Gue ga pernah bercerita tentang ini sebelumnya
Gue malu.
Malu orang orang yang tau tentang ceritanya baca.
Malu kalau ternyata mereka tau, gue masih teringat ingat akan kejadian itu.
Malu kalau mereka kasihan sama gue.
It was still today, my greatest loss.
The one i’ll remember for all my lifetime.
Gue malu kalau yang mengalahkan gue baca.
Gue malu kalau mereka yang menonton gue kalah baca.
Gue malu kalau teman teman yang gue kecewakan baca.
Kemudian…
Suatu malam gue berpikir…
Kalau gue terus menyembunyikan ini semua, gue tidak akan benar benar pulih…
Dan gue mau pulih…
Maka gue beranikan untuk menulis tentang ini..
And the story goes…
…
Gue adalah mahasiswa FSRD ITB angkatan 97.
Setiap tahun, kami memilih seorang Presiden untuk memimpin Keluarga Mahasiswa Seni Rupa. KMSR. Himpunan mahasiswa kami.
KMSR adalah himpunan terindah yang pernah gue liat.
Tentu, gue belum pernah hidup di bawah himpunan mahasiswa lain, tapi gue tau apa yang terjadi dalam himpunan tersebut.
KMSR begitu hidup dengan perbedaan. Kami punya banyak sekali kegiatan kegiatan yang dilakukan dengan sukarela oleh para mahasiswa hanya karena kami ingin. Dari dulu, uang tidak pernah jadi masalah. Kreatifitas adalah modal yang kami butuhkan.
Gue mencintai KMSR.
Suatu hari, giliran angkatan 97 memimpin KMSR.
Maka ketika pemilu, muncullah kandidat kandidat presiden.
Awalnya, gue bukan salah satunya. I had so many failures in leadership, i didnt feel like stepping forward for the biggest stage.
I had so much respect for the previous Presidents.
Each had their own niche. Arian 13, Sofwan Omar.
Tapi seorang teman meyakinkan gue untuk maju mencalonkan diri…
Majulah gue.
Kemudian gue sadar bahwa ternyata wakil dari angkatan gue bukan cuma gue.
Ada paling tidak 2 yang lain…
Gue berpikir “What’s happening? Why are they stepping forward? Didnt i earned their trust? Werent we friends? Why the hell am i here?”
Lagi lagi, teman teman gue meyakinkan untuk maju.
Disaat yang bersamaan, angakatan 98 hanya memajukan 1 wakil.
Wakil terkuat mereka menurut gue.
I guess they went for the kill.
They are trying to win.
..
Now, i didnt know much about leadership.
I thought people were willingly to help me with my campaign.
I thought so.
Tapi ternyata tidak ada yang mau maju menawarkan diri ke gue.
Ga ada.
Saking ga adanya gue tengah malam begadang sendiri dan bikin flyers dengan skill komputer gue yang seadanya..
Sambil berpikir.. “Mereka mencalonkan diri gue jadi Presiden tapi kok mana bantuan mereka? Masak gue musti nyuruh?”
But i kept working solo… gue bikin poster poster gede… nempel nempel tengah malam..
thinking that maybe my actions will inspire them.
It never did.
Eventually i asked for help.
Ketika gue nempel nempel tengah malam, gue dibantu 2 orang teman lain.
Salah satunya malah angkatan 99…
Gue minta bantuan seorang teman untuk bikin patung PANDJI setinggi 2 meter terbuat dari bambu dan kertas…
Untuk gue taro di lapangan merah.
Sebuah lapangan sakral yang ada di tengah tengah kampus kami.
Kampus kami bentuknya seperti mall dengan atrium ditengah.
Semua orang di semua lantai bisa melongok ke bawah dan menemukan lapangan merah tersebut. Patung PANDJI gue display disana.
…
Datanglah hari debat presiden.
Itu adalah hari terakhir dalam pemilu presiden kalau nggak salah.
Gue inget, hari itu selalu menjadi hari yang seru karena setiap capres masuk dengan gayanya masing masing..
Ada yang masuk naik motor gede…
Ada yang masuk pake seragam militer…
Seru!
Sementara gue, minim imajinasi, masuk dengan kemeja hitam dan jeans.
Di lengan kiri gue ada lambang KMSR. Bintang Merah.
