Make sense?

Tue, Jan 10, 2012

Uncategorized

Sering bgt org protes soal TV yg katanya “semena mena” mengambil video di youtube tanpa ijin yang upload video.
Malah ditulisnya “Courtesy of youtube”

Protes ini meluas, semua orang menyalahkan TV karena kelakuan yang menurut mereka “sembarangan”

Betulkah TV salah?

Coba kita telaah sedikit

Pertama:
Ketika kita bikin akun youtube, di terms and condition ada tulisan yang menyatakan bahwa semua video yang diupload ke youtube jadi milik youtube (atas alasan tersebut mereka berhak menghapus video video yg sekiranya melanggar norma atau hukum)

Banyak yang tidak sadar ada tulisan tersebut di youtube karena ketika bertemu dgn terms and condition biasanya kita lsg tick “I have read and agreed with the terms and condition” tanpa benar benar baca hehehe

Ke dua:
Coba perhatikan, di youtube sering banget video yang dia upload bukanlah video orisinil yang dia kerjakan.
Coba lihat video2 clip sepakbola yg bertebaran di youtube. Yg ngedit mungkin pemilik akun tsb, tapi dia nyomot dari tayangan TV dan tentunya, tanpa ijin.
Atau ketika seseorang nonton konser Kanye West dan dia merekam diam diam dan tanpa ijin Kanye dia upload video tersebut apakah itu berarti video itu milik si pengupload?
Banyak banget video youtube yang bukan benar benar milik di pemilik akun.
Apalagi kadang nama nama akun youtube aneh aneh
Masak TV mau nayangin video youtube kemudian ditulis “Courtesy of superstud17″ ??

Nah, mengingat 2 poin di atas, lalu apa keputusannya?

Menurut gue udah paling bener TV bilang “Courtesy of youtube” karena pertama udah jelas semua video di youtube jadi miliknya youtube dan belum tentu si pengupload benar benar pembuat dan pemilik video

Make sense?

PS: Upload itu bahasa Indonesianya Unggah.
Biar tau aja :)


52 Responses to “Make sense?”

    • Pandji Pragiwaksono Says:

      Aseeeeek jagoan semua yg masuk
      Terima kasih atas masukannya

      It was an opinion, and evidently it was a wrong one

      I stand corrected
      :)

      Terima kasih atas ilmunyaa :)

      Reply

  1. igho Says:

    bener banget…

    Reply

  2. nara w Says:

    Kalo gitu sama aja dong dengan menulis artikel berita dan sebagai sumber referensinya cuma nulis “courtesy of/quoted from Google”

    IMHO, dengan menampilkan konten youtube yang sebenernya dicomot tanpa izin dari acara resmi (yang bisa jadi menghabiskan dana yang tidak sedikit dalam pembuatannya), ini sama aja mencuri dari pencuri…

    Does two wrongs make a right? I don’t think so.

    Walau mungkin masih oke lah kalau klip yang ditayangkan adalah klip yang dibuat sendiri oleh sang pengunggah, tapi dalam kasus ini, maka “courtesy *username*” lebih pantas, paling tidak untuk menghargai kreativitas sang pengunggah asli.

    Just my two cents.

    Reply

    • JhezeR Says:

      google hanya mesin pencari mas, kalo dapat berita/artikel yg ditulis ya url lengkap web / blog yg memposting artikel tsb.
      udah bener “Courtesy of youtube” pengguna aja yg gak baca TERM service suatu layanan.

      Reply

    • kirain Says:

      ini sih saya baru setuju 100%. maling dari maling, nggak berarti dibolehin

      Reply

  3. Aliet Says:

    Make sense, btw enak ya tim kreatifnya,,browsing yutub, compil, kasih dubbing,,beres dehh :P

    Reply

  4. @goldwincs Says:

    salah, kalau di seting video (Video Manager), dia pilih standar licensed dan no, pada syndication.

