Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono Pandji Pragiwaksono

Kembali ngomel…

Category: Uncategorized | Author: Pandji Pragiwaksono

Feb
27
10:46 pm

Apakah gue berlebihan?

Baca cerita gue, kemudian kasih kesimpulan elo.

Kemarin gue interview seseorang yang bekerja untuk sebuah perusahaan yang mencari tenaga kerja Indonesia untuk ditempatkan di Singapura.

Dia nampak seperti orang yang cerdas, cukup baik dalam pembawaan, dan ramah.

Kemudian mulailah dia “berjualan” tentang bagaimana kerja di Singapura akan baik untuk pendengar gue.

Salah satu bentuk jualannya dia bilang begini

“Bayangkan, Singapura merdeka tahun 1965, tapi sekarang mereka lebih maju dari pada kita. Itu menunjukkan struggle-nya mereka dan perjuangan serta kerja keras mereka”

WHAATT???

Saat itu gue naik pitam dan hampir melabrak orang itu secara fisik dan verbal.

Tapi gue ingat dia klien dan yag keluar dari mulut gue hanya
“Tapi kan mereka negara kecil cuy, bedalah dengan kita yang luar banget dengan jumlah penduduk yang jauh lebih besar”

KOK BISA BISANYA NGOMONG GITU??

Mereka merdeka 65 tapi lebih maju dari kita?
Mereka jumlah penduduknya 4.5 juta!
Kita 220 juta!
Negara mereka tidak lebih besar daripada Jakarta!

Itu bukan perbandingan yang adil!
Sori gue ralat
Itu bukan perbandingan yang CERDAS!

DAN, mereka merdeka karena dikasih.
Kita karena berjuang.
Tepatnya 350 tahun berjuang.
Ya, memang itu waktu yang sangat panjang, tapi dalam 350 tahun itu setiap bagian di Indonesia melakukan perlawanan.
DAN kita memilih untuk memerdekakan diri.
Kita tidak terima “DIKASIH” kemerdekaan seperti rencana jepang.
Kita merdeka sendiri.

Gimana ceritanya kok mereka lebih struggle dan berjuang??

That was not a smart angle to promote his job.

I was wrong, he wasnt THAT smart.

Apa menurut lo?


 


21 Comments

  1. 21 Responses to “Kembali ngomel…”

  2. By Kampret Nyasar on Feb 28, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Dear Pandji,

    Banyak sabar yah.. ngadepin orang yang karakter orang yang seperti itu.

    Perbanding dan argumenmu tidaklah keliru, bukan sebuah pembelaan namun benar adanya bahwa perbandingan itu seperti gambaranya adalah bola golf dan bola basket.

    Banyak elemen yang bermain dalam perihal “nation’s character & physical building”.

    Meski kita masih banyak kekurangan, dan perlu terus perbaikan aktif kedepan, negara dan tanah air kita sudah jauh lebih baik dalam banyak hal.

    Indonesia, seperti yang dijelaskan dalam argumenmu bhw kita memerdekakan diri, tidak seperti mereka lainya disekeliling kita yang notabene adalah anggota persemakmuran (Commonwealth) dan lain sebagainya.

    We started from scratch, and we are proud to have gone and achieved so far.. and continue to strive for excellence.

    .. and that is important for each of us to understand and plug-it-into-our mind.

    Harus diakui bhw Human Capital Index atau Human Development Index untuk Indonesia versi kajian UNDP terkini - secara keseluruhan masih dibawah si Singapura, namun bukan berarti ini adalah sebuah kartu mati.

    Ayo deh semua komponen/elemen dalam bangsa ini, termasuk anak2 mudanya untuk senantiasa memberdayakan diri. Kita semua berhutang kepada generasi yang akan datang.

    One thing I know for sure that on a personal basis, Indonesians are smart-and-intelligent. You are one of them, I have to admit.

    Cool your jets, dude!

    Hugs from West Africa :-)

  3. By taree on Feb 28, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Pandji,

    Gw kurang lebih setuju ama comment dari kampret nyasar.

    Sesaat emosi gw sempet mendidih pas baca post lo, anyway you’ve done the right thing to keep silence and listen to him while interviewing. Let the world judges.

