THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS (L.A.W.)

Fri, May 22, 2009

Uncategorized

Elo kenal gue.
Pandji Pragiwaksono WOngsoyudo
Elo tau pesan gue.
Provocative Proactive
Elo tau tumpah darah gue
Indonesia

I just had an eye opener.
My eyes were wide open, and it almost bursted with tears.

Sepasang suami istri datang menjumpai gue.
I dont know them really well.
But i do know them.
They came to me.
They need help.

For 3 years they have been asking God for something.
That something came by one day, in a form of a mail.
The letter, that were almost thrown away, was actually a notification.
A good news. Well, sorta…
They are granted a green card.
They are now, eligible to live in the United States of America.

They told me, that they were very happy, and confused at the same time.

Now, they have to come up with some money.
A lot of money.

Mereka yang dapat green card, harus deposit uang sebesar Rp 100.000.000,- sebagai tanda bahwa mereka akan bisa bertahan 3 bulan
hidup disana…

Mereka harus juga menyiapkan uang sebesar Rp 50.000.000,- untuk birokrasi tetek bengek.
Terakhir mereka harus menyiapkan tiket mereka sendiri.

Masalah deposit, walaupun susah, mereka berhasil mendapatkan pinjaman. Karena toh uangnya tidak dipakai, uangnya hanya sebagai
jaminan saja. Secepatnya setelah birokrasi lewat, maka uang tersebut akan langsung dikembalikan kembali kepada sejumlah orang yang telah
meminjamkan mereka.

Tiket sudah diusahakan oleh sang suami.

Kini, diantara mereka dan Amerika, adalah uang Rp 50.000.000,-

Ditengah tengah, ada gue.

Mereka, yang tidak dekat dengan gue, memohon bantuan.. mengharapkan kepercayaan.
“Uangnya pasti dikembaliin, kalau nggak, rumah jadi jaminan”

Mereka kemudian sang istri berkata “Kami mau merubah nasib…”

Kalimat singkat itu, tidak menusuk kuping, tapi justru ke mata.
Entah apa yang terjadi, tapi tiba tiba gue mau nangis.

“Disini, kami ga jadi apa apa, hanya dengan mengandalkan gaji suami seorang dosen, bagaimana cara kami memberikan pendidikan
dan kehidupan yang layak kepada anak anak kami?”

“Disana, kami akan kerja. Kami akan kerja keras! Jadi apa aja deh yang penting kerja, jadi tukang cuci piring kek, tukang koran kek”

Keluarga ini, memang bukannya secara finansial tidak mampu.
Hanya saja, saat ini, keadaan memang rumit sekali untuk mereka.

Diantara keluarga si istri, ada satu adik yang akan menikah… jelas butuh uang.
Kemudian satu juga punya kebutuhan uang yang sangat besar. Visa pelajar mereka hampir habis.
Yak, betul sekali.
Diantara kakak beradik si istri itu, ada yang sudah tinggal di amerika dengan visa pelajar..
Memilih untuk tidak mau pulang.
Mereka bertahan sekuat kemampuan mereka, belajar terus, S2, S3 sampai green card yg mereka tunggu datang.
Sejauh ini, dengan visa pelajar, mereka tidak bisa kerja.
Maka yang terjadi adalah, mereka kerja sambil kuliah.
Kerja apa? Banyak. Loper koran. Cuci mobil. Masak. Baby sitting. Apapun.
Dengan itu, mereka ternyata berhasil bangun rumah di bogor.
Berat, tapi apapun mereka lakukan untuk tidak pulang dari Amerika.

Bermodal dengan kisah tersebut, maka suami istri yang ada dihadapan gue ini berniat utk juga mengadu nasib ke amerika.
Sekali lagi, si istri berkata “Kami ingin merubah nasib…”

Kepala gue berputar…

Pikiran gue melayang…

Total uang yang mereka harus kumpulkan adalah lebih dari Rp 150.000.000,-

Dengan gigih, pantang menyerah, pantang lelah, mereka cari uang tersebut.
Bahkan, mereka sampai membuang rasa terakhir yang menempel dalam tubuh manusia ketika semua rasa sudah mati.
Rasa malu.

Pasti berat untuk mereka, datang ke gue dan meminta bantuan.
Im much younger.
We’re not even that close.

Still, here they are. Asking. If not begging.

Padahal, dengan uang sejumlah Rp 150.000.000,- mereka pun bisa mengubah nasib dengan tetap tinggal di Indonesia.
THEY COULD!

Cuma masalah cara aja.
Dan memang, uang RP 150.000.000,- tidak akan serta merta merubah hidup mereka jadi baik, indah, dan berkecukupan,
tapi menggunakan uang dengan jumlah itu utk ke amerikapun tidak menjamin hidup mereka jadi mudah disana.

Tentu gaji mereka besar di banding disini, tapi pengeluaran juga besar.
Tentu ada segala macam jaminan yang lebih jelas dan pasti dan akan membuat mereka bertahan..
Jay Z pun waktu kecil hidup dari Foodstamps.. sejenis voucher yang bisa ditukarkan dengan makanan.

Kasarnya, mereka disana akan kayak orang miskin. Orang susah.

“Dengan bekerja sebagai tukang koran, saudaraku bisa bangun rumah di bogor”

Apa bedanya dengan…

“Saya merantau ke Jakarta dari ngawi untuk merubah nasib… biarin di Jakarta jadi tukang koran, tapi saya bisa menghidupi
keluarga di ngawi, bisa bangun rumah”

Bedanya hanya.. yang satu dari Ngawi ke Jakarta, dan yang satu Jakarta ke Amerika. Entah kota apa.

