Sering kali ada orang yang nanya “Kenapa sih mas harus ada pengaruh asing dalam karya mas?”
Lalu ditanya “Kenapa suka pake istilah dalam bahasa inggris?”
Atau “Apa pendapat mas tentang orang orang hebat yang memilih untuk berada di luar negri daripada di Indonesia?”
Andaikan mereka rajin rajin menoleh ke belakang dan melihat masa lalu, mereka akan sadar bahwa sejak dulu, keberhasilan Indonesia banyak terjadi karena pengaruh asing
Contoh:
Dahulu, para pejuang kemerdekaan di Indonesia, memperjuangkan daerahnya masing masing
Namun ketika para penjuang kemerdekaan dari setiap daerah bertemu di suatu tempat yang sama, mereka sama sama menyadari persamaan mereka dan sama sama menyadari kebutuhan untuk bersatu
Tempat itu adalah, Belanda.
Bung Hatta, memperjuangkan sumatera barat contohnya..
Ketika Bung Hatta ke Belanda, perjuangan beliau tidak lagi untuk Sumatera Barat tapi untuk Indonesia karena bertemu dengan begitu banyak tokoh tokoh dari daerah lain yang punya perjuangan serupa.
Bung Hatta sendiri, 21 tahun di Belanda!
21 tahun!
Rasanya aneh kalau kita hari ini mempertanyakan “Apa pendapat mas tentang orang orang hebat yang memilih untuk berada di luar negri daripada di Indonesia?”
Masalah pengaruh asing kepada karya siapapun anak bangsa Indonesia juga tidak perlu dipertanyakan.
Lah, pengaruh asing terhadap Ki Hadjar Dewantoro, DR Tjipto MAngunkusumo, Mohammad Hatta, begitu besar. Ngomong aja dalam keseharian nyampur dengan bahasa indonesia, bahasa inggris, dan bahasa belanda.
Bung Karno dalam pidatonya saja suka nyampur nyampur pake bahasa inggris. (kalau ga percaya lakukan riset sendiri , google atau cek di wiki)
Masak kita mau bilang mereka tidak nasionalis karena penggunaan istilah tersebut?
Kadang orang suka terlalu sibuk memperhatikan yang kurang penting, dan kehilangan konsentrasinya untuk memikirkan hal hal yang jauh lebih penting.
Hanya karena dia lebih paham dan lebih mengerti hal hal yang tidak penting itu tadi.
Sangat disayangkan…
Share on Facebook








January 10th, 2010 at 8:13 am
betul, ga masalah ada pengaruh asing..
yang penting bukan pengaruh asing yang negatif.
January 12th, 2010 at 8:46 am
SETUJU…….
January 12th, 2010 at 2:46 pm
Yang penting pesannya nyampe
dan
yang penting kalo bisa ditulis juga
January 12th, 2010 at 9:22 pm
“Kadang orang suka terlalu sibuk memperhatikan yang kurang penting, dan kehilangan konsentrasinya untuk memikirkan hal hal yang jauh lebih penting.”
Setuju dng itu.
Saya pikir soal asing-asing itu bisa jadi media untuk melakukan sesuatu. Tujuan, itu yang penting.
January 13th, 2010 at 11:45 am
setuju…lebih bagus ada pengaruh asing asal jangan yang negatif….saya juga sedikit menyayangkan orang-orang yang fanatik akan agama tertentu…karena di Indonesia ini ada 5 agama…dan lebih baik kita saling menghormati daripada saling menjatuhkan…semoga dengan begitu, rakyat dapat bersatu dan indonesia dapat berjaya kembali…amien…
January 16th, 2010 at 3:40 am
betul banget, kalo bung karno sama bung hatta ngga pergi ke belanda ngga bakal tuh ada perumusan proklamasi, tetep aja orang indonesia dibego2in terus…
January 16th, 2010 at 4:41 pm
Positive Globalization are wating us right now,
It’s time to think & act as a earthlings..
not as an autronesian,
not as an indonesian,
etc…
January 17th, 2010 at 1:12 pm
tolong kunjung ke blog saya ya
disana ada artikel tentang indonesia dan MU. ditunggu komentarnya
January 20th, 2010 at 1:22 pm
setuju, its the substance not the medium
January 28th, 2010 at 8:27 pm
menurut saya, setiap orang harus mulai dari hal-hal yang kurang penting sampai dia dilibatkan untuk mengerjakan hal yang penting. jika semua orang ingin mengerjakan hal yang penting, siapa yg akan mengerjakan hal yang kurang penting tapi perlu untuk dilakukan?
March 8th, 2010 at 10:19 am
oyiBVGE
March 11th, 2010 at 8:50 pm
india generic levitra 20mg