    Apa yang dikatakan oleh orang yg loe interview kurang lebih uda merepresentasikan negara itu.

    Look at the bright side, Ndji, you can make one great song from your conversation. ;)

    Indonesia Rocks, dude!

  4. By magda on Feb 28, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    pandji…

    support this…
    http://indonesiabergerak.blogspot.com/2007/02/tentang-indonesia-bergerak.html

    gue bukan yang bikin blog tersebut atau yang punya ide tersebut… tapi gue suka dengan idenya…

    semua dimulai dari diri sendiri…

  5. By Anastasia Rosarini on Feb 28, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Indonesia memang berusaha mati2an untuk memperjuangkan kemerdekaan…namun berapa banyak masyarakat kita yang masih mempunyai etos kerja seperti itu?

    Nyesek emang denger komentar seperti itu, tapi bisa lo komentar seperti itu jadi cambukan buat kita. Kualitas SDM memang perlu perbaikan banyak. Gak mudah memang, kalau dibanding Singapura, yang negaranya dan jumlah penduduknya lebih kecil daripada Indonesia. Tapi kenapa Singapura yang kemerdekaannya di kasih, tapi etos kerjanya dahsyat ya?

    Yuk, komentar2 kayak gitu, dijadiin buat kembangin diri, apalagi 2010 nanti izin tenaga kerja asing akan lebih mudah.

    Jangan mau kalah ya..

  6. By Anonymous on Feb 28, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Ndji..
    kayaknya tuh orang harus ketemu laki g yg notabene Singaporean tapi cinta banget ma Indonesia…..
    Kalo mau jadi ‘boneka’ monggoooo lho itu aza comment g….
    Keep rockin’ Dude…!!!

  7. By Anonymous on Feb 28, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    “Angkat tanganmu tuk INDONESIA..!”
    karena “You think u know INDONESIA.”
    (oi)

  8. By Anonymous on Feb 29, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Kalo aja sepertiga penduduk indonesia punya rasa kebangsaan kyk elo Ndji, terutama mereka yg hobinya nyolongin duit rakyat, gue rasa ga ada orang miskin di Indonesia

  9. By Andri on Feb 29, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    ndji, bagus juga punya rasa nasionalisme kaya elo, but i have to disagree with you, reaksi lo atas statement org itu agak berlebihan, itu fakta kok..mungkin perbandingan kurang adil, tp gimana kalo kita dibandingin Cina? mau dibilang gak adil juga?
    cina penduduknya jauh lebih banyak, 10 taun yg lalu org (maaf) ngeludah dimana2 di Beijing, sekarang?
    they are leaving us 50 years behind!
    mental org Indonesia parah ndji, termasuk gw yang masih suka ngelanggar lampu kuning (dont say you never do that)..
    anyway, above its just an opinion;
    btw gw tiap hari denger lo sm steny, there are not too many good radio host in HRFM lately, you and steny are rare breed, keep up the good work!
    *Im indonesian who love Singapore

  10. By Anonymous on Feb 29, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    hi ndji, gua setuju sama andri.., rasa nasionalisme lo gak salah sih, tapi harus kita akui orang2 singapore itu pekerja keras.. gua sempet kerja bareng mereka di satu project dan mereka itu bener2 perfectionist, pantang menyerah, pokoknya a very very hardworker.. terus ditambah mereka disiplin, dan pejabatnya ga suka korupsi seperti negara kita ini, semua orang patuh aturan, tingkat kriminalitas rendah. Gua rasa comment orang itu bisa bikin kita introspeksi, kita ambil positifnya aja, biar kita negara indonesia bisa maju jg seperti negara2 lainnya…

  11. By vina on Feb 29, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Buat Andri, menurut gue permasalahan yang diangkat Pandji adalah membandingkan antara Singapore dan Indonesia yang tidak apple-to-apple comparison, bukannya dengan Cina. By the way, bos gue baru aja ke Cina dan dia bilang masih banyak tuh orang2 yang ngeludah sembarangan dan anak2 yang disuruh orang tuanya buat (sorry) pipis di pohon, instead of di toilet.
    Kalo gue mungkin akan lebih tertarik untuk nanya ke Pandji, kalo gitu gimana kalo bandinginnya Singapore dan Jakarta aja? Lebih apple-to-apple kan? Gue sendiri bukan pecinta Singapore. For me, the country is just a bunch of malls striding along the corridor. Bersih? Nggak juga. Gue kesana dan ngelihat kalo Orchard Road juga bisa kotor ternyata. Etos kerja? Yeah.. bolehlah, tapi kok gue melihat kehidupan jadi agak monoton ya disana? Kalo gue bandingin SIngapore dan Jakarta sih, keunggulan Singapore cuma ada di tata kotanya yang rapi. Kalo budaya sih lebih seru disini kok.. :)

