalkan hiphop</p>
<p>PR: Cukup bisa dipahami, saya dari 2008, 2009, 2010 selalu meluncurkan album dan 2011 orang pikir saya tidak meluncurkan album baru. Padahal saya meluncurkan DVD saya yang pertama sekalian dengan peluncuran album fisik MERDESA Deluxe Edition. Juga selain itu, saya merasa sayang karena album ke 3 materinya bagus. Saya kuatir dengan keluarnya album 4 terlalu dekat, lagu lagu dari album ke 3 belum maksimal dikenalkannya</p>
<p>PP: Ini adalah tahun ke 5 anda berkarya di dunia hiphop. Terbayangkah akan sejauh ini?</p>
<p>PR: Terus terang saya malah targetnya akan berkarya di hiphop selama 1 dekade. Pada 2018 saya harusnya rilis album terakhir saya.</p>
<p>PP: Itu berarti anda akan berumur 39 tahun. Memang rapper ada yang umurnya segitu?</p>
<p>PR: Silakan google nama Jay-Z. Saya tidak punya cukup waktu untuk menerangkan..</p>
<p>PP: Okay, sebentar&#8230;</p>
<p>PR: &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>PP: &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>PR: Udah belum?</p>
<p>PP: Belum ini&#8230; koneksi lama..</p>
<p>PR: Ya intinyaaaaaa -_-* Saya akan terus berkarya dan walau umur akan 39 pada saat itu, yang penting adalah pesan dalam lagu saya dan relevansinya dengan umur saya. Mana mungkin saya di umur 39 tahun akan ngerap soal bolos sekolah..</p>
<p>PP: Tapi melihat 5 tahun berkarya ini, apakah anda cukup merasa sukses untuk bertahan dan terus berkarya? Banyak orang membecandai anda tidak laku. Bahkan anda sendiri sering bercanda dan berkata anda nggak laku. Kalau nggak laku, buat apa bikin album lagi?</p>
<p>PR: My music isnt for 100.000 Lambs. It is for 100 Lions.</p>
<p>PP: &#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>PR: Paham?</p>
<p>PP: Sebentar ini lagi saya google translate kalimat tadi&#8230;.</p>
<p>PR: -_-*</p>
<p>PP: Anda berusaha untuk menjelaskan bahwa musik anda memang bukan untuk semua orang.. Bukan untuk ratusan ribu domba tapi hanya untuk ratusan singa.</p>
<p>PR: Betul. Saya sebenarnya tidak perlu menjelaskan lagi mengenai makna kesuksesan bagi saya. Apalagi kepada anda karena di wawancara sebelumnya saya pernah menerangkan itu kepada anda..</p>
<p>PP: Oiya ya? &#8230;&#8230;.</p>
<p>PR: Nggak usah di-google -_-* Intinya begini, kalau anda bertemu dengan seorang musisi, yang musiknya berisi tentang kritik terhadap DPR (DPR, 2010), tentang kebenaran dibalik pembajakan (Bajak Lagu Ini, 2008), tentang makna kebahagiaan yang datang dari kesederhanaan (Kesederhanaan, 2009), lalu lagu lagu tentang semangat kebangsaan (Untuk Indonesia, 2008. GBK, 2009. Menoleh, 2010) maka anda akan paham bahwa saya bermusik bukan untuk jualan. Tapi untuk berekspresi dan untuk menyampaikan pesan. Mana ada ceritanya lagu lagu seperti tadi masuk Dahsyat dan Inbox. Manalah mungkin lagu macam &#8220;Atas Nama Kebenaran&#8221; yang berisi tentang Polisi korup akan jadi nomor 1 di tangga lagu radio? Berapa banyak sih yang suka lagu lagu semacam itu ketimbang lagu lagu yang isinya tentang cinta. Sekalinya ada lagu saya yang berkaitan dengan cinta, pasti isinya sex (Super Sugarcane Man, 2009) atau perselingkuhan (Mulanya Biasa Saja, 2008) , sex dan perselingkuhan (Babyplum, 2009) dan mentok mentok tentang pernikahan (Calvin N Susie, 2009).</p>
<p>PP: Oiya, ini di google tertulis bahwa anda pernah berkata di wawancara kita 3 tahun yang lalu bahwa kalau anda ingin kaya dari musik maka anda akan jadi penyanyi dangdut..</p>
<p>PR: -_-* tetep loh di google..</p>
<p>PP: Hehehehe</p>
<p>PR: Mereka yang menggemari lagu saya, jelas sekali tipikalnya seperti apa. Mereka adalah orang orang dengan pola pikir dewasa, optimims dan memiliki kecintaan yang besar terhadap Indonesia. Memaksakan musik saya kepada mereka yang hanya senang dengan lagu lagu cengeng atau mereka yang hanya ingin mendengar lagu tentang jatuh cinta berjuta rasanya, tentu bukanlah hal yang bijak. Itulah mengapa saya tadi berkata &#8220;My music isnt for 100.000 Lambs. It is for 100 Lions&#8221;.</p>
<p>PP: Itu analogi yang anda ambil dari idiom &#8220;Lions for Lambs&#8221; ya? Tentang ucapan orang Jerman mengenai tentara Amerika? Orang Jerman sering menggambarkan tentara Amerika sebagai Singa Singa yang dipimpin para domba..</p>
<p>PR: Benar sekali, tau dari mana anda? Saya tebak! Pasti google.</p>
<p>PP: Bukan, dari altavista.</p>
<p>PR: Ha? Emang masih ada?</p>
<p>PP: Engga deeeeng, dari google..</p>
<p>PR: Ini&#8230; -_-* aneh amat deh lo..</p>
<p>PP: Kembali ke pertanyaan, kalau misalnya tolok ukur sukses anda bukan dari penjualan album atau dari terkenal atau tidaknya anda sebagai rapper, lalu bagaimana anda mengukur sukses secara musik?</p>
<p>PR: Dari pencapaian dan dari pengakuan orang orang yang saya hormati. Contoh, dari sisi pencapaian saya bangga menjadi solois pertama yang dipercaya untuk mengisi panggung utama Soulnation selama 3 tahun penyelenggaraan. Waktu itu di tahun 2010</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3492.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3471" title="IMG_3492" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_3492.jpg" alt="" width="768" height="512" /></a></p>
<p>Bahkan saya bangga atas kesediaan Iwa K yang notabene merupakan pahlawan musik hiphop dan legenda musik Indonesia untuk mau featuring dengan saya di panggung Soulnation. Juga Denada yang kembali dari pensiunnya di dunia hiphop dan ngerap bersama saya membawakan &#8220;Kujelang Hari&#8221;</p>
<p>Setahun sebelumnya di Soulnation 2009, saya juga mendapatkan kehormatan luar biasa ketika panggung saya menjadi panggung dengan penonton terbanyak</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_23351.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3473" title="IMG_2335" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_23351.jpg" alt="" width="800" height="533" /></a></p>
<p>Tahun ini, baru saja kemarin saya dipercaya untuk mengisi panggung Konser Kemanusiaan Untuk Indonesia Timur yang dikerjakan teman teman VOTE di Alun Alun Kidul Yogyakarta. Nama nama pengisi panggungnya kaliber nasional seperti Slank, Shaggy Dog, SID, Glenn Fredly, Tompi dan Ras Muhammad..</p>
<p>Bahkan kalau dipikir pikir, bangga juga rasanya lagu saya pernah jadi sejenis theme song untuk salah satu gerakan sosial terbesar, #IndonesiaUnite</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/front1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3476" title="front" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/front1.jpg" alt="" width="496" height="604" /></a></p>
<p>Dari sisi pengakuan saya bangga karena diajak Glenn Fredly dalam konser solo-nya di Jakarta Convention Center, diajak Slank manggung untuk ngerap dalam lagu mereka</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_2141.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3474" title="IMG_2141" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG_2141.jpg" alt="" width="719" height="600" /></a></p>
<p>Diajak featuring dalam album teman teman musisi dari BLP hingga Kahitna, juga bentuk pengakuan dari musisi yang saya hormati. Kesediaan Abdee Slank dan Denada juga Tompi, Angga Maliq &amp; D&#8217;Essentials, Endah N Rhesa, Soul ID, Saykoji, serta masih banyak lagi dalam mengisi panggung bersama saya juga membuat saya merasa diterima di dunia musik Indonesia. Ngomong ngomong diterima, saya jadi ingat kemarin waktu manggung di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono ke 10 menonton dari samping panggung. Setelah manggung, saya melempar kaos saya ke penonton dan keluar panggung telanjang dada, entah ada apa, mungkin kaget mendengar ada rapper yang ngerap tentang Indonesia dan semangat kepahlawanan, beliau sekonyong konyong berdiri dari kursinya dan menghampiri saya. Tangan beliau terjulur mengajak salaman, sementara refleks saya menutup dada saya yang kemana mana.. kaget dan malu.. hehehe</p>
<p>Nah, berbicara mengenai Yogyakarta, saya mau cerita sedikit untuk menggambarkan makna sukses, teman teman saya dari Rotra, Jahanam, bersama Kill The DJ dalam Jogja Hiphop Foundation mungkin tidak pernah anda lihat rutin di Dahsyat, Inbox dan sejenisnya. Secara pemasukan mungkin tidak sefenomenal Afgan atau Vidi Aldiano, tapi musik mereka yang berkarakter membawa mereka bolak balik tur ke Amerika Serikat. Bahkan banyak rapper terkenal Indonesiapun belum dapat undangan untuk tur ke Amerika Serikat.</p>
<p>Di sini saya berusaha menggambarkan bahwa sukses itu berbeda untuk setiap orang. Untuk saya, anda, JHF, Iwa K, Soul ID, Saykoji, JFlow, Kojek, dll. Pahami apa yang jadi target anda, dan kejarlah. Jangan teralihkan oleh gemerlap yang lain.</p>
<p>PP: &#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>PR: Kenapa anda diam?</p>
<p>PP: Enggak, ini kenapa pas anda ngomong lalu foto foto pada bermunculan gini?</p>
<p>PR: Oooh, sengaja saya munculkan. Kan kalo kata anak kaskuser &#8220;no pic = hoax, gan!&#8221; hehehe</p>
<p>PP: Ngomong ngomong soal pengakuan anda juga dipuji oleh Pak Hermawan Kertajaya ya&#8230;</p>
<p>PR: Iya, tapi itu karena strategi pemasaran musik saya untuk album Merdesa</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/Pandji-Pragiwaksono-Rilis-Album-Merdesa_articleimage.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3477" title="HK" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/Pandji-Pragiwaksono-Rilis-Album-Merdesa_articleimage.jpg" alt="" width="577" height="401" /></a></p>
<p>PP: Boleh diterangkan?</p>
<p>PR: Intinya, saya merilis album secara gratis di tahun 2010. Namun walaupun gratisan, saya tetap mendapatkan pemasukan uang dari gratisan tersebut. Ini metoda yang saya sebut &#8220;Free Lunch Method&#8221;. Dalam 10 hari, saya mendapatkan Rp 100.000.000,-</p>
<p>PP: Seratus juta rupiah????</p>
<p>PR: Iya, dalam 10 hari. Tapi jangan fokus pada uang yang saya dapatkan, fokus pada kenyataan bahwa musik saya sangat ceruk, sangat idealis, tapi justru saya bisa hidup dari idealisme tersebut tanpa harus kompromi kepada pasar, tanpa harus ikut ikutan trend, tanpa harus &#8220;jualan&#8221;, tanpa harus meninggalkan karakter kita</p>
<p>PP: Di mana saya bisa membaca lebih detil tentang Free Lunch Method ini?</p>
<p>PR: Anda bisa baca di <a href="http://www.pandji.com/FL/">sini </a></p>
<p>PP: Apakah metoda yang sama akan anda praktekkan pada album ke 4?</p>
<p>PR: Iya, saya akan kembali lakukan hal yang sama. Bedanya adalah, di album ke 3 kemarin saya merilis seluruh lagu pada hari yang sama. Untuk kali ini, saya akan merilis 2 lagu per bulan. Agar saya bisa fokus dalam mempromosikan isi dari setiap lagu, dan agar orang bisa lebih terikat untuk kembali setiap bulan. Karena saya akan merilis total 14 lagu dalam 7 bulan. Setiap bulan rilis 2 lagu yang berbeda. Di bulan ke 7 yaitu November, saya akan bikin konser hiphop yang rencananya untuk kapasitas 400 penonton.</p>
<p>PP: Anda tidak akan mengisi di Soulnation 2012?</p>
<p>PR: Selama Soulnation disponsori rokok saya tidak akan jadi pengisi di sana, palingan hanya featuring membantu teman teman musisi..</p>
<p>PP: Berbicara mengenai album ke 4, saya dengar judul albumnya &#8220;32&#8243;. Apa konsep di balik judul tersebut?</p>
<p>PR: Betul, album ke 4 saya judulnya 32. Intinya mengenai perjalanan dan pemikiran selama hidup 32 tahun dan juga berkaitan dengan 32 tahun era Soeharto yang tersisa hingga hari ini. Saya satu hari menyadari bahwa sepanjang hidup saya berada di dalam era Soeharto dan selepasnyapun hidup saya masih terimbas dampak sosial dari era tersebut.</p>
<p>PP: Berarti penikmat musik anda akan bertemu dengan lagu lagu refleksi hidup anda dan juga pada album yang sama akan mendengarkan lagu lagu tajam bertema sosial &#8211; politik ?</p>
<p>PR: Betul sekali, sebagai gambaran: &#8220;Selamat Pagi&#8221;, &#8220;Lagu Putus&#8221;, &#8220;Bertahanlah&#8221;, &#8220;Ode Untuk Ayah&#8221;, &#8220;Ge er&#8221;, adalah lagu lagu yang berkaitan dengan perjalanan hidup saya hingga sampai kepada lagu &#8220;Sahabatku&#8221; tentang mereka yang menemani saya selama 5 tahun. Kemudian lagu seperti &#8220;Berani Mengubah&#8221;, &#8220;Terjebak&#8221;, &#8220;Menolak Lupa&#8221;, &#8220;Indonesia Free&#8221;, &#8220;Demokrasi Kita&#8221; bertema sosial politik</p>
<p>PP: Nah, kebetulan, saya dengar bahwa lagu &#8220;Indonesia Free&#8221; dan &#8220;Demokrasi Kita&#8221; adalah sebenarnya pidato Mohammad Hatta? Mengapa anda memutuskan untuk memasukannya ke album anda dalam bentuk lagu hiphop?</p>
<p>PR: Karena anak anak muda Indonesia kurang gemar membaca dan akhirnya tidak pernah tahu pernah ada 2 pidato hebat dari orang yang juga hebat. Mereka bisa saja tidak akan tahu bahwa isi dari 2 pidato tersebut ternyata relevan sekali dengan kehidupan kita hari ini.</p>
<p>&#8220;Indonesia Free&#8221; asalnya dari pidato pembelaan &#8220;Indonesia Vrij&#8221; yang Hatta dengan lantang bacakan di hadapan persidangan Belanda di mana pemerintah Belanda menganggap tulisan tulisan Hatta adalah bentuk pembangkangan. Bayangkan, di sidang di Belanda, dikelilingi orang orang Belanda, Hatta melemparkan pledoi yang tajam dan bisa jadi merupakan pidato yang membawa nama Hatta tersebar ke seluruh pelosok Bumi. Dalam pidato tersebut, Hatta menyindir Belanda yang merayakan kemerdekaannya di negara yang dia jajah. Hatta berkata, aneh rasanya negara mengaku menjunjung tinggi kebebasan tapi ternyata hanya mempraktekkan secara internal tapi tidak mempraktekkan secara internasional, terbukti dengan penjajahan mereka atas Indonesia. Hatta juga menyatakan bahwa siapapun akan membuka terhadap perdagangan selama dilakukan secara adil tanpa praktek kecurangan. Masih banyak lagi isi pidato Hatta tersebut yang relevan kalau kita bandingkan dengan Indonesia hari ini, tapi terhadap negara yang berbeda <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pidato &#8220;Demokrasi Kita&#8221; juga relevan sekali dengan hari ini di mana Hatta berkata, Demokrasi kita terbelenggu kebebasan kita yang kebablasan. Bagaimana politisi dan pertarungan mereka melupakan 1 hal yang justru terpenting yaitu rakyat.</p>
