” I paid my dues”
Itu jawaban gue.
” I paid my dues”
And i did.
Lagi lagi.
Temen gue bilang, ” Ga adil. Elo berpenghasilan seperti ini hanya dengan ngomong ngomong doang… Gue kerja keras kayak orang gila cuma dibayar 1/4 dari yg elo terima tiap bulan”
??????
“I paid my dues”
Gue uda melewati masa masa dimana gue berpenghasilan Rp 20.000,- sebulan disaat elo udah Rp 500.000,- an.
Gue udah melewati masa ketika gue berpenghasilan Rp 500.000,- elo berpenghasilan Rp 1.500.000,-
Kuncinya adalah di omongan temen gue sendiri ” Gue kerja keras kayak orang gila…”
Salah sendiri.
Gak jaman kali kerja keras. Sekarang jamannya kerja cerdas.
Emangnya Steve Jobs masuk kantor selalu tepat waktu?
Emangnya Jack Welch ga pernah ngambil cuti?
Emangnya Phil Knight selalu ada di kantor tiap hari?
Emangnya LeBron James kerjanya cuma latian?
Sukses tidak datang kepada mereka yang kerja keras SAJA.
Setiap orang sukses dengan cerdas menata pekerjaannya.
Mereka tidak diperbudak waktu, mereka mengatur waktu.
Mereka mengambil resiko dan mencoba sesuatu yang baru
DEMI menemukan cara terbaik dalam melakukan sesuatu.
Kebanyakan orang orang hanya mau mengambil cara aman. Takut dengan resiko yang ada.
“I paid my dues”
Gue pelajari cara gue menjalankan pekerjaan gue, terinspirasi dari Tiger Woods yang selalu mengamati video pertandingannya karena ingin mengamati swing-nya.
Gue paksa diri gue untuk menjadi visioner, terinspirasi dari visi seorang Steve Jobs dan Phil Knight.
Gue memilih untuk TIDAK kerja keras.
I have to be smarter than this.
Gue HARUS kerja cerdas.
At the end of the day, every chosen career COULD pay you big time.
Its just a matter of how good you are.
Elo dosen? Merasa gajinya ga cukup besar?
Mungkin elo kerjanya ga cerdas selama ini? Sibuk kerja keras sehingga tidak pernah memikirkan apa yang harus elo lakukan untuk karir lo? Mungkin kerja lo ga bagus sehingga ga berkembang
Buanyak banget dosen dosen kaya.
“Shyt man, yang menentukan besar atau kecilnya gaji seseorang bukanlah jenis pekerjaannya, tapi bagus atau tidak seseorang dalam menjalankan pekerjaannya..”
Temen gue kerjanya cuma main Yo-yo. Tapi dari Yo-Yo itu dia keliling dunia dan dibayar besar untuk menjadi juri kejuaraan yo-yo tingkat dunia.
Okeu (namanya temen gue) adalah juara dunia Yo-Yo. Orang Indonesia asli.
“Life is’nt fair… ” Begitu jawabnya…
” Life isn’t fair? Only for those who wish to cheat, man… Ya elo pengen kaya ga pake proses… ya ga mungkin lah.. ” jawab gue
Itulah kalimat penutup gue..
Itulah yang gue yakini…











June 11th, 2009 at 8:44 am
Play Hard & Work Smart & Play… Right, Mr Pandji? : )
June 11th, 2009 at 10:00 am
thanks nji for such an encouraging post! temen2 gw udah pada kerja di perusahaan minyak,,, gajinya oooww … kerja keras bagai kuda …! they don’t understand why i choose a different path (of career), full of risk en ga se-”menghasilkan” mereka. gw ga perlu ngejelasin, tapi,,, biar aja mereka liat “hasil” gw besok2 (hehehehe, amiiinn).
btw, bukannya isn’t ya? bukan is’nt
June 11th, 2009 at 10:19 am
bang pandji, kalo PNS ? apakah itu salah..? ato mungkin gini, seorang PNS jika ingin “mapan” ataupun “kaya” dia harus cerdas dalam mengelola penghasilannya sebagai PNS untuk sesuatu yang baru (misal, mencoba untuk membuka usaha…) tanpa mengorbankan waktu kerjanya… gitu yah bang ? apakah yang jadi PNS itu termasuk orang orang yang hanya main aman ? apakah dengan menjadi PNS, lantas orang itu dicap sebagai orang yang gak kerja cerdas ?
mohon pencerahannya donk….