    karena ada 2 jenis license video di youtube.
    1. creative commons attribution license. dimana “reuse allowed” penggunaan lagi diperbolehkan.
    2. standar license: dimana “bukan jadi hak milik youtube” tapi youtube diberi hak untuk mem-broadcast. diluar dari youtube, hak cipta tetap ditangan pembuat video,

    pada seting video juga ada “syndication”, dimana ada pilihan:
    1. “Yes, make this video available on mobile phones and TV. Note, the video may not be available on all devices due to copyright or licensing issues.” atau
    2. “No, this video should not be available on mobile phones and TV.”

    jadi menurut saya tergantung peng-unggah video tersebut pada bagian setingnya. (dalam kondisi video yang dia unggah adalah buatan oirisinil dia sendiri.)

    kalau memang si pengunggah memperbolehkan penggunaan ulang di bagian seting, ya menurut saya oke-oke saja. tapi sangat disayangkan kalau stasiun tv tingkat nasional cuma bisa bikin acara tv yang berbasis “courtesy of youtube”. seharusnya:
    1. orang-orang pertelivisian bisa lebih kreatif dalam membuat acara-acara tv agar tidak cuma: courtesy youtube, ftv, sinetron, acara musik, dan olga syahputra. :p
    2. penggunaan internet diperluas, dan internet dipercepat, supaya masyarakat bisa buka youtube sendiri, gak harus nonton “courtesy youtube” di TV :P

    ini menurut pengamatan saya ya, bisa saja salah hehe :D

    Reply

  5. wahyu Says:

    @nara
    kasus google dan youtube tentunya berbeda dong. google kan mesin pencari. google hanya menyediakan layanan untuk mencari informasi yang ada pada internet. bukan kita upload informasi di google, kalo youtube kan video diupload di youtube.
    sedangkan youtube kan memberi layanan untuk menaruh video di internet, youtube menyediakan server, jadi video2 itu masuk ke youtube, dan seperti yang sudah dikatakan di artikel, ada term of service yang berlaku. yaa udh tau gratis masa sih kita bisa seenaknya.
    jika memang butuh usaha keras dan segala macem kan bisa saja share di website sendiri, jadi jelas itu video hak milik kita. makanya kalo perusahaan besar yang bener2 tau tuh cuma upload trailler atau demo version.

    himbauan aja sih ke semua, makanya kita perlu baca term of service. jgn cuma sekedar lewat aja

    Reply

    • nara w Says:

      @wahyu
      Fair point :) walau YouTube juga sebenarnya bisa dibilang wajah baru dari Google Video sih.
      Baiklah, kalau begitu argumen saya akan disesuaikan sedikit

      >> Kalo gitu sama aja dong dengan menulis artikel berita dan sebagai sumber referensinya cuma nulis “courtesy of/quoted from Blogspot/Blogger/Wordpress” >>

      Karena seperti YouTube, konten dari blog-blog ini diunggah oleh seseorang penulis blog, dan disadur tanpa menyebutkan dari blog yang ditulis oleh siapakah informasi tersebut diambil.

      Reply

  6. panji Says:

    Ya bener, cukup pake point pertama aja udah sangat jelas semua video yg diunggah adalah milik youtube. Lain halnya dgn googling bwt nulis artikel. Itu gak boleh cuma sumber: google. Kan saat googling kita ngeklik link sumber nya kan? Dan kita gak pernah dgn sengaja upload ke google, lain halnya dgn youtube ataupun situs filehosting lain.

    Reply

  7. Harry Says:

    Ji,
    Yang ngerespon cuma 8 ama gue 9, kurang seru topiknya…. Cari yang bombastis lagi dong kaya ganja gitu, biar yang ngerespons banyak, kan tambah ngetop lagi tuh, ud mulai redup lagi nih kayanya….

    Reply

  8. me Says:

    it’s true, but i also remember that youtube’s tagline is BROADCAST YOURSELF.. :)

    Reply

  9. ardi Says:

    Setuju Point Pertama
    Point Ke dua, misalnya nih bang pandji punya video klip, terus diunggah ke youtube sama seseorang,
    lalu dibelahan dunia lain video bang pandji diunduh sama TV dinegara tersebut lalu disiarkan dengan tujuan komersial (seperti yang dilakukan oleh TV2 kita disini) tapi di video klip abang tersebut cm di tulis “Courtesy of youtube” tanpa ada nama Pandji ato artis yang bersangkutan di video tersebut, kira2 abang gimana? mengingat disini TV yang menyiarkan video abang meraup keuntungan dari video tersebut, sementara abang atau mungkiin pembuat video lain g dapat apa2, nama aja gak ditulis.Hows that?

