Jujur, gue takut mati.
Ga ada hubungannya dengan gue scara langsung, karena kalau gue mati, kemungkinan lalu gue tidak bisa merasakan apa apa setelahnya.
Utk sejumlah orang hidup lebih menakutkan daripada mati.
Hidup banyak masalahnya, kalau mati… mau apa lagi? hehehe
Tapi gue takut mati, karena gue takut kehilangan waktu untuk bersama Istri dan anak gue.
Takut apa yang ada di benak mereka sepeninggalan gue.
Bagaimana mereka melanjutkan hidup?
Takut gue.
Sejak hari pertama gue ngerap di TVONE, istri gue selalu celingak celinguk kalau gue pulang malam
“Takut Mas Pandji dibuntutin orang” katanya…
Bahkan, ada sebuah kejadian yg bikin gue takut.
Waktu mau ke medan, ada orang naik pesawat, pake ransel, nyeret koper, pake topi, pake kacamata hitam dan pake masker penutup mulut kayak yg dipake orang naik motor.
Gue pikir “Buseeeet, ninja cuuuy?”
Lalu di pesawat, dia duduk diiii.. belakang gueeeeee..
Hari itu, instruksi pramugari gue perhati iiiiiiin banget.
Di pesawat (ketika terbangun, krn gue ketiduran) gue mikir apa yang gue lakukan kalau pesawat ini meledak.
Gue takut, takut mati.
Tapi lalu kenapa gue bilang “KAMI TIDAK TAKUT” ?
Jawabannya.. sederhana..
KARENA GUE GA PUNYA PILIHAN LAIN
I dont have any toher choice!
Whaddyou expect?
Setelah bom meledak? Lalu kita musti bilang apa “ADUUUH TAKUUUTT” ??
Jelas itu salah.
Lalu? Mau apa? Diam?
Kita sudah pernah diam.
Bom bali 1? Kita diam.
Bom bali 2? Kita diam.
Bom kedubes australia? Kita diam.
Lalu apa yang terjadi? Apakah Indonesiaunite terjadi saat itu?
Apakah Indonesia membaik?
Indonesia butuh berbulan bulan untuk pulih.
Gini deh, ga usah kita pikirin kita sendiri, dengerin (baca) dulu cerita gue
Waktu gue ke Bali, Dipo pengen naik delman… Spanjang perjalanan, gue nanya gimana Bali pasca bom. Dia cerita pemasukannya turun drastis. Sampai ga bisa ngasih makan keluarganya. Yang datang hanya turis asia. Turis asing berkurang… Gue ga peduli kalau elo ga percaya sama gue, tpai gue sedddiiiiih bgt dengernya…
Ga usah deh mikirin devisa negara dari kedatangan turis itu, tapi liat aja bapak itu. Pipinya kurus, keriput, tangannya lunglai, umurnya tidak mendukung utk dia cari piliha kerjaan lain…
Ketika bom mega kuningan meledak, gue GAK MAU diam.
GAK MAU DIAM.
Waktu gue kecil, badan gue lebih kecil dari rata rata anak seumur gue.
I got bullied a lot.
They stripped me outta my clothes.
They beat me up.
Stole my sneakers. Stole my money.
Stole my basketball cards, my magic johnson upper deck.
I cried.
Most of my junior high years.
Waktu gue di bully, kalau gue diem, mreka nge-bully terus.
Kalau gue lawan, bonyok gue digebukin.
Sayang, waktu itu gue tidak melakukan apa yang seharusnya gue lakukan.
Menyatukan korban korban bully dan bersatu.
Ga usah melawan balik, hanya berdiri bersama. Nunjukkin kalau jumlah kami lebih banyak.
Gue yakin, mereka takut.
….
fast forward ke hari ini…
The bullies are back.
These are different type of bullies.
They’re worse
They’re terrorists.
They bombed my country, bulliying us with fear.
Apa yang bisa kita lakukan?
Mengaku takut?
Diam?
Ga ada pilihan lain, demi Tuhan, tidak ada pilihan lain.
Gue takut mati, tapi gue lebih baik berdiri dan mengaku ngaku kalau gue berani.
Gue tau kalau gue berdiri, yang lain akan ikut.