<p>PP: Dalam juga lagu lagu anda ya.. apa kendala yang anda temukan dalam menulis lagu tersebut?</p>
<p>PR: Kedua pidato tersebut teramat panjang, sehingga saya harus bisa memilih bagian yang tepat untuk masuk dan lebih ribet lagi, pidato itu ditulis tidak dengan rima. Lagu Indonesia Free lebih rumit lagi karena aslinya ditulis dalam bahasa Belanda, saya harus melakukan alih bahasa ke Bahasa Indonesia kemudian mengubah menjadi Bahasa Inggris.</p>
<p>PP: Lagu.. umm.. &#8220;Ode Untuk Ayah&#8221; ini untuk Ayah anda tentunya?</p>
<p>PP: Betul, saya tulis di malam setelah almarhum saya makamkan..</p>
<p>PP: Tentu emosional..</p>
<p>PR: Tentu, ketika menulis emosional. Ketika rekaman juga emosional. Di akhir verse pertama terdengar saya menjauh dari mikrofon karena takut terdengar suara saya yang mulai bergetar..</p>
<p>PP: Oooooh, so sweet.. sini saya peluk</p>
<p>PR: -_-*</p>
<p>PP: Ada featuring siapa sajakah di album ini?</p>
<p>PR: Ada Ryan Valentinus, Abenk Ranadireksa..</p>
<p>PP: Abenk Soulvibe?</p>
<p>PR: Iya betul.. Juga ada Teddy Adhitya dari BoyzIIBoyz dan merupakan vokalis dari Barry Likumahuwa Project. Ada Davinaraja dari The Extralarge, ada Reptamasta dari Yogyakarta dan tentunya Gamila Arief</p>
<p>PP: &#8230;&#8230;..</p>
<p>PR: Kok diem lagi? Lagi nge-google apa?</p>
<p>PP: Enggak, sudah selesai wawancaranya..</p>
<p>PR: Sudah selesai?</p>
<p>PP: Iya sudah</p>
<p>PR: Kok abisnya gitu doang, apa kek ditutup pake terima kasih kek, tanya kalimat penutup kek..</p>
<p>PP: Oiya, ada kalimat penutup untuk pembaca?</p>
<p>PR: If you&#8217;ve been waiting for my new album, wait no more. <strong>Album ke 4 saya akan rilis mulai tanggal 21 Mei 2012</strong>. Nantikan di akun @pandjimusic kalau ingin tahu harus kemana untuk mengunduh gratis lagu lagu tersebut</p>
<p>PP: Permisi, numpang nanya&#8230;</p>
<p>PR: Iya?</p>
<p>PP: Dari sini kalau mau pulang ke arah Rawamangun naik angkot nomor berapa ya..</p>
<p>PR: &#8230;&#8230;.</p>
<p>PP: Kok diem?</p>
<p>PR: LAGI NGE-GOOGLE! -_-*</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PP:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/the-interview/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karya saya&#8230;</title>
		<link>http://www.pandji.com/mdb/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/mdb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 14:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3463</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang yang gemar membaca buku, tentu menerbitkan buku sendiri adalah sesuatu yang tak tergambarkan rasanya Setelah NASIONAL.IS.ME yang disambut dengan baik oleh pembaca, kini MERDEKA DALAM BERCANDA melanjutkan kerja sama antara saya dan Bentang Pustaka. MDB adalah catatan perjalanan kebangkitan Stand-Up Comedy di Indonesia, lengkap dengan foto dan ilmu bagi mereka yang ingin menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/photo1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3464" title="photo" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/photo1.jpg" alt="" width="768" height="576" /></a></p>
<p>Sebagai orang yang gemar membaca buku, tentu menerbitkan buku sendiri adalah sesuatu yang tak tergambarkan rasanya</p>
<p>Setelah NASIONAL.IS.ME yang disambut dengan baik oleh pembaca, kini MERDEKA DALAM BERCANDA melanjutkan kerja sama antara saya dan Bentang Pustaka.</p>
<p>MDB adalah catatan perjalanan kebangkitan Stand-Up Comedy di Indonesia, lengkap dengan foto dan ilmu bagi mereka yang ingin menjadi seorang komika (sebutan comic dalam bahasa Indonesia) termasuk bagaimana sebaiknya memulai, dan bagaimana kalau ingin mempersiapkan Stand-Up Special.</p>
<p>Harusnya, MDB sudah tersedia di toko toko buku seluruh Indonesia, namun kalau ternyata susah ditemukan, jangan kuatir.</p>
<p>Teknologi hadir untuk memudahkan <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anda bisa beli online di <a href="http://pandji.multiply.com/products/listing/10015/MERDEKA_DALAM_BERCANDA">sini</a> dan bukunya akan dikirim langsung ke rumah. Kalau mau gratis ongkos kirim belanjanya di atas Rp 100.000,-</p>
<p>Jadi sekalian aja beli album saya atau buku saya yang lain, hehehe</p>
<p>Selamat mencari dan selamat membaca</p>
<p>Selama anda membaca, saya sekarang mulai menulis buku ke 3 saya yang rencananya akan terbit Oktober sekitar Sumpah Pemuda.</p>
<p>Buku ke 3 ini adalah kelanjutan dari NASIONAL.IS.ME</p>
<p>Cukup segitu informasinya, biar penasaran</p>
<p>Akhir kata, terima kasih telah memberi saya semangat untuk terus berkarya, dengan anda menghargai karya saya <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/mdb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bantu Memfasilitasi</title>
		<link>http://www.pandji.com/bantu-memfasilitasi/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/bantu-memfasilitasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3458</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya ingin serius, saya menggunakan musik sebagai sarana Ketika saya ingin bercanda, saya menggunakan komedi tunggal sebagai sarana Ketika saya ingin menyampaikan pemikiran mendalam, saya menulis buku sebagai sarana Saya beruntung Ibu tidak pernah menghalangi saya ketika kecil dalam mengeksplorasi diri, sehingga kini saya bisa manfaatkan semaksimal mungkin apapun kebisaan saya. Saya akan lakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika saya ingin serius, saya menggunakan musik sebagai sarana</p>
<p>Ketika saya ingin bercanda, saya menggunakan komedi tunggal sebagai sarana</p>
<p>Ketika saya ingin menyampaikan pemikiran mendalam, saya menulis buku sebagai sarana</p>
<p>Saya beruntung Ibu tidak pernah menghalangi saya ketika kecil dalam mengeksplorasi diri, sehingga kini saya bisa manfaatkan semaksimal mungkin apapun kebisaan saya.</p>
<p>Saya akan lakukan hal yang sama kepada anak anak saya.</p>
<p>Biarkan mereka serap dan pelajari apapun kebaikan yg mereka minati<br />
Kita hanya bisa bantu memfasilitasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/bantu-memfasilitasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>116</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di tangan para pemeluknya&#8230;</title>
		<link>http://www.pandji.com/islam/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 17:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3443</guid>
		<description><![CDATA[Islam, mungkin dibandingkan banyak agama lain, sekarang ini namanya relative tercoreng “Berkat” kegiatan terorisme yang dikaitkan dengan agama, belakangan ini Islam identik dengan terorisme. Juga terutama di Indonesia, “berkat” poligami yang dilakukan dengan suka cita oleh beberapa pria berhasrat besar, memberi kesan Islam tidak memberikan hak imbang terhadap perempuan. Sebagai orang Islam, tentu refleks saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Islam, mungkin dibandingkan banyak agama lain, sekarang ini namanya relative tercoreng</p>
<p>“Berkat” kegiatan terorisme yang dikaitkan dengan agama, belakangan ini Islam identik dengan terorisme. Juga terutama di Indonesia, “berkat” poligami yang dilakukan dengan suka cita oleh beberapa pria berhasrat besar, memberi kesan Islam tidak memberikan hak imbang terhadap perempuan.</p>
<p>Sebagai orang Islam, tentu refleks saya menolak anggapan di atas, tapi pertanyaannya sekarang, kalau saya menolak, lalu argument saya apa?</p>
<p>Untuk anggapan pertama bahwa Islam identik dengan terorisme, saya cukup bertanya balik “Hitler agamanya apa?”</p>
<p>Jawabannya, Hitler dilahirkan dari keluarga Katolik yg taat. Tapi dalam bukunya Mein Kampf dia menyatakan keimanannya dan bahwa dia memeluk agama Kristen. Bahkan sebelum Perang Dunia, Hitler mendukung “Positive Christianity” sebuah gerakan pembersihan dari hal hal berbau yahudi, prinsip ini dia masukkan ke dalam filosofi Nazi. Pada akhirnya gereja gereja Kristen di Jerman menolak pendekatan Hitler dan membuat Hitler geram. Hitler kemudian menghilangkan segala kaitan terhadap gereja Kristen bahkan menghilangkan segala logo dan emblem dalam Nazi yang berkaitan dengan Kristiani. Namun karena sejarah Jerman yang lama dan dalam terhadap agama Kristen pada akhirnya Hitler tidak bisa menunjukkan penolakannya terhadap gereja gereja Kristen sebagaimana dia menunjukkan kebenciannya terhadap Yahudi. Sementara penolakannya terhadap Katolik cukup jelas. Dia melakukan terror kepada umat Katolik dan mencabut salib salib yang dipasang di tembok tembok sekolah untuk diganti dengan…….. wajah dia.</p>
<p>Pada akhirnya dia sempat melemparkan pernyataan “Penghapusan segala macam agama secepatnya setelah perang (dunia II) dimenangkan”</p>
<p>Pernahkah kita mendengar anggapan bahwa Kristen adalah agama yang jahat karena jadi dasar Hitler dalam memusnahkan Yahudi? Tentu tidak, karena yang tidak bisa dihindari adalah intepretasi seseorang (atau bahkan banyak orang) terhadap apa yang ditulis dalam Kitab Suci.</p>
<p>Agamanya, tidak mungkin salah. Orangnya, bisa saja salah.</p>
<p>Namanya juga manusia.</p>
<p>Tapi, di sisi sebaliknya, namanya juga manusia, bisa saja sebuah agama yang terkesan tidak memiliki kesetaraan gender justru terbukti sebaliknya dalam praktek kesehariannya</p>
<p>Contoh, anggapan bahwa Islam tidak memberikan keseteraan gender kepada perempuan, jelas terbantahkan dalam praktek nyata.</p>
<p>Saya baca di &#8220;The Future Of Freedom&#8221;nya Fareed Zakaria, 4 negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia: Indonesia, Pakistan, Bangladesh, India (walaupun mayoritas Hindu tapi pemeluk agama Islamnya berjumlah 120.000.000 orang) , sudah memiliki pemimpin perempuan. Indonesia punya Megawati, 3 negara lain tadi pernah punya Perdana Mentri perempuan. 4 negara dgn penduduk Islam terbesar di dunia, sudah memiliki pemimpin perempuan bahkan lebih dulu dari kebanyakan Negara Negara Barat.</p>
<p>Bahkan, Islam yang terkesan teokratis dan penuh dengan kediktatoran, ternyata dalam kenyataanya terbukti sebaliknya. 800.000.000 umat Islam di seluruh dunia, hidup di Negara Negara Demokrasi.</p>
<p>Ada 1.2 Milyar umat muslim di dunia dan mayoritas tidak merasakan anggapan bahwa Islam tidak pro Demokrasi.</p>
<p>Lalu, mengapa ada anggapan demikian?</p>
<p>Jawabannya, adalah karena dunia selalu menganggap, Islam adalah Arab.</p>
<p>Mungkin tanpa sadar, atau mungkin juga dunia sengaja melakukan itu.</p>
<p>Nah di sini masalahnya, banyak Negara Negara Timur Tengah, hidup di bawah kediktatoran. Tentu kita berharap Mesir setelah revolusi yang terjadi kemarin akan mengalami kemajuan. Kenyataannya, pemimpin baru mereka masih merupakan turunan dari Hosni Mubarak. Sekedar informasi, tidak ada aturan dalam konstitusi mereka mengenai pembatasan masa jabatan seorang Presiden. Cukup menggambarkan kondisi Demokrasi di sana.</p>
<p>Ada sebuah poin yang saya ingin bahas di sini, bahwa dunia bahkan kita di Indonesia selalu berkiblat ke Negara Negara Arab ketika berbicara tentang Islam.</p>
<p>Padahal, Negara Negara Arab punya masalah dengan penjaminan kebebasan kepada rakyatnya, keadilan, kesetaraan, demokrasi . Ini bisa dilihat lewat media apapun baik TV, Koran, Internet bahkan buku buku yang membahas topik topik berkaitan dengan hal ini.</p>
<p>Menjadi orang Islam yang baik, tidak harus menjadi orang Arab.</p>
<p>Betul, ketika kita berbicara Arab Saudi adalah bagian yang penting dalam agama Islam, terutama ketika kita bicara mengenai kota Mekkah. Namun harusnya, menurut saya dunia justru belajar dari Indonesia tentang bagaimana hidup berdampingan dengan damai.</p>
<p>Bayangkan India ketika lepas dari Inggris, mereka akhirnya pecah karena penduduk India beragama Islam pada saat itu, kuatir tidak akan mendapatkan keadilan dan kesetaraan. Akhirnya keluarlah mereka dan berdirilah Pakistan. Proses perpindahan penduduk muslim India menuju Pakistan adalah pemandangan yang sangat memilukan. Sambil berjalan beriringan mereka yang meninggalkan India menuju Pakistan dicemooh dan diejek. Bandingkan dengan Indonesia yang tidak harus mengalami hal serupa walaupun Islam mayoritas.</p>
<p>Ketika terjadi revolusi di Timur Tengah, banyak orang yang beranggapan bahwa Indonesia harus mengambil inspirasi dari mereka dan melakukan hal yang sama. Padahal menurut saya, Negara Negara itu justru meniru apa yang Indonesia lakukan di 1998. Kalau kita meniru kembali mereka, berarti kita melakukan sebuah kemunduran.</p>
<p>Mereka yang memperjuangkan Negara Islam di Indonesia akan mendidih darahnya membaca tulisan saya, karena saya berargumen kalau Negara Islam yang mereka cita citakan ini berkiblat kepada Negara Negara Timur Tengah, maka kita semua sama sama sudah tahu akan seperti apa jadinya. Rasanya, kita sama sama sepakat, kita tidak ingin hidup di Negara seperti  itu.</p>