    Bukankah disini ada hak dari pembuat video yang dilanggar.

    Reply

    • dodi Says:

      @ardi :
      balik lagi ke point pertama.. disitu jelas semua video yang di upload ke youtube jadi milik youtube.. jadi klo emang ga mau sakit hati video yang kita buat sampe berdarah-darah di comot dan dikomersial pihak lain, yah ga usah upload video di youtube toh.. :)

      Reply

      • ardi Says:

        Setuju apabila kita sendiri yg upload. tapi gimana kalo bukan kita yg upload tapi orang lain, dalam artian kita gak kasih izin buat orang lain upload ke youtube, lets say orang tersebut membajak video dari website pribadi kita.

  10. Pinot Says:

    Materi video yang diunggah memang menjadi milik YouTube tapi hak cipta tetap dipegang oleh user JIKA memang video tersebut milik/dibuat user. Itu sebabnya sekarang diberlakukan lisensi Creative Commons saat upload video, artinya pihak mana pun termasuk YouTube harus meminta izin pada pemegang hak cipta video jika mau menggandakan atau menggunakan baik non-komersial maupun komersial.

    Dan penggunaan kata ‘courtesy of YouTube’ jadi salah kaprah karena semua karya online yg dipublish hak ciptanya tidak dimiliki oleh online service seperti YouTube, Flickr, Vimeo etc.

    KPI sudah aware dengan masalah ini. Dan teman2 dari stasiun TV yg sempat kami ajak diskusi berdalih bahwa pencantuman ‘courtesy of YouTube’ bukan oleh mereka melainkan PH dan materi yg tayang sudah terlanjur dibuat sesuai kontrak.

    Ini salah satu contoh saat CNN mau mengambil video dokumentasi saya di YouTube. Mereka mengkontak saya, bukan YouTube.
    http://pinot-videoroom.blogspot.com/2007/02/cnn-is-youtubing-jakarta-floods-video.html

    Entahlah, apapun yang terjadi, saya ngga mau video keluarga saya yg sudah diedit sedemikian rupa nongol di TV beberapa detik dng pencantuman ‘courtesy of YouTube’.

    Reply

  11. gustulang Says:

    Disalin dari term & service youtube:
    “Ucapkan terima kasih kepada pemilik konten. Meskipun YouTube mempunyai lisensi untuk mendistribusikan video, namun pemilik konten tetaplah pengguna YouTube. Sebaiknya hubungi pengguna secara langsung jika Anda menemukan video yang ingin Anda gunakan, dan cantumkan atribusi dengan menampilkan nama pengguna atau nama sebenarnya orang itu jika Anda mengetahuinya.
    Ucapkan terima kasih kepada YouTube saat menyiarkan ulang video itu. Saat menayangkan video YouTube di televisi, sertakan atribusi di layar dan secara verbal. Kami menyediakan logo resmi YouTube yang dapat Anda unduh.”

    Reply

  12. arief Says:

    Sebenernya kalo menurut saya sih mestinya minta TV minta izin sama pengunggah videonya seperti yg tertulis di Terms itu kan. Tapi yang patut disayangkan, kok sepertinya TV jadi kurang kreatif ya? Tinggal comot aja dari youtube. Beda banget sama acara-acara TV waktu kecil dulu yg kayanya lebih bervariasi.

    Reply

  13. prajnamu Says:

    Bagaimana dengan ini: http://support.google.com/youtube/bin/answer.py?hl=en&answer=136522

    Permission to use videos?
    The rights to any screen shots or footage of third party content on our site are not ours to grant. You would need to follow up with the individual content owners regarding the rights to this footage. You may want to try emailing the user through your YouTube account.