Maafkan mereka yang kesal karena gue punya lagu KAMI TIDAK TAKUT
Tapi pahami sudut pandang gue, dimata gue, gue ga punya pilihan lain selain berkata
KAMI TIDAK TAKUT.
Kini Indonesuaunite berdiri.
Bukan organisasi.
Ga ada ketua
Ga ada anggota
Crowdsourcing tepatnya.
Cari definisinya di internet biar ngerti
Tapi dia terus berjalan.
Memang, sat ini masih sangat lemah dan hanya kuat di online, twitter terutama.
Pemicunya adalah terorisme, tapi entah kenapa, feeling gue berkata, ini tidak akan berhenti disini.
Ini adalah awal sebuah perubahan yang baik.
#indonesiaunite belum sempurna, mungkin tidak akan bisa sempurna banget 100%, tapi gue yakin, sebusuk busuknya dan secapek capeknya elo sama global warming, elopun tau bahwa kesadaran akan global warming benar adanya.
Sama dengan ini, ketimbang mengkritik tanpa solusi, gue berharap ada masukan.
Kata temen gue Constructive Critic ( kritik membangun) harus disertai dengan masukan yg membangun, mungkin juga sebuah solusi, tanpanya, bukan kritik membangun namanya… kata temen gue “other wise, you’re just a nag”
Motivasi gue dibalik ini? Ga ada, hanya UNTUK INDONESIA
Ga percaya?
Gapapa
I dont expect you to believe
Watch me.
I’ll make a believer out of you











August 2nd, 2009 at 4:49 pm
yoyoy bro.. i’m on your side..
August 2nd, 2009 at 4:59 pm
yeeaa gue dukung lo terus ji
August 2nd, 2009 at 5:03 pm
tidak peduli ketika ada orang yg memojokan #indonesiaunite !! mereka hnya orang yg tidak mengerti sebuah kemerdekaan bangsa dan tidak mau melihat indonesia damai..
kak pandji itu salah 1 bukti anak indonesia yg care sama bangsanya..semangat orang sprti kak.pandji patut di tiruu oleh kita smwa.
SEMANGAT teruuuss kak pandji,banyaaakk anak indonesia yg mendukung #indonesiaunite!!
August 2nd, 2009 at 5:04 pm
ok pak no doubt 4 u..
gw share ni artikel d FB gw y..
mdh2n tambah byk org indonesia yg “ngeh” sma bangsanya..
GO #indonesiaunite
August 2nd, 2009 at 5:10 pm
Gw ga takut mati, honestly.. And that’s no bullsh*t, either. I was there at Marriott 2003. *In* JW Marriott, passing the bomber’s car *minutes* before it exploded. Only by God’s grace it didn’t blow up when I passed right by it, or when I waited in the lobby for my aunt (who worked there). I saw people bleeding, missing limbs, smell the burnt flesh. I wasn’t scarred, nor burnt. Only my ears rang for several days, and I can’t get the image of the flashing fire zooming past the window before my eyes. Again, only by God’s grace the window didn’t blow up to my face. From that point onward, I don’t fear death. If it’s not my time, it’s not my time.
But I fear when I die, no one will remember me as nothing else but a “victim.” Not even as a person. Just as a number in a statistic.
#indonesiaunite is a way for us to say that we care, and we *are* doing something. We move on with our normal lives, we work out ways and means to revive the shock from the brutal, barbaric act of terrorism. Through the unity in twitter, we tell people that we aren’t sheep.
And screw critics. Even the US had a TON of encouraging artworks by their artists after 9/11. They’re a bigger, “more stable”, and “older” nation than ours. If they’d needed encouragement to rebuild themselves, why shouldn’t we? And if YOU and your artists friends can create art – things of beauty – to assure us that we can, why shouldn’t you?
August 2nd, 2009 at 5:13 pm
“Gue takut mati, tapi gue lebih baik berdiri dan mengaku ngaku kalau gue berani.”
yang gw tau,gw suka kata2 ini..&
gw suka lagu KAMI TIDAK TAKUT..& dengan segala makna&/cerita yang ada di dalamnya,yang hendak disampaikan pencipta lagu ini yang mungkin belum semua pesannya sampai pada penikmat lagu ini.
yang lain gw belum mau tau..itu aja.
August 2nd, 2009 at 5:24 pm
Go Pandji!