Ketika semua calon dari angkatan 97 sudah di lapangan… giliran calon dari 98.
Tiba tiba, suara megah berkumandang… Scoring dari film The Last of the Mohicans.
Bahkan gue merinding.
Gue merinding karena lagunya, dan karena gue sadar pada detik itu, gue kalah persiapan…
Dari lantai paling atas… turun 2 orang dari atap gedung lantai 3 atau 4 entah gue lupa.
Calon dari 98 dan 1 orang teman turun dengan tali seperti pemanjat tebing… tersebar di 2 ujung atap kampus.. setiap ujung membawa 1 ujung bendera raksasa…
Mereka turun pelan pelan dengan iringan sorak sorai semua yang hadir disana…
Bendera itu membentang setinggi kampus.
Dari atas atap, sampai tanah… dan menutupi patung gue …
Patung gue terjatuh karena kena terpa bendera besar tersebut..
Pada adegan itu terjadi, satu kampus menertawakan patung remeh gue.
Menertawakan gue.
Satu kampus.
Tertawa sambil menunjuk gue.
Tidak percaya bahwa semua menertawakan gue, gue menoleh keliling…
Ternyata benar. Semua ketawa.
Now im a funny man. Im used to being laughed at.
But you know damn well this is different.
Gue melihat ke arah temen temen angkatan gue.. Mereka menatap gue dengan kasihan. It made me feel even worse.
Akhirnya beberapa temen gue dengan sigap mengangkat patung itu kembali.
But i already lost my pride.
I was collected.
I was calm.
I kept everything inside.
I thought, i’ll fight my way in the debate.
And i did.
Ketika gue berbicara, gue tenang dan runut.. argumen gue jelas.
Tapi suatu saat ketika gue berbicara..
Seorang teman, bukan, seorang SAHABAT.
Berdiri dan berteriak lantang memecah kesunyian yang tercipta karena gue sedang berbicara..
Sahabat gue berdiri dan berteriak
“GUE NGGAK RELA KMSR DIPIMPIN ANAK JAKARTA!”
It sent shockwaves to my heart.
Gue kaget dan dalam sedetik semua pengalaman kami berdua naik mobil offroad ke gunung… nginep di rumahnya dia… curhat di kamarnya dia… terlintas di benak gue…
He was my bestfriend. Di saat temen temen gue benci kepada dia karena hal hal yang dia lakukan dan ucapkan, gue tetep berdiri disampingnya menjadi sahabatnya… walaupun gue kehilangan temen temen gue sendiri…
I wanted to cry.
I felt… stabbed.
“Apa salah gue?” pikir gue saat itu…
But…
I was collected.
I was calm.
I kept everything inside.
Di akhir debat, setiap capres diminta untuk memberikan sebuah pidato penutup.
I was collected.
I was calm.
I kept everything inside.
I said calmly “Membangun KMSR butuh bantuan dari semua angkatan… Angkatan 97, 98 dan 99… (karena gue tau persis niat untuk melangkahi angkatan 97, gue melanjutkan dengan kalimat ini…) Kalau elo hanya 2 angkatan… 98 dan 99 akan lebih berat menjalankannya… Ini bukan tentang angkatan berapa yang memimpin, tapi berapa angkatan yang memimpin kampus ini…”
At that time, i thought, i won the crowd.
I can see people nodding their heads. I looked into everyone’s eyes…
They were in agreement.
Seharusnya setelah pidato penutup tidak ada yang boleh berbicara 1 patah katapun.
Nggak ada yang boleh ngomong.
Disaat kampus lagi lagi hening karena ucapan gue, berdiri seseorang dari angkatan 98 dan berteriak
“ELO NGGAK BOLEH MEREMEHKAN SEMANGAT DAN KEKUATAN ANAK 99!! MEREKA HEBAT DAN MEREKA BISA MELAKUKAN HAL HAL YANG ELO PIKIR NGGAK BISA!!!”
Sedetik setelah ucapan itu, teriakan setuju terdengar dari kubu angkatan 99…
Angakatan termuda di kampus kami saat itu.
Gue lagi lagi terhenyak…
Gue nengok ke moderator dengan tatapan bingung… moderatornya kecolongan…
Setelah itu, gue tidak melawan balik omongan dia.
The rule was, no body speaks after the speech.
So i followed the rule.