    Tapi, Pandji, kita nggak bisa juga memakai alasan 350 tahun penjajahan sebagai drawback perkembangan kita. Lha waktu dijajah kan kita bisa mengambil langkah2 revolusioner dan ekstrim, ya perang lawan si penjajah itu. Kenapa sekarang dimasa udah nggak ada penjajah kita justru nggak bisa agresif? Kenapa jadi memakai penjajahan sebagai alasan? Kalo menurut pemikiran gue yang sangat sederhana sih, bangsa ini mungkin terbuai sama historinya sendiri. Yang kita ambil dari cerita kepahlawanan cuma perangnya aja. Hapal kan kapan perang Imam Bonjol, perang Diponegoro, dan yang lain-lain? Tapi apa kita tahu filosofi pahlawan2 tsb dalam berperang? Nggak, kan? Gue sih nggak.
    Sekarang, giliran udah nggak ada penjajah nyata, kita jadi nggak dapet apa sebenernya motivasi, pemikiran dan sikap yang dulu jadi dasar perlawanan. We’re losing the essential things. Dan gue takutnya itu yang terjadi di negara ini sekarang.
    Sorry, Ndji, jadi nyampah di blog lo nih… hehe…

  12. By mels on Mar 1, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    numpang nimbrung!

    gue 100% stuju sama lo, jie! sampai kapanpun, adalah gak bijaksana membandingkan indonesia dengan singapur. even singapur dengan jakarta. c’mon, meski luasnya sama, tapi tetep beda dong. yang satu ‘kekayaan’ satu negara, satu lagi ‘kekayaan’ satu kota, walaupun itu ibukota.

    jangan sampe aja ada yang ngebandingin dengan amerika. sini, biar gue tabok kalo ada. otaknya kok gak dipake. hehehe..

    tentang etos kerja or whatsoever, mungkin aja gitu. tapi, ah, gue dan temen2 juga ulet kok! padahal dari dulu juga skolahnya di sekolah negri terus. mentalnya indonesia banget.

    satu hal yang gue yakini… indonesians are survivor by nature! serius!! terkadang gue membayangkan negara lain, misalkan singapur, mendapat segala masalah seheboh yang kita dapet (berbagai bencana alam, bom, dll.). will they make it?

    orang indonesia sekarang kalau denger bom cuman bilang, “damn, ada bom lagi bok!”. di rumah gue mati air selama 11 hari, tapi tetep bisa idup aja tuh, meski harus numpang mandi di rumah saudara. begitu air bener2 abis dan gak bisa numpang ke rumah tetangga, akhirnya sepakat gotong-royong nadah air ujan. waktu banjir, mati lampu, sekeluarga gue ronda di depan rumah tiap malem, buat liat ketinggian air.

    itu baru 1 contoh. di luar sana, di daerah2 pedalaman, ada lebih banyak survivor sejati asal indonesia.

    ketahanan orang indonesia dalam menghadapi masalah tuh tinggi banget dan gue sangat bangga dengan hal itu.

    sayang, sedikit yang menyadarinya.

  13. By Pandji Pragiwaksono on Mar 1, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Semuanya, terima kasih atas opininya :) Gue sangat senang membaca opini kalian. Rasanya kita semua setuju bahwa orang orang seperti kita inilah yang seharusnya melakukan sesuatu untuk membawa Indonesia ke jenjang yang seharusnya. Tapi sayangnya, masih banyak yang tidak mengatakan apa yang dia pikirkan, dan tidak banyak yang melakukan apa yang dia katakan. Setuju?