Gamila bilang, bagaimanapun juga, orang susah di Indonesia beda dengan orang susah di Amerika.
Sekolah lebih banyak yang gratis.

Tapi menurut gue, itu cuma masalah skala.

Di Jakarta juga banyak sekolah gratis, cuman aja sekolah gratis di Jakarta (mungkin) bukan sekolah unggulan.
Bukan sekolah bergengsi.

Sama aja, di Amerika gue rasa (gue berasumsi) sekolah gratis ya sekolahnya rakyat… sekolah sekolah bergengsi amerika pasti mahal..

Kenapa kalau di Jakarta ga mau masuk sekolah rakyat tapi di Amerika mau?

Hanya karena Amerika? Andaikan orang orang di Indonesia tau bahwa Amerika Serikat sampai sekarang masih memegang rekor untuk
tingkat penembakan dan pembunuhan tertinggi di dunia dalam lingkungan sekolah…

“Ya Ampuuuun disini uang masuk kuliah mahal bangeeeeettt, 80 jutaaaaa” kata mereka.

Sekali lagi, wawasan akan menentukan keputusan.
Sebenarnya kalau mereka mau berinvestasi-pun Insya Allah kekejer kok.
Anak mereka masih SD…
Besar sih angka investasinya, tapi daripada nabung lebih nggak mungkin lagi?
Lebih kasian lagi mereka yang merasa aman setelah menggunakan asuransi pendidikan.. Kelak mereka akan sadar,
bahwa ternyata uangnya juga ga cukup untuk bisa bayar kuliah.
Padahal jumlah uang yang mereka sisihkan untuk asuransi pendidikan itu, kalau di investasikan akan lebih mungkin sampe angkanya…

Sigh :(

I cant blame them for not having financial literacy early on.

Its not going to help them.

Memang, kuliah itu mahal… ITB memang mahal. Jauh lebih mahal daripada ketika gue masih kuliah disana..
Tapi DEMI TUHAN, beasiswa di kampus ITB BUANYAK BUANGEEEETTTTT…

Gue punya BUANYAAAKK teman yang dari awal masuk kuliah sampai dia lulus, mengandalkan beasiswa.
Tidak mengeluarkan uang sendiri sama sekali untuk bayar kuliah.

Bahkan, saking banyaknya, temen temen gue yang relatif mampu-pun, sampe dapet juga!

Gue aja bego ga ngeh sama yang begituan.. setelah lulus baru gue tau temen temen gue banyak yang pake beasiswa
Nyesel juga jadi orang self centered …

Sebenarnya, paginya, di GMHR kami membahas orang orang yang pernah di luar negri cenderung skeptis sama Indonesia.
Ga mau pulang. Ga suka Indonesia.
Katanya disini infrastruktur kurang, pajak ga jelas kemana, jalanan rusak, public transportation buruk…
Jepang dan Indonesia sama sama dalam keadaan tidak baik di tahun 45, tapi kini Jepang melesat dan Indonesia masih begini begini aja.

Dalam hati ketika siaran gue berpikir, DONT COMPARE INDONESIA TO OTHERS! ITS NOT FAIR
IT ITS NOT AN APPLE TO APPLE COMPARISON

Jepang penduduknya berapa sih? Seluas apa? Terbagi atas berapa pulau? Berapa banyak bahasa? Berapa banyak tradisi?
Berapa banyak kultur? Berapa banyak kebutuhan?

Not even close as complex as we are.

THE PROBLEM IN OUR COUNTRY IS, WE DO NOT THINK AS ONE.WE ARE TOO MUCH APART.
THAT IS THE FACT.
Thank God we are united in the same language.

Or maybe we do not have a strong leader.
I dont know.

All i know is, there’s NOTHING we can do by blaming the past.

WHAT WE ARE RIGHT NOW, IS A PRODUCT OF OUR PAST.
IF WE DONT LIKE WHAT WE SEE TODAY, WE CHANGE IT.
WE MAKE IT HAPPEN.
IT MAY NOT BE FOR THE BENEFIT OF OUR OWN, BUT BY GOD IT WILL BE FOR THE BENEFIT OF OUR CHILDREN’S CHILDREN.

GA ADA PENDIDIKAN GRATIS? KITA DONG PERBANYAK BEASISWA.
KITA DONG INISIATIF PADA KANTOR KITA UNTUK PUNYA CSR DI BIDANG PENDIDIKAN.

FASILITAS KESEHATAN MASIH MAHAL? BIKIN DONG YAYASAN.
JANGAN KOMPLEN DOANG.

WHAT WE DO, WILL EFFECT OTHERS.

Walaupun gue akui, sesuatu yang baik tidak akan tersebar secepat sesuatu yang buruk.
Itulah mengapa, kita harus sama sama kerja keras.

Evil is controling time, we should not let ourselves be control by time.

WE CONTROL OUR TIME.

Sebenarnya, gue ga mau ngomong ini, takut dibilang sombong dan pamer, tapi motivasi gue beda, Insya Allah ga ketangkep beda…
Gue aktif di C3 (www.C3friends.com) karena gue ingin menjadi salah satu dari orang yang membantu menjadikan Indonesia tempat yang lebih baik.
Tempat yang punya harapan.
I want to make Indonesia the land of free, the land of hope and dreams.
Ada orang ga mampu anaknya sakit kanker? Ada C3. Insya Allah, ada harapan.

By doing this, im hoping other would be inspired and do the same thing, in other fields.
Pendidikan, bidang kesehatan lain seperti AIDS, dll…

Demi Tuhan gue mau sebenarnya bikin yayasan yang menyediakan pendidikan gratis, tapi gue harus fokus.
My calling, is C3.

