Ada yang salah?
Tidak?
Kenapa kalau gitu media menulis seakan akan ada yang salah dengan Pancasila?
Pada tanggal 1 Juni yang disepakati sebagai hari lahirnya Pancasila, media rata rata menulis opini mereka dengan nada yang sama:
Pancasila sudah mulai ditinggalkan di Indonesia.
Ada yang bilang, Pancasila kurang membumi, ada yang bilang anak muda sudah meninggalkan nilai nilai Pancasila, ada yang bilang Pancasila hanya sekedar slogan…
Aneh..
Karena gue merasa sebaliknya.
Berikut ini adalah alasan gue kenapa menurut gue JUSTRU kita semua sukses menjaga nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari.
PANCASILA
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
Indonesia adalah negara ketuhanan, negara beragama, tapi bukan negara SATU agama saja. Sebagai negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia, ajaib sekali bahwa Indonesia tetap mengakui dan menerima perbedaan dan tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.
Gandhi, pasca kemerdekaan dari Inggris berharap bahwa India tetap bersatu. Baik yang Hindu sebagai mayoritas, maupun Islam yang minoritas. Berhasilkan Gandhi? Tidak, yang Islam akhirnya keluar dari India membentuk Pakistan.
Hari ini, banyak hasutan soal sweeping gereja, gosip Islamisasi, Kristenisasi, dan lain lain .. berita tersebut menghiasi TV dan koran. Pertanyaanya, berhasilkan usaha pemecahan itu? Apakah Indonesia kini terpecah? Apakah Indonesia jadi negara agama?
TIDAK
Itu terjadi karena mayoritas bangsa Indonesia menghargai keragaman.
Terbukti, SILA PERTAMA masih kita jaga
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Lihat negara tetangga kita Malaysia yang (sungguh sangat aneh) dianggap banyak orang lebih maju dari pada kita.
Di negara itu, Undang Undangnya di desain untuk menguntungkan yang pribumi. Suku minoritas seperti keturunan India dan keturunan Tionghoa, non muslim tidak akan pernah dapat posisi/ jabatan strategis.
Adilkah itu?
Di China, anak anak perempuan cenderung tidak disukai, karena tidak bisa banyak berdikari dibandingkan laki laki.
Sementara, pemerintah China hanya membolehkan sebuah keluarga memiliki anak 1. Terutama yang suku Han (mayoritas). Jadi, ketika seorang perempuan mengandung dan ternyata ketauan anaknya perempuan, pemerinta menyediakan jasa aborsi. Legal. dan (ini yang gila) GRATIS. Begitu dimudahkan membunuh bayi dalam perut seorang Ibu. Gosip tentang makan daging bayi juga benar adanya (karena waktu saya ke Shanghai dibenarkan oleh teman teman disana) Pemerinta tahu, tapi pura pura tidak tahu.
Beradabkah itu?
Pertanyaan selanjutnya, apakah Indonesia seperti diatas?
Tidak.
Dalam banyak hal, kita masih lebih adil dan jauh lebih beradab daripada negara negara lain.
Tentu, kita belum mendapatkan keadilan yang sempurna, tapi kita semua tahu bahwa keadilan adalah sesuatu yang bisa kita perjuangkan. Sementara di negara lain, tidak.
SILA KEDUA, terbukti masih terjaga oleh kita
3. PERSATUAN INDONESIA
Tidak perlu saya jelaskan lagi, kalau ada orang yang masih menganggap kita tidak bersatu, harus lebih sering baca koran dan TV.
Dari persatuan di IndonesiaUnite, persatuan di 1 juta facebookers dukung Bibit-Chandra, persatuan di koin prita, persatuan di koin bilqis, bangsa Indonesia telah buktikan bahwa kita bukanlah bangsa yang terpecah belah.
Kita bangsa yang lebih kuat. Lebih bersatu.
Kita semakin sadar bahwa Indonesia itu tidak seharusnya dijadikan SATU. Tapi dijadikan BERSATU.
SILA KETIGA, juga masih kita jaga utuh.
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
Banyak orang mengalami kesulitan dalam memahami sila ke 4 ini.
Tapi saya, justru melihat kejelasan praktek dari sila ke 4 ini, terutama di era media sosial.
Pernah dengar “Community Driven Control”?