June 11th, 2009 at 10:39 am
MAKASI USTAD PANJI ATAS NASIHAT NYA , SMOGA USTAD DITERIMA AMAL DAN IBADAHNYA… HAKHAKAHAK
June 11th, 2009 at 12:40 pm
Siapa sih temen lo itu? iri aja… cuek aja Ndji. Hidup itu khan pilihan, pilihan loe jadi artis sukses(ehemm…artis nih ye) khan tidak begitu saja, penuh perjuangan dan air mata juga. Orang selalu melihat orang setelah sukses (secara materi) tp tdk pernah melihat perjuangannya untuk mencapainya. Gambate nDji…
June 11th, 2009 at 1:46 pm
huh! sirik tanda tak mampu temen loe..tu..
June 11th, 2009 at 5:57 pm
setuju…sunguh memang harus begitu..hihihi
June 11th, 2009 at 9:41 pm
Panji, sayangnya orang2 kayak teman elo itu udah mewabah. Bahkan sampai ke level anak sekolah. Mereka hanya melihat sesuatu dari hasil akhir, bukan proses. Bagaimana mereka mau menata masa depan???
June 11th, 2009 at 11:13 pm
setuju Ndji…sekarang jamannya bekerja cerdas
dan sirik itu ga boleh kan…semua akan menuai hasil dari kerja kerasya dan ga pantes aja menurut gw kalo dia membanding-bandingkan dengan dirimu…
semoga dia mendapat pencerahan yaa =D
June 12th, 2009 at 9:24 am
Sepertinya temen lo butuh empati tuh Bang Pandji
Atau mungkin dia sebenarnya butuh tips
Mungkin awalnya dia pengen curhat ke lo Bang
Cuma “picked up line”-nya yg mungkin bikin kurang enak bwt lo
Apa lo udah share sesuatu sama dia Bang?
As a friend, not as a grumpy
June 12th, 2009 at 11:31 am
Salam kenal Ji, ga sengaja nemu blog lo, tnyata isinya mantaps, tapi menurut gw, hidup itu ga adil, hiduo itu bijaksana.
June 12th, 2009 at 1:26 pm
haha..betul, Ndji. Work Hard, Play Hard (er)..
June 12th, 2009 at 3:32 pm
@Dimas Wurianto.
Kayaknya perlu nanya langsung ama yang PNS, kenapa dia milih jadi PNS? apakah demi keamanan finansial? apakah jaminan hari tua? apakah pengabdian pada bangsa dan negara *err…emang ada ya yang punya alasan ini* ?
June 13th, 2009 at 11:16 am
DAARRRR!!!!!THIS ARTICLE IS COOL!!
June 17th, 2009 at 10:28 am
Cool comment…. tapi nyaris dari Cold Comment!!!
u sounded like a self righteous gits….
sekilas sepertinya contoh yang loe berikan is like a work SMART… but in the beginning they work hard too u know….
what is a work SMART???….
what is the meaning behind work SMART then…. menurut gw comment loe lebih ke be an expert in your works… not work SMART….
piss there is a lot of word in my mind…
btw i got a word 4 that friends of yours… its ENVY….
terus aja loe ngeliat ke atas…. kalo loe belajar ngeliat kesamping loe n kebawah loe…. loe pasti bersyukur u got a decent works….
damn… i buy my own iphone after almost a whole year nabung….
(apa sih yang loe harapin dari gaji PNS)
tapi kalo loe masih bisa nyisihin tuk keluarga, loe sendiri, and masih sempet ngeluarin SEDEKAH….
gw jamin loe gak bakalan negrasa kekurangan… apalagi sampai harus ngebandingin gaji loe yang kecil (tapi bahagia kerjanya sebelum loe ENVY) dengan gaji orang lain terutama si pandji yang kerjanya cuman cuap-cuap (tapi dia enjoy n expert di bidangnya)
Piss love n iphone hwakakkaka
June 18th, 2009 at 4:28 pm
Itulah salahnya…
Keberhasilan yang selalu diukur berdasarkan uang. Padahal harusnya uang itu hanya dampak dari keberhasilan. Gaji besar adalah dampak dari kualitas yang besar. Reward… Tapi ketika besarnya gaji menjadi tujuan… main goal of everything you do… you’ll never feel satisfied.. the amount will always feel not enough… kalo tujuannya peningkatan diri, skill, integrity, may be hard… but it will be satisfying…
Hidup ini bukan untuk duit… hidup untuk berkarya… dan penghargaan karya kita itu adalah uang untuk melanjutkan hidup dan berkarya lebih banyak lagi
June 19th, 2009 at 3:45 pm
very inspiring. thanks a bunch
July 3rd, 2009 at 10:44 am
huhuhuaaa..
dibalik tingkah konyol seorang panji.. ternyata ngomongnya kereeennn :ppp
July 4th, 2009 at 2:15 pm
betul!! setuju! work smart and play hard…hehehehe…
July 10th, 2009 at 9:41 pm
gak perlu menghakimi