Gue harus fokuskan perhatian gue kepada anak anak penderita kanker, sambil tangan gue menggandeng anak anak ini, mata gue menoleh
keluar, berharap orang lain di luar sana juga tergerak untuk membantu orang lain di Indonesia yang butuh pertolongan.

Yang butuh harapan…

Yang tidak bisa ke Amerika serikat untuk mengubah nasib mereka…

“Gimana Mas Pandji?” Tolong kami yaa?”
Pertanyaan itu menyadarkan gue kembali dari lamunan…

Gue kembali fokus kepada mereka dan obrolan yang sedang berjalan…
Tapi mata gue masih menahan tetesan air mata sedih…

Ketika kembali sampai di rumah, Gamila berkata
“Mas, kamu nggak harus menolong mereka lho… jangan merasa terbebani untuk HARUS menolong…”

But im a man of dreams.
I dream ‘em , and then i make it happen.

And for me, there is every dream for every man
Who am i to blame what your dreams might be? Who am i to judge it? People have the right to dream. What ever that might be.

I would love to see that family get that dream.

If living in America is their dream.
I would love to help them live it.

I just hope, in the near future, my own country could be just like America…

indonesia

THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS

ps: Gue dapet foto ini dari google, ijin ya wahay pemilik foto…


410 Responses to “THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS (L.A.W.)”

  1. Wandi Says:

    Yup…..your writing is all truth….the whole truth and nothing but the truth……..
    i wish my INDONESIA will be THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS…….
    salute you my comerade……

    Reply

  2. jali Says:

    Gue mungkin orang yang skeptis akan Jakarta dulunya. Tapi tidak pernah untuk Indonesia. For me in the land where I live now, it’s the best. Ada beberapa menawarkan kerja di luar… tapi buat apa? Gue cukup bingung… kalau sanggup menanggung malu dengan mencuci piring di sana, kenapa tidak disini? Kenapa orang bangga dengan mencuci piring disana? Merasa dianggap kerja keras ??? Kenapa tidak dilakukan di sini ??? DI INDONESIA ???

    Reply

  3. Dedoy Says:

    Pandji for Presidenttt……. wakakakakaka

    gw setuju tuh.. kita gak pernah melihat bangsa ini sebagai SATU Indonesia…

    Reply

  4. alexabimanyu Says:

    gw termasuk manusia yang nasionalis. gw termasuk manusia yang idealis. pernah ada masanya gw berpikir yang sama dengan keluarga itu. living in another country will be better. lets just sell everything and move out of Indonesia. disaat gw butek pun, gw kadang masih suka kepikir gitu tapi gw sadar, itu hanya sebuah pelarian. sebuah cara untuk menghindar dari masalah, bukan menyelesaikan.

    Indonesia memang masih banyak kurangnya. for God’s sake, we’ll only graduated on 1945. America graduated in 1776. Tapi justru itulah keuntungan kita. ada negara lain yang ‘lebih baik’, yang bisa menjadi acuan dalam membentuk Indonesia yang lebih baik. sometimes i wish that Indonesia was colonized by Brits rather than Dutch.. we might become a huge commonwealth country and with our resources, we definitely will surpass the wealth of other commonwealth nations. tapi nggak.. kenyataannya kita dijajah sama Belanda. kecuali punya time machine ya gak bisa juga balik ke masa itu :D

    the point of this blabbering is, negara kita memang mungkin masih banyak kurangnya.. justru kita perlu ada disini.. memperbaiki.. kalo rumah loe rusak.. loe perbaiki dari dalem.. gak bisa diliyatin dari luar trus bener sendiri.. atau nyuruh orang buat benerin dan kalo salah, loe complain.. udah diluar sih diem aja.. gak usah pake complain2 segala..

    lets raise.. lets think positive.. lets act.. we can make Indonesia better..
    semangat 45 .. visi abad 21..

    Reply

  5. dita Says:

    Hi Ndji..!

    Sedikit protes dari g tentang pemikiran lo bahwa:
    DONT COMPARE INDONESIA TO OTHERS! ITS NOT FAIR
    IT ITS NOT AN APPLE TO APPLE COMPARISON

    Menurut gue, mau gak mau, bisa ga bisa, Indonesia harus bisa dibandingkan ama negara2 lain, sebutlah Jepang, Malaysia, ato S’Pore. Masalahnya adalah, terlalu banyak orang (dari dulu ampe sekarang) yg tidak memegang amanah saat mereka jelas2 diamanahkan utk memegang jabatan yg SEHARUSNYA bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

    Bahkan, Indonesia sebenernya justru memiliki begitu banyak kelebihan dalam hal sumber daya alam berikut keindahan alamnya, yang (lagi2) sebenarnya bisa dimanfaatkan utk kemajuan Indonesia secara keseluruhan.

    Sekarang letak permasalahan yg terbesar (menurut gue) adalah pada orang2 yg megang jabatan2 itu (dari dulu ampe sekarang). Wong menurut temen gue (yg juga di-amin-i oleh gue): “Indonesia itu, kalo gak kaya banget, mana bisa masih berdiri dengan begitu kokohnya, setelah sekian lama digerogotin TERUS ama manusia2 rakus.”

    Jadi, wajar2 aja kalo pasangan itu dan beberapa banyak orang lainnya punya pikiran bahwa di luar negri, hidup mereka akan JAUH lebih baik daripada di Indo. Gue sendiri percaya kalo idup di luar negri macem US or S’Pore akan membuat lo hidup dng tingkat kesejahteraan lebih tinggi daripada disini, untung aja g masi cukup nasionalis. Jadi kalopun g akan ke luar negri, gue PASTI akan kembali ke Indo supaya bisa bantu berkontribusi utk memperbaiki tanah air yg kucinta ini..