I was collected.
I was calm.
I kept everything inside.
…
But i felt like crazy inside.
Ketika penghitungan datang, semua calon presiden hadir.
…
I swear to God, nothing felt sicker than hearing his (wakil 98) name mentioned more than my own…
Setiap kali nama dia disebut, teriakan semakin keras…
Setiap kali nama dia disebut, omongan dari samping “Wah angkatan 97 dilangkahin..” semakin banyak
Setiap kali nama dia disebut, semakin kerdil gue rasanya…
…
At the end of my misery it was decided.
I lost.
In a landslide.
I felt miserable.
I still feel it right now writing this.
Its not something i can handle with well.
But still…
I was collected.
I was calm.
I kept everything inside.
Angkatan 97 berkumpul .. membahas apa yang akan dilakukan sebagai sebuah kesatuan angkatan.. disana gue minta maaf…
Malamnya di rumah, hanya ada gue, pacar gue saat itu dan seorang sahabat.
Pacar gue bertanya “Kenapa sih kamu masih mau berteman dengan dia???”
Pacar gue ngamuk dengan sahabat yang menolak anak Jakarta memimpin di KMSR…
Gue menjawab “Aku nggak tau…”
Walaupun gue sedih sekali, tapi gue nggak mau kehilangan dia sebagai teman gue.. I dont know why…
That loss.. was thebiggest lost i ever had.
Im a basketball player. Winning and Losing is a part of the game as well as a part of my life.
But this loss?
I cant bounce back from it.
Kekalahan itu membuat gue berpikir dan mencari tau alasan kekalahan gue…
Pencarian itu mengarahkan gue kepada pendalaman ilmu Kepemimpinan. It made me crazy about leadership and what real leadership is all about.
Pencarian itu mempertemukan gue dengan ilmu berkampanye.
Dari ilmu berkampanye, gue bertemu dengan dunia promosi dan periklanan, dan periklanan gue belajar payungnya… Marketing.
…
Beberapa hari yang lalu, gue menerbitkan buku gue yang pertama.
Buku Marketing.
Buku itu bisa ditemukan di rak buku marketing.
Its a legitimate marketing book.
I feel weird.
I have come full circle.
The loss gave way for me… and today, i published a marketing book.
Dari kekalahan, sampai menerbitkan buku Marketing.
…
…
…
I realized now.
Without my loss, i would never be the person i am today.
Kalau seseorang datang dan bertanya
“Kenapa ya gue belum merasakan kesuksesan besar?”
Gue akan menjawab
“Mungkin karena elo belum merasakan kegagalan besar..”
No, you dont always have to fail in order to win.
But its actually easier that way
I know you dont believe me.
Yet, i believe it to be true.
Its easier for you to rise after you experience fall.
When you’re down, the only way is up.
Ketika siaran Provocative Proactivedi HRFM produser gue Leo menyodorkan sebuah quote
“Tidak ada satupun di dunia ini yang sia sia, apabila pengalamannya dijadikan pelajaran…”
Kekalahan gue bukan sia sia..
My greatest loss, is my greatest drive.
Without it, there’s no me.











February 21st, 2009 at 9:08 am
Experience is what you get when you didn’t get what you wanted…(Randy Pausch).
good or bad experience will drive us to be whatever we are now…
we just have to decide how to change in a positive or negative way…
btw, gw baru tau kalo di lembaga intelektual macam FSRD ITB masih ada orang yang rasialis….such a shame..
February 21st, 2009 at 9:33 am
*applause….n standing ovation…
nicely done ndji….
ngga bisa dipungkiri, bahwa guru terbaik adalah pengalaman…
and the best university is life itself…
keep it coming bro….
my deepest gratitude for you…
February 21st, 2009 at 9:42 am
I’ve learned..
I’ve learned from you Pandji.. :’)
Untuk bisa melompat, kita harus menjejak ke dasar.
February 21st, 2009 at 10:07 am
yup bener…. Pengalaman itu guru yg paling baik… mau nanya donk, sampe skrng masih temenan sama best friend itu?