<p>Kalau mereka yang ingin mendirikan Negara Islam di Indonesia berkata mereka tidak mengacu ke Negara Negara Timur Tengah, lalu mengacu ke mana lagi? Kalau bukan mengacu ke Indonesia hari ini. Kita Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Demokrasi  (walau masih sangat muda dan ringkih) sudah berjalan dan membawa Indonesia seperti hari ini. Sebuah Negara dengan ekonomi yang semakin gagah dan masyarakat yang semakin cerdas, terutama terhadap politik (yang pada prakteknya masih sangat terbelakang) Tentu, banyak ruang untuk perbaikan dan perkembangan, tidak ada yang bilang Indonesia adalah Negara yang sempurna, tapi mari bandingkan, setelah mengamati kehidupan masyarakata di negara negara timur tengah, tidakkah kita beruntung tinggal di Indonesia?</p>
<p>Kalau memang acuannya Indonesia, ya sudah lah biarkan Indonesia jadi Negara seperti hari ini.</p>
<p>We are already on the right track. We just have to stay the course.</p>
<p>Sebuah Agama, Agama apapun itu, tentu mengajarkan kebaikan</p>
<p>Mari jadi duta yang baik untuk Agama kita masing masing.</p>
<p>Karena Agama, reputasinya, ada di tangan para pemeluknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>153</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merdeka Dalam Bercanda</title>
		<link>http://www.pandji.com/pomdb/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/pomdb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 18:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3437</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ini adalah sampul buku ke 2 saya bersama Bentang Pustaka, setelah NASIONAL.IS.ME saya dan Bentang Pustaka melanjutkan kerja sama untuk buku ini, Merdeka Dalam Bercanda Buku ini, adalah buku mengenai Stand-Up Comedy pertama di Indonesia. Merdeka Dalam Bercanda bercerita tentang meledaknya Stand-Up Comedy di Indonesia dilihat dari sudut pandang saya dan dilihat dari perspektif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/sampul-dpn.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3456" title="sampul dpn" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/sampul-dpn.jpg" alt="" width="511" height="614" /></a></p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/sampul-blkg.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3455" title="sampul blkg" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/04/sampul-blkg.jpg" alt="" width="514" height="614" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ini adalah sampul buku ke 2 saya bersama Bentang Pustaka, setelah NASIONAL.IS.ME saya dan Bentang Pustaka melanjutkan kerja sama untuk buku ini, Merdeka Dalam Bercanda</p>
<p>Buku ini, adalah buku mengenai Stand-Up Comedy pertama di Indonesia.</p>
<p>Merdeka Dalam Bercanda bercerita tentang meledaknya Stand-Up Comedy di Indonesia dilihat dari sudut pandang saya dan dilihat dari perspektif kebebasan berpendapat di Indonesia</p>
<p>Di dalam buku ini, selain ada runutan kejadian dari Stand-Up Nite pertama di Comedy Cafe pada tanggal 13 Juli 2011, juga ada sedikit ilmu yang saya bagi kepada mereka yang antusias dan ingin belajar Stand-Up Comedy</p>
<p>Ilmunya berangkat dari pengalaman saya mengisi dari panggung ke panggung. Dari Openmic, sampai Stand-Up Special. Dari acara kampus sampai acara korporat.</p>
<p>Di buku ini saya akan membeberkan metoda saya dalam berlatih dan apa saja yang dibutuhkan menurut saya, agar seseorang bisa jadi comic yang hebat. Bukan hanya comic yang baik, tapi comic yang hebat.</p>
<p>Penuh dengan foto foto, buku ini Insya Allah cukup memuaskan teman teman yang sejak lama menunggu ada buku tentang Stand-Up Comedy dalam bahasa Indonesia</p>
<p>____________________________________________________________________________________________</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, teman teman bisa melakukan Pre-Order buku Merdeka Dalam Bercanda</p>
<p><strong>Pre-Order dibuka dari tanggal 11 April &#8211; 15 April dengan jumlah yang terbatas</strong></p>
<p>Pada tanggal 16 April buku akan dikirim ke seluruh pemesan</p>
<p>Keuntungan Pre Order:</p>
<p>1. Harga diskon 25%, orang yang beli PO hanya perlu membayar Rp 44.250 (harga normal Rp 59.000)</p>
<p>2. Dapet tanda tangan (tanda tangan saya tentunya, masak tanda tangan Iko uwais?)</p>
<p>3. Berkesempatan mendapatkan merchandise dari multiply.com</p>
<p>4. Bisa baca duluan sebelum Merdeka Dalam Bercanda akhirnya tersedia di toko toko buku</p>
<p>Yang mau melakukan Pre Order silakan langsung meluncur ke <a href="http://bit.ly/Hn9eOy">sini</a></p>
<p>Selamat menikmati karya terbaru saya, semoga kita di Indonesia bisa Merdeka Dalam Bercanda</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/pomdb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>111</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Big Picture</title>
		<link>http://www.pandji.com/bbm/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 12:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3430</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kesempatan langka berkesempatan ke NTT, kala itu saya datang dalam rangka revitalisasi posyandu di sana. Sesuatu yang sangat dibutuhkan banyak masyarakat. NTT adalah propinsi dengan angka kematian anak tertinggi di Indonesia &#160; Sampai hari ini pengalaman berharga itu masih membekas sampai hari ini, untuk yang belum baca perjalanan saya, silakan klik di sini &#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kesempatan langka berkesempatan ke NTT, kala itu saya datang dalam rangka revitalisasi posyandu di sana. Sesuatu yang sangat dibutuhkan banyak masyarakat. NTT adalah propinsi dengan angka kematian anak tertinggi di Indonesia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sampai hari ini pengalaman berharga itu masih membekas sampai hari ini, untuk yang belum baca perjalanan saya, silakan klik di <a href="http://www.pandji.com/au-neko/">sini</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pulang dari Kupang, saya menyimpan pertanyaan spesifik. Dari bertanya, saya akhirnya tahu jarak garis lurus antara Kupang dengan perbatasan timorleste adalah 140km, jarak tempuh ke sana dari Kupang sekitar&#8230;. 8 jam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta-Bandung lewat Cipularang juga 120km bisa saya tempuh dalam waktu 2 jam, bahkan kalau saya nyetir dengan membayangkan film FastFive saya bisa sampai Bandung dalam 1 jam saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah infrastruktur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah Indonesia, tidak terlihat konsisten dalam niatnya membangun Indonesia karena terutama di Indonesia Timur, infrastruktur yg abal abal membuat saudara saudara kita di sana tidak bisa mendapatkan kesempatan yang adil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ini pemahaman saya tentang infrastruktur</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>1. Misalnya anda mau menjual rumah anda, lalu jalan di depan rumah, rusaknya ampun ampunan. Kalau bawa mobil di jalan tersebut, anda akan merasa seperti sedang naik rover di permukaan bulan. Lalu, pemerintah kota memperbaiki jalan di depan rumah anda tersebut. Jalan menjadi mulus seperti paha personil cherrybelle. yang manapun. Otomatis, VALUE rumah anda akan naik. Harga rumah anda meningkat dan dengan itu uang yang anda terima jadi nambah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kejadian sebaliknya terjadi di Kelapa Gading, pasca banjir 2007 banyak rumah yang dijual. Harga rumah rumah yang dijual di Kelapa Gading ini seharga Rp 300juta. Sekedar informasi, sebelum banjir, nilainya sekitar Rp 1M. Mengapa bisa turun? Karena banjir. Si penjual hanya menjual dengan harga tanah karena siapapun yang membeli rumah tersebut pasti akan harus merobohkan rumah yang lama dan kemudian membangun kembali rumah yang ditinggikan untuk mengantisipasi banjir. Ketika infrastruktur berupa Banjir Kanal Timur diselesaikan dengan harapan banjir tidak akan lagi melanda Kelapa Gading, harga harga rumah mulai kembali normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>2. Selain Grameen Bank ada sebuah perusahaan namanya Grameen Phone, inisiatif Muhammad Yunus ( inisiator Grameen Bank)  bersama Nokia, untuk menyediakan ponsel kepada para pedagang kecil di Bangladesh. Ponsel tersebut dilengkap juga dengan informasi mengenai harga bahan bahan dasar, dll yang berkaitan langsung dengan bisnis mereka Sejak program ini jalan, pemasukan para pedagang kecil Bangladesh meningkat pesat. Ternyata selama ini, jarak yang terlalu jauh antara pasar (market place) dengan sawah/ ladang/ peternakan menghambat bisnis mereka. Contoh paling sederhana, seorang peternak kambing mendapatkan kabar via teman yang baru datang dari pasar bahwa ada yang ingin membeli kambing. Sang peternak, jalan KAKI sekitar 6 jam hingga ke pasar hanya untuk menemukan fakta bahwa si pembeli sudah mendapatkan dari peternak lain, dan ternyata yang dia cari adalah SAPI .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Handphone, membantu efektivitas perdagangan para pelaku usaha kecil ini. Saya langsung ingat cerita Angga Sasongko tentang keadaan di Mentawai. Di sana, boro boro orang bisa tahu berapa angka pasti korban tsunami, wong telfon aja ga ada. Kemkominfo pernah memberi sejumlah telefon satelit untuk Mentawai, sekarang rusak semua. Boro boro untuk perdagangan, untuk urusan nyawa saja, infrastruktur seperti telefon tidak bisa disiapkan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>3. Saya kemarin baru dari Pasar Senen untuk kebutuhan shooting, saya berbincang dengan banyak pedagang di sana, beberapa sudah ada di sana sejak 1970an. Mereka mengeluh, pemasukan yang berkurang. Mereka mayoritas tidak menyalahkan hypermart yang sekarang marak bermunculan karena memang, menyasar segmen yang berbeda, harga Hypermart juga sebenarnya lebih mahal dan mereka juga nampaknya sadar faktor kebersihan jadi alasan mengapa orang mulai meninggalkan dagangan mereka. Obrolan ini, terjadi di lantai dasar Pasar Senen, di area pasar basah, dengan kaki berkubang entah air apa yang membasahi lantai, dengan seorang pedagang ikan yang sibuk mengusir kecoak yang lari lari di atas ikan ikan dagangan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya lalu berbincang dengan seorang bernama Pak Suwito beliau seorang pengusaha properti (mal tepatnya) yang menulis buku &#8220;Jakarta dan Pusat Perbelanjaan&#8221;. Saya bertanya, apa yang bisa pemerintah lakukan untuk membantu pasar tradisional tidak terluka seperti sekarang ini. Jawabannya, lagi lagi infrastruktur &#8220;Pemerintah daerah harusnya memberi dukungan dalam bentuk perbaikan infrastruktur. Perbaiki kondisi pasar pasar tradisional, bersihkan, buat agar pasar kembali menjadi nyaman dan bersih sehingga punya daya saing&#8221;. Beliau kemudian mencontohkan bagaimana pemda banten memberi dukungan kepada Pasar Tradisional di Serpong dengan membawa BPOM masuk ke pasar tersebut. Pasar kemudian dibimbing agar dagangannya bersih dan sehat, hingga kini akhirnya omset pedagang di sana meningkat karena harganya murah tapi kebersihan terjamin. Saya lalu bertanya, &#8220;Lalu apa yang membuat Pasar Senen sebagai pasar besar pertama di Jakarta bisa bertahan sampai sekarang?&#8221; Jawabannya lagi lagi karena infrastruktur &#8220;Coba kamu lihat, ke Pasar Senen itu gampang, mau naik bis trans jakarta bisa, mau naik KRL stasiunnya ada, mau naik mikrolet ada trayeknya, lalu ada jembatang penyebrangan ber AC dengan toko toko di dalamnya untuk orang yang mau menyebrang dari Atrium Senen ke Pasar Senen dan sebaliknya&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NAH</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya tahu anda masuk ke blog ini untuk membaca tentang kenaikan BBM, anda mungkin bingung mengapa jadi membaca semua yang ada di atas. Jawabannya adalah, karena saya ingin memberikan gambaran umum mengenai pentingnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Indonesia untuk menstimulasi kesejahteraan masyarakat. Sehingga ketika anda tahu bahwa alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur (di APBN tulisannya: belanja modal) kecil, anda akan kaget dan mempertanyakan di mana keseriusan pemerintah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apalagi karena siapapun yang menolak kenaikan BBM dengan alasan kasian kepada rakyat kecil harusnya tahu bahwa kalau memang peduli kepada rakyat kecil, harusnya uangnya dialihkan kepada infrastruktur seperti apa yang direncanakan pemerintah ( saya baca di sini dan menurut saya komik tadi itu merupakan inisiatif menarik dari pemerintah untuk menerangkan soal kenaikan BBM)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin sudah jelas sampai sini bahwa saya berpihak kepada kenaikan BBM. Yang belum jelas saya terangkan adalah, bahwa menurut saya anjuran untuk tidak menaikkan harga BBM juga bukan sesuatu yang salah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p> <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bingung?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mari saya jelaskan&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Provocative Proactive Radio selasa malam kemarin (27 maret 2012) saya mewawancara Mas Aco Patunru seorang peneliti dari LPEM FEUI dan juga dosen Mikro Ekonomi, Makro Ekonomi, Perencanaan Pembangunan, Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan di FEUI. Saya juga membawa ke studio Mas Arief Budimanta seorang anggota DPR Komisi 11 yang membidangi keuangan, perencanaan keuangan nasional,  perbankan dan lembaga keuangan bukan bank. Beliau dari PDI-P.