Banyak diantara kita yang suka mencela para “alay” yang menghiasi layar kaca sebagai pasukan hore hore ketika musisi Indonesia sedang bernyanyi di layar kaca..
Termasuk bahkan gue terkadang
Saking bosannya gue melihat gerakan monoton mereka, di Monchows gue minta mereka untuk
“Nggak boleh ada gerakan yang sama.. keluarkan kepribadian masing masing yaa!”
hehehe
what was i thinking????
hehehehe
Tapi merekapun berusaha untuk tidak melakukan gerakan yang sama… mentok mentok kalau mati gaya mereka paling tepuk tangan..
Tapi semakin lama gue mengenali mereka, semakin gue memaklumi mereka.
Diantara mereka, ada para pekerja keras.
Jadi seperti yang mungkin elo sudah pikirkan, ada diantara para PSK (Pekerja Studio Komersil) adalah anak sekolah yang bolos, ada yang sekolah siang, tapi kebanyakan adalah yang tidak melanjutkan kuliah selepas SMA..
Untuk mereka, hadir di studio stasiun televisi bukanlah sekedar teriak teriak dan bergaya robot.
Mereka sedang bekerja. Bayangkan berapa yang mereka hasilkan kalau setiap hari mereka hadir di studio itu selama sebulan.
Sebulan adalah lama waktu mereka bekerja untuk sebuah acara sebelum mereka dirotasi dengan penonton lain. Ketika mereka digantikan di Monchows, rombongan yang lama nggak nganggur, mereka pindah kerja ke stasiun TV lain..
Gue sering ketemu dengan penonton yang itu itu lagi ketika gue pindah pindah acara..
Dari Hole In The Wall di RCTI, ke Cas Cis Cus di ANTV, ke Boombastis di RCTI lalu Monchows di Global TV, mukanya ada yang itu itu lagi..
Mereka pekerja keras yang sering dihina hina.. padahal, ada diantara mereka yang menjadi PSK untuk kebutuhan keluarga, membantu orang tuanya..
Sebagian besar dari mereka punya sebuah impian yang lebih besar lagi..
Beberapa artis terkenal yang elo liat hari ini, yang berpenghasilan luarbiasa besar, yang bahkan menang sebagai presenter terbaik se-Indonesia adalah dulunya juga PSK
Ada banyak PSK yang jadi orang sukses, salah satunya adalah Olga Syahputra.
Terlepas dari banyaknya penilaian terhadap Olga, tidak mungkin kita memungkiri fakta bahwa dia adalah salah satu pekerja terkeras di Indonesia.
Nah dia adalah sosok yang jadi pemicu semangat para PSK.
Kalau Olga bisa seperti itu, maka mereka juga bisa
Dan siapalah kita menghina usaha mereka untuk bisa jadi orang kaya kalau itu untuk keluarganya?
Seperti kisah yang gue sering dengar tentang Raffi Ahmad yang bekerja sangat keras untuk ibu dan keluarganya yang lain.. Sampai gue berpikir, terserahlah dia mau pacaran sama perempuan yang umurnya jauh lebih tua dari dia.. he probably deserved to do what ever it takes to make himself happy.
Besides, who wouldnt be happy dating Yuni Shara?
Jadi ada baiknya kita berhenti menghina para PSK.. itu cara mereka mencari uang. cara mereka meniti karir.
Sama seperti elo, tapi beda caranya..
Kenapa kita harus mencela mereka?
Kenapa kita harus menahan mereka?
Biarlah mereka bergerak bagaikan robot..
Toh mereka melakukan itu dalam konteks bekerja, seperti elo dan gue
Dan seperti elo dan gue…
Setiap orang boleh bermimpi..












April 19th, 2010 at 7:57 am
Setiap orang berhak mencari penghidupan, tapi mungkin tidak semua metode bisa diterima masyarakat. Hina atau tidak hina adalah persepsi masing-masing orang.
Gw pribadi mencoba menghargai usaha-usaha mereka mencari uang. Kalau tidak suka, ya tinggal pindah stasiun lain atau matiin TVnya
April 19th, 2010 at 7:57 am
hiks… malu lagi deh ngebaca tulisan ente bang… selama ini ane juga jengah banget ngeliat tingkah (yang bang pandji sebut) PSK… tapi setelah ngebaca tulisan ente…. gak bisa ngomong deh… cuman bisa malu….
April 19th, 2010 at 7:58 am
iya, benar juga, ga seharusny kita mencela org lain yg kita ga tau asal mulany dia melakukan pekerjaan itu
April 19th, 2010 at 10:59 am
gue heran deh dji, seringkali tulisan-tulisan lo itu membuka mata gue.
gue termasuk yang sering mencaci-caci PSK yang lo bilang tadi..
tapi sekarang gue sadar..gue salah.
very inspiring post..*ngelap aer mata*
April 19th, 2010 at 1:08 pm
iah benerr, semua orang kan punya gaya dan cara hidup masing masing
kalo suka baguss, kalo ga ya ga usah liat
April 19th, 2010 at 1:22 pm
menuutku aneh sih, PSK datang untuk honor dan ada juga yang pengen eksis di tv. menurutku kurang seimbang aja gitu, kalo sebuah performance ditonton oleh orang orang yang sbenernya nggak begitu kepengen liat performance artis tsb. jadi kurang greget.
tapi dibalik itu, salut juga sama mereka. mereka kan salah satu unsur suksesnya satu acara.
April 19th, 2010 at 8:18 pm
bet gw sejauh itu mendatangkan kebaikan dan tidak mendatangkan hal yg buruk y silahkan aja yg penting normatif….