February 21st, 2009 at 10:23 am
Hahahaaa, KMSR emang paling poolll! Pengalaman lu unik. Dan gw rasa setiap orang yang pernah bersinggungan dengan organisasi berlogo bintang merah dengan gambar Ganesha pada bagian tengahnya ini punya pengalaman mistis sendiri-sendiri yang membentuk karakter mereka di masa depan. Kalau saja gw maju saat itu, ada yang bakal teriak “GUE NGGAK RELA KMSR DIPIMPIN ANAK LOMBOK!” gak yaa?
February 21st, 2009 at 10:30 am
Salut sama tulisan lo Ndji..ga semua orang sanggup menulis seperti ini. Nice quote buat Havban…..
February 21st, 2009 at 12:22 pm
masih ada yaaa org kaya gt . tp skrg masih berhubungan sm dia ndji ?
February 21st, 2009 at 1:17 pm
Nice… Salut ama tulisan ini, so inspiring untuk nyari makna dibalik setiap kejadian…
February 21st, 2009 at 4:18 pm
gue pernah punya pengalaman seperti lo ndji walaupun tidak seekstrim lho…tapi mampu buat bangkit dan meyakinkan diri gue..untuk tidak bergantung pada orang lain atau apapun cuma kepada tuhan dan mudah percaya pada sesuatu hal apapun itu sampai saat ini…..
February 21st, 2009 at 4:40 pm
hyaaa sedihh…tepat setaun yg lalu gw mengalami kejadian serupa seperti yang lo alami Ndji…rasanya campur aduk..terutama perasaan kehilangan teman-pendukung sendirii..ngomongnya aja bakalan mendukung-dan segala maceem faktanya nihil..!!
dan dari kejadian itu gw jd tau banget apa arti persahabatan
and yezz i agree with u ‘my greatest loss..my greatest drive’
February 21st, 2009 at 7:20 pm
Merinding abis bacanya..kalo aku mungkin gak bisa mengahadapi crowd setenang itu..mungkin aku dah nangis diperlakukan gak adil seperti itu..
February 21st, 2009 at 7:37 pm
ka, ini yah maksudnya “Ghost Song”?
February 21st, 2009 at 11:09 pm
haha…losing is sucks huh?
but for me, losing is a gift.
still waiting to get my crowd though…
February 22nd, 2009 at 1:21 am
ga semua orang bisa kayak lo Ndji.. salut….
terus keluarin karya2 yang dahsyat ya Ndji …..
February 22nd, 2009 at 11:14 am
Very inspiring, Ndji. Good luck!
February 22nd, 2009 at 11:43 am
setuju!! tiap orang pasti akan menghadapi critical point di dalam hidupnya,, pas gw lagi ‘diuji” gw teringat bahwa setiap cobaan itu pasti sesuai sama kemampuan gw,, kita mang lagi disuruh untuk berusaha lebih keras biar kita bisa ‘naik kelas’.. klo ga gitu kapan kita bisa jd lbh baik??
btw,, gw baru beli album lo.. lagu “kembali tertawa” is inspired for me..
keep up the good work ^^,, can’t wait for next album..
February 23rd, 2009 at 10:34 am
Sejujurnya, ini pertama kali gue baca blog elu… ngikutin salah satu temen gue yang paling deket yang rutin baca blog elu… cerita elu keren man… gue pribadi pernah mengalaminya, tentu dengan format yang berbeda… dan disitu gue belajar kalau di hidup, pasti suatu ketika kita ketemu tanjakan terjal… tapi inget, semakin terjal tanjakan, semakin banyak energi buat turunannya, dan kita tinggal berusaha dari turunan yang landai tadi, untuk dapat cukup energi buat melalui another tanjakan yang pasti kita akan ketemu lagi…
February 23rd, 2009 at 11:27 am
postingan kali ini keren….
hmm gue bisa membayangkan saat speech itu
:p
February 23rd, 2009 at 11:51 am
Amazing…..
I like ur blog Dji….it may not be written in the most structured sentences…
But the meaning carry more weight than anything….
Inspiring….and blessing others…
Keep blessing Dji
February 23rd, 2009 at 12:26 pm
“The greatest loss, is the greatest drive.”..so true! live and learn ..
February 23rd, 2009 at 3:00 pm
keren nji..gw juga pernah ngerasain pas angkatan gw mimpin hima di salah satu univ negeri di bandung…smua angkatan ga suka, cuma gara2 kbanyakan dr kita bukan anak bandung….sampe akhirnya kita ampe dibikinin sidang istimewa buat di-lengserin.hahahaha…..