Kurang lebihnya, adalah kontrol sosial oleh pelaku dalam satu lingkup sosial itu sendiri.
Contoh paling sederhana adalah Kaskus.
Sistem kontrol sosial di Kaskus sederhana, mereka hanya memberikan alat berupa “cendol” dan “bata”
Kaskuser sendiri yang akan melakukan kontrol sosial. Kalau sebuah thread dinilai jelek, berbau sara, kepalsuan, repost, sekedar copy-paste, maka kaskuser akan lakukan kontrol dengan memberikan bata.
Sebaliknya kalau threadnya bagus, bermanfaat, asli akan diberikan cendol.
Ini adalah contoh yg cukup ekstrim tapi bagus soal kontrol sosial oleh pelaku sosialnya sendiri.
Di twitter juga kalau kita perhatikan baik baik, berlaku hal yang sama. Kalau ada hal kurang baik tersebar, biasanya sesama pengguna twitter akan saling mengingatkan.
Inilah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan para perwakilan musyawarah pelaku sosialnya.
SILA KE EMPAT, juga masih dihidupi dalam keseharian kita
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Sudahkan keadilan sosial terjadi dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia?
Jawabannya sebenarnya belum.
Keadilan dalam hak mendapatkan pendidikan
Keadilan dalam hak akses kesehatan
Keadilan dalam kesempatan mendapatkan penghidupan.
Tapi perlu diingat, diantara rakyat Indonesia, ada banyak sekali yang aktif mengusahakan keadilan sosial itu terjadi.
Bukan oleh pemerintahnya. Oleh rakyatnya.
Yayasan seperti Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, YCAB, YKAKI, YOAI untuk akses kesehatan, kemudian Sampoerna Foundation untuk pendidikan, Yayasan KDM untuk rehabilitasi anak anak jalanan, Satoe Indonesia untuk pemberdayaan masyarakat, Bloof For Life untuk ketersediaan darah, Coin A Chance untuk pendidikan, semuanya penuh berisikan anak anak muda yang peduli dan berusaha untuk mencapai keadilan sosial.
Pantaskah kita anggap kita gagal meraih sila ke 5?
Sebaliknya, nilai nilai sila ke 5 ada dalam hati setiap pemuda Indonesia. Nilai itu tidak hilang, tapi diperjuangkan.
SILA KE LIMA, masih dijaga oleh kita semua.
Jadi? Siapa bilang PANCASILA tidak lagi diamalkan?
Siapa bilang kita sudah meninggalkan?
Siapa bilang hanya sekedar slogan?
Yang bilang seperti itu, rasanya justru tidak bisa memahami arti PANCASILA lebih dari yang tertera.
Atau
Tidak bisa mengaplikasikan PANCASILA dalam kehidupan nyata yang modern.
Kita patut bangga, karena kita punya…
PANCASILA











August 29th, 2010 at 8:58 pm
Cendol Gan…
Suka sama tulisan ini…
media kadang Lebih banyak membesar”kan sesuatu hal dari sisi negatif aja…
Apa mungkin terbawa dari kebiasaan mengkorek” Aib aib Artis ala Infotainmen
JAdi menganggap, penonton lebih suka melihat negatif” nya aja…
dan di teruskan… -_-!
Ngaskus Juga Ndji? ID nya apa?
August 29th, 2010 at 9:54 pm
Sejak jaman reformasi orang menganggap Pancasila itu sebagai hiasan karena tidak ada penegakan yang jelas dari pemerintah. Menurut gw yah
August 29th, 2010 at 10:04 pm
Pancasila nggak akan pernah mati selama rakyat Indonesia masih mengingat perjuangan para pendiri bangsa yang menggagas Pancasila itu sendiri. Gw setuju emang kayaknya kebanyakan mindset masyarakat kita lebih banyak dikontrol oleh media. Media bilang ini, mindset masyarakat kesana. Mau itu positif atau negatif, selalu masyarakat akan berbondong-bondong kesana. Sekarang tinggal masyarakatnya aja bisa apa gak milah milih informasi mana yang sesuai mana yang nggak sama keadaan sekarang.