Critics are important to keep us grounded however critics arent going to stop us for doing a good deed for a greater cause. Indonesiaunite is a very good deed, from all aspects possible.
So Go #Indonesiaunite!! Go Pandji
Ps: Yang ngritik mungkin saja ngiri krn dia bukan pencetusnya Tee Hee
August 2nd, 2009 at 7:24 pm
Ji,klo ada update terbaru Tribesnya Seth Godin loe dan #Indonesiaunite wajib ada disitu man!Go #Indonesiaunite
August 2nd, 2009 at 8:38 pm
Bohong kalau ada orang yang mengaku tidak takut. buktinya.. orang-orang yang mengaku ‘berjuang di jalan Tuhan’ tidak mau menunjukkan identitas aslinya, menutupi muka, berpindah-pindah tempat agar tidak ketahuan aparat. Penjagaan dan pemeriksaan pengunjung pusat keramaian jelas menunjukkan ketakutan pengelolanya. Jadi, kita (terutama saya) pastinya berbohong kalau berkata tidak takut.
Tapi… jika 230 juta rakyat Indonesia bersatu dan berteriak lantang “KAMI TIDAK TAKUT” (tidak hanya bersuara tapi juga dalam berfikir, bersikap dan bertindak) , maka kita bisa mengalahkan rasa takut itu dan bahkan membasmi sumber rasa takut itu.
Salut untuk #indonesiaunite
Salut untuk pandji yang sudah mengaku takut
August 2nd, 2009 at 9:02 pm
Jujur, sebenarnya saya juga orang yang takut mati…
Takut karena gak yakin apakah nanti saya diterima di sisi Tuhan di sana atau enggak…
Semenjak saya beli kaos “KAMI TIDAK TAKUT” di grindclothing.com,,
Saya takut untuk memakainya untuk pertama kalinya…
Takut kalau jangan2 ada salah satu jaringan teroris yang ngeliat,
Saya dibuntutin,
Dan rumah saya dibom…
Mungkin terlalu berlebih-lebihan,
Tapi emang itu yang ada di pikiran saya…
Tapi saya tetap berkeinginan agar Indonesia meju bersatu,
dan tetap satu visi dengan teman2 di Indonesiaunite (walaupun saya juga gak gabung twitter)…
INDONESIA BERSATU!
Katakan, “Kami Tidak Takut!”
August 2nd, 2009 at 9:03 pm
Go Pandji….. mungkin ada beberapa yg kritik loe… gpp jadikan sbg penyemangat loe utk lebih kreatif lagi.
Lakukan dan berikan slalu yg terbaik apapun yg loe lakuin seolah olah loe melakukan sesuatu buat Tuhan. #indonesiaunite ayo kita buat sesuatu tindakan yg lebih nyata walau kelihatan kecil skali gpp. mulailah dari diri sendiri. Good luck n success ya Pandji…
August 2nd, 2009 at 9:40 pm
mantabh bro, gw jg sebagai manusia biasa ngerasa takut mati, takut karena dosa segudang…lol. tp gw selalu berusaha menanamkan dalam diri gw, apa yg benar harus gw bela ampe mati. menurut gw, apa yg terjadi ini adalah kesalahan kita semua, kita terlalu d buai akan kemanjaan, gaya hidup hedonis, sehingga ketika teror datang, kita terdiam, paralyzed, dan gak tau mesti berbuat apa. mulai detik ini, kita harus berubah ! lawan semua teror dgn segenap daya upaya, karena teror adalah bentuk dari sebuah pengekangan kebebasan hidup. gw selalu dukung apa pun itu selama bisa memperbaiki bangsa ini. karena hal sekecil apapun yg kita lakukan, asal ikhlas dan tujuan na baik, better than kita diem ato cuma kritik doang….
August 2nd, 2009 at 9:42 pm
Jujur, gw jg takut mati. gw takut mati dengan tubuh hancur berantakan kemana-mana dan honestly gw lebih rela kalo gw mati dengan keadaan sakit (lebih wajarlah)
Gw pikir teroris itu juga takut. Bukan dalam arti kata takut mati tapi takut ketahuan. Mereka berpindah-pindah tempat, diam-diam, hanya untuk menakut-nakuti orang lain dengan bom yg mereka ledakkan.