February 23rd, 2009 at 4:26 pm
Gw baca tulisan lu sambil ngebayangin. Dan reaksi pertama gw.. An***t..
Hebat lu pada saat itu masih bisa stayed calm.
Thank you for sharing.
February 23rd, 2009 at 9:41 pm
ndji…
keren
akh spt de javu
gwe punya pengalaman kek gitu
my best friends stabbed my back
and dari situ gwe belajar
dun trust anybody
February 25th, 2009 at 10:31 am
There’s a good friend saying this to me, “There’s always something to be gained from everything we experienced. Nothing is ever loss.”
Nice posting, mas pandji.
Rasany kyk bisa ngerasain yg dirasain mas pandji
February 26th, 2009 at 9:43 am
man..gwe stuju ama loe
klo gag pernah kalah maka orang gag akan pernah tau gmana rasanya menang
salute..!!
February 26th, 2009 at 11:27 am
Gue sebagai orang yang KEBETULAN berada disekitar Pandji saat itu terpanggil untuk drop some line nih.
Mungkin selain hal yang diceritain Pandji ada hal lain juga yang perlu readers disini juga tahu.
Background nya dulu ya, gue pertama kenal Pandji adalah pas di SMA. Karena saat itu kita sempet beberapa kali main basket bareng. Kemudian ternyata di tahun 97 kita sama-sama diterima di FSRD ITB. Dan masih banyak hal lain yang membuat kita bareng2.
Well… Pandji pernah posting gambar dia yang isinya ada 5 orang, ya salah satunya adalah gue.
Gue yakin posting ini muncul karena obrolan kita beberapa hari lalu pas kita ketemuan. Banyak hal yg sekarang Pandji nggak bisa ngerti kenapa dulu dia berada diposisi-posisi itu. Gue bilang sama dia kalo dia nggak bisa bandingin dia yang sekarang dengan yang dulu. Karena memang isi kepala Pandji sekarang berbeda jauh dibanding yang dulu. Dulu… lebih banyak kosong nya…. hahahaha… sorry man.
Banyak sekali posisi2 yg ditempati oleh Pandji adalah bukan karena keinginan atau sikap leadership dia. Kebanyakan lebih karena dia menjadi wakil dari yang lain. Pandji was ‘clown of the crowd’, dan karena banyak omong (dan banyak usaha ngelawak), dia sering didorong atau diminta menjadi wakil dari crowd nya.
Kekalahan Pandji dalam pencalonan presiden KMSR adalah buntut dari hal yang lebih besar dari sekedar pencalonan diri. Diluar dari cerita Pandji bahwa dia belum menjadi leader yang baik dan sampe sekarang nggak ngerti kenapa dia (dengan mudah) diyakinkan untuk maju, tapi ada issue-issue lain (detail nya gue tulis di blog gue aja, panjang soalnya).
Gue sendiri, emang sengaja untuk tidak terlalu dalem untuk terlibat dalam kompetisi yang sejak awal menurut gue emang kurang strategis
Saat itu gue hanya berusaha sebagai teman yang kalo diminta bisa bantu tapi jangan ngarepin proactive.
Dari kepala & mata gue, satu hal yang mendasari Pandji dari jaman dulu sampe sekarang adalah:
1. Modal nya mulut (untuk ngajak orang, untuk bercerita, untuk membuat suasana menjadi ceria, untuk kuliah, termasuk untuk ke cewe2).
2. Dia selalu bagian dari kerumunan.
Setiap bagian yang dia lewatin memang mengisi kepala dia sampai kemudian bisa menjadi sekarang ini. Kami adalah orang-orang yang (belajar) menghargai proses yang terjadi. Jadi kalo sekarang Pandji bertanya-tanya “kenapa gue bisa kaya gitu ya” itu wajar, karena emang dulu isi kepalanya nggak kaya sekarang
dan gue rasa banyak orang yang juga begitu.
Apa yang menjadi lebih baik lagi adalah ketika mendapat pelajaran dari sebuah kegagalan dan kemudian membaginya ke orang lain.
Besides… kenapa musti disimpan? toh belajarnya juga dari lingkungan/orang lain.