    Reply

  14. Pitra Says:

    Gw melihatnya dari sisi lain, meski gw tetap berpegang pada terms conditions YouTube ya.

    terms and conditions nomor 5B:
    Content is provided to you AS IS. You may access Content for your information and personal use solely as intended through the provided functionality of the Service and as permitted under these Terms of Service. You shall not download any Content unless you see a “download” or similar link displayed by YouTube on the Service for that Content. You shall not copy, reproduce, distribute, transmit, broadcast, display, sell, license, or otherwise exploit any Content for any other purposes without the prior written consent of YouTube or the respective licensors of the Content. YouTube and its licensors reserve all rights not expressly granted in and to the Service and the Content.

    Dari situ udah jelas kok, semua materinya aja gak boleh didownload, apalagi didistribusikan atau dikomersialkan.

    Lebih jelasnya baca postingan saya beberapa bulan lalu di sini: http://media-ide.bajingloncat.com/2011/11/04/courtesy-of-youtube/

    Reply

  15. dezinfectant Says:

    dude, there IS a reason why youtube does not provide “download” button.

    as simple as that.

    Reply

  16. Widi Asmoro Says:

    oh dear… this is totally WRONG

    Reply

  17. iqbal Says:

    ndji, lo perlu belajar lagi deh tentang “creative commons”
    googling aja yah sendiri, persis seperti lo nyuruh penentang legalisasi ganja utk googling sendiri ttg ganja :)

    Reply

    • anjas Says:

      nah panji yg intertain aja salah ngomongin masalah ginian..apalagi masalah GANJA.. hajuuuh
      ILEGALKAN GANJA!!! Legalkan Film2 MIYABI. loh

      Reply

  18. Cybele Says:

    engg, sebagai orang yg bergerak di dunia kreatif kok bisa ya komen kaya’ gini bang? ato jangan2 abang bentar lagi jadi host acara semacam “courtesy of youtube” juga? xixixixix x))

    Reply

  19. BAKSDONK Says:

    Make sense doesn’t always right, right? :D

    Reply

  20. Sissassy Says:

    Intinya dalam industri kreatif kebanyakan pihak (baik perseorangan maupun organisasi) menganut paham tidak tertulis yang sama. Karya boleh ‘disimpan’ asal utk keperluan pribadi. Kalau akan digunakan untuk keperluan komersial, maka si pemilik karya harus dihubungi terlebih dahulu dan harus ada persetujuan verbal (kata-kata atau tulisan) yang diberikan oleh si pemilik karya untuk pihak lainnya tersebut. Termasuk dalam sistem ini karya yang memang dibagi-bagikan gratis oleh pembuatnya, misalnya foto/ilustrasi/dll, kalau mau dipakai untuk keperluan komersial tetap harus ada izin dari pembuatnya. Nah, karena TV mendapatkan keuntungan komersial baik langsung maupun tidak langsung dr video2 yang diunggah dr YouTube tersebut, artinya harus ada perjanjian dulu sebelumnya antara televisi dengan pemilik video tersebut. Kalau nggak ada, artinya pelanggaran hak cipta. Simpel aja khan.

    Reply

  21. DENNY SAKRIE Says:

    ini sebenernya yg belom terms and condition siapa sih? :) ) Coba di baca dulu bang sebelom bikin artikel

    Reply

  22. pooj Says:

    kalau penjelasannya sepotong-sepotong begitu sih ya \masuk akal\. terlalu dangkal untuk beranggapan bahwa penggunaan courtesy of youtube adalah \masuk akal\ hanya dengan menyebut terms and conditions youtube sambil lalu, bahkan tanpa mengetahui isi terms and conditions youtube itu sendiri. pandji, anda perlu memerbaiki logika berpikir anda deh sepertinya.

    Reply

  23. Pandji Pragiwaksono Says:

    Aseeeeek jagoan semua yg masuk

    Terima kasih atas masukannya

    It was an opinion, and evidently it was a wrong one

    I stand corrected

    Terima kasih atas ilmunyaa
    :)

    Reply

  24. adli Says:

    Saya juga yakin itu TV dapet videonya dari thirdparty downloader… Duh jadi ikut-ikutan deh…

    Reply

  25. ridho Says:

    kayanya orang2 yang pada ribut2 tentang ToS nya youtube blom pernah nonton video channel nya ray william johnson ya.. :D