April 20th, 2010 at 7:36 am
ah gue sih seneng2 aja siapa pun mencari nafkah dengan cara yg halal. Tapi rasanya gue sebagai penonton berhak berteriak protes juga sama gerakan2 mereka yg ala orang lagi nyuci terus jemur baju itu. Sumpah bosennn……!!
Justru mestinya itu tantangan buat mereka kan, jobdesc mereka kan ngerame2in acara plus berhubung keliatan di kamera ya mestinya juga menghibur kita yg nonton dooong…. sama kaya kita juga kan yg punya jobdesc tertentu dan mesti kreatif demi kepuasan klien…
April 20th, 2010 at 3:43 pm
Waduh baru tahu saya kalo yang nonton itu para PSK
Jadi intinya mereka di gaji ya?
April 20th, 2010 at 5:37 pm
se7 lagi….
ktika qt tidak suka pd seseorang,,qt bercermin dlu apakah qt disukai orang jg…
apalagi mengenai impian… (baca di burlian n pukat karya tere liye) dsana banyak skali inspirasi u/ menggapai impian…
April 21st, 2010 at 1:29 pm
Ternyata ada yang mencela mereka….

Aq baru tau itu adalah pekerjaan waktu baca di koran JP
sebelumnya hanya berfikir,
banyak ya yang nonton pagi” gini… ^_^
Polos banget…
Semangat Nulis terus Ndji…
dah makin sering update sekarang…
April 21st, 2010 at 2:36 pm
Hahaha baru aja tadi malem liat “alay-alay PSK” itu di salah satu saluran televisi..
Dan, agak keganggu sama yg gayanya L3B4Y.. begitu kesorot kamera dikit udah berasa kayak lagi shooting video klip..
Tapi saya nggak segitunya menghina, atau membenci kok.. nggak nyangka juga kalo ada yang segitunya sampe buat cari uang untuk menafkahi keluarga..
Ya Allah Ya Robbi.. sekali lagi, ampunilah kami, jauhkanlah kami dari sifat yang angkuh dan sombong.. Amiin..
April 21st, 2010 at 10:08 pm
baru tahu saya Nji kalau para penonton itu juga di gaji dari kontrak meramaikan acaranya.
April 23rd, 2010 at 8:37 pm
Wah, baru tau kalo mereka kesana bukan cuman hura2 doang. Kirain selama ini mereka tuh orang yang nga jelas mau ngapain. maafin saya ya PSK. sukses deh buat kalian
April 24th, 2010 at 4:37 pm
wah bermutu banget ini tulisannya mas. gw sangat setuju banget nih emang bener mereka suka melakukan gerakan2 labay yang lucu hehehe tapi selepas dari itu mereka niat loh ngerjain itu semua bahkan saat saya berangkat sekolah mereka juga berangkat ke studio buat ‘kerja’ jadi jangan di hinalah itukan cara mereka untuk mendapatkan uang. oia waktu itu sempat ada acara musik yang bikin topik ’7 ciri-ciri anak alay’ ya! yang di maksut adalah mereka….gw sih gak setuju dengan menghinanya orang2 seperti itu. kan kerja.
April 25th, 2010 at 11:25 am
hmmm.. aku link yaaaaaaa
April 25th, 2010 at 11:47 am
saya menghargai pekerjaan apapun yang dikerjakan orang lain untuk penghidupannya. Tidak terlintas untuk menghina atau meremehkan karena saya juga bekerja. Selama itu halal dan tidak merugikan orang lain tidak ada masalah kan?
Nah, yang membuat saya khawatir dengan tayangan-tayangan yang merpertontonkan ‘PSK’ ialah nilai moralnya. Ini lebih dari nilai dari seseorang yang sedang mencari nafkah, namun yang menjadi bahan sorotan saya adalah banyaknya laki-laki yang menyerupai perempuan. Itu satu hal yang saya soroti, dan saya miris terkadang kecewa…
April 30th, 2010 at 2:11 pm
ah, saya jadi malu ka. soalnya saya adalah orang yang sering menghina mereka.
suatu hari, mall dekat rumah saya mengadakan acara musik (inbox kalo ga salah) dan untuk ke sekolah tiap hari harus lewat mall itu. setiap hari saya berangkat dari rumah jam 6 pagi dan lewat mall itu sekitar jam 6.05 pagi. selama 7 hari acara musik itu di adakan, selama tujuh hari juga saya liat PSK” itu udah siap syuting pagi”. dan selama 7 hari juga saya selalu ngehina mereka. saya jadi menyesal.
saya adalah anak yang kebutuhannya selalu di cukupi orang tua.17 tahun saya hidup, belum pernah sekalipun saya cari uang sendiri. saya tidak bisa membayangkan kalo sayalah salah satu dari PSK itu. sekarang saya sadar, kalo kita harus menghargai setiap pekerjaan orang apapun itu. makasih ka
May 3rd, 2010 at 4:32 pm
Baru tau kalo PSK tu dibayar,,,, tadinya kupikir mereka orang yang memang suka banget ma acara2 sperti itu. salut deh bwt mereka,,, bs liat artis, dbayar pula.
May 7th, 2010 at 12:00 am
Negeri ini dulu juga awalnya di bangun dari sebuah mimpi..
Jadi, “Jangan pernah berhenti bermimpi”..!!!
May 8th, 2010 at 5:48 am
wah ada Ki Gendeng Pamungkas euy!!
Jangan pernah berhenti bermimpi?!
baiklah! biar bisa bermimpi musti bobok dulu kan ya…
bobok lagi ahhh…