Diawali dengan sebuah pernyataan yang bersirkulasi di kepala gue:
“Semakin sederhana seseorang, semakin sederhana ekspektasinya terhadap kebahagiaan”
Gue meyakini ini.
Semakin jauh kita dari kesederhanaan, semakin kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks.
Gue rasa, dalam relationship, perempuan juga mencari hal ini..
Ada 2 jenis kesederhanaan dalam pria yang dicari perempuan.
Sederhana dalam kepribadian.
dan (jangan ketawa)
Sederhana dalam materi.
Ada perempuan yang memang mencari pria yang sederhana dalam materi, dengan keyakinan bahwa dengan keadaan ekonomi yang biasa biasa saja, dia akan lebih bahagia. Lebih jauh dari masalah.
Ada juga perempuan yang mencari pria yang sederhana dalam kepribadian.
Disini, biasanya, duda atau pria beristri menang.
Karena biasanya 2 yang diatas mulai menyadari bahwa pria, dimana mana, sebenarnya hanya butuh seorang wanita untuk bisa bersamanya. Titik.
Bukan kehadiran wanita seksi, bukan wanita cerdas, bukan wanita yang dandan.
Hanya kehadiran seorang wanita.
kalau udah begini, ekspektasi akan kebahagiaan mereka sangat sederhana.
Disinilah kebahagiaan muncul.
Bukan mapan, bukan bijak, bukan dewasa yang menjadi kualitas pria duda atau pria beristri.
Tapi kesederhanaan dalam menjalankan hubungan, dan kehidupan.
Nggak lagi nyari nyari, nggak lagi panikan, nggak lagi sibuk mencari eksistensi, nggak lagi sibuk mencari jati diri…
Gak ribet.
Sederhana.
Orang yang kehidupannya udah ribet, cenderung menjalankan kehidupannya itu dengan sederhana.
Dalam mencintai seseorang, semakin sederhana hal hal yang kita cintai, semakin bahagia kita dalam menjalankan hubungan.
Bayangkan, seorang suami, yang begitu mencintai suara istrinya yang sedang berbicara, atau mencintai wangi tubuhnya, mencintai lembut kulitnya ketika tidur, hal hal yang sederhana.
Bandingkan, seorang suami yang mencintai istrinya ketika sedang bercinta, atau mencintai istrinya kalau istrinya lagi dandan, atau cinta istrinya kalau lagi MUDA. Hehehehe.
Ribet ga sih?











May 13th, 2009 at 11:08 am
Simple thought simple wish simple hope simple life. Gue rasa hidup semakin sederhana dan indah
May 13th, 2009 at 12:07 pm
couldn’t agree more than it, very nice post!
May 13th, 2009 at 12:39 pm
saya suka topiknya nih. sedikit memberi pencerahan di hati..
i like to say, saya orang yang sederhana dalam kepribadian
May 13th, 2009 at 1:24 pm
gud!!!
dari pandangan gw sebagai wanita,, gw juga setuju bahwa wanita menyukai hal-hal yang sederhana.. tidak berlebihan…
May 13th, 2009 at 1:50 pm
Gw kemaren abis dari daerah pengalengan di Bandung. Disana gw nginep di dalam perkebunan salah satu perkebunan perusahan minuman teh dalam botol. Orang-orang yang tinggal disitu kebanyakan bekerja menjadi pemetik teh. Gw sempet ngobrol sama pemimpin perkebunannya, upah mereka ga gede2 banget, akan tetapi berhubung segala kebutuhan hidup dasar mereka sudah bisa terpenuhi (sandang, pangan, papan, sekolah anak2) mereka seneng-seneng aja.
Menurut gw kesederhanaan mereka timbul karena selain kebutuhannya sudah terpenuhi, tetapi juga karena di sekitar mereka semuanya hidup sederhana, termasuk si pemimpin perkebunan. Bayangkan di Jakarta ketika kita melihat temen-temen kerja kita hidup lebih mewah dari kita, punya HP yang lebih keren, mobil yang lebih mewah, gw rasa di saat itulah kita tidak lagi uas akan kesederhanaan, karena lo tau lo bisa hidup lebih dari sederhana…..
Jadi kalo mau hidup sederhana, makan aja tuh nasi padang….(Itu pun kalogw ga salah inget harganya ga sederhana…..hehehehe)
May 13th, 2009 at 4:34 pm
Kenapa gw merasa ini tulisan datangnya dari hati yaa.. Tulisan dari hati biasanya getarannya menular.. (Shhaahhhhh..)