    Reply

    • @goldwincs Says:

      saya subscribe acara equals 3 (=3) milik ray william johnson. diacaranya dia kan melakukan review terhadap video-video lain di youtube. jadi lokasi broadcast-nya juga di youtube. jadi bisa dibilang berputar dilingkup youtube juga, sehingga tidak langsung sesuai dengan aturan,

      kalau acara tosh.o nya daniel tosh atau the soup nya joel mchale mungkin baru bisa dibandingkan, karena memang acara tv, dan dibroadcast di tv bukan di youtube.
      dia juga bukan sekedar re-upload, tapi lebih menekankan pada comedic writing pada video yang direview.

      pada ray william johnson juga berbeda, karena dia sudah menjadi partner youtube, sama seperti shane dawson, mysteryguitarman (dapat gaji lagi dari youtube :D ). dan bisa jadi sebelum episodenya dipublish, dia sudah mengkontak pemilik asli videonya.

      mungkin lho ya, bisa saja saya salah hehe

      Reply

  26. Eddy Lee Says:

    Kayaknya kelihatan nih yang ga membaca term & condition dengan baik
    Terms and conditions nomor 5B:
    “Content is provided to you AS IS. You may access Content for your information and personal use solely as intended through the provided functionality of the Service and as permitted under these Terms of Service. You shall not download any Content unless you see a “download” or similar link displayed by YouTube on the Service for that Content. You shall not copy, reproduce, distribute, transmit, broadcast, display, sell, license, or otherwise exploit any Content for any other purposes without the prior written consent of YouTube or the respective licensors of the Content. YouTube and its licensors reserve all rights not expressly granted in and to the Service and the Content.”

    Dari sini bisa kita BACA sendiri, biar pembaca yang pintar bisa mengartikannya

    Reply

  27. avianto Says:

    Sudah jelas ada halaman ini, kenapa tidak mengacu ke situ aja sih? Kenapa harus ‘menciptakan’ asumsi sendiri?

    http://www.youtube.com/t/press_broadcasting

    Re-broadcasting videos
    Some guidelines for incorporating YouTube content into your show

    > Credit the content owner. Though YouTube has a license to distribute the video, it’s the YouTube user who owns the content. We encourage you to reach out to users directly when you find video you’d like to use, and to provide attribution by displaying the username or the real name of the individual, if you’ve obtained it.

    > Credit YouTube in your re-broadcast of the video. When you show a YouTube video on television, please include on-screen and verbal attribution. We’ve made the official YouTube logo available for you to download.

    Reply

  28. ridho Says:

    hell yeah.. welcome to the internet world.. :D

    ga mau videonya di copy ato di download..?? ya jangan dimasukin ke youtube.. :D
    as simple as that..

    Reply

    • pooj Says:

      wah, pikiran anda sempit sekali. orang-orang mengunggah video ke youtube karena pada dasarnya mereka mau berbagi, supaya videonya bisa dilihat orang banyak. mau videonya nanti dicopy atau di-download orang lain, itu lain lagi ceritanya. kalau menggunakan logika anda, sekalian saja anda tidak perlu mengunggah foto ke facebook, update profil, atau nge-tweet.

      Reply

  29. anjas Says:

    TS nya mana TS nya.. haha maksudnya Pandji.. :p
    gimana nih nji kesimpulan lu.. masih setuju pendapat lu atau berubah setelah baca comen2?

    Reply

  30. Maya Says:

    Make sense? Ya make sense aja sih, tapi bener ga?
    Biar gimana tetep aja harus ijin yg mengupload video tsb ke youtube toh?
    Sama aja kek kita udah capek2 nulis artikel, biar cuma artikel sederhana, trus orang seenaknya aja nulis “courtesy of google”, hadoohh sakit hati ga sih, kan nulisnya pake mikir, bisa kan dia nulis link lengkap sumber artikel yg diambil itu? Begitulah ETIKA dalam dunia kepenulisan
    Sama dg foto, video, dan semua yg menyangkut karya di dunia “Maya”

    Kalo lagu “bohong” ini tiba2 ada yg nyatut, bisa dituntut juga kan org yg nyatutnya?
    http://www.youtube.com/watch?v=epkNDLxTEjU