Eh tapi di kaskus gak selalu lho tiap kali thread bagus selalu dicendolin. Masih banyak aja gitu orang-orang kaskus yang arisan cendol tanpa usaha ngethread tiba-tiba minta cendol, atau minta kirbal segala macem *sori kesel sering ngethread tapi gak dicendolin.hehe.
ps:baru pengen nanyain kapan ni blog diupdate lagi.hehe.cheers ^^
August 29th, 2010 at 10:17 pm
menurut gw, apapun itu kl udah dibukuin dan dijadiin pelajaran di sekolah, maka dia akan kehilangan nilai sakralnya. belum lagi kalo ada sistem ujian dan penilaian yang bisa menghakimi seseorang telah bernilai A atau B. yang muncul adalah kepalsuan dan kepura-puraan. setidaknya dengan melihat metode pendidikan kita saat ini.
mungkin pancasila yg seperti itu yg dimaksud sama media-media itu ndji. dan itu jelas, bukan pancasila yg dirumusin ama Pak Karno and The Konco’s..
gw lebih percaya institusi-institusi non formal dalam penurunan nilai2 itu. lebih berasa, lebih mengena, lebih aplikatif dan keliatan hasilnya.
August 29th, 2010 at 10:43 pm
salute, keren pembahasannya.
PANCASILA cuma kita yg punya.
Proud to be INDONESIAN!
August 30th, 2010 at 2:23 am
mungkin tu orang asbun aja, pesimis, atau apalah … tanpa berbuat hanya bisa nyalahin …
August 30th, 2010 at 5:29 am
well publik punya persepsi dan prespektif nya sendiri, “karena nila setitik rusak susu sebelanga” nah itu dia yang jadi sebab kenapa saat ini nilai pancasila yang perlahan mulai ditinggalkan lebih ditekankan daripada pancasila ,yang notabene masih dan akan terus diamalkan, itu sendiri.
contohnya aja sila pertama : KETUHANAN YANG MAHA ESA
indonesia emang bukan negara agama, tapi apa iya kaum minoritas udah diperlakukan secara wajar?
mereka ibadah aja susah, diganggu mulu, puasa yang harus nya menahan godaan, kalo di indonesia jadi menghilangkan godaan,
nah inilah contoh “karena nila setitik rusak susu sebelanga”
coba om pandji pos lebih awal, bisa jadi bahan diskusi di sekolah nih kan padahal kemaren bab nya tentang pancasila.
August 30th, 2010 at 11:41 am
tulisan anda : “Hari ini, banyak hasutan soal sweeping gereja, gosip Islamisasi, Kristenisasi, dan lain lain .. berita tersebut menghiasi TV dan koran. Pertanyaanya, berhasilkan usaha pemecahan itu? Apakah Indonesia kini terpecah? Apakah Indonesia jadi negara agama?”
sepertinya anda tidak begitu paham keadaan di masyarakat…
lihat saja minoritas dimana2 dibatasi..hal kecil aja ya… Universitas swasta dengan label minoritas saya jamin ga bakal dapat akreditasi dengan nilai A , sebaik apapun . ga percaya tanya saja BAN PT, mereka secara terbuka mengatakan hal itu.kalau Universitas Islam, dana mengalir banyak, banyak kemudahan dll, aneh lagi universitas islam indonesia itu PT negeri…wah wah. ga percaya? lihat sendiri. atau mungkin anda dapat merasakan ketidak adilan itu jika anda jadi minoritas dulu…memang susah kalau cara pandang anada tetap dari mayoritas..lihat betapa mayoritas negeri ini, berusaha lewat apapaun dan berhasil..dari sektor apapun dalam rangka mencaplok negeri ii. mulai dari PERDA dan aturan2 lainnya yang sudah terkontaminasi dengab dalil agama isalm..
dinegeri ini kalimat “Menghormati, menghargai adalah untuk Mayoritas”
terbalik dengan pemahaman HAM untuk hal itu, menghargai, menghormati bagi yabg kecil,miskin dan tertindas..
Bulan puasa aja toko, warung makanan disweeping, sekarang malah SATPOL PP yang melakukannya. alasannya “menghormati yang puasa. apakah begini cara membesarkan Dalil?
aneh bin ajaib….FPI aja bilang kalau petugas tidak ambil tindakan maka KAMI akan turun langsung!!! btul2 Preman…
itulah indonesia sekarang….