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mas Aco pro kenaikan BBM, Mas Arief kontra kenaikan BBM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya membawa mereka berdua ke studio karena saya lelah melihat, mendengar, membaca opini opini. Saya ingin bertemu dengan fakta fakta baik dari mereka yang mendukung dan yang tidak. Saya ingin bertanya agar kemudian saya bisa berkesimpulan sendiri dengan keyakinan penuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Latar belakang diskusinya begini, Pemerintah tidak kuat terus terusan mensubsidi BBM apalagi dengan harga minyak yang terus meningkat. Pemerintah merasa APBN bisa jebol kalau terus terusan begini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa harga minyak dunia meningkat? Sederhana saja, minyak bumi adalah sumber energi yang tidak dapat terbarukan. Kelak akan habis. Sementara, jumlah manusia yang mondar mandir di atas Bumi meningkat terus. Kalau ada barang dagangan yang menipis dan yang mau beli jumlahnya banyak, pasti harga akan naik. Seperti cinta saya. Saya cuma punya cinta sedikit, yang pengen cinta dari saya banyak, walhasil cinta saya mahal&#8230;.. hehehe</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, konflik antara Amerika Serikat dengan Iran juga menambah buruk keadaan. Iran yang ngotot terus mengembangkan teknologi nuklir akhirnya &#8220;dihukum&#8221; Amerika Serikat. AS &#8220;memerintahkan&#8221; negara negara termasuk negara kita untuk tidak membeli minyak dari Iran. Maklum, kita sudah keluar dari OPEC dan tidak lagi mengekspor minyak. Kita cuma boleh produksi 650 ribu barrel perhari sementara yg harus disokong adalah kebutuhan sejumlah 1 juta barrel. Akhirnya kita banyak mengimpor. Karena kita mengimpor maka harga minyak dunia sangat berpengaruh kepada kita. Pertanyaannya, kenapa kita musti nurut atas perintah Amerika Serikat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena Indonesia saat ini emang masih jadi kacungnya Amerika Serikat hehehehehehehehe</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banyak aliran dana dari Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia baik dalam bentuk pinjaman maupun hibah. dari US AID, dan lain lain. Biasanya uang uang tersebut masuk untuk pembangunan infrastruktur. Makanya kalau kita nggak nurut, uangnya ga turun, sementara kita tahu alokasi dana untuk infrastrukur jauh di bawah yang dibutuhkan itulah mengapa pemerintah RI kemarin kemarin ini sangat mengandalkan uang dari asing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sayang memang. Padahal kalau bisa pake uang sendiri, mending pake uang Indonesia sendiri. Oiya lupa, uangnya dipake untuk subsidi BBM, hehehe</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kembali ke BBM, dari penuturan di atas berarti kita sama sama sepakat bahwa harga minyak dunia akan terus naik. Kalau kita terus menerus mensubsidi, maka lama lama jumlah subsidinya akan terus naik dan semakin memberatkan APBN.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cadangan BBM yang Indonesia miliki, yang diperkirakan masih tersisa dalam bumi pertiwi, akan habis 25 tahun dari sekarang. Kalau habis, berarti 100% kebutuhan BBM kita akan import dari asing, pada saat itu terjadi maka kita mau nggak mau harus pakai harga dunia dan akan sangat berat. Kalau nggak percaya, silakan google sendiri harga BBM di negara negara lain. harga kita adalah yang termurah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahkan negara lain sering bertanya &#8220;Bagaimana, Indonesia sudah menarik pajak dari BBM?&#8221; , kita akan jawab boro boro, ngurangin subsidi aja diprotes hehehe</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, betul sekali. Negara lain mulai menarik pajak dari penggunaan BBM sebagai diinsentif penggunaan BBM. Bahasa sederhananya, supaya orang males pake BBM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengapa orang harus dibuat males? Supaya membuka jalan untuk pengembangan energi alternatif</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Indonesia pengembangan energi alternatif tidak berjalan. Tidak ada investor yang mau masuk ke area itu. Mengapa? Karena harga BBM di Indonesia murah. Energi alternatif yang mereka akan tawarkan tidak akan bisa bersaing harga. Saya tahu ini karena beberapa waktu lalu saya bertanya kepada banyak pihak mengapa di Indonesia tidak ada yang mengembangkan tenaga matahari, atau arus bawah laut dan masih banyak lagi potensi energi alternatif terbarukan yang Indonesia miliki. Bahkan negara negara lain mengakui, Indonesia adalah rumah untuk sumber sumber energi alternatif terbarukan terbesar di dunia. Tapi mengapa tidak ada yang mengembangkan? Jawabannya, karena mahal dan tidak dapat bersaing dengan BBM yang masih murah di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mas Arief, yang notabene seorang anggota DPR fraksi PDI-P, sebuah partai yang keras menolak kenaikan BBM juga mengakui bahwa harga minyak dunia akan terus naik, beliau juga setuju harga BBM di Indonesia kelak memang terpaksa harus dinaikkan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya tanya kepada beliau, &#8220;Kalau misalnya Mas Arief ga setuju kenaikan BBM sekarang, lalu Mas setujunya akan naik kapan?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jawaban Mas Arief &#8220;Entah, tergantung momentum..&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin maksud beliau &#8220;Tergantung siapa Presidennya&#8221;, karena sekarang Presidennya SBY maka ini momentum yang tepat untuk menolak kenaikan tersebut. PDI-P jadi keliatan oke di mata rakyat. hehehe</p>
<p>Karena kenyataannya, waktu Megawati jadi presiden, harga BBM juga naik, 3 kali bahkan. Mas Arief bilang “Waktu itu kondisinya beda..”</p>
<p>Iya, beda Presidennya. Kalau Presidennya dari partai PDI-P tentu keputusan naikin BBM akan dibela.</p>
<p>hehe</p>
<p>Diskusi kami, saya, Mas Aco dan Mas Areif akhirnya mondar mandir di urusan besarnya APBN dan dan berapa banyak yang harus dikurangi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mas Arief berargumen sebenarnya pemerintah tidak perlu menaikkan BBM kalau yg dikhawatirkan adalah uangnya ga cukup.</p>
<p>Karena uangnya ada. Bahkan dari sisa anggaran yang lalu bisa dipakai dan dimasukkan kepada rencana APBN sekarang.</p>
<p>Mas Arief bilang, kenaikan BBM harusnya tahun 2011 ketika daya belanja masyarakat sedang tinggi tingginya. Ketika saya tanya, “Bukankah sekarang juga kuat?” Jawaban Mas Arief, “Sedikit melemah dibandingkan tahun lalu”</p>
<p>Mas Arief bilang, perkuat dulu kemampuan ekonomi masyarakat baru naikkan BBM.</p>
<p>Cari solusi solusi lain agar APBN bisa selamat tanpa harus mengorbankan rakyat. Dampak inflasinya akan mencekik rakyat.</p>
<p>Masuk akal argument Mas Arief, apalagi karena solusi yang ditawarkan pemerintah untuk mengtasi dampak inflasi adalah solusi yang saya kurang sreg. BLSM. Bantuan Langsung Sementara Masyarakat. Di mana 30% masyarakat dengan ekonomi terbawah di Indonesia akan mendapatkan uang sebesar Rp 150.000 selama 3 bulan untuk mengurangi dampak inflasi tersebut dengan asumsi setelah 3 bulan masyarakat sudah bisa menyesuaikan dengan dampak inflasi.</p>
<p>Saya tidak pernah suka dengan BLT dan juga BLSM. Saya bingung dengan praktek dan efektifitasnya.</p>
<p>Kata Mas Aco dibandingkan Negara Negara lain yang menjalankan program seperti BLSM, Indonesia ternyata angka kebocorannya terrendah.</p>
<p>Tidak membuat saya tenang.</p>
<p>Itu seperti “Naik mobil ini gapapa kok, kecelakaannya lebih sedikit. Tetep nabrak, tapi sedikit…”</p>
<p>Mas Aco beropini, kenaikan BBM harusnya tidak dilihat dari urusan defisit anggaran saja seperti yang selama ini diperdebatkan.</p>
<p>Menurut Mas Aco, kenaikan BBM harus dilakukan karena memang hal yang benar. Menurut SUSENAS, Survey Ekonomi Sosial Nasional, yang menikmati subsidi BBM hanya 10% masyarakat teratas di Indonesia.  Aneh menurut saya karena masyarakat bawahpun mendapatkan efek dari kendaraan umum yang dia gunakan dan harga harga pokok kan juga terpengaruh dari BBM</p>
<p>Kedua menurut Mas Aco kalau memang peduli kepada penggunaan energi alternative, harus dipaksa untuk mengurangi penggunaan BBM dengan menaikkan harga sehingga ada peluang untuk mengembangkan energy alternative (demandnya ada) dan energy alternative bisa bersaing secara harga. Di sini saya setuju.</p>
<p>Ketiga dan ini poin yang saya setujui juga, adalah alasan pengalihan sisa dana untuk infrastruktur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesimpulan: Tidak ada yang salah, kedua solusi sama sama benar.</p>
<p>Kalau anda mempelajari jalan yang ingin diambil pemerintah dan jalan yang ditawarkan oleh PDI-P, sebenarnya tidak ada yang salah</p>
<p>Hanya saja kebanyakan di antara kita kalau sudah pro terhadap 1 sisi, cenderung enggan untuk mencoba memahami sisi yang lain.</p>
<p>Saya sih memaksa diri untuk memahami keduanya. Dan sejauh yang saya amati, keduanya ada sisi baik dan buruknya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PRO kenaikan BBM:</strong></p>
<p>Positif:</p>
<p>Langkah yang benar, tidak melakukan pembodohan kepada masyarakat dengan “harga palsu”</p>
<p>Mengurangi kemungkinan kecurangan, korupsi akibat kesenjangan harga minyak antar Negara bahkan daerah di Indonesia</p>
<p>Memberi ruang untuk pembangunan infrastuktur di daerah daerah Indonesia yang tertinggal</p>
<p>Memberi harapan terhadap pengembangan energi alternative</p>
<p>Negatif:</p>
<p>Berat untuk seluruh rakyat Indonesia. Yang menengah ke atas bisa lebih mudah menyesuaikan, berat tapi bisa menyesuaikan. Yang menengah ke bawah akan sulit untuk beradaptasi. BLSM bagi saya beresiko.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>KONTRA kenaikan BBM:</strong></p>
<p>Positif:</p>
<p>Rakyat tidak kaget dengan kenaikan ini dan tidak terkena dampak inflasi (walaupun sebenarnya sih akan kerasa terus untuk selamanya..)</p>
<p>Soal anggaran ada banyak cara untuk mengisi kekurangan yang dibutuhkan seperti sisa anggaran sebelumnya dan termasuk menyumbat kebocoran kebocoran anggaran akibat korupsi</p>
<p>Negatif:</p>
<p>Kurang mendidik, karena hanya mengundurkan bom waktu. Bomnya akan meledak. Hanya saja kalau bisa meledaknya jangan sekarang. Jangan ketika kita yang merasakan nanti saya generasi mendatang yang merasakan (maaf terdengar sinis hehe)</p>
<p>Keterangan di atas memang sangat disederhanakan.</p>
<p>Intinya, 2 jalan tadi ada positif dan negatifnya, tapi secara umum keduanya benar.</p>
<p>Naif sekali apabila kita berpikir, hanya ada 1 jalan menuju Indonesia yang lebih baik</p>
<p>Buka peta Indonesia dan buka mata anda baik baik.</p>
<p>Lihat dan pahami bahwa Indonesia terlalu luas, terlalu beragam , terlalu banyak perbedaan untuk punya 1 solusi maha sakti yang mujarab</p>
<p>Lalu pertanyaan di benak anda, kalau dua duanya benar, kita menjalankan yang mana?</p>
<p>Jawabannya, bukan kita yang menjalankan.</p>
<p>Pemerintah.</p>
<p>Pemerintah yang punya kewenangan untuk menjalankan.</p>
<p>Its their choice.</p>
<p>Setiap pemerintahan tentu punya subjektitas dalam cara menjalankan keputusan dan dalam mengambil jalan.</p>
<p>Masalahnya, kita percaya atau engga kepada pemerintah</p>
<p>Iya kan? J</p>
<p>Pasti kita semua sepakat, kalau pemerintahan kita jalannya bener, bersih, baik, dan terbukti  dengan nyata, kita juga tidak akan separno ini terhadap apapun keputusan yang di ambil mereka</p>
<p>Kalau PDI-P lebih sreg dengan jalan yang mereka tawarkan, ya silakan jalankan ketika mereka jadi partai yang berkuasa.</p>
<p>Kalau saya pribadi, saya akan setuju agar pengeluaran pemerintah utk subsidi BBM bisa berkurang agar bisa dialihkan kepada pembelanjaan modal.</p>
<p>Memang ada argument yg berbunyi begini:</p>
<p><strong>“Kalau misalnya dananya dialihkan kepada infrastruktur lalu apa jaminannya benar benar akan dibangun infrastruktur tersebut?”</strong></p>
<p><strong>Pertanyaan itu sama naifnya dengan “Kalau BBM tidak dinaikkan, apa jaminannya rakyat tidak akan tercekik hidupnya? </strong></p>
<p>Dengan tidak adanya listrik di daerah daerah pelosok Indonesia, air bersih tidak ada, fasilitas pendidikan yang mengenaskan, fasilitas kesehatan yang menyedihkan, sarana komunikasi yang terbelakang dan keadaan transportasi yang busuk?</p>
<p>Ketika saya bilang transportasi saya bukan hanya bicara tentang kendaraan umum untuk rakyat, tapi terlebih lagi, ketersediaan JALAN RAYA yang bisa mengeliminir masalah jarak dan medan di daerah daerah terpencil Indonesia</p>
<p>Masalah Indonesia adalah Negara kita luar biasa besar.</p>
<p>Bukan hanya itu, kita terpisah lautan!</p>
<p>Secara medan, Indonesia itu luar biasa menantang. Kalau bukan infrastruktur, lalu bagaimana lagi kita bisa membantu saudara saudara kita terutama di Indonesia Timur?</p>
<p>Ada lagi argumen:</p>
<p><strong>“Kalau dialihkan ke infrastruktur apa jaminannya tidak jadi lahan korup?”</strong></p>
<p><strong>Pertanyaan itu sama naifnya dengan “Siapa bilang tidak ada yang korup dengan kondisi harga BBM seperti sekarang ini?”</strong></p>
<p>Peluang korupsi dari selisih harga yang terlalu jauh ini, jadi arena bermain yang menarik bagi kampret kampret yang ada di Indonesia. Banyak yang membeli dengan harga murah di sini, lalu menjual dengan harga tinggi di tempat lain. Memanfaatkan murahnya harga BBM di Indonesia.</p>