  14. By sherany on Mar 4, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Ndji. Salut bgt liat nasionalism u. Tlepas dr stju ga stju, i’d say, yg jls salut utk org2 yg mau pduli &cinta tnh air. Bg g, biarpun g tau indo ga sehebat neg2lain, tp g ttp cinta indo. Krn biar gmn pun indo negara g. Tanah tumpah darahku. Kalo bkn kita2 yg cinta indo, siapa lg? Untungnya indo msh pny anak bangsa mcm u.That’s great!

  15. By Anonymous on Mar 4, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Ndji…gue sependapat dengan loe dalam hal indonesia tidak bisa dibandingkan dengan singapore. but…don’t forget,mereka bisa menjadi salah satu negara maju di asia bahkan dunia karena pemerintah dan masyarakatnya mempunyai tujuan yang jelas dan punya semangat untuk membangun negaranya agar maju sehingga masyarakatnya bisa makmur. negara kita dan masyarakatnya? lebih banyak yang apatis dan cuek dengan keadaan yang terjadi. yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. pemerintahnya? sibuk dengan pemilu 2009 dan sibuk bagi2 “kue” kekuasaan.
    so…sekarang tergantung kita bukan?n gimana Ndji kalau kita buat semacam kumpulan masyarakat yang peduli bangsa ini dan buat sebuah movement yang jelas utk merubah semua negara ini supaya ngga di compare sama negara yang hanya berpenghuni 4.5 juta org. setuju Ndji?

  16. By Pandji Pragiwaksono on Mar 4, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Stuju Anonymous! Tapi jangan sampe bikin partai ya? Ngilu ntar gue :)

  17. By achill on Mar 5, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Djie,,,
    kalo elu jadi ketua partainya sech, bisa jadi :D
    Gw ngikuutttttttttttttttttt!!!!

  18. By beLLboy on Mar 5, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    he’s an idiot

  19. By Anonymous on Mar 7, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    GWE STUJU BANGET NJI..!!!
    GWE JG WAKTU DENGER SIARAN LOE ITU AMPE EMOSI…
    KOQ BISANYA ORAN INDONESIA MENDISKREDITKAN BANGSANYA SENDIRI!!!
    DAPAT APA SIH DIA DARI BULE2 ITU!!
    LIAT AJA DI PIALA ASIA KMAREN,BETAPA BANGGANYA KITA MENJADI ORANG INDONESIA!!
    ITU CUMA CONTOH YANG HARUS
    DIPUPUK..
    LOE HARUS BANGGA SBAGAI ORANG INDONESIA DAN HARGAILAH PERJUANGAN BANGSAMU!!
    -FUAD-

  20. By deha on Mar 8, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    mmmmm…. interesting topic…
    gue pernah 2 tahun sekolah di negara kecil itu, pas sma, dan sampai sekarang ada love-hate relationship gue sama singapur. here’s some thoughts:

    gue sempet ngambil subject history waktu di sana, dan saking kecilnya negara itu dan nggak punya sejarah lain, dalam 2 tahun gue belajar tentang sejarah 4 negara: singapur sendiri, malaysia (of course, they were part of it), indonesia (malu gue, waktu test ttg indonesia nilai gue gak bagus2 amat) dan thailand

    i was really bad in history karena gue bukan orang yg suka mengingat details. gue lebih suka ngelihat ‘the big picture’ daripada harus nginget what happened when and who did it. tapi satu yg gue inget banget dari history lessons adalah cerita tentang ‘merdeka’nya singapur dan indonesia. guru gue waktu itu rada males ngajar jadi kita selalu dikasih nonton video setiap ada kesempatan (now that i think of it, itu bukan males, it’s experiential learning dan terbukti hanya itu yg gue inget dari history lessons sampe sekarang..)

    waktu nonton video independence declaration singapore, image yg gue inget banget adalah the great LKY (lee kuan yew) nangis waktu bacain pidato… yes guys, dia nangis, bukan karena terharu bisa lepas dari penjajah, bukan… dia sedih karena singapur harus lepas dari malaysia. he had a strong vision that singapore was supposed to be a part of malaysia despite the special treatments given by the british.

    he was really sad that his mainland counterparts thought the opposite. attitudenya malaysian politicians waktu itu, “gi deh lo sono, dulu kan loe anak kesayangannya inggris, let’s see sekarang kalo loe harus berdiri sendiri tanpa bantuan kita bisa nggak loe??”