Sekedar saran, ka;lau anda ingin betul2 tahu apa penderitaan kaum minoritas dinegeri ini, rasakan jadi minoritas, 2 bulan saja. anda akan tahu betapa tertindasnya, mulai dari masyarakat sekitar, birokrasi, pendidikan, sampai hal2 lainnya.
August 30th, 2010 at 3:10 pm
yeee..salah tuh …di China aborsi is illegal.. dan untuk menghindari hal ini pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang dokter/bidan ( atau assistent medical yang lainnya) untuk memeberitahu jenis kelamin dari bayi yang masih ada di kandungan kepada calon orang tua
)
August 30th, 2010 at 3:51 pm
keren bgt pembahasannya..
setuju Ndji…negeri ini emang msh lbh baik dr negeri tentangga…
media kita kadang suka berlebihan memberitakan sesuatu..
mungkin maunya ngasi tau..bnyk pejabat yg lupa bunyi pancasila..
tp pengantar atau judulnya pake pancasila mulai ditinggalkan..
*smoga bukan demi mengejar rating*
August 30th, 2010 at 5:41 pm
bro gw ijin share yak!
keep it blessing!
August 31st, 2010 at 5:32 am
mantapp banget bang..
August 31st, 2010 at 9:55 pm
@Gatholoco :
emang bener bahwa kaum minoritas masih terhimpit di banyak bidang…tapi nggak membuat Bangsa ini jadi homogen kan…i think that is the point.
Gue adalah salah seorang minoritas tapi gue nggak pernah merasa diri gue minoritas. Dan thank GOD, gue banyak punya temen yang mayoritas dan mereka menghargai gue sama seperti orang yang lain.
bahkan gue punya temen yang berasal dari golongan mayoritas, justru mengusulkan pembubaran FPI dan tanpa ragu ikutan nge-sign pakta elektronik pembubaran FPI yang beredar beberapa waktu lalu…
kita harus berterima kasih sama founding father negara ini, khususnya J.Leimena…
mungkin temen2 FPI itu lupa, bahwa yang berjuang memerdekakan negara ini berasal dari latar belakang yang beragam (and that’s what Mr. A.B Nasution said).
Bhinneka Tunggal Ika!
Percayalah, masih ada orang2 yg punya Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila di dadanya…
^^
September 28th, 2010 at 12:58 pm
Yup.. bener..
Well.. gw rasa yg ditulis pandji ada benernya juga.. Kadang hal2 negatif lbh mudah diterima drpd hal2 yg positif, contohnya ya soal pemberitaan negara kita ini.. Kalo orang dah pd fokus ma hal2 buruk, jd lupa bersyukur dan nyari sisi positifnya..
Jujur, gw smpet mikir, pancasila ini sebenernya diamalkan ga sih..?? Koq para “pembesar” di sono kayaknya dah pd lupa ma pancasila.. Tp akhirnya gw mikir.. Masih ada koq orang yg bener2 mengamalkannya..
Gw rasa, mengamalkan pancasila bkn cm tugasnya pemerintah doang.. Semua yg mengaku sbg warga negara indonesia mmg sdh sepatutnya mengamalkan pancasila..
Soal mayoritas dan minoritas itu.. Udah lah.. stop menghakimi bangsa sendiri..
Kaum minoritas susah u/ ibadah di negeri sendiri..?? Ada.. Trus kenapa..??? Apa yg bisa kita lakukan..?? Apakah persoalannya bakal kelar kalo qta cm bs ngejudge dan nyiyir doang tanpa berbuat sesuatu..?? Stop menjelek2kan bangsa sendiri (dulu gw ckp sering protes ttg ketidakbenaran yg trjadi di negara ini, tp mmg ada pendapat positifnya jg).. Klo menurut lo kaum minoritas msh blm mendapatkan haknya, mungkin.. tp cb bandingkan dgn negara2 lain (spt yg Pandji bilang), kita msh beruntung meski mmg msh blm sempurna.. Jd intinya, pancasila msh diamalkan hny blm sempurna.. dan tugas kita lah juga u/ membuatnya sempurna.. (at least lbh baik lah, krn ga ada sesuatu yg sempurna di dunia ini)..