<p>Lagipula, sudahlah. Tidak perlu kita lama lama terpecah seperti ini.</p>
<p>Sekarang, ketika memahami peta keseluruhan, saya baru sadar bahwa 80% dari segala pembicaraan soal kenaikan BBM ini, adalah hasil manuver politik.</p>
<p>Adalah hal yang pasti, PDI-P berseberang jalan dengan pemerintah. Kan mereka partai oposisi.</p>
<p>Masalahnya, PDI-P saat ini sedang punya 2  pertaruhan besar.</p>
<p>Pemilihan Gubernur dan 2014</p>
<p>Di Pemilihan Gubernur, citra pro rakyat pasti tercermin dalam sentimen para pemilih terhadap calon mereka. Apalagi Jokowi dan Ahok kalau dijumlah hasilnya adalah: Merakyat.</p>
<p>Untuk 2014, mereka butuh citra yang baik untuk mendapatkan hati masyarakat</p>
<p>Walaupun, perasaan saya berkata, rakyat akan ilfil ketika tahu calonnya lagi lagi adalah Megawati atau setidaknya Puan Maharani. Kenapa ilfil? Gimana rakyat percaya PDI-P pro demokrasi kalau partainya aja kayak kerajaan gitu. Tidak bisa move on dengan calon diluar keturunan Bung Karno.</p>
<p>Salahkah PDI-P melakukan politik pencitraan seperti itu? Ya ga salah secara politis</p>
<p>Cuman aja saya sebel karena alasan utama mereka terhadap penolakan BBM bukan karena baik untuk rakyat, tapi karena baik untuk citra partai.</p>
<p>Buktinya?  PKS yang harusnya 1 suara dengan koalisinya, malah asik asik koar koar di media tidak setuju. Semua demi citra yg “pro” rakyat.</p>
<p>Here’s what I know about leadership: Leaders often time, make the hard decision because it’s the right thing to do</p>
<p>Ketika misalnya, anda memilih saya untuk memimpin. Maka saya akan ambil keputusan keputusan yang terbaik. Tentu saya akan mendengar suara anda, tapi saya harus tetap mengambil jalan yang benar. Anda memilih saya (harusnya) karena anda percaya saya kompeten di mata anda. Kalau benar begitu, biarkanlah saya bekerja. Saya tidak harus mengambil keputusan yang anda inginkan hanya untuk memenangkan hati anda. Saya sudah terpilih. Kalau ada yang ingin memenangkan hati anda, itu adalah karena mungkin dia mau mengambil jabatan saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alasan politis kedua, adalah bahwa semua ini gara gara SBY juga</p>
<p>Tahun 2008 atau 2009 saya lupa, Presiden SBY memutuskan untuk menurunkan harga BBM. Dua kali bahkan</p>
<p>Beliau sendiri yang muncul di TV untuk penurunan BBM. Taking credit. Seakan akan itu keberhasilan beliau. Padahal dalam kenyataannya, memang harga minyak dunia lagi turun</p>
<p>Mengapa turun?</p>
<p>Bayangkan anda dagang pisang. Lalu pembeli terbesar anda, bangkrut dan tidak bisa beli pisang anda. Takut pisang anda busuk, anda akan menjual pisang anda dengan harga yang murah.</p>
<p>Itulah yang terjadi di 2008. Amerika Serikat, kolaps. Pembeli terbesar tidak lagi mampu membeli, maka harga minyak dunia turun.</p>
<p>Alasan SBY menurunkan harga BBM adalah “Untuk terus menyesuaikan dan mengikuti trend harga  dunia”</p>
<p>Maka ketik a harganya turun, ya SBY ikut turunkan.</p>
<p>MASALAHNYA, ketika harga minyak dunia naik lagi di tahun 2010, dia nggak kembali menaikkan harga. Padahal katanya dia ingin terus menyesuaikan. Mengapa tidak dinaikkan?</p>
<p>Kayaknya (ini opini subjektif ya) karena takut citranya jelek di mata rakyat.</p>
<p>Benar kata Mas Arief, harusnya naikin aja setelat telatnya 2011 ketika kemampuan konsumsi rakyat Indonesia lagi hebat hebatnya.</p>
<p>SBY yang terlalu so slow bimbang you don’t know, akhirnya blunder sendiri ketika mentri mentrinya bilang, kenaikan tidak dapat dihindari.</p>
<p>Akhirnya, dia harus mengambil jalan yang ga enak, meminta DPR utk merevisi UU yg berkaitan dengan subsidi BBM. Ketika, dia minta bantuan DPR, maka DPR yang berisi partai partai pencari kesempatan dalam kesempitan, langsung riang memanfaatkan keadaan. Seperti piranha yang mencium bau darah. Kecil kecil, banyak, beringas.</p>
<p>Nah alasan politis ketiga:</p>
<p>Ada yang tidak mau kita mengembangkan energi alternatif</p>
<p>Siapakah orang orang itu?</p>
<p>Ya orang orang yang hidup dari migas.</p>
<p>Mereka mencoba agar ketergantungan terhadap BBM tinggi karena investasi dan bisnis mereka besar di migas. Walaupun gas dipegang mereka juga dan ada kecenderungan beralih ke gas, tapi sesungguhnya iklimnya belum siap. Konsumsi BBM masih sangat tinggi.</p>
<p>Kebetulaaaaaaaan, ada petinggi partai, ada mentri yang bisnisnya di migas. Hehehe..</p>
<p>Padahal, peneliti dari Negara Negara lain iri dengan Indonesia, bahkan memberi julukan Indonesia sebagai Negara dengan sumber energy terbarukan terbesar di dunia.</p>
<p>Panas bumi</p>
<p>Matahari melimpah (ingat khatulitiwa?)</p>
<p>Arus bawah laut (ingat lautan kita yang merupakan bagian terbesar Indonesia?)</p>
<p>Dan masih banyak lagi, merupakan kekayaan kita yang tidak bisa digali untuk kebaikan bangsa kita sendiir.</p>
<p>Karena apa? Karena dihalang halangi. Ada yang tidak mau harga BBM naik karena akan memberi jalan kepada eksplorasi energy alternative. Kalau eksplorasi itu berjalan, jelas bisnis mereka akan mati</p>
<p>Percaya sama saya, semua perusahaan migas dalam dan luar negri membubuhkan kata “alternative energy” di website mereka, tapi sedikit sekali yang benar benar serius menggarap ke sana Mereka membubuhkan itu agar terkesan “peduli lingkungan”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya kasih fakta penutup:</p>
<p>Saya sedang baca buku “The Future Of Freedom” karya Fareed Zakaria. Disitu ditulis, dan ini didukung dengan sumber sumber lain yang saya baca di internet:</p>
<p>Negara yang masih mengandalkan natural resources tidak bisa berkembang secara ekonomi.</p>
<p>Negara yang ekonominya tidak berkembang, susah untuk bisa meraih kebebasan dari demokrasi yang benar. Ada satu hal yang disebut illiberal democracy alias demokrasi pura pura, contohnya pemerintahan Presiden Soeharto.</p>
<p>Mengapa kalau mengandalkan natural resource tidak bisa mengembangkan ekonomi? Karena bisnis bisnis sumber daya alam bisa berjalan tanpa fundamental perekonomian yang sehat.</p>
<p>Salah satu contoh sederhananya, bisnis SDA tidak menarik banyak SDM . Padahal menurunkan angka kemiskinan bisa dilakukan dengan membuka lahan pekerjaan seluas luasnya, sementara bisnis di Indonesia belum memiliki ekosistem yang cocok. Ekosistem terhadap bisnis belum cocok karena masih bergantung kepada bisnis berbasis Sumber Daya Alam.</p>
<p>Contoh, Venezuela. Kaya akan sumber daya alam memiliki simpanan minyak bumi terbesar di dunia di luar Negara Negara timur tengah, lama berkutat di sana, akhirnya economic mismanagement yang berujung kepada political corruption</p>
<p>Lagi nih..</p>
<p>Apa persamaan dan perbedaan Cina dan Russia?</p>
<p>Persamaannya, sama sama ingin menuju kemakmuran</p>
<p>Perbedaannya, Russia mengambil jalan perubahan politik dengan harapan ekonomi kemudian akan membaik. Sementara Cina merubah system ekonomi mereka jadi lebih terbuka dan efeknya (diluar keinginan mereka) politiknya jadi lebih terbuka.</p>
<p>Memang sekarang Cina masih represif, tapi sekarang rakyatnya mulai berani melawan DAN MENANG.</p>
<p>Tahun 97 rakyat Cina melakukan tuntutan kepada pemerintahannya sebanyak 90.557 tuntutan. Bandingkan dengan jumlah tuntutan yang dilakukan rakyat kepada pemerintah di tahun 1984: 0 tuntutan.</p>
<p>Sementara Russia masih berkutat dalam perjuangan politiknya. Kenapa susah memperbaiki politiknya? Selama perut orang orang masih lapar dan masih banyak orang orang yang kurang terdidik, potensi pelencengan di atas sana selalu besar.</p>
<p>Ekonomi membaik = rakyat yang lebih makmur = pendidikan lebih terjangkau = masyarakat yang lebih cerdas = rakyat yang lebih kritis = Pemerintahan tidak bisa lagi membohongi rakyat = Praktek politik yang benar = Pembangunan yang baik = Negara yang hebat</p>
<p>Sederhananya gitu..</p>
<p>Perubahan ekonomi yang lebih baik selalu dalam sejarah dan hingga hari ini, mengakibatkan perubahan ke arah pemerintahan yang lebih sehat.</p>
<p>Jadi sekarang pertanyaannya, masih mau berlama lama mengandalkan minyak bumi?</p>
<p>Atau mau mulai berani menatap masa depan, dengan memanfaatkan potensi yang kita punya?</p>
<p>Kalau anda memilih untuk menatap masa depan dan memanfaatkan potensi yang kita punya, maka anda akan setuju untuk mulai meninggalkan industri berbasis sumber daya alam, yang berarti anda juga pro terhadap pemanfaatan energy alternative yang berarti juga anda setuju terhadap kenaikan harga bbm karena itu akan membuka potensi dan peluang untuk eksplorasi sumber energy alternative terbarukan.</p>
<p>Now, what do you think after you see the big picture?</p>
<p> <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>724</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantau gebrakan kami :)</title>
		<link>http://www.pandji.com/pantau-gebrakan-kami/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/pantau-gebrakan-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 06:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3319</guid>
		<description><![CDATA[; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; Melihat semua mainan dan merchandise di atas, terpikir ga kenapa kita jarang menemukan mainan dan merchandise dari komik dan film Indonesia? Jawabannya gampang, karena kalau kita bicara komik, belum ada komik Indonesia yg tembus kultur pop dan bertahan terbit cukup lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/RESIZED-toy-action-figure-museum-close-up-bedroom-collection1.jpg"><img title="RESIZED-toy-action-figure-museum-close-up-bedroom-collection" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/RESIZED-toy-action-figure-museum-close-up-bedroom-collection1.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/Prime_Chronicles.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3322" title="Prime_Chronicles" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/Prime_Chronicles.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/831417629_537e07b4a51.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3324" title="831417629_537e07b4a5" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/831417629_537e07b4a51.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/group1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3326" title="group" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/group1.jpg" alt="" width="747" height="400" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/AUTOIMAGES_VN76065lg.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3337" title="_AUTOIMAGES_VN76065lg" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/AUTOIMAGES_VN76065lg.jpg" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/transformers-masterpiece1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3328" title="transformers-masterpiece" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/transformers-masterpiece1.jpg" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/transformershats_2-Optimus-prime-hat.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3329" title="transformershats_2-Optimus-prime-hat" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/transformershats_2-Optimus-prime-hat.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/im_8inch_ironman_mk6.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3330" title="im_8inch_ironman_mk6" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/im_8inch_ironman_mk6.jpg" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p> ;</p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/0001aey7.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3334" title="0001aey7" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/0001aey7.jpg" alt="" width="480" height="331" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/batman-ghetto-blaster.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3335" title="batman ghetto blaster" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/batman-ghetto-blaster.jpg" alt="" width="400" height="310" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/funny-starwars-r2d2-mailbox-creative-design-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3336" title="funny-starwars-r2d2-mailbox-creative-design-3" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/funny-starwars-r2d2-mailbox-creative-design-3.jpg" alt="" width="683" height="1024" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/lens7277292_1254282278transformer.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3338" title="lens7277292_1254282278transformer" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/lens7277292_1254282278transformer.jpg" alt="" width="250" height="460" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0184.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3339" title="IMG_0184" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0184.jpg" alt="" width="400" height="566" /></a></p>
<p> ;</p>
<p><a href="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/posterhanoman2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3340" title="posterhanoman" src="http://www.pandji.com/wp-content/uploads/2012/01/posterhanoman2.jpg" alt="" width="399" height="502" /></a></p>
<p>Melihat semua mainan dan merchandise di atas, terpikir ga kenapa kita jarang menemukan mainan dan merchandise dari komik dan film Indonesia?</p>
<p>Jawabannya gampang, karena kalau kita bicara komik, belum ada komik Indonesia yg tembus kultur pop dan bertahan terbit cukup lama utk meninggalkan kesan mendalam si benak pembacanya</p>
<p>Kalau tidak dalam kesan yg dirasakan maka belum terpicu keinginan untuk mengoleksi</p>
