Buku itu ajaib bagi saya
Untuk orang lain, buku adalah tumpukan halaman bertulisan dibungkus sampul bergambar
Tapi saya kalau lihat buku, baik dalam format fisik maupun digital, melihat itu sebagai ilmu dalam kemasan.
Ilmu adalah dasar kebangkitan sebuah bangsa
Apalagi saya meyakini “We are what we know”
Kita adalah hasil dari keputusan kita dan pengambilan keputusan kita berdasarkan wawasan kita.
Maka semakin luas wawasan kita, semakin banyak pertimbangan dalam pengambilan keputusan, semakin dalam dasar pengambilan keputusan tersebut.
Ketika saya menulis
Nasional.is.me, tujuannya hanya agar orang orang bisa semakin mencintai dan optimis terhadap Indonesia.
Setelah sudah cinta dan optimis, lalu apa?
Pertanyaan yang sering saya dapatkan.
Itulah mengapa sekarang setelah rampung menulis “Merdeka Dalam Bercanda” (buku saya tentang Stand-Up Comedy) saya sedang menulis buku tentang bagaimana cara membangkitkan Indonesia dari sudut pandang saya. Tahap demi tahap
Bukunya masih lama terbitnya, masih di semester ke 2 tahun ini.
Kelak akan jadi ilmu yg menurut saya pantas untuk saya bagikan seluas luasnya.
Ilmu dalam kemasan alias buku, banyak bertebaran di toko toko buku. Tapi ada serangkaian buku yang menurut saya akan jadi dasar kebangkitan Indonesia.
Kebetulan, saya kenal semua penulisnya.
Buku buku ini, apabila ilmunya diserap oleh seseorang dan terutama dipraktekkan akan menciptakan individu yang saya yakini bisa membangkitkan Indonesia
1: Untuk Indonesia Yang Kuat: 100 langkah untuk tidak miskin, oleh Ligwina Hananto
Buku ini, adalah dasar dari menjadi individu yg mampu membangkitkan Indonesia. Tidak bijak rasanya untuk mengurusi orang orang lain kalau diri sendiri masih berantakan hidupnya. Jadilah individu yg kuat secara finansial karena yang menopang ekonomi bangsa adalah kelas menengah yg jumlahnya paling banyak di Indonesia.
Amerika rontok ekonominya karena rakyatnya hidup dari hutang. Terbiasa berhutang untuk ini dan itu padahal tidak mampu untuk membayar cicilan2 atas banyak sekali hutang
2. Your Job is not your career & Ultimate you, oleh Rene Soehardono
Memahami apa yang akan jadi pilihan karir kita, menurut saya krusial untuk kesuksesan individu tersebut.
Memahami siapa diri kita seutuhnya, menurut saya adalah langkah besar pertama menuju kebangkitan setiap individu.
Buku ini membebaskan kita dari menjadi zombie zombie yang mengisi bumi dengan hanya melakukan rutinitas. Berkegiatan tanpa hati, dan pikiran yang melayang ke mana mana
3. Creative Junkies , oleh Yoris Sebastian
Bangsa yang kreatif bukan hanya akan jadi bangsa yang berkarya, tapi juga jadi bangsa yang solutif.
Saya percaya bahwa Indonesia akan dibangkitkan karya demi karya. Maka itu artinya, Indonesia butuh lebih banyak orang untuk berkarya dan orang orang itu harus lebih mampu dalam mengatasi masalah masalah yg kerap kali muncul dalam berinovasi.
Saya ingat kutipan lirik Tompi dalam lagu saya yg berjudul “Ada yang salah”. Kurang lebih begini liriknya “Kalau negri ini bukan negri babu, ayo anak negri mana karyamu?”
4. Dreamcatcher oleh Alanda Kariza
Hanya 1 pembeda antara mereka yang menjalani hidup dengan antusias dan mereka yang tidak: Keberanian untuk mewujudkan mimpi.
Mimpi, selama bukan mimpi buruk, adalah sesuatu yang indah.
Lebih indah lagi, kalau mimpi tersebut bisa jadi kenyataan.
Buku Alanda ini belum rilis tapi saya sudah baca isinya. Ketika rilis, buku ini saya yakini akan memicu keberanian dan keinginan dalam benak setiap orang untuk mewujudkan mimpinya
Inilah yg Indonesia nanti nantikan, orang orang yang benar benar HIDUP. Orang yang antusias adalah orang yang tahu arah hidupnya.
Bayangkan pemuda kita, adalah seperti itu. Luar biasa bangsa kita jadinya.
5. Young On Top, oleh Billy Boen
Sukses pada usia muda, bukan hanya sebuah keinginan setiap anak muda saat ini. Tapi juga yang dinanti nanti oleh Ibu Pertiwi.
Bayangkan, Bung Karno pernah berkata “Beri aku 10 pemuda, dan aku akan mengguncang dunia”. Bisa dibayangkan kalau 10 pemuda ini adalah pemuda yang sudah sampai dipuncak pencapaiannya. Bukan hanya mengguncang, mereka bisa mengubah dunia.
Bayangkan, ada individu yang menghidupi buku buku di atas, kemudian dibalut dgn kecintaan dan semangat kepahlawanan yang luar biasa terhadap Indonesia sehingga bersedia jadi bagian yang membangkitkan Indonesia
Bayangkan individu seperti itu ada banyak.
Bayangkan seperti apa Indonesia jadinya.