    Reply

  6. handoko Says:

    berharap banyak yang berpikir begini dan bertindak sesuai dengan cara pikir ini ..
    usul : album loe pakein komik deh

    Reply

  7. Vico Says:

    Gw setuju sama lo Ji
    Menurut gw kesalahannya bukan pada pemimpinnya, tapi pada rakyatnya yang kurang peduli sama negara. Negara hanya akan berkembang kalo rakyatnya berkembang. Yang berkembang ga selalu penghasilan tapi rasa gotong royongnya.
    Kalo masalah membandingi Indonesia dengan negara lain, itu terserah pribadi masing2. Toh ke Amerika atau negara2 lainnya tetep butuh kerja keras. Termasuk pencuri.

    Reply

  8. Dondi Says:

    gue tau banget Pandji menganut prinsip, give first, then reap the rewards..
    so believe it or not, he promoted my blog on Facebook and Twitter this morning
    (buat yg belum tau, addressnya: provoked-thoughts.blogspot.com :-) sibuk promosi hehe…

    kenapa ya Pandji bilang gue akan pengen kasih comment posting ini?
    1. gue pernah tinggal di luar negeri
    2. gue agak nasionalis, ‘agak’ karena gue belum berani mati seperti Bung Tomo dkk, tapi gue pengen Indonesia bisa lebih baik dari Singapore, at least Malaysia deh
    3. lewat apa yg gue kerjain sekarang, Insya Allah beberapa gelintir orang hidupnya bisa lebih baik dari sebelumnya
    4. Pandji menyentil masalah financial literacy, itu passion istri gue dan gue juga lagi mencoba membuka mata orang ke arah ini

    So sorry Dji, bukannya gue males comment di sini, tapi loe udah berhasil mem-provoke gue lagi untuk menulis a full blogpost setelah sekian lama cuma sempet micro-blogging di twitter
    My response to your post will perhaps be a longer post, or maybe even more than 1 post!

    Will definitely write something tonight and let u know!

    For now, let’s do a braveheart shout: “FREEDOOOOM!!!!!” (yang artinya MERDEKAAAA!!)

    Reply

  9. Dondi Says:

    BTW, buat yg nyalahin ‘pemimpin’ masa lalu ataupun ‘tikus2′ yg menggerogoti negeri kita tercinta ini, pesen gue adalah quotenya JFK/ liriknya Pandji, “apa yang loe bisa buat untuk negara?”

    Stop blaming others for the mess we face
    Stop complaining that we were led to the wrong direction

    Start thinking of what you can do to make yourself better
    When you’re done with it, think about making your family better
    Then your neighbours better
    Without knowing, you’ll make a society better.

    Imagine 200 million people doing the same thing, heck, even just a fraction of them… This country will rise, the true ‘Kebangkitan Nasional’

    We have a long way to go, I have a long way to go.
    Am still figuring out how to make myself better and have impact on people

    So please, quit being a nation of whiners and start acting!

    *PEACE OUT*

    Reply

  10. Reggie Says:

    Dji,Gue pernah nulis mirip2 ini dulu di fb gue and di blog gue…Hehehe…
    Di fb gue sempet ngetag lu…Tp gak tau lu baca pa gk…
    http://reggies.wordpress.com/2009/03/29/sebatas-iri/
    Gue harap sekarang lu baca…Heheheh

    Reply

  11. ndari Says:

    Speechless…
    mudah mudahan makin banyak yang bisa berbuat untuk bangsa ini…

    Reply

  12. dita Says:

    I believe i’ve done my part as contribution to this country, and i’m planning to keep doing it..

    The fact that i brought all the manusia2 rakus & pemerintahan yg dulu, BUKAN sebagai ratapan ato keluhan, tetapi sebagai supporting dari argumen gue yg menyatakan bahwa INDONESIA SEHARUSNYA BISA DIBANDINGIN AMA NEGARA2 lain macem S’Pore,Malay or Japan. Bisa dibilang apple to apple juga, malah apple-nya Indonesia lebih gede drpd apple-nya negara2 lain.. Begitu Mas…

    **peace juga

    Reply

  13. Sari Says:

    Gw setuju kalo qta ga usah banyak nyalahin orang laen atas kondisi negara ini. Mendingan qta bertindak untuk sesuatu yang lebih baik buat negara ini. Tapi, berhubung orang di negara ini buanyak banget dan belum tentu semuanya bisa punya pikiran kaya gitu. Menurut gw, dibutuhkan peran pemerintah untuk buat negara ini lebih baik lagi. That’s they pay for.. Tp, yang terjadi adalah sebaliknya.. Mereka yg memegang kepercayaan itu malah ga pernah membuat negara ini menjadi lebih baik. Qta hanya jalan di tempat!!! Makanya mendingan golput aja.. Biar mereka sadar bahwa mereka itu salah dan orang salah ga perlu dipilih.. Semoga aja generasi yg selanjutnya bisa menjadi pemimpin yg lebih baik buat negara ini. Smoga aja mereka ga terbawa oleh ‘sistem’ yg sekarang ada. LET’S MAKE A CHANGES!!!