    Reply

  31. Randi Eka Yonida Says:

    Manurut gue :
    1. Sebuah acara TV wajar aja mengambil video dari YouTUBE, dan itu tidak melanggar.
    2. Yang disayangkan, masak acara sekelas “ditampilkan di TV” videonya, video YouTUBE.
    3. Tentunya hal itu memiliki perkecualian, semisal untuk sebuah pemberitaan tertentu, katakan saja untuk menggambarkan suatu khasus BOM yang ada rekaman amatir, contoh lagi khasus Tsunami dan bahkan Sinta-Jojo, itu sangat sah-sah saja kalau sang TV menampilkan sebuah video dari YouTUBE.
    4. Tapi kalau sengaja menampilkan video dari YouTUBE, bahkan untuk suatu acara yang rutin nampilin video2 tersbut rasanya kurang oke aja, BUKAN BERARTI SALAH. Karena mereka juga punya crew, yang didalamnya termuat reporter, kamramen, editor dll.
    5. Nha, kalau seperti itu buat apa nggaji tim kreatif. :P
    6. Oke, kalau kekreatifan tersebut dalam bentuk menampilkan video2 pilihan dari YouTUBE. Dan gue yakin hasilnya juga cuma alakadarnya, dan bahkan banyak publik yang menilai acara itu KURANG berkualitas.
    7. YouTUBE bisa diakses siapa saja. TV juga. Masak TV menayangkan sesuatu dari sumber yang juga bisa diakses siapa saja. :P
    8. Intinya TV menampilkan video dari YouTUBE = TIDAK SALAH. Cuma.. emmm.. lebih baik nyari gambar sendiri pasti lebih oke. :)

    Salut buat lu bang Pandji.

    Reply

  32. Made Raka Teja Says:

    Ungguh temannya unggah, ungguh bahasa inggrisnya download
    Biar tau aja :D

    Reply

  33. Ihya Iyut Says:

    Kalau sudah tau begitu,
    Bagi pembuat video yang tidak ingin videonya digunakan ‘seenaknya’ oleh TV, maka tidak perlu mengunggah video-videonya.
    Unggah saja video itu di blog dengan menegaskan bahwa video itu memiliki hak cipta. Kalau ada yang melanggar, lebih mudah diusut kasusnya ‘kan?
    :)

    Reply

  34. kharis alimoerdhoni arief Says:

    kalo emang kualitas totonan menarik, bakal saya pantangin ampe kelar. kalo enggak ya sudahlah, matikan aja.. Belajar jadi penonton yang cerdas, hehehhe

    Reply

  35. nonni Says:

    tapi kalo menurut gue ya ka,acara2 tv yg courtesy of youtube itu terkesan ga kreatif karna ya enak banget gitu cuma maen ambil aja dari youtube.. kalo menurut gue sih gitu ka.. salam kenal..

    Reply

  36. delarosa Says:

    gue ko mikirnya gini..
    bener, TV kesannya gk kreatif krn cuma bisa nyomot karya org lalu ngumpet d balik courtesy of youtube. masalahnya d negeri tercinta ini org2 jauh lebih melek TV di banding internet. dari situ kita bisa liat segi manfaatnya.
    klo ternyata acara kumpulan colongan itu bisa kasih byk manfaat, ya kenapa enggak..bahkan mereka yg melek youtube pun gw rasa banyak yg terhibur,apalagi temen2 yg d daerah..
    soal hak cipta kan udah ada yg urus,percayain ajaa..selama si pemilik video ikhlas2 aja, gk perlu di masalahin dong..

    Reply

  37. Tetsuya85 Says:

    ini adalah terms of agreement Youtube terbaru:
    Using our Services does not give you ownership of any intellectual property rights in our Services or the content you access. You may not use content from our Services unless you obtain permission from its owner or are otherwise permitted by law. These terms do not grant you the right to use any branding or logos used in our Services. Don’t remove, obscure, or alter any legal notices displayed in or along with our Services.

    Kesimpulan:
    Stasiun TV harus meminta izin pemilik video dulu sebelum memasangnya. Jadi gimana sodara Pandji? ada pendapat lain?

    Reply

Leave a Reply