Dan dengan adanya gerakan ini membuat saya jadi merasa memang teroris tidak bisa didiamkan begitu saja. Kita seperti pasrah dengan bom sana-sini, takut dengan orang tak kelihatan, padahal jumlah penduduk kita bermilyar-milyar. Masa kalah dengan gembong teroris itu??
Makanya, saya dukung kak Pandji, good luck dan sukses ya. TETAP SEMANGAT INDONESIA BERSATU =)
August 2nd, 2009 at 10:58 pm
Dude, I love your spirit. And more often I listen to your broadcast in the morning. You’re on fire, I bet everyone knows that. Everyone that reads your website. I’m new to your website. If I didn’t find it, I would never know your anger towards terrorism. Your writings beautifully mirror everyone perspective emotionally on that bombing thing. But then again it is your ‘writings’..your rap thing.
I would not find your spirit about Indonesia outside your writings ( web or songs ). What I am trying to say to you is, perhaps you need to speak louder. We, the people, need your spirit and charisma, to make Indonesia a better place to be.
You need to start a “Pandji” campaign ! Either musical campaign or other art form performances from you. A long great campaign. That’s when you can talk louder! And make sure it’s off-air, so none can censor your speech And that’s how you drive all your 1000 cd buyers into your mission. A live show campaign. The uncanniest way to drive your followers! And your followers are ready to be driven! Keep it up man, you’re so goddamn great.
cheers,
Alfa.
August 3rd, 2009 at 10:01 am
Don’t know what to say. You’ve said it. Just keep up the good work.
August 3rd, 2009 at 12:43 pm
salam untuk mba gamila (gw pikir dya ‘hebat’ sekali ndji) dan dipo tentunya…
keluarga emang hal yang paling utama…
tetep semangat ya mas pandji!!
August 3rd, 2009 at 10:18 pm
Jujur, gw sangat senang dengan adanya IndonesiaUnite.. membuat kita makin cinta Indonesia, makin bersatu padu.. makin sadar sama kaya dan indahnya negeri ini.
Tapi ada satu yang sampe skrg masih membuat gw ‘gatal’, i.e.: phrase “KAMI TIDAK TAKUT”.
Kenapa? Karena, bagi gw, phrase ini pake kata negatif: TAKUT. Psychologically, secara ga sadar kata2 ini yang justru bisa terpatri di dalam diri kita.
Teorinya, gw pernah denger kalo kita kasitau ke anak kecil, jangan pake kata2 TIDAK, JANGAN, dan kata2 negatif lainnya. Instead of saying “lain kali JANGAN BOHONG lagi ya”, lebih baik bilang “kalo cerita yang jujur ya..” Intinya seperti itu lah..
dan Mother Teresa pun (katanya, ntah benar atau tidak) ga mau dateng ke acara2 yang temanya “anti perang”, “anti kekerasan”, dll.. Tapi kalau temanya “perdamaian”, “cinta kasih”,dll yang tidak pake kata2 negatif baru Beliau berpartisipasi..
Anyhow, just saying what’s in mind.. ^^
hidup Indonesia kita!
August 4th, 2009 at 1:43 pm
IndonesiaUnite menyatukan para netter Indonesia untuk lebih menyuarakan rasa cinta tanah air mereka!
Sebuah kebanggaan bisa bersatu tanpa ada permainan politik di belakangnya. bersatu secara murni, menjunjung tinggi “Bhinneka Tunggal Ika”
August 5th, 2009 at 9:45 am
makanya rajin solat coooy… percuma lo teriak teriak indonesia unite,tp ninggalin agama.ho ho h o
August 5th, 2009 at 1:11 pm
Go get them bro
August 11th, 2009 at 9:59 pm
Tenang bro, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh . . .
para teroris jahanam ‘PASTI KENAAAA DEHHHHHH ……(dosanya tar)
August 12th, 2009 at 3:35 pm
Yupp Untuk Indonesia esok, sebuah alasan yang cukup untuk itu.
http://kelikyogya.blogdetik.com/2009/08/10/si-buntung-yang-terburu/
August 18th, 2009 at 10:41 pm
salut gw ama lu bro.. multi talented bgt!!! keep going..
August 28th, 2009 at 11:09 am
ya bos,
di dalam hidup ga ada kata : GUA TAKUT
kecuali ma Tuhan doank
August 29th, 2009 at 12:27 am
salut!!!…sekaligus terharu