    Reply

  14. irene Says:

    Tulisan ini bikin gue berpikir lagi tentang negara gue. Seringkali gue ga bangga dengan negara gue. Kecenderungan gue adalah skeptis. Tapi ketika gue baca tulisan ini, gue jadi mikir lagi, gila ya, kenapa gue ga bisa cinta dengan negara gue sendiri? Padahal ada maksud yang Tuhan inginkan untuk negara gue ini. Dan ini tulisan yang bagus. Gue suka. Memang kenyataan INdonesia memang seperti ini keadaannya. Tapi kalau memang kita tau keadaannya tidak sebaik apa yang kita harapkan, bukan berarti kita harus lari dari negara ini. Tapi kita harus MENCINTAI negara ini dengan kondisi apapun. INDONESIA memang terlihat tidak baik, tapi kalu kita sebagai orang INDONESIA bisa mencintai negara kita sendiri maka Indonesia akan terlihat lebih baik. great….^^

    Reply

  15. naomiiii Says:

    DONT COMPARE INDONESIA TO OTHERS! ITS NOT FAIR
    IT ITS NOT AN APPLE TO APPLE COMPARISON.

    Ada benernya juga..
    Kalo Jepang sama Amerika udah bisa dibilang negara maju, Indonesia not even close to it,
    sayangnya Indonesia selalu mengkiblatkan diri pada mereka.
    Harusnya Indonesia sadar kalau kita memang terlalu berangan-angan untuk mengkiblatkan diri kita dengan kemajuan Amerika dan Jepang. Benerin aja dulu dalemnya.

    Trus sekarang malah Golput yang ngetren.
    Kalo harga naik, protes.
    Ada sistem berubah sedikit, protes.
    Tapi saat lo disuruh milih, lo kemana ajaaa?..

    Reply

  16. Adhy Julian Says:

    DONT COMPARE INDONESIA TO OTHERS! ITS NOT FAIR
    IT ITS NOT AN APPLE TO APPLE COMPARISON…. ada gak benernya juga tuch Bro… kita juga harus berani di compare dengan negara lain, kalo tidak gak ada ukuran keberhasilan negara ini, KITA SELAMANYA HANYA AKAN JADI JAGO KANDANG BRO!!! kita harus mengakui bahwa mentalitas kita adalah Inferior!! Pejabat kita 70-80% bejatt semua (see d news Cuy!!), yang perlu dirubah adalah mentalitas kita dan tujuan kita , dimanapun kita berada Rezeki InshaAllah datang jika kita berusaha, dont Judge Golput men, kaloe yang dipilih orang yang gak jelas semua why do we have to Vote!!!, Artis , penganguran, Preman campur aduk semua tanpa ada track record yang jelas!!

    Reply

  17. nabun Says:

    menurut gua lo masih melihat sistem negara ini dari posisi yang masih belum menyeluruh. karena dimensinnya kan banyak banget. faktanya memang infrastruktur sistem yang menopang negara ini berantakan, dan untuk merubahnya butuh kerja keras dan komitmen yang benar-benar melelahkan.

    though gua punya saran buat temen lo yang mau pinjem duit itu, ndji : america is so not the answer. selain sistem pendidikan dan kesempatannya, amerika bener2 nggak sehebat yang digambarkan di film2.

    menurut gua, hal paling penting yang harus dipertimbangkan adalah ‘jaminan kesehatan’, dan amerika jelas nggak menjamin itu. ‘kesehatan’ itu kayak bom waktu yang kapan aja lo bisa jadi korban. semua duit dan investasi yang udah disimpan bakal hangus dalam waktu singkat begitu kena masalah kesehatan. dan biaya kesehatan di indonesia dan amerika sama aja mahalnya. so far gua baru riset ke temen2 gua yang ada di amrik-eropa-asia based on the movie ‘SICKO’, dan hasilnya memang negara eropa menawarkan fasilitas dan tunjangan kesehatan yang lebih baik.

    once you’re sure that your health is taken care of, lo bisa kerja lebih tenang, lo bisa ngurus keluarga elo, lo bisa nyekolahin anak-anak lo tanpa harus takut uang lo mendadak hilang karena ‘asuransi kesehatan nggak bisa ngeganti atau biaya operasi yang mahal banget’.

    WORKING THREE JOBS in america atopun indonesia dengan alesan buat keluarga menurut gua BULLSHIT dan investasi yang tolol. lo pergi pagi pulang malem banget, 7 days a week, dan elo berharap setelah anak elo sekolah di tempat yang bener dan istri lo yang punya uang cukup masa depan elo bakal baik ? no way man. family time is everything, tanpa itu ya akhirnya ga da kedekatan keluarga dan kondisi psikologis anak pun bakal jadi rumit.

    ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan buat temen lo yang s3 itu :
    1. cari kerja di NGO internasional sebagai expert, cari peluang ke eropa.
    2. cari referensi soal kesehatan dan kehidupan di amrik, menurut gua amerika-indonesia is more alike than we can imagine.
    3. kalo udah ada investasi 100 juta, coba dialokasikan ke asurasi pendidikan buat anaknya.
    4. ubah mindset : indonesia buruk, amerika baik. menurut gua semua bisa terjadi, di manapun, dan elo gak bisa nyalahin siapa2 untuk itu. menyerahkan nasib ke ‘american dream’ bukan ide bagus.
    5. spend more family time with their kids. ask what their kids want.

    gua kerja untuk instansi pemerintah sekarang, and all i can say is the system actually sucked. kebayang nggak lo perasaan orang2 yang kerja buat negara dan dapet imbalan yang pas2an saat dia ngeliat lingkungan sekitarnya yang kerja buat korporat asing dan hidup di atas garis rata2 ? akhirnya yang terjadi mereka coba ‘keep up’ dengan mencari celah-celah yang nggak bener. gua kenal juga banyak orang yang mau ngerubah sistem, coba idealis dan bertahan. tapi i think too many battles are lost and it keeps getting worse.

    setelah otonommi daerah, yang terjadi pemda2 lebih bebas berlaku seenaknya atas wilayah kekuasaannya tanpa berpikir dengan kerangka kepentingan nasional. di setiap sudut kecil indonesia, things are a mess. bupati dengan kekayaan berlimpah dengan sumber yang gak jelas dan eksploitasi alam juga kekuasaan yang gak ada habisnya. belum lagi mereka hanya memiliki ilmu yang sedikit banget. where i live, it’s literally every person in the local government is literally asking for money and personal benefits without any shame. nobody is thinking about what the society needs.

    gua gak atau apa yang bakal terjadi, tapi gua setuju sama cara elo, saving the world one society at a time. hope things will change. amen.