Gw yakin tiap orang punya porsinya masing2.. Lakukan apa yg bs lo lakukan.. Semaksimal mungkin.. Jangan cm bisa protes tnpa menawarkan solusi.. Ga perlu nunggu kaya.. Ga perlu jd superman u/ bs ngebantu orang laen.. Dan ini pastinya dimulai dr kesadaran diri sendiri.. Jgn bisanya cm nuntut pancasila diamalkan, pdhl dirinya sendiri ga berusaha u/ mengamalkannya.. Cb bercermin sblm menghakimi.. Apa yg sdh kita lakuka u/ negara kita..??? U/ sesama kita..??
Pelajari lagi pancasila.. Cermatin, pahamin, trus praktekkin.. Bareng2.. Kita pasti bs..
September 1st, 2010 at 1:38 pm
Sebuah tulisan dan penjelasan yang luar biasa…
Mohon ijin mas, tulisan ini mau sy kutip di fb sy…
Salam Indonesia Raya…!!!!
September 1st, 2010 at 10:44 pm
bener banget bro, asyi dah
September 2nd, 2010 at 10:01 pm
wah mas panji sama menggebu2nya waktu kasih materi di UNJANI…
hehehe
Saya terinspirasi sama mas Panji…
apalagi pas liat tulisannya….
Cayo ya mas Panji untuk semangat nasionalisme dan Talk Less Do Morenya..
seorang mas panji adalah kontribusi bagi bangsa..
September 3rd, 2010 at 11:49 am
Terberkatilah Panji yang selalu bisa menemukan jarum sisi positif, dari bejibunnya jerami pendapat sisi negatif yang diserakkan oleh banyak orang…. :’ )
Semoga yang baca ga cuma bisa kagum, tapi juga tertular nilai2 positif ini, lalu menularkannya lagi ke lebih banyak kepala….
September 6th, 2010 at 4:27 pm
oke banget Boss !!
ane setuju berat
September 8th, 2010 at 12:45 am
mas pandji, ini ada tambahan kenapa Indonesia ga jadi negara muslim (padahal penduduk muslimnya terbesar di dunia) bisa di cek di sini http://wp.me/pkXzK-cw
thx
September 12th, 2010 at 2:56 pm
sila ke 5 yah?? keadilan mendapatkan pendidikan gratis.. ckckckckck dari pengalaman yang sering gw denger.. dampak dari ke”gratisan” pendidikan baik di sekolah dasar ataupun sekolah lanjutan tengah pertama adalah banyaknya guru-guru yang malas mengajar.. dikit2 dia cabut, trus ngbayar guru honorer buat ngegantiin dia.. padahal gaji guru setelah mendapat sertifikasi bisa mencapai 6000K.. nah lho???
September 27th, 2010 at 5:48 pm
Gua baru di blog ini, kebetulan ketemu aja pas iseng2 googling tadi.
Dan jujur, tulisan ini somehow benar2 membuka mata & pikiran gua. Gua sering banget gampang terpengaruh oleh komentar2 negatif dari orang2 sekeliling & media tentang ‘buruk2′nya negeri kita ini, tetapi seringkali lupa akan hal2 positif (termasuk perubahan2 positif yg sedang terjadi) di negeri kita Indonesia ini.
Tulisan elu sedikit banyak menyadarkan gua utk mulai belajar membuka mata melihat hal2 positif tersebut,..& untuk terus berjuang untuk Indonesia yg lebih baik lagi!
\(Never underestimate the importance of an idea). An idea is like a virus. Resilient…Highly contagious. The smallest seed of an idea can grow\ – from movie Inception
September 27th, 2010 at 9:19 pm
pendapat kamu masih terlalu relatif,
you only see/hear what you want to see/hear
September 28th, 2010 at 1:01 pm
Well.. gw rasa yg ditulis pandji ada benernya juga.. Kadang hal2 negatif lbh mudah diterima drpd hal2 yg positif, contohnya ya soal pemberitaan negara kita ini.. Kalo orang dah pd fokus ma hal2 buruk, jd lupa bersyukur dan nyari sisi positifnya..
Jujur, gw smpet mikir, pancasila ini sebenernya diamalkan ga sih..?? Koq para “pembesar” di sono kayaknya dah pd lupa ma pancasila.. Tp akhirnya gw mikir.. Masih ada koq orang yg bener2 mengamalkannya..
Gw rasa, mengamalkan pancasila bkn cm tugasnya pemerintah doang.. Semua yg mengaku sbg warga negara indonesia mmg sdh sepatutnya mengamalkan pancasila..