May 13th, 2009 at 6:57 pm
untung umur masih belom menuju ke arah sana . hehehe
May 14th, 2009 at 6:06 pm
agak ribet yaa , haha
May 15th, 2009 at 4:10 pm
simple but so deep..
May 17th, 2009 at 12:17 pm
bgs artikel ini…simple….simple secara berfikir…kadang kita mikir ribet2 biar di anggep orang pinter.tp sbnrnya kadang jawabannya simple banget…nice post…
May 18th, 2009 at 4:54 pm
simple is beautiful
May 19th, 2009 at 10:54 am
aku setuju banget dengan adies…..simple is beautiful….meski kadang2 aku suka berpikir kenapa ya masih ada aja yang lebih suka yang ribet ribet…..????
May 19th, 2009 at 11:18 am
Sebagai orang yang setiap hari bertemu dengan orang tua (sorry, Sten) cara berpikir lo makin matang, Ndji. I like this posting. Tapi gw punya trik sederhana untuk menjadi bahagia. Gag perlu kaya ato miskin, pasangan cantik ato gag, mobil bagus ato bobrok, jabatan tinggi ato rendah, untuk menjadi bahagia. Selagi lu mencintai apa yang lu miliki, kebahagiaan akan senantiasa bersama lu. Ketika lu mencintai seseorang (ato sesuatu) secara tidak langsung lo sudah mengasah sifat dasar lu utk menjaga dan memelihara. Lu pasti punya keinginan untuk membahagiakan orang yang lu cintai dan hukum alam berjalan dengan cara: Lu akan terima apa yg telah lu beri. Saat lu memberi kebahagiaan kepada seseorang, tanpa sadar, lu akan menjadi bagian dari kebahagiaan itu sendiri. Lu menerima kebahagiaan. Gag perlu jadi orang sukses utk bahagia.
“success is to get whatever you want. Happiness is to want whatever you got”
June 3rd, 2009 at 1:22 am
sorry, Sten?? hahahaa….
*ups, i guess his name is similar to mine
May 20th, 2009 at 8:38 am
kebahagiaan hadir karena adanya rasa bersyukur..
May 31st, 2009 at 6:40 pm
sdrhana dlm kpribdian&materi,tpi ky akan hti dan kalimat syukur..gt kta guruku^^ mkacii bwt pncrahanna..
June 2nd, 2009 at 5:11 pm
berkaca-kaca membacanya…… mecintai dalam secara sederhana, krn kadang manusia bertendensi, untuk menyukai sesuatu yg tidak sederhana, krn ya itu td berekpetasi tinggi akan bahagia itu sendiri, dan ketika bisa mencintai secara sederhana indah yaaaaa…
June 3rd, 2009 at 1:20 am
tp seringkali niat hati ingin sederhana, apadaya semua jd kompleks, hehehe…
tapi gw stuju dgn sonador:
couldn’t agree more than it, very nice post!
July 14th, 2009 at 10:49 pm
kalo IMO, namanya manusia tuh ngga ada puasnya. pengen air aqua, pas udah dapet eh minta pepsi, trus dikasih pepsi minta champagne…
jadi bener banget kata2 lo, kalo semakin sederhana orang, arti kebahagiaannya juga makin sederhana… karena bagi manusia, gak pernah ada kata cukup…
September 3rd, 2009 at 2:27 pm
Betul mas panji….kata orang…jaman dulu tuh orang nggak kaya-kaya amat …tapi kebahagiaannya lebih besar. Bisa nanam 1 pohon kelapa aja sdh bahagia….walau yg metik anak cucunya 10 tahun mendatang. Betul kan. Coba bandingkan dengan jaman sekarang yang begitu banyak uang…tetapi blm tentu bahagia…malah banyak masalah. Entah perceraian lah…narkoba lah…dll. Tapi yang kaya dan bahagia juga banyak kok…yg penting banyak sedekah …kata ustad yusuf mansur lho.
January 9th, 2010 at 3:31 pm
rasaku mas bukan tujuannya di kurangin,tp prosesnya yg hrus dibuat sderhana..dan sederhana tu bukan karna dibuat” bkn krn terpenuhi sgalanya kbutuhannya..sederhana tu bawaan dr dlm dri kita..