    Reply

  18. net Says:

    wah membaca ini mengingatkan aku sama hendrawan yang pindah ngelatih tim putrinya Malaysia..dia bilang sekarang dia lebih realistis dan mementingkan profesionalisme..karena badminton Indonesia gak gitu berkembang..karena kurang dana..ironis banget..padahal Indonesia punya talent2 hebat dalam badminton..dan hanya dengan badminton Indonesia bisa dapet emas di olimpiade..huhuhu..

    Reply

  19. gabby Says:

    g setuju bgt ama lo
    kalo d sini mah kita masih bisa belanja gt
    tp kalo d amerika menurut tmn nyokap g
    kta cuma bsa window shopping alias liat” doang
    soalnya biaya kebutuhan d sana tinggi bgt

    dan 1 lg
    walopun g cuma pernah pegi k singapur
    tp g lbh betah tinggal d indonesia tepatnya jakarta
    dari cuaca, budaya, ampe makanan
    I LOVE JAKARTA

    Reply

  20. androgyny Says:

    Di Indonesia, biarpun warga asing biasanya masih banyak yang meng-elu2kan mereka, di negaranya jadi bartender di Indonesia bisa jadi manager. Tp kalo kita disana??belum tentyuuuu. Gue sendiri memutuskan utk kembali ke Indonesia karena gue menolak untuk menjadi warga kelas dua. Lebih baik pulang kampung, stop komplen, dan membangun bangsa ini, kalo katanya Jacko “and no message could’ve been any clearer, if you wanna make the world a better place,and then make a change”

    Reply

  21. androgyny Says:

    ups kelupaan “..take a look at yerself and then make a change”

    Reply

  22. ira Says:

    hello…
    gw seneng & setuju bgt pas baca tulisan lo, smp akhirnya rusak berantakan wkt baca kalimat terakhir.
    just like America? c’mon ..

    Reply

  23. Dondi Says:

    Dji,
    done, my response to ur post is a full post from me:
    http://provoked-thoughts.blogspot.com/2009/05/pandji-has-done-it-again-thanks-to-him.html

    Don’t settle being ordinary!

    Reply

  24. Pandji Pragiwaksono Says:

    @ Ira, i think ur missing the point here…

    Posting ini membahas tentang ANGGAPAN, ASUMSI orang bahwa Amerika adalah negara yg disebut THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS. Kemudian posting ini bercerita bahwa yg mereka anggap sebagai THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS adalah semu.
    Kemudian gue tutup dengan harapan bahwa Indonesia bisa JADI NEGARA YANG DISEBUT THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS, seperti amerika. Supaya orang tidak perlu lagi kesana utk bisa bermimpi dan merubah nasib.
    Ngerti ga?

    ps: utk yg baca komen ini di FB, masuk aja ke http://www.pandji.com biar ngerti

    Reply

  25. Moko Says:

    Hahaha… Selama masih banyak film-film dari Hollywood beredar di bioskop-bioskop Indonesia, selama berita-berita di Koran-koran Indonesia hanya memberitakan yang buruk-buruk, wajar kalau kita menganggap Amerika adalah negara yang jauh lebih baik dari Indonesia.

    Terus orang-orang Indonesia mesti napain, kalau dia ngerasa negaranya tidak bisa menjamin kehidupan mereka???

    Reply

  26. Vico Says:

    Gak harus “FREE” deh kayanya mas Pandji
    Coba liat di Amerika disitu senjata di jual bebas, mungkin butuh ijin kepemilikin senjata tapi dengan uang lebih lo dah bisa dapet pistol. Amerika itu ga se-aman Indonesia.

    Reply

  27. ndin Says:

    tulisannya bagus..

    Reply

  28. tyas Says:

    u remember our talk a few months back @ Starbux ?
    Let’s make the belief happen.
    Build the Indonesian Dreams.
    For all.

    Pandji, the voice of Indonesia.

    Reply

  29. Ligwina Hananto Says:

    gak tahan juga akhirnya, gue harus komentar Ji!

    temans… haruskah kita ‘terpesona’ dengan orang-orang yang kerja di luar negeri?
    ada kok klien2 gue yang jadi TKI keren… jadi expat di negeri orang, gue bangga sekali sama mereka. tapi namanya angka kan gak akan bohong ya… klien gue yang lebih banyak uangnya dan punya kemampuan hidup lebih baik dengan bekerja di Indonesia, lebih banyak lagiiii…