<p>Inilah cita cita besar yg kami miliki di @kolamkomik</p>
<p>Lewat H20 kami ingin ubah keadaan.</p>
<p>Pantau gebrakan kami <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/pantau-gebrakan-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>89</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersambung</title>
		<link>http://www.pandji.com/bersambung-2/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/bersambung-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 01:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3422</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan saya mengenai kebijakan kebijakan ekonomi SBY yg ternyata berdampak baik untuk liberalisasi demokrasi dan juga obrolan dgn Pak Anies tentang Karakter kepemimpinan presiden SBY, saya ingin berbagi pemikiran saya tentang Presiden seperti apa yg Indonesia butuhkan. Pertama saya mau mulai dgn menanamkan pemikiran bahwa demokrasi tidak sama dengan kebebasan Menegakkan demokrasi tidak serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan saya mengenai kebijakan kebijakan ekonomi SBY yg ternyata berdampak baik untuk liberalisasi demokrasi dan juga obrolan dgn Pak Anies tentang Karakter kepemimpinan presiden SBY, saya ingin berbagi pemikiran saya tentang Presiden seperti apa yg Indonesia butuhkan.</p>
<p>Pertama saya mau mulai dgn menanamkan pemikiran bahwa demokrasi tidak sama dengan kebebasan</p>
<p>Menegakkan demokrasi tidak serta merta akan membawa kebebasan bagi rakyatnya</p>
<p>Demokrasi sbg sebuah sistdm politik berarti rakyat mencari diantaranya utk maju mencalonkan diri, kemudian dipilih oleh rakyat lagi, untuk bekerja bagi kebaikan rakyat juga.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian, bagaimana kalau ternyata rakyat tidak tahu apa yg baik untuk dirinya sehingga mereka memilih orang yg salah?</p>
<p>Tidak mungkin kata anda? Sebaliknya, sangat mungkin!</p>
<p>Tahukah anda bagaimana Hitler terpilih jadi kanselir Jerman? Lewat pemilu! Lihat hasilnya</p>
<p>Di Indonesiapun nyata terlihat bagaimana rakyatnya belum tahu apa yg terbaik untuk dirinya.</p>
<p>Contoh: Memilih artis dalam pemilu legislatif.</p>
<p>Partai partai di Indonesia sadar bahwa majunya reformasi politik di Indonesia tidak diikuti pleh pemahaman rakyatnya. Partai majukan artis artis dgn harapan dipilih oleh rakyat sehingga mereka bisa punya sebanyak banyaknya kursi di parlemen. Artis artis ini tidak perlu paham apa apa, kalaupun paham tidak akan pengaruh apapun karena jumlah kursi akan penting bagi partai dalam penentuan kebijakan. Yg penting semua legislator yg duduk di kursi tersebut kelak bisa 1 suara. Suara partai.<br />
Kalau rakyat tahu apa yg baik utk dirinya maka mereka alan memilih wakil yg kompeten, bukan hanya yg populer ( walau ada masalah selanjutnya wakil wakil tersebut ga jelas kualitasnya)</p>
<p>Nggak usah jauh jauh deh, bukti rakyat Indonesia tidak tahu apa yg baik untuk dirinya bisa dilihat dari acara TV dengan rating tertinggi di Indonesia: Sinetron. </p>
<p>Lalu kalau ternyata rakyat tidak tahu apa yg terbaik untuknya maka solusinya bagaimana?</p>
<p>- bersambung-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/bersambung-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>138</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekotor apapun itu..</title>
		<link>http://www.pandji.com/sekotor-apapun-itu/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/sekotor-apapun-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 01:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3416</guid>
		<description><![CDATA[Satu hari, saya berkesempatan untuk bersama Pak Anies Baswedan untuk sebuah acara. Dalam jamuan makan siang, saya iseng bertanya apakah beliau akan mencalonkan diri kelak menjadi Presiden. Jawaban beliau, membuat saya berpikir panjang akan demokrasi di Indonesia Beliau menjawab &#8220;Candidates, win to govern. Not win to win elections&#8221; Menang pemilu adalah 1 hal, tapi menjalankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hari, saya berkesempatan untuk bersama Pak Anies Baswedan untuk sebuah acara.<br />
Dalam jamuan makan siang, saya iseng bertanya apakah beliau akan mencalonkan diri kelak menjadi Presiden.</p>
<p>Jawaban beliau, membuat saya berpikir panjang akan demokrasi di Indonesia</p>
<p>Beliau menjawab &#8220;Candidates, win to govern. Not win to win elections&#8221;</p>
<p>Menang pemilu adalah 1 hal, tapi menjalankan kepresidenan adalah hal yang lain.</p>
<p>Seorang Presiden, akan berhadapan dengan sekitar 1000 orang orang partai yang siap mengacaukan kerjanya.</p>
<p>Kenapa mengacaukan? Karena mereka tidak akan pernah suka dan terima dengan siapapun yg ada di atasnya, apalagi kalau datang dari (misalnya) independen</p>
<p>Dalam pemilu, seorang capres harus memenangkan hati 250juta orang<br />
Dalam pemerintahan, seorang Presiden harus memenangkan hati 1000 orang</p>
<p>Kalau pemilu memenangkan hatinya dengan citra, karisma dan penampilan di hadapan publik<br />
Sementara dalam pemerintahan, hati dimenangkan lewat makan siang, makan malam dan coffee break </p>
<p>Pak Anies kemudian menambahkan,<br />
&#8220;The working president, negotiates. The ceremonial president is the one we have right now&#8221; </p>
<p>Presiden kita saat ini adalah Presiden seremonial, yang lebih peduli terhadap hal hal seperti citra, penampilan dan hal hal seremonial ketimbang substansi</p>
<p>Seketika kita semua teringat bagaimana &#8220;terganggu&#8221;nya Pak SBY di upacara pembukaan SEA Games di Palembang tahun 2011 kemarin ketika hujan turun<br />
Sementara nampaknya dia &#8220;santai&#8221; saja dalam hal skandal korupsi wisma atlet</p>
<p>Baginya, hal hal yang sifatnya seremonial itu penting.<br />
Itulah The Ceremonial President</p>
<p>Apa bedanya Pemimpin Upacara dan Pemimpin?</p>
<p>Pemimpin Upacara dapat penghormatan<br />
Pemimpin dapet kehormatan</p>
<p>That&#8217;s why, a Presidents job is to make phone calls. By means to make deals. To negotiate.</p>
<p>Now here&#8217;s the tricky part: When you negotiate and when you make deals, you have to have something to offer<br />
 <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kelihatannya, Pak Anies berusaha berkata bahwa untuk jadi Presiden, seorang calon memang harus siap berpolitik</p>
<p>Sekotor apapun itu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/sekotor-apapun-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>122</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>You know what I mean?</title>
		<link>http://www.pandji.com/you-know-what-i-mean/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/you-know-what-i-mean/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 08:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3413</guid>
		<description><![CDATA[Kadang sedih juga, ada banyak followers saya yg tidak tahu bedanya dokumenter dan biopic Banyak yang tidak tahu kepanjangan Orba Juga banyak yang tidak bisa berbahasa inggris Saya ngetweet pake bahasa inggris, banyak yg langsung membalas &#8220;Apa itu artinya?&#8221;, &#8220;Pake bahasa Indonesia dong. Ga ngerti nih..&#8221; Ketidak bisaan mereka dalam berbahasa inggris ditutupi dgn dalih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang sedih juga, ada banyak followers saya yg tidak tahu bedanya dokumenter dan biopic</p>
<p>Banyak yang tidak tahu kepanjangan Orba</p>
<p>Juga banyak yang tidak bisa berbahasa inggris</p>
<p>Saya ngetweet pake bahasa inggris, banyak yg langsung membalas &#8220;Apa itu artinya?&#8221;, &#8220;Pake bahasa Indonesia dong. Ga ngerti nih..&#8221;</p>
<p>Ketidak bisaan mereka dalam berbahasa inggris ditutupi dgn dalih &#8220;Saya cinta Indonesia! Tidak perlu belajar bahasa asing&#8221;</p>
<p>Kasihan</p>
<p>Bung Karno itu jago banget bahasa asing. Bahasa inggris dan belanda</p>
<p>Bung Hatta juga jago berbahasa asing. Justru karena bisa bahasa belanda beliau bisa menyerang balik para penjajah dgn pledoi &#8220;Indonesia Vrij&#8221;</p>
<p>Bung Sjahrir berpidato di PBB dgn bahasa inggris yg apik membuat beliau kemudian dijuluki &#8220;Bung kecil yang besar&#8221; karena kehebatannya berpidato</p>
<p>Di Gontor aja, pesantren terkenal yang memiliki lulusan semacam Hasjim Muzadi, Din Syamsuddin, sampai novelis terkenal Ahmad Fuadi mereka mewajibkan utk menggunakan bahasa inggris (dan bahasa arab) dalam keseharian karena mereka berkeyakinan, mampu bahasa inggris akan membantu membuka cakrawala </p>
<p>Language Barrier atau hambatan bahasa, menghalangi banyak di antara kita untuk bisa mengakses banyak ilmu yg (sayangnya harus diakui) tersedia hanya dalam bahasa inggris.</p>
<p>Contoh paling dekat yg bisa saya rasakan adalah dalam stand-up comedy.<br />
Sejak meledaknya stand-up comedy di Indonesia, kemanapun saya pergi selalu ketemu dengan KWnya comic comic senior seperti Ernest, Ryan, Akbar dan terutama, Raditya Dika</p>
<p>Ini terjadi, karena referensi mereka dalam belajar stand-up comedy hanyalah lewat video video youtube. Padahal ada banyak buku buku tersedia di internet utk belajar. Masalahnya, buku tersebut dalam bahasa inggris</p>
<p>Selain, untuk membuka batasan dalam belajar, bahasa inggris juga perlu kita pelajari untuk bisa &#8220;bertarung&#8221; secara intelektual dgn orang asing, supaya tidak &#8220;dibego bego-in&#8221;</p>
<p>Who knows what they might say about us behind our backs.</p>
<p>You know what I mean?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/you-know-what-i-mean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBY might be right after all</title>
		<link>http://www.pandji.com/sby-might-be-right-after-all/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/sby-might-be-right-after-all/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 01:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3410</guid>
		<description><![CDATA[Semua buku yang saya baca menyatakan hal yang sama: Political reform starts from Economical reform. Saya ingin cerita tentang apa yang saya baca dari buku &#8220;The Future Of Freedom&#8221;nya Fareed Zakaria (lumayan, ilmu gratisan utk anda yg belum beli hehe) Dari jaman kerajaan dulu, hingga hari ini. Berlaku sama. Yang dulu disebut sebagai bourgeoisie di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua buku yang saya baca menyatakan hal yang sama:</p>
<p>Political reform starts from Economical reform. </p>
<p>Saya ingin cerita tentang apa yang saya baca dari buku &#8220;The Future Of Freedom&#8221;nya Fareed Zakaria (lumayan, ilmu gratisan utk anda yg belum beli hehe)</p>
<p>Dari jaman kerajaan dulu, hingga hari ini. Berlaku sama.</p>
<p>Yang dulu disebut sebagai bourgeoisie di abad ke 17 adalah yang kita sebut sebagai kelas menengah.<br />
(borjuis disini maknanya beda dgn pemahaman borjuis yg kita kenal. Tapi toh kita memang sering salah paham akan istilah. Cth: Anarkisme yg dipikir artinya &#8220;kekerasan&#8221; atau &#8220;kerusuhan&#8221; padahal sama skali bukan) </p>
<p>Kebebasan, diawali dari lahirnya Kapitalisme.</p>
<p>Pemahaman kapitalisme yg saya tulis di sini juga sesuai dgn definisi dasar di Oxford Encyclopedia, bukan pemaknaan negatif yg byk org miliki dlm benak mereka</p>
<p>Kapitalisme: Sistem Ekonomi berbasis kompetisi di mana produksi, distribusi, dan perdagangan dimiliki secara individual dan / atau perusahaan</p>
<p>Kapitalisme, lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem terdahulu di mana semua dimiliki oleh kerajaan.</p>
<p>Semua milik raja. Hak distribusi dan lain lain ada ditangan raja</p>
<p>Namun pada abad ke 17, ada perubahan besar dalam teknologi pangan sehingga terjadi stok berlebih yg harus dibarter atau dijual daripada jadi busuk.<br />
Ditambah dgn lahirnya sistem perbankan pada era tersebut dan terutama sistem angka dari Arab yg tersebar ke seluruh dunia, maka perdagangan yang tadinya sekedar kegiatan kecil kecilan antar rumah berkembang jadi sebuah kegiatan besar.</p>
<p>Lahirlah, kaum bourgeoisie itu tadi. Yang disebut sebagai &#8220;A group of ambitious, aggresive small capitalists&#8221;</p>
<p>Kelak merekalah yg memperjuangkan sistem kenegaraan yg lebih adil dan terbuka kepada rakyat. Agar mereka bisa lebih bebas dalam berusaha.<br />
Wajar karena keadaan mereka baik secara ekonomi ataupun wawasan membuat diri mereka bisa berpikir lebih dari hanya &#8220;mencari makan&#8221;.</p>
<p>Kebebasan yg mereka perjuangkan, berdampak langsung kepada masyarakat luas.</p>
<p>Barrington Moore Jr seorang peneliti Harvard dalam Kebebasan mengatakan:<br />
&#8220;No bourgeoisie, No democracy&#8221;</p>
<p>Peran para borjuis pada era itu, kurang lebihnya sama dgn peran para kelas menengah jaman sekarang</p>
<p>Pertanyaanya kemudian, lalu apa yang harus kita lakukan untuk Indonesia?</p>
<p>Pak Anies Baswedan pernah berkata dlm satu presentasi, Bangsa Indonesia menuntut Indonesia utk berbelok dgn cepat. Padahal Indonesia bukanlah perahu kecil.</p>
<p>Lihat ukuran Indonesia. Besar sekali.</p>
<p>Ibarat kapal, Indonesia adalah kapal tanker sepanjang 1km. Bukan kapal speedboat yang kecil</p>
<p>Kapal speedboat apabila diputar kendalinya akan langsung bereaksi. Tapi kapal tanker membutuhkan banyak putaran dlm kendali, dan baru terlihat belok di km ke 10 (tentu ini belum tentu akurat dgn kenyataan tapi ini sekedar kiasan)</p>
<p>Pak Anies berkata, Indonesia sebenarnya sudah mulai mengambil langkah tepat untuk berubah. Hanya saja, prosesnya akan sangat panjang.</p>
