Double standard.
Mahasiswa selalu minta perubahan.
Tapi nggak mau merubah metoda mereka menyuarakan aspirasi.
Demonstrasi.
Demonstration.
Demon-stration.
Dari tempointeraktif.com: Di Makassar, puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah, Makassar, melakukan aksi protes atas rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tahun depan. Aksi itu berlangsung di depan kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/12).
Para mahasiswa juga memprotes kebijakan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono- Jusuf Kalla menaikkan harga elpiji sejak 19 Desember lalu. Aksi protes dilakukan dengan membakar ban-ban bekas di tengah jalan
Setelah melakukan orasi di tengah jalan, puluhan mahasiswa