    1) Amerika Serikat itu lagi RESESI! berapa banyak orang yang sekarang gak punya kerja di sana, halo? apa gak denger ya cerita teman dan saudara orang Indonesia di US yang sekarang lg kriting karena habis dipecat? dan punya utang kartu kredit segunung? So much for land of the free and land of the hope.
    2) nyari duit mah di mana aja bisa – yang penting kan WHAT’S YOUR PASSION? (pinjem istilah sama Rene Suhardono ya)
    3) TUJUAN LO APA? nah yang ini istilah gue sendiri… mau kaya atau mau hidup lebih baik.. whatever, angkanya berapa? karena dapet gaji USD2000 / bulan sama Rp 20.000.000 di Indonesia nominalnya hampir sama tapi ‘value’ nya kan gak sama… gaji USD2000/bln di US cuma pegawai klerikal biasa, hidup pontang panting. Gaji Rp 20 juta di Indonesia? biasanya udah manajer level menengah yg seru senang2 setiap hari dan nyetir SUV… eh maap gue kan gak peduli sama gaji orang ya, gue mau tau sisanya berapa hehehe
    4) WHICH PART OF MY LIFESTYLE IS INFERIOR TO YOU? pinjem lagi istilah dari teman gue, namanya DEREK LEONG… dia orang Singapur yang klo di negaranya sendiri kaya raya (bawa mobil soalnya, di sana kan kl punya mobil berarti udah kaya tuh)… klo dia lagi ke US atau Eropa atau Australia… dia selalu menertawakan bagaimana uang nya dia gak bernilai… SGD50 di Singapur bisa dapet berapa piring chicken rice, SGD50 di Eropa paling2 buat ngopi, berdiri pula…

    itulah mengapa, setelah sekolah di luar, gue & suami gue bulat tekad untuk pulang… cari kerja di Indonesia, sukur-sukur bisa bikin bisnis sendiri. alhamdulillah… yang tercapai ternyata gue & suami gue menemukan passion kami masing-masing (dengan proses yang panjang bener), jadi kalau sampai ditawari bekerja di luar pun… dengan duit yang segunung pun… yang akan gue pikirkan adalah gemana mungkin ninggalin kerjaan seru di sini…

    btw Dondi Hananto itu sudah bisa menolak tawaran C200 demi pekerjaan yang mengharuskan dia naik ojek 2 jam di Depok :) salute to that Hon! Rene should be so proud of him – berhasil tuh Rene, atribut gak ada artinya kalo dihadapin sama passion.

    Gampang lah kalo cuma mobil mah ntar ada di Rencana Keuangan Keluarga Dondi Hananto :P wekekek… hmmm… klo mini cooper kali lain lagi ceritanya ya hahahahahah

    Tapi ya.. itu pilihan hidup temennya Pandji..
    dan pilihan Pandji juga untuk mewujudkan cita-cita orang ini jadi tukang cuci piring di negara lain :p
    *sorry, there’s no glory to that!*

    and as your financial planner, I shall destroy your other intentions to lend people money… heheheheh *devilish thought*

    Reply

  30. Ligwina Hananto Says:

    oiya… satu lagi… buat @nabun…
    aduh.. jangan pake asuransi pendidikan deh :) angkanya gak ngejar inflasi *geek response on financial planning*

    maap ji maap ji maap ji maap ji
    gue lebih gak tahan kalo udah masuk ke asuransi hahahahahah

    Reply

  31. tyas Says:

    @ Ligwina Hananto:

    YOU GO GIRL !!!!

    Reply

  32. kamoe Says:

    keren mas tulisannya..
    betah saya.. :D

    semoga saya bisa jadi bagian yg bikin Indonesia
    THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS

    Reply

  33. Firman Says:

    4 Ligwina H : yeah I know Mr. Hardjoko family deal with their life…
    I would salute Mr. Hardjoko for that…
    Salam buat mas dondi ma anak2 ya mbak, hehehehe…

    Dji, I wouldn’t compare the Apple with its Apple comparison…
    But somehow the “seeds” have bad influence…
    We’re a country that been leads by Corrupt generation, and we (I have to say we all, without any exception) were, Generation that been raised by Corrupt way of life…
    How many “Plus” that you’ve been adding up when you proposed your school book at school year, it’s just one of any simple example I can remember…
    The “seeds” has been influence us really good, remember a quotes that said “buah jatuh gak jauh dari pohonnya” ?…
    Kalo bibitnya jelek, buah yang tumbuh dari pohon berbibit jelek ini bisa bagus gak ?…
    Hehehehe…
    Tapi lucu nya orang Indonesia, selalu berakhiran skeptis dan selalu ngucap “ya udahlah”, ya hasilnya ya cuma “ya udahlah”…
    Being positive in all kinds of fields we were taking is good, having goodwill in everything we’re taking is super good, and keep trying and moving our ass up is really super good…

    Oh iya dji soal LAND OF FREE, harus d revisi dech, ada kasus Mbak Prita Mulyasar tuch…
    dan jangan diartikan, LAND OF FREE, LITTERING, AND SMOKING yaaa…
    Thanks…
    Big Props for you Dji…

    Reply

  34. Galih Suharjan Says:

    Gw setuju sama lo Ji. Indonesia adalah negara yang kompleks. SANGAT KOMPLEKS, dan relatif masih sangat muda (kalo kita itung dari berdirinya sebagai negara kesatuan). Akan sangat tidak adil kalo kita bandingin negara ini sama Amerika yang terbentuk dari tahun… 1778 ya kalo ga salah? hehehe. Kita akan melewati jalan kita sendiri, kita akan berdiri perlahan lahan. Bener juga yang lo bilang kalo itu semua harus DIMULAI DARI KITA. Jangan ngeluh doang dan kerjaannya komplain dan banding2in mulu. Itu nggak fair.
    Gw nggak pernah kuliah ataupun tinggal di luar negeri, walaupun gw berencana untuk kuliah di luar sih sekarang, tapi kadang gw suka sedih kalo denger temen gw yang ngemeng gimana Indonesia bobrok kalo dibandingin ama Amerika, Australia, ataupun bahkan Malaysia! GImana kita tuh kok kayaknya jelek banget dari sudut pandang apapun, sementara ketika gw bela negara kita mereka cuman bilang;
    “Yaah Gal, lo belom pernah ngeliat sih, di sana tuh semua enak!! Ga kayak di sini.”