<p>Harus diingat:<br />
Cina, jadi kekuatan ekonomi seperti sekarang karena melakukan keputusan utk merubah sistem perekonomian mereka sejak 1970an. Antara tahun 1980-2000 pendapatan perkapita meningkat 3 kali lipat dan sekitar 170juta masyarakat Cina keluar dari garis kemiskinan.</p>
<p>Sementara Indonesia sampai 98 masih dibawah rezim Soeharto. </p>
<p>Kapankah mulai terasa perubahan dlm ekonomi Indonesia?</p>
<p>Ya diingat saja kapan secara ekonomi kita mulai dipuji2 dunia?</p>
<p>You got it. Ketika SBY jadi Presiden <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkinkah apa yang SBY lakukan ternyata slama ini benar?</p>
<p>Mungkinkah pada suatu hari, SBY berkata &#8220;Saya hanya akan fokus pada makro ekonomi&#8221; </p>
<p>&#8220;Saya tidak akan fokus pada hal hal lain, saya hanya akan lakukan yang saya bisa supaya secara ekonomi terjadi perubahan drastis, terserah apa kata orang&#8221;</p>
<p>Maka beliau menutup mata thd hal lain termasuk kepada praktek busuk politik yang ada di hadapannya</p>
<p>Jelas dengan ukuran Indonesia yang kelewat besar, untuk bisa melakukan semua dgn baik teramat berat</p>
<p>Sebuah pemerintahanpun harus memiliki fokus.</p>
<p>Tujuan akhir?<br />
Ya itu tadi&#8230;</p>
<p>&#8220;Political reform starts from Economical reform&#8221; </p>
<p>Hanya ada 1 hal yang menghalangi niat tersebut:</p>
<p>Presiden 2014.</p>
<p>Di tangan yang salah, arah Indonesia ini bisa diputar balikkan</p>
<p>Tapi skali lagi, ini hanya ke-sotoy-an saya.<br />
Sebuah dugaan tanpa bukti.</p>
<p>All I know is I have this thought in my mind:</p>
<p>Who knows, SBY might be right after all.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/sby-might-be-right-after-all/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah</title>
		<link>http://www.pandji.com/ayah/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 11:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3407</guid>
		<description><![CDATA[Hal terbesar yang beliau ajarkan adalah kegigihan. Apabila ada 1 hal yang saya dapatkan dari beliau, adalah mentalitas pantang menyerah. Ayah saya, Koes Pratomo Wongsoyudo, adalah orang yang eksentrik. Jiwanya keras. Tidak punya sedikitpun ruang untuk kompromi. Beliau terkenal mulutnya pedas, tapi orangnya juga dikenal senang bercanda Foto foto mudanya sering bergaya dgn wajah yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal terbesar yang beliau ajarkan adalah kegigihan.</p>
<p>Apabila ada 1 hal yang saya dapatkan dari beliau, adalah mentalitas pantang menyerah.</p>
<p>Ayah saya, Koes Pratomo Wongsoyudo, adalah orang yang eksentrik.</p>
<p>Jiwanya keras. Tidak punya sedikitpun ruang untuk kompromi.<br />
Beliau terkenal mulutnya pedas, tapi orangnya juga dikenal senang bercanda</p>
<p>Foto foto mudanya sering bergaya dgn wajah yg dibikin lucu</p>
<p>Tapi kenangan saya akan beliau adalah teriakan teriakannya yang keras.</p>
<p>Sebagai anak tertua di keluarganya, Ayah saya sudah jadi pemimpin bagi adik adiknya. Merasa paling dekat dgn ibunya, karena itu ketika ibu kandungnya meninggal dunia dan Ayahnya menikah lagi, Ayah saya susah untuk bisa menerima Ibu &#8220;baru&#8221;nya</p>
<p>Ayah saya, teramat cerdas terutama dalam eksakta.<br />
Dapat beasiswa untuk kuliah di UGM. Belum selesai kuliah di UGM dapat tawaran kuliah ke ITB. Belum selesai kuliah di ITB dapat tawaran untuk kuliah ke jepang. Jurusan Electrical Engineering.</p>
<p>Makanya beliau hanya bisa geleng geleng liat anaknya dapat nilai 2 di raport untuk pelajaran Matematika.</p>
<p>Sejak kecil, Ayah saya dikenal nyalinya besar. Karena itu walaupun bertubuh relatif kecil dibandingkan kawan kawannya, Ayah saya kalau main bola selalu jadi kiper karena berani menerjang lawan dan senang salto saltoan</p>
<p>Mungkin nyali inilah yang membuat beliau ketika di Jepang selalu dapat perintah untuk jadi divisi keamanan. Karena ini pula, Ayah saya belajar Karate, dari murid langsungnya M.Nakayama.<br />
M.Nakayama, adalah murid langsung dari Gichin Funakoshi, pencipta Karate di Okinawa sana.</p>
<p>Pulang ke Jakarta bersama 7 rekan mahasiswa Indonesia lainnya yang juga berlatih Karate, Ayah dan yang lainnya jadi orang orang pertama yang mendirikan Karate di Indonesia.</p>
<p>Waktu saya kuliah di ITB, nama Ayah saya keluar di ujian mata kuliah olahraga </p>
<p>Saya, anaknya, ikutan Karate hanya sampai ban hijau. </p>
<p>Kisah hidup Ayah saya kalau dari penuturan beliau, sangat penuh masalah dan problema. Ditambah wataknya yg keras membuat keadaan jadi semakin runyam.</p>
<p>Ayah saya bermasalah dgn orba karena menolak kehadiran Jendral era-nya Soeharto yang dipasang jadi ketua FORKI. Menurut Ayah saya, INKAI adalah organisasi karate pertama di Indonesia, kehadiran FORKI di atas INKAI dan dengan diketuai Jendral adalah cara Soeharto menguasai kekuatan kekuatan sipil..</p>
<p>Ayah saya bermasalah dgn pernikahannya dgn Ibu saya. Hingga akhirnya bercerai.</p>
<p>Dari situ, hidupnya tidak lebih mudah.</p>
<p>Lucunya, walaupun beliau bercerai dgn Ibu saya, namun kehadiran beliau sebagai Ayah tidak pernah terasa hilang</p>
<p>Bahkan, kalau bukan karena Ayah saya, bisa saja saya tidak bisa masuk SMA..</p>
<p>Saya lulus dari SMP dengan nilai paspasan. Saya tidak diterima di semua SMA yang saya incar. Saya mau masuk sekolah negeri tapi diminta nyetor uang yang jumlahnya terlalu besar bagi kondisi ekonomi kami saat itu.</p>
<p>Ayah saya, membawa saya ke Kolese Gonzaga. Saya ujian masuk dan ternyata hanya bisa masuk ke kelompok cadangan 3. Artinya, kalau yg keterima ada yg batal, langsung ambil calon murid dari kelompok cadangan 1. Saya kelompok cadangan 3.</p>
<p>Sejujurnya, saya kurang yakin bisa diterima :p</p>
<p>Ayah saya, selama seminggu mendatangi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Melobi.<br />
Selama seminggu penuh Ayah selalu ke Gonzaga.<br />
Entah apa yang beliau katakan. Yang pasti ga mungkin disogok pake uang karena kami tidak punya uang sama sekali..</p>
<p>Hari Jumat/Sabtu saya diajak datang ke Gonzaga dan dikabari bahwa saya diterima masuk sekolah.</p>
<p>Kisah kisah kegigihan, keuletan seperti ini, berulang kali terjadi thd hidup Ayah saya.</p>
<p>Ayah saya bilang &#8220;Kita ini Wongsoyudan, sudah takdir kita untuk hidup dgn penuh perjuangan&#8221;</p>
<p>Wongsoyudo adalah nama keluarga saya yg diturunkan dari Ayah.<br />
Nama beliau Koes Pratomo Wongsoyudo<br />
Nama saya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo</p>
<p>Wongsoyudan, artinya secara harafiah adalah bangsa perang. Namun yg dimaksud dgn wongsoyudan adalah para ksatria. Kalangan yang berjuang. Seperti Spartan yang dilahirkan untuk berperang, dipilih, dididik dari kecil karena nasibnya adalah utk berperang</p>
<p>Perjuangan terbesarnya, adalah untuk menerbitkan buku.</p>
<p>Selama nyaris 8 tahun Ayah saya lewat bantuan saya mencari cara agar bukunya bisa diterbitkan. Ada beberapa judul yang sudah beliau selesaikan.<br />
Namun tidak ada satupun yg tembus penerbit.</p>
<p>Sekalinya Bentang Pustaka dgn baik hati menerima untuk menerbitkan, Ayah saya kurang sreg dgn hasil editan yang diberikan Bentang. Sifat keras kepalanya muncul lagi.</p>
<p>Kini, beliau sudah tiada.</p>
<p>Menyisakan penyesalan yg teramat besar dalam hati saya</p>
<p>&#8220;Ayah hanya minta 1 hal. Buku Ayah terbit sebelum Ayah meninggal&#8221;</p>
<p>Untuk 1 permintaan terakhir beliau, saya gagal.</p>
<p>Sedih rasanya, saya tidak bisa segigih beliau, seulet beliau, dalam memperjuangkan yang beliau cita citakan..</p>
<p>Sampai detik saya menulis ini, saya tidak berhenti menyalahkan diri sendiri atas kegagalan ini..</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Aneh.. Saya tidak tahu mau menulis apa lagi..</p>
<p>Malah mau nangis lagi..</p>
<p>Am I writing this to ease my pain?</p>
<p>Was I looking for someone to talk to?</p>
<p>Is this my effort trying to reach out to someone? Anyone?</p>
<p>I don&#8217;t really feel like talking so where&#8217;s the sense in sharing all this?</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Ayah, Mas Pandji mohon maaf.</p>
<p>Bukan hanya Mas Pandji gagal memberikan yang Ayah minta, Mas Pandji tidak ada di sana ketika Ayah menghembuskan nafas terakhir.</p>
<p>Mas Pandji tahu Ayah pasti ingin aku ada di sana.</p>
<p>Mas Pandji ingin dengar apapun yg Ayah mau ucapkan untuk terakhir kalinya kepada Mas Pandji</p>
<p>Maaf karena aku tidak bisa menggenggam tangan Ayah ketika menutup mata</p>
<p>Aku tahu Ayah pasti juga ingin ketemu Dipo dan Shira..</p>
<p>Aku tahu Ayah selalu bahagia ngobrol dengan Dipo.</p>
<p>Aku bisa lihat dari senyum Ayah</p>
<p>Maafkan Mas Pandji karena selalu lama membalas SMS Ayah</p>
<p>Maafkan Mas Pandji karena selalu terlalu sibuk dan tidak bisa sesering yg aku mau untuk ngobrol ngobrol bersama Ayah</p>
<p>Maafkan karena Mas Pandji belum selesai sebenarnya mencoba membuat Ayah bangga</p>
<p>I love you Ayah</p>
<p>I do even if I never say so</p>
<p>I&#8217;m proud of you</p>
<p>And hoping that you feel the same for me</p>
<p>Goodbye Ayah</p>
<p>You&#8217;re my best friend.</p>
<p>Love, Mas Pandji</p>
<p>PS: I hope they have free wifi in heaven so u can read this</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>315</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FPI</title>
		<link>http://www.pandji.com/fpi/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 05:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3402</guid>
		<description><![CDATA[Saya akui, penilaian saya terhadap FPI sedikit berubah. Obrolan saya di Provocative Proactive Radio dgn Mamot (bukan nama aslinya) seorang mantan anggota FPI, Pak Tamrin Tomagola seorang sosiolog dan Ketua FPI DPD Jakarta Habib Selon sangat menambah wawasan saya akan FPI Awalnya, alasan mengangkat FPI ke PP radio adalah karena isu penolakan FPI di Kalimantan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya akui, penilaian saya terhadap FPI sedikit berubah.</p>
<p>Obrolan saya di Provocative Proactive Radio dgn Mamot (bukan nama aslinya) seorang mantan anggota FPI, Pak Tamrin Tomagola seorang sosiolog dan Ketua FPI DPD Jakarta Habib Selon sangat menambah wawasan saya akan FPI</p>
<p>Awalnya, alasan mengangkat FPI ke PP radio adalah karena isu penolakan FPI di Kalimantan. Penolakan yg memicu penolakan-penolakan lain di sejumlah kota di Indonesia</p>
<p>Wacana pembubaran FPI muncul, banyak dukungan dalam bentuk tagar (tanda pagar) #IndonesiaTanpaFPI muncul di twitter. Ratusan orang aksi damai di jalananan menunjukkan penolakannya</p>
<p>Kalau anda bertanya kepada saya, saya pribadi akan jawab tidak setuju terhadap pembubaran FPI.</p>
<p>Mengapa?</p>
<p>3 alasan:</p>
<p>1) Karena pembubaran FPI hanya akan membuat mereka muncul kembali dgn nama yg baru</p>
<p>2) Karena negara membebaskan siapapun untuk berkumpul dan berserikat. Menghalangi itu, hanya akan berdampak buruk kpd diri kita sendiri</p>
<p>3) Kalau FPI melakukan kegiatan2 yg melanggar hukum, ya pelakunya yg ditindak. Sama aja seperti misalnya POLRI ada yg melanggar hukum, ya pelakunya yg ditindak. Bukan POLRInya yg dibubarkan</p>
<p>Dengan semangat &#8220;Mencoba memahami sebelum membenci&#8221; maka saya mengundang sejumlah orang utk dialog</p>
<p>Munarman, jubir dan pengacara utk FPI yg sudah confirm akan datang tiba tiba membatalkan sepihak</p>
<p>Tapi gantinya adalah Habib Selon tadi, ketua DPD FPI Jakarta </p>
<p>Kepada beliau, saya bertanya persis seperti ini &#8220;Habib, selain mukul2 pake bambu kegiatan rutin FPI itu ngapain aja?&#8221;</p>
<p>Habib menjawab &#8220;Ah tidak pernah itu mukul2 pake bambu. Kami di FPI rutin pengajian, membantu masyarakat, dll&#8221;<br />
Habib lalu cerita tentang peran FPI jadi tameng bagi masyarakat thd hal hal yg menyimpang dari ajaran agama.</p>
<p>Menurut Habib, dibalik setiap &#8220;penyerangan&#8221; selalu ada pelaporan kpd kepolisian berkaitan dgn tempat2 &#8220;melenceng&#8221; tersebut. Kepada RT setempat. Dan FPI memberikan peringatan 3 kali kpd tempat tersebut</p>
<p>Apabila Polisi tidak maju dan tidak ada perubahan, maka FPI akan ambil tindakan.</p>
<p>Kata Habib, setiap terjadi kekerasan adalah karena tempat yg didatangi biasanya melawan balik dgn preman preman bayaran tempat tersebut.</p>
<p>Murni &#8220;self defense&#8221; menurut pengakuan Habib.</p>
<p>Saya lalu bertanya &#8220;Kenapa Alexis nggak pernah diserbu, Bib?&#8221;</p>
<p>Kata Habib Selon &#8220;Alexis itu Hotel. Kami tidak pernah menggerebek hotel karena di hotel Alexis ada keluarga yg menginap bersama anak anak..&#8221;</p>
<p>&#8230;.. </p>
<p>Saya langsung bertanya balik &#8220;Habib. Mana ada keluarga nginep di Alexis? Kecuali ada yg berkeluarga dgn orang Uzbek&#8221;</p>
<p>FPI sendiri dilahirkan oleh para Jendral. Ini bukan isapan jempol. Surat kesepakatan antar Jendral tersebut dipegang almarhum Munir. Selain ada Nugraha Djayoesman selaku Kapolda saat itu dan di dalamnya ada tanda tangan Wiranto.<br />
Itu loooh, Wiranto &#8220;Takkan Khianat Hidup Mati Bersama Rakyat&#8221;<br />
Hehehe</p>
<p>Para Jendral mendirikan itu karena mereka butuh sesuatu utk menekan lapisan masyarakat yg &#8220;melawan&#8221;</p>
<p>Karena aparat vs rakyat = kejahatan HAM</p>
<p>Sementara ormas vs rakyat = kerusuhan biasa</p>
<p>Indonesia sudah diawasi dunia urusan kejahatan HAM.</p>
<p>Maka diciptakanlah FPI</p>