Indonesia yang luar biasa











January 20th, 2012 at 5:53 pm
dari 5 yg disebutin, aku uda punya 3 buku
January 20th, 2012 at 8:56 pm
Belom pernah baca semua buku itu, jadi pengen beli
January 20th, 2012 at 10:25 pm
buku 5 cm juga bagus buat di jadiin satu refrensi bang pandji …
January 21st, 2012 at 10:13 am
Saya sudah punya semua buku yg disebutkan di atas kecuali dreamcatcher (secara blm rilis)! Memang bagus semua isi buku itu. Tinggal ultimate u yang blm saya baca
January 21st, 2012 at 10:26 am
Menunggu banget terbitnya Merdeka dalam Bercanda..congratulations mas pandji !
January 22nd, 2012 at 3:12 pm
Seneng abis baca tulisan Rene Soehardono and Billy Boen, KEREN!!! oh ya bang Pandji pinjem buku Dreamcatcher donk. boleh? Blom nemu di toko buku terdekat neh, hehehehhee
January 23rd, 2012 at 5:02 pm
Nji! Noh lihat anggota jamaah GANJAniah elu kemaren nabrak 9 orang sampai mampus! Masih mau bilang cimeng musti dilegalakn? NORAK LU!
January 24th, 2012 at 11:08 am
@ Joni, salam respect
Kalo saja anda mau sedikit mencari tahu apa yang dimaksudkan oleh Pandji untuk legalisasi ganja adalah dari varietas HEMP, yang seluruh bagian dari tanaman tersebut punya manfaat ekonomis (just like coconut tree) dan sama sekali tidak membuat efek giting pada pemakaianya. Sedangkan ganja yang mempunyai efek giting pada pemakainya juga sangat beragam (tapi tidak satupun sejauh yang saya tahu mempunyai efek negatif ‘blank/lost of control’ seperti pada minuman keras)
Seperti yang diberitakan dan dikutip oleh media dari ketereangan polisi, yang menyebabkan kehilangan kesadaran pada pengemudi AS sehingga menyebabkan kecelakan adalah alkohol, sedangkan yang mengakui menghisap ganja (bukan HEMP) adalah salah satu penumpangnya (bukan pengemudi AS). Pengemudinya sendiri kalo dilihat dari kronologisnya kemungkinan besar belum istirahat/tidur selama lebih dari 24 jam sampai dengan terjadinya kecelakaan, hal ini juga mempengaruhi tingkat konsentrasinya dalam berkendara (ditambah efek minuman keras dan amphetamine). Bukan untuk membela ganja, seorang pemakai ganja (saja) tidak akan kuat untuk tidak tidur dalam waktu lebih dari 24 jam.
Hanya sedikiiit saja saran saya (pastinya berlaku buat saya juga), sebelum berkomentar ada baiknya untuk melihat permasalahannya dari berbagai perspektif dan sumber
Kita semua pasti berduka cita terhadap korban tabrakan ini, no doubt semua orang sangat menyayangkan. Tapi bagaimanapun, kita juga harus fair dalam menilai penyebab utama kecelakaan tersebut.
Sori kalo lebih banyak ngebahas postingan komen Joni.
Anyway, setuju dengan tulisan Pandji, secara tidak langsung saya sering mendengar nama2 penulis yang disebutkan pada acara GMHR dan membaca tulisan2 mereka pada blog-nya dan its truly inspires
sekali lagi, salam respect
January 24th, 2012 at 10:39 pm
@andi
wah kok pakek mungkin-mungkin segala sih. Ane lebih ska yang pasti-pasti aja deh. Baca ini bos!
detik com
Jakarta – Terkuak sudah, lokasi di mana Afriyani Susanti Cs
mengkonsumsi ganja sebelum pada akhirnya menewaskan sembilan orang
pejalan kaki. Pihak kepolisian melansir informasi, Afriyani Cs menghisap
ganja di klub malam Stadium yang terletak di Jl Hayam Wuruk.
Sepertinya saran yang anda berikan lebih pantas dikembalikan ke anda, bukan saya.
Salam anti-cimeng
January 25th, 2012 at 4:38 pm
bro, critain dong pengalaman ente stand-up di depan pejabat2 kementerian keuangan
January 29th, 2012 at 12:16 am
@Joni: Situ kagak bisa baca dengan otak bersih yah ? Kasian ..indonesia memang sudah sepatutnya bangga terhadap orang orang berpola pikir busuk sepertimu
yang tidak mampu membaca sesuatu secara jernih
Hidup Busuk !!! Yeahhhh!!
tapi ngomong ngomong ,
elu
baca ini lagi deh
“Kalo saja anda mau sedikit mencari tahu apa yang dimaksudkan oleh Pandji untuk legalisasi ganja adalah dari varietas HEMP, yang seluruh bagian dari tanaman tersebut punya manfaat ekonomis (just like coconut tree) dan sama sekali tidak membuat efek giting pada pemakaianya. Sedangkan ganja yang mempunyai efek giting pada pemakainya juga sangat beragam (tapi tidak satupun sejauh yang saya tahu mempunyai efek negatif ‘blank/lost of control’ seperti pada minuman keras)” di kutip dari postingan Andi.
February 2nd, 2012 at 2:19 pm
Dari semua buku tersebut, baru 2 buku yang gw baca. Yaitu bukunya Ligwina dan Rene. Yang paling penting, sebagus apapun isinya kalo dikemas kaku dan “tua” mmm susah untuk dilirik. Keep it up the good work, Pandji
February 7th, 2012 at 1:26 pm
aku catet semua judul dan pengarang bukunya, bulan depan kalo dapet duit dari adsense, aku borong.
February 21st, 2012 at 2:34 pm
“Beri aku 10 pemuda, dan aku akan mengguncang dunia”
kalimat yang amat penuh makna,,,