    Gw pengen bilang ke mereka, lo BUKA MATA, PELAJARI, dan LAKUKAN SEBISA LO! Kita negara yang indah banget! Kita negara yang sangat cantik! Kita berbudaya! Kita kaya! Kurang apa? Dalam hati gw bilang:

    “Justru orang2 kayak lo yang bikin negara kita makin bobrok, yaitu orang2 yang nggak ngerasa sebagai orang indonesia dan nggak merasa berkepentingan untuk merubah nasib kita, tapi jualan, dagang, kerja, cari makan, minum, tidur, di Indonesia. Apa bedanya ama penjajah jaman dulu coba?”

    Well, sama kayak elo, impian gw dari kecil Ji, membuat Indonesia sebagai

    THE LAND OF FREE, THE LAND OF HOPE AND DREAMS

    Dan gw percaya kok, walaupun ini sulit, tapi selama kita punya semangat, kemauan, dan kerja keras, pasti kita bisa.

    Reply

  35. Mr.Nunusaku Says:

    Kalau mau hidup sukses dinagara kita tercinta Indonesi, harus masuk golongan seperti Gayus Tambunan,
    harus berani merampok wang negara jika ada kesempatan dalam kekuasaan. Lihat agara kaliber semua pemimpin kita si DPR berani terima wang suap dan melakukan penipuan pada rakyat, ini ada kualitas bangsa yang besar jika berani berobah nasi dinegara kita sendiri.

    Pokok dasarnya mengikuti pendahul kita, karena kita tahu negara kita ini banyak kaum penghuni pencuri,
    dan maling teriak maling. Urusan hukum negara kita kita dapat beli dengan wang recehan

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. 1300 numbers says:

    having a lot of material, you develop…

    a content-rich web site that will become a resource for anyone who wants to know more about your company or its products. create a deeper and richer base of keywords for which your site will be ranked. users searching for a…

  2. online moda says:

    Thanks a lot…

    Hello, Thanks for your post, it was really informative. I’ll be looking forward to coming again….

  3. and online. a quick web search should…

    get you on the right track in no time.there is one overarching rule that is true regardless of level or circumstance, however, and that is: the best way to learn to write is to read. read as much as you can…

  4. ogrodzenia farmerskie…

    Would you be excited by exchanging links?…

  5. asian women says:

    Awesome website…

    [...]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[...]……

  6. posts – write shorter paragraphs7) show personality….

    i really write the way that i talk. i’m not trying to impress anyone. i just want people to get to know the real me, because the real me is who they will be doing business with. you get a better…

  7. Drzewko Bonsai…

    thanks for useful recommendations and basically excellent information…

  8. technologie says:

    best results ever…

    blogging is really awesome……

  9. Link! says:

    will like it and will thus be…

    compelled to pass it along.the addition of social media marketing makes writing content a bit more challenging. you have to write content that the audience will pick up, but since social media activity can also help improve your page rankings, the…

  10. spy camera says:

    Thanks a lot…

    Hello, I really appreciate your post, it seems that you know what are you doing. I’ll be looking forward for next article of yours….

  11. Click Here says:

    you be seen as providing useful information….

    with other avenues such as article marketing, your articles will be posted on a third-party web site and you’ll get almost none of the benefits of this form of altruism. all you’ll be doing is referring readers to those other businesses…

  12. site authority you’ll have if you’ve had…

    your blog up and going for that long with so many back links, domain age, and page rank. this will greatly aid in winding up on the first page of google’s search results.in closing, locating a good blog name takes work…

  13. the book to give as gifts.i’ve experienced…

    this kind of “word-of-mouth buzz” myself recently with the bestselling book “the help.” the publisher may have spent a lot of money to market it, but honestly, i don’t recall having seen a single advertisement for it. i heard about it…

  14. news to keep abreast of things that…

    you could potentially talk about.3. blog on your sitea blog is a bit like an online diary. if you haven’t got a blog section on your site then talk to your techie and get one added. then make a point of…

  15. Great post…

    Good write-up, I’m normal visitor of one’s web site, maintain up the excellent operate, and It’s going to be a regular visitor for a long time….

  16. naprawa ploterów HP…

    You just copied a person else’s story…

  17. kwiaty says:

    Cebulki Kwiatów…

    This is precisely what I was seeking for, many thanks…

  18. węgiel says:

    węgiel kamienny…

    Read it, liked it, many thanks for it…

  19. Best Things for the Year…

    [...]I just this really great post today.[...]…

  20. sex toys says:

    sex toys…

    [...]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[...]…

  21. Globalists…

    what is the Globalist Agenda and how will it affect you and your family….

  22. doorbell says:

    them.4. use an exclamation point or question…

    mark in your headline. it stresses emphasis. it’s important to stress excitement if you want to write a good headline.5. be very clear – no guesswork. tell the reader exactly how your product will help them. important: you are writing to…

  23. Recommeneded websites…

    [...]Here are some of the sites we recommend for our visitors[...]……

  24. It is really good…

    Fantastic web site. Plenty of helpful info here. I am sending it to several friends ans additionally sharing in delicious. And certainly, thank you in your sweat!…

Leave a Reply