    jadi buat LKY dan singapur waktu itu, ‘merdeka’nya mereka adalah suatu awal perjuangan, bukan akhir. tahun ‘65 mereka mulai berjuang untuk menunjukkan pada dunia siapa singapur, setelah di’lepeh’ sama malaysia…

    sementara indonesia berjuang mati2an (dan emang banyak bgt yg mati) untuk merdeka th ‘45. spirit waktu itu gila2an kalo kita lihat video2 jaman dulu. tapi mungkin karena udah capek berjuang 350 tahun kita jadi menganggap kemerdekaan adalah sebuah akhir. after the independence, we deserve to live the good life, jadinya orang2 kita mulai males2an? mungkin nggak sih karena itu? karena capek hidup susah jaman dulu, atau ngeliat generasi di atas kita hidup susah melulu, kita jadi pengennya seneng2 aja?

    salah satu yg gue liat dan gue bawa dari attitudenya orang singapur mungkin kebawa dari sejarah mereka. after their ‘independence’ they were out to prove the malaysians that they can make it without mainland support (walaupun secara nggak langsung inggris masih banyak support mereka karena segitu banyak kepentingan ekonomi). ironically, mereka jadi bener2 ‘independent’, spirit mereka mau nunjukin sama dunia bahwa mereka bisa jadi hebat. gue ngerasa banget spirit itu ada di temen2 gue di sana dulu. memang jadi individualistic banget, but that’s life, rite? if you don’t take care of yourself who’s gonna take care of you? don’t expect help all the time.

    LKY was a true politician, and politics is all about gaining support from others who are influential enough to achieve your personal goals. Under his leadership, that’s what they did, they gained support from us, europe and japan to help them grow their economy, successfully. Ada sisi negatifnya dari itu (sampai sekarang masih ada one-party rule kayak golkar dulu, peraturan2 yg condong authocratic gaya sosialis, kkn -banyak juga lho di sana- dll) but they did it, they get world recognition as one of the strongest asian economies..

    gue lihat ada kesamaan antara sejarahnya singapur sama ’sejarah’ hidup loe ndji. gue baru tau betapa tertekannya loe dari baca lirik lagu loe (yg ‘dulu bukan siapa2′). spirit itu gue lihat di attitude loe juga, loe mau menunjukkan pada dunia bahwa loe bisa jadi ‘orang’ despite your background. and now you’ve got those recognitions, salute bro! i see a lee kuan yew in you trying to prove yourself to doubters.. hahaha.. but remember it’s just a start, not the finish line yet, jangan jadi males dan berleha2 karena udah capek hidup susah…

    gue sayang sama indonesia, gue sebel kalo kita dijelek2in, dan gue paling nggak suka kalo ada orang kita ngejelek2in negara sendiri. gue nggak munafik, gue juga sering kesel karena banyak orang di sini yang attitudenya parah. tapi kalo ngomong ke orang luar gue gak pernah buka borok2nya, tunjukin bagus2nya aja.. gue nggak bohong ke mereka, cuma gue mau nunjukin gue bangga sama negara gue. loe udah denger jelek2nya gue dari cnn, sekarang gue kasih tau loe yg bagus2nya. fair enough?

  21. By Muhammad on Mar 8, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    Ndji baca ini ndji
    http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=14579

  22. By Anonymous on Mar 14, 2008 | Reply | Review of this comment Add karma Subtract karma  +0

    I was actually attending his presentation…hehehehe…apakah singapore lebih maju dari kita? The answer would be yes…sorry to say…however…kita tidak bisa membandingkan an orange to an apple. That his mistake. Tapi maklumlah, itu khan omongan orang sales?! Dia hanya mencoba supaya dagangan laku…did you did differently when he said something upsetting you, you reserved yourself? Because he’s a client?! Everyone has his own task and job to carry on. Oops sorry, i don’t mean to insult Indonesia again with talking Indonesian mixed English…just a bit rabbit which is hard to die…pardon me. I love Indonesia, not only because am Indonesian..but I think everyone should love Indonesia! Indonesian has lots of to be proud of! Shame for people who doesn’t love Indonesia!!! Enuff said…:) -L-

Post a Comment