Posting ini, diawali oleh banyaknya orang yang menanyakan hal yang sama:
Boleh nggak sih ketawa pas kita lagi Stand-Up?
Pertanyaan itu datang karena 2 hal, pertama karena saya sering tertawa ketika stand-up (terutama setelah melemparkan punchline) dan kedua karena di Stand-Up Comedy Indonesia, Insan Nur Akbar, peserta dari Surabaya pernah dikritik karena tertawa dalam Stand-Upnya yg membuat performanya justru terkesan garing
Nah, jawaban saya sederhana. Seorang comic boleh ketawa, selama ketawa itu tulus. Real. Bukan dibikin bikin.
Akbar mengakui waktu itu dia ketawa untuk memberi efek lucu pada bitnya. Ada juga pengaruh grogi. Nampak memang. Ketawanya dibuat buat.
Saya, tertawa karena tidak bisa menahan tawa.
Bagi saya, kenyataan yang saya lempar dalam bit bit stand-up itu lucu. Dan kelucuan itu tak tertahankan oleh saya.
Jangankan Stand-Up, dari album pertama, kedua, ketiga dan nanti di tengah tahun ini, album ke empat, saya banyak tertawa dalam lagu lagu saya (cth paling gampang lagu LXIX)
Waktu saya ospek kuliah, saya sering dihukum karena tidak bisa menahan ketawa (saya kuliah di fakultas seni rupa dan desain, ospeknya memang lucu).
Lagipula, semakin banyak video stand-up yang ada tonton, anda akan semakin sadar. Sangat banyak comic yang tertawa ketika lagi Stand-Up: Chris Rock, George Carlin (terutama ketika era 70an-90an), Richard Pryor, Eddie Murphy, adalah nama nama legendaris. Semuanya tertawa menertawakan bit-nya sendiri ketika Stand-Up.
Russel Peters, Dave Chapelle, Nick Swardson, semua tertawa ketika Stand-Up.
Mengapa? Karena menurut saya mereka menikmati karya mereka sendiri.
Dan itu wajar
Setiap orang yang berkarya harusnya bisa menikmati karyanya sendiri.
Aneh kan menonton musisi yang membawakan lagunya sendiri males malesan? Setiap musisi pasti dengan caranya sendiri menikmati karyanya ketika sedang dia bawakan.
Saya suka mendengarkan lagu saya sendiri. Ini bukan narsis, ini justru yang benar.
Saya bermusik bukan utk orang lain kok, saya bermusik sebagai bentuk berkesenian, saya berkarya untuk kenikmatan saya sendiri.
Setiap lagu yg saya tulis dan rekam adalah lagu yg saya ingin dengar, lagu yg tidak saya temukan di dunia ini, maka saya buat sendiri.
Musisi macam apa yang bikin lagu supaya orang lain senang tapi lagunya tidak membuat senang dirinya sendiri?
Comic macam apa yang nulis bit supaya orang lain ketawa tapi dia sendiri tidak merasa itu lucu?
Syarat utama orang yang berkarya, adalah bisa menikmati karyanya sendiri











January 19th, 2012 at 12:34 pm
Stuju banget bang. Sensasinya emang luar biasa kalo bisa menikmati karya sendiri. Saya malah bingung kalo sampai ada yg gak suka dengan karya sendiri, tapi maksa orang lain tuk menikmati karyanya.
January 19th, 2012 at 4:04 pm
Bener kak. Buat apa menghasilkan karya, yang kita sendiri tidak menyukai karya itu. Kesannya jadi maksa dan asal jadi
January 20th, 2012 at 7:50 am
i love it. Ini berlaku bukan hanya mngenai standup dan musik. ini tentang semua karya..