Soal mayoritas dan minoritas itu.. Udah lah.. stop menghakimi bangsa sendiri..
Kaum minoritas susah u/ ibadah di negeri sendiri..?? Ada.. Trus kenapa..??? Apa yg bisa kita lakukan..?? Apakah persoalannya bakal kelar kalo qta cm bs ngejudge dan nyiyir doang tanpa berbuat sesuatu..?? Stop menjelek2kan bangsa sendiri (dulu gw ckp sering protes ttg ketidakbenaran yg trjadi di negara ini, tp mmg ada pendapat positifnya jg).. Klo menurut lo kaum minoritas msh blm mendapatkan haknya, mungkin.. tp cb bandingkan dgn negara2 lain (spt yg Pandji bilang), kita msh beruntung meski mmg msh blm sempurna.. Jd intinya, pancasila msh diamalkan hny blm sempurna.. dan tugas kita lah juga u/ membuatnya sempurna.. (at least lbh baik lah, krn ga ada sesuatu yg sempurna di dunia ini)..
Gw yakin tiap orang punya porsinya masing2.. Lakukan apa yg bs lo lakukan.. Semaksimal mungkin.. Jangan cm bisa protes tnpa menawarkan solusi.. Ga perlu nunggu kaya.. Ga perlu jd superman u/ bs ngebantu orang laen.. Dan ini pastinya dimulai dr kesadaran diri sendiri.. Jgn bisanya cm nuntut pancasila diamalkan, pdhl dirinya sendiri ga berusaha u/ mengamalkannya.. Cb bercermin sblm menghakimi.. Apa yg sdh kita lakuka u/ negara kita..??? U/ sesama kita..??
Pelajari lagi pancasila.. Cermatin, pahamin, trus praktekkin.. Bareng2.. Kita pasti bs..
Thanx Ndji.
October 1st, 2010 at 9:30 am
saya setuju sama tulisan bang Pandji pendapat bang Mex diatas… kalo kita sendiri nggak mengamalkan Pancasila, lantas siapa lagi?
ngarepin orang lain yang mengamalkan? preeeeet!!
Pancasila itu tugas kita sebagai bangsa Indonesia.
October 1st, 2010 at 9:12 am
Memang kadang-kadang kita melihat bahwa nampaknya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sepertinya sudah tidak berlaku lagi di Indonesia tercinta. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemberitaan media saat ini sangat berpengaruh buruk terhadap image ataupun kondisi bangsa yang besar ini.
Saya pikir, semuanya itu balik lagi kepada KOMERSIALISASI MEDIA, dimana setiap media selalu berusaha menjadi nomor 1 dengan memberitakan hal-hal dengan konsep HIPERBOLA demi menarik pembaca, penonton, pendengar dengan harapan medianya menjadi terkenal, banyak dilihat, ditonton, didengar, yang notabene akan memudahkan mereka untuk menarik PEMASANG IKLAN!
Tidak dapat dihindari memang kondisi seperti ini, namun apabila terus dibiarkan, maka yang menjadi korban bukan main-main, adalah NEGARA INDONESIA kita tercinta.
Sudah saatnya kita generasi muda, tidak lagi memandang segala sesuatunya dengan cibiran, negatif dan makian. Kita sebagai generasi muda haruslah mampu berfikir JERNIH dan dengan KEPALA DINGIN, sehingga segala masalah yang ada dalam negeri ini dapat terpecahkan.
Mari kita bersama-sama mencari SOLUSI dan dukan hany DEMO yang ujung-ujungnya hanya membuang waktu, bikin macet jalanan, terlebih lagi miris apabila melihat demo yang ujung-ujungnya ANARKI.
“INDONESIA RAYA…”
SAYA bangga menjadi anak INDONESIA!!! Bagaimana dengan KAMU???
October 1st, 2010 at 9:20 am
Saya juga tidak habis mengerti kenapa orang yang lahir dan hidup di Indonesia, tapi dengan enteng dan tenang gembar-gembor menjelekkan Indonesia dengan berkedok mengatasnamakan rakyat.
Benci aku, sebagaimana ketidaksukaan itu saya tuangkan ke blog saya http://benedikawidyatmomo.wordpress,com .
Salam Indonesia terberkati
Mas Ben
June 12th, 2011 at 2:31 pm
teruslah berfikir posiif..maju indonesiaku !!