Gue posting di blog gue tentang hal ini, kali aja ada yang mau baca ‘sisi lain’ dari hal ini
February 26th, 2009 at 6:36 pm
DAHSYATTTT !!!
Victory is sweetest when you’ve known defeat – Malcolm S. Forbes
February 27th, 2009 at 5:34 am
INSANELY AWESOME.
saya pernah membaca satu hal yang menurut saya sangat menarik: TItik terendah dari hidup anda bisa jadi akan menjadi satu episode yang paling anda syukuri dalam hidup jika anda menyikapinya benar.
Dan hari ini saya tahu bahwa kata – kata tersebut bukan sekedar teori.
Anyway, saya datang dari feednya think.web.id.
Salam kenal
February 27th, 2009 at 10:20 am
Hey man, I never wavered from supporting you lah… EVER
Gue juga pernah di posisi persis sama lho… mencalonkan diri buat Presiden… mungkin dengan kepala lebih kosong lagi dari elu… dan nyaris nggak ada yang bantuin juga … tapi yang sudah, sudahlah, bukan?
I am glad you are where you are now, man, seriously. Semua ada hikmahnya. Good for you.
February 27th, 2009 at 11:49 am
gue merinding bacanya,
Mungkin karena visualisasi gue nyata betul. gue tau dan merasa betul kalo KMSR lah yang menghidupkan energi kampus.
tapi yang paling utama, gue merasakan proses.
*standing applause*
February 27th, 2009 at 10:25 pm
keren, dji..
isu skip angkatan 97 di kampus memang isu global di banyak Himpunan yg gw tau. Mungkin karena efek OSKM angkatan gw 98 lebih mengena. Dulu gw pernah jadi ketua panitia suksesi ketua Himpunan. Kalo memang angkatan 98 yg menang kemarin, mungkin ada orang lain yg sakit hati kayak lu, dji…
Anyway, toh orang skrg bilang apa yg ada di album lu yg pertama kan: “Dulu dia bukan siapa-siapa…” *sambil nunjuk lu
*
March 3rd, 2009 at 8:09 pm
salut salut, there’s always a silver lining after the rain, isn’t it?
July 15th, 2009 at 5:07 pm
Halo Pandji,
gw adalah follower dari blog loe ini. gw suka cara loe menunagkan isi pikiran dengan cara loe sendiri. post yang ini, adalah salah satu dari posting favorit gw. keep up the good work!
January 8th, 2010 at 11:46 am
Great story Ndji,
really inspiring. Kita kudu sadar bahwa kita jadi seperti sekarang krn kita dulu, dan benar apa yang kita alamin sekarang adalah hasil dari keputusan2 yang kita ambil dulu.
Really great story *standing ovation* …… keep the good job ya…
January 3rd, 2011 at 11:12 pm
Nicely done..mengenai orang2 yg triak itu mpe skrg jg masi banyak. Emang PR kita membantai sikap2 yg berbau SARA dan tak terpuji seperti itu.
Anyway..rasa2nya smakin kita jujur pada diri kita sndiri smakin kita bisa mengembangkan diri kita. Tau dan mengakui kesalahan yang ada membuat kita berpikir maju.
Ayo presiden KMSR hanyalah masa lalu..MASA DEPAN presiden … ?
Well just a thought..
Wassalam #Merdesa
BobbyBrown
January 14th, 2011 at 8:15 pm
hell yeah,
like the famous writing book (S*DU) says:
“Experience is the best teacher” :3
December 21st, 2011 at 3:52 pm
saya tersentuh, I can feel it, how awful it was back then. Whatever happens, you have got this far, you drive me to move. personally, I am a changed woman.
Thx!
December 29th, 2011 at 12:22 pm
Achieve product alone, out of assistance from others indeed hard. And it’s very much needful to prefer the proper priorities in life! We can favor you prosper in publish research paper.
December 31st, 2011 at 5:40 pm
Some persons do not know how to finish the social issues essay paper. Therefore, at present time they have a chance to follow your fantastic theme & write the highest quality homework help e’er.
January 2nd, 2012 at 9:17 am
There’re the quantities custom dissertation and custom thesis but your perfect data just like this good post. Moreover, to get more knowledge you would buy the publish dissertation.
February 1st, 2012 at 6:02 pm
Houses and cars are expensive and not everyone can buy it. Nevertheless, loan was created to support different people in such kind of situations.