<p>Ketika saya tanya ini kepada Habib Selon, beliau menjawab &#8220;Jendral jendral itu adalah pendukung Islam. Boleh boleh saja mereka mendukung Islam. Semua orang Islam pasti mendukung FPI&#8221;<br />
Saya memotong dan berkata &#8220;Tidak semua lho Bib. Saya aja tidak mendukung FPI..&#8221;<br />
Dia menyahut &#8220;Mereka yang ga stuju FPI, bukan org Islam!&#8221;</p>
<p>I got that on air. On tape.</p>
<p>Kepala DPD FPI Jakarta berkata &#8220;Tidak mendukung FPI berarti bukan orang Islam&#8221;</p>
<p>Habib baru saja mencoreng wajah FPI dgn ucapannya sendiri</p>
<p>Apalagi, tidak lama setelah itu Habib Selon berkata &#8220;Lihat tuh Gus Dur si Buta Dari Goa Hantu. Pengen bubarin FPI malah dirinya sendiri yang bubar!&#8221;</p>
<p>Saya kaget.<br />
Terhenyak.</p>
<p>Orang yang menurut Mamot (mantan anggota FPI yang juga saya wawancara) setiap rabu kalau pengajian selalu lucu dan jenaka, baru saja menghina mantan Presiden Republik Indonesia<br />
Yang tidak bisa melihat dgn matanya, tapi hatinya melihat lebih dalam daripada sekedar kulit di permukaan</p>
<p>Bagaimana bisa, orang orang seperti ini kita biarkan?</p>
<p>Pertanyaan lebih besar lagi, siapa yang membiarkan mereka mereka ini?</p>
<p>Para Jendral yang pada awalnya mendirikan mereka, kini sudah tidak bisa menguasai FPI lagi</p>
<p>FPI seperti anak macan piaraan Jendral yang kini sudah jadi besar dan tidak bisa diatur lagi</p>
<p>Dipuncak, adalah Habib Rizieq yang mengatur ini dan itu.<br />
Markas FPI adalah rumahnya Habib yang besarnya keterlaluan.</p>
<p>Dari mana uang FPI? Dari orderan banyak sekali pihak.</p>
<p>Adik saya kerja di event organizer, dia mengaku pernah mau digerebek FPI lalu FPInya dikasi uang. Niat FPI menggerebek langsung hilang. Ngga jadi.</p>
<p>Bisa dibayangkan, &#8220;orderan&#8221; kepada FPI sangat banyak tergantung kebutuhan<br />
Pengalih isu? Persaingan bisnis? Persaingan Politik? Perusakan citra?</p>
<p>Asal ada fulus, ada akal bulus</p>
<p>Pertanyaannya kemudian, dikemanakan saja uang tersebut?</p>
<p>Disinilah bagian TERPENTING dari tulisan saya.</p>
<p>Uang uang yang masuk ke FPI, sebagian diberikan kepada rakyat Indonesia yg membutuhkan uang.</p>
<p>Saya akan ceritakan, bagaimana dan mngapa FPI bisa subur.</p>
<p>Kalau anda nonton film Fast 5 (Vin Diesel, Dwayne &#8220;The Rock&#8221; Johnson, dll) ada tokoh antagonis. Seorang pengusaha jahat yg menguasai Brazil.</p>
<p>Di salah satu adegan, tokoh jahat ini berkata &#8220;Saya tidak suka dengan cara anda berbisnis. Anda bisnis dengan kekerasan. Kalau rakyat anda serang dengan kekerasan kelak mereka akan melawan balik. Karena mereka terdesak. Saya, memilih untuk memberikan mereka uang. Saya beri mereka &#8220;kemewahan&#8221; yang tidak bisa mereka dapatkan sebelumnya. Dan bisa mereka dapatkan kini lewat saya. Uang, pendidikan, kesehatan. Saya beri kepada mereka. Kini, saya MEMILIKI mereka. Mereka ingin terus merasakan hal hal yang saya berikan. Maka mereka jadi setia kepada saya&#8221;</p>
<p>Inilah prinsip yg FPI lakukan</p>
<p>Di Indonesia, masih sangat banyak rakyat rakyat yang membutuhkan bantuan</p>
<p>Pemerintah lalai dalam membantu mereka, masyarakat kelas menengah dgn starbucks di tangan kanan dan iphone di tangan kiri tidak peduli kepada masyarakat sekitar</p>
<p>Akhirnya, kekosongan ini diisi oleh FPI</p>
<p>Rakyat ada yg butuh uang Rp50.000? FPI berikan kpd rakyat</p>
<p>Ada yg susah masuk sekolah karena tidak punya dana? FPI buatkan surat sakti agar dimudahkan</p>
<p>Tidak punya biaya berobat? FPI buatkan surat agar diringankan biayanya.</p>
<p>Semua ini, dibenarkan Mamot dan diakui oleh Pak Thamrin.</p>
<p>Mamot bilang, banyak orang tua senang menitipan anak anaknya ke FPI. Daripada anak anak tersebut nongkrong ga jelas di gang gang dan menggunakan obat obatan terlarang..</p>
<p>Ketika pengajian, para Habib sangat sangat simpatik. Bahkan Mamot bilang, Habib Rizieq sangat hebat dalam berorasi. Mengingatkan Mamot akan kehebatan Sukarno.</p>
<p>Apalagi menurut Pak Thamrin, gaya hidup para Kyai dan Habib yang membuka pintunya utk siapapun memberikan akses kpd masyarakat yang butuh bantuan.</p>
<p>Sementara para kelas menengah (termasuk saya) seringkali curiga ketika ada orang tidak dikenal ketok ketok pagar rumah kita..</p>
<p>Pak Thamrin juga bilang, ini salah ormas ormas seperti Muhammadiyah dan NU yang lebih dekat ke elit politis daripada ke rakyat</p>
<p>Bahkan satu waktu, Habib ditelfon dan diberi kabar bahwa pintu air (entah yg mana) akan dibuka dan banjir akan datang. Habib langsung keluar dan perintahkan masyarakat sekitarnya utk bersiap dan mengungsi. Ketika banjir datang, Habib langsung dipandang sebagai orang &#8220;sakti&#8221; yg dapat wejangan dari Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Kekosongan yang terjadi, dimanfaatkan oleh FPI dgn sangat baik<br />
Di satu sisi apa yang mereka lakukan adalah baik.<br />
Di sisi lain, mereka memanfaatkan rakyat yg mereka beli untuk jadi basis massa yang kelak mereka manfaatkan untuk kepentingan kepentingan pribadi</p>
<p>Ketidak pedulian kelas menengah kepada sekitarnya, telah berbalik dalam wujud yang lebih membuat resah.</p>
<p>Membubarkan FPI, bukanlah solusi.</p>
<p>Solusi yang benar, adalah dengan mulai peduli kepada sesama rakyat Indonesia yg membutuhkan</p>
<p>Isi kekosongan yg dimanfaatkan FPI</p>
<p>Jangan lemahkan mereka dgn sekedar memberi uang seperti yg FPI lakukan</p>
<p>Perkuat mereka. Empower.<br />
Beri pendidikan karena itulah sayap yang akan membawa mereka terbang</p>
<p>Susah? Ya memang!</p>
<p>Justru yang benar itu seringkali susah</p>
<p>Cara yg gampang biasanya solusi gampangan</p>
<p>Walaupun susah, tapi pasti bisa</p>
<p>Secara makro, ekonomi kita luar biasa.<br />
Fakta bahwa kelas menengah kita melebar adalah benar. Tapi berapa banyak di antara kita yg membagi segala kelebihan kelebihan yg kita punya?<br />
Kapan kita pernah berbagi uang? Waktu? ILMU? </p>
<p>Teruslah membohongi diri sendiri anda sibuk, anda tidak punya waktu, anda sendiri masih susah.</p>
<p>Kalau anda mau dan anda niat. PASTI ada jalan.</p>
<p>Dibawah anda, ada masyarakat pra-sejahtera terus merana dan sengsara dan itu salah bangsa Indonesia. Rakyatnya DAN pemerintahnya</p>
<p>Anda memilih utk tidak peduli? Silakan, tapi anda tidak pantas lagi ngomel ngomel tentang FPI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/fpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>456</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We all know the answer</title>
		<link>http://www.pandji.com/we-all-know-the-answer/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/we-all-know-the-answer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 00:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3399</guid>
		<description><![CDATA[Bingung saya.. Dulu susah banget disuruh baca buku, sekarang kerjanya baca buku mulu Membaca bagi saya jadi sebuah kebutuhan karena saya penasaran akan banyak hal. Rasa penasaran ini akan terus mengganggu kecuali saya cari jawabannya Buku, menyimpan banyak jawaban. Dari sini, saya menarik kesimpulan bahwa nampaknya memang ada yang salah dengan sistem yg diterapkan waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung saya..</p>
<p>Dulu susah banget disuruh baca buku, sekarang kerjanya baca buku mulu</p>
<p>Membaca bagi saya jadi sebuah kebutuhan karena saya penasaran akan banyak hal. Rasa penasaran ini akan terus mengganggu kecuali saya cari jawabannya</p>
<p>Buku, menyimpan banyak jawaban.</p>
<p>Dari sini, saya menarik kesimpulan bahwa nampaknya memang ada yang salah dengan sistem yg diterapkan waktu saya sekolah.</p>
<p>Sekolah di Indonesia (mungkin hingga hari ini) banyak yang membuat murid mengikuti pola yang disediakan sekolah dan bukan sekolah yang mengikuti pola yang dibutuhkan murid.</p>
<p>Setiap anak adalah spesial</p>
<p>Saya bukannya ga suka baca buku, kini saya menyadari bahwa minat saya bukan pada buku buku yg disodorkan sekolah</p>
<p>Semua anak pasti suka baca buku, asal tahu minatnya apa</p>
<p>Pertanyaannya, sistem sekolahan di Indonesia didesain utk menggali minat anak atau engga?</p>
<p>We all know the answer</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/we-all-know-the-answer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Setuju :)</title>
		<link>http://www.pandji.com/saya-setuju-2/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/saya-setuju-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 03:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3396</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;whatever you say, someone will claim it’s offensive. And to that I say, offense is taken, not given. It’s up to you whether you’re offended. And I’ll add one more thing: Just because you’re offended, doesn’t mean you’re right&#8221; -Ricky Gervais, diwawancarai oleh David Daley utk Salon.com- Saya tulis diblog karena A) lebih dari 140 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;whatever you say, someone will claim it’s offensive. And to that I say, offense is taken, not given. It’s up to you whether you’re offended. And I’ll add one more thing: Just because you’re offended, doesn’t mean you’re right&#8221;</p>
<p>-Ricky Gervais, diwawancarai oleh David Daley utk Salon.com-</p>
<p>Saya tulis diblog karena<br />
A) lebih dari 140 huruf sehingga ga bisa saya tweet<br />
B) Saya ingin mengingat kutipan ini karena pada prinsipnya, saya setuju <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/saya-setuju-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>109</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Setuju :)</title>
		<link>http://www.pandji.com/saya-setuju/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/saya-setuju/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 03:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3394</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;whatever you say, someone will claim it’s offensive. And to that I say, offense is taken, not given. It’s up to you whether you’re offended. And I’ll add one more thing: Just because you’re offended, doesn’t mean you’re right&#8221; -Ricky Gervais, diwawancarai oleh David Daley utk Salon.com- Saya tulis diblog karena A) lebih dari 140 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;whatever you say, someone will claim it’s offensive. And to that I say, offense is taken, not given. It’s up to you whether you’re offended. And I’ll add one more thing: Just because you’re offended, doesn’t mean you’re right&#8221;</p>
<p>-Ricky Gervais, diwawancarai oleh David Daley utk Salon.com-</p>
<p>Saya tulis diblog karena<br />
A) lebih dari 140 huruf sehingga ga bisa saya tweet<br />
B) Saya ingin mengingat kutipan ini karena pada prinsipnya, saya setuju <img src='http://www.pandji.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/saya-setuju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>150</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The choice is yours</title>
		<link>http://www.pandji.com/the-choice-is-yours/</link>
		<comments>http://www.pandji.com/the-choice-is-yours/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 02:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pandji Pragiwaksono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pandji.com/?p=3391</guid>
		<description><![CDATA[Saya lagi baca2 buku &#8220;Creating A World Without Poverty&#8221;nya Prof Muhammad Yunus. Peraih Nobel Perdamaian utk Grameen Bank. Kebiasaan saya dalam belajar adalah menulis ulang apa yg saya pelajari biar lebih paham.. Jadi saya mau oret oret di posting ini :p Prof Yunus bilang bahwa Kapitalisme itu konsep yg belum selesai dikembangkan (Menarik karena sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lagi baca2 buku &#8220;Creating A World Without Poverty&#8221;nya Prof Muhammad Yunus. Peraih Nobel Perdamaian utk Grameen Bank.<br />
Kebiasaan saya dalam belajar adalah menulis ulang apa yg saya pelajari biar lebih paham..<br />
Jadi saya mau oret oret di posting ini :p</p>
<p>Prof Yunus bilang bahwa Kapitalisme itu konsep yg belum selesai dikembangkan<br />
(Menarik karena sebuah pemikiran itu harusnya berevolusi dan bertumbuh. Tidak mati sampai disitu)</p>
<p>Kapitalisme membuat pelakunya hanya melihat 1 tujuan akhir dan itu adalah profit.</p>
<p>Prof Muhammad Yunus berargumen bahwa karena manusia itu bukan 1 dimensional, maka menjalankan perusahaan dgn 1 tujuan akhir (profit) tidaklah sesuai dgn kodrat kita.</p>
<p>Manusia itu multidimensional, emosi, keyakinan, prioritas, perilaku dan segala karakteristik kita beragam dan tidaklah membosankan</p>
<p>Bahkan kapitalis terbesar di duniapun berhenti hanya memikirkan profit dan mulai memikirkan hal hal lebih besar dari profit. Dalam hal ini, The Melinda &#038; Bill Gates Foundation yg menggunakan dana mereka ditambah uangnya Warren Buffet utk kebaikan umat manusia.</p>
<p>Intinya, kebahagiaan bukan tentang punya banyak uang.<br />
Tapi dari punya hidup yg bermakna.</p>
<p>Hidup yg bermakna tentu ada unsur uang dan kepemilikan di dalamnya, tapi juga ada unsur pencapaian dan persahabatan dgn sesama umat manusia..</p>
<p>You can live your life chasing money (only)<br />
Or you can do the things that makes you happy</p>
<p>The choice is yours</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pandji.com/the-choice-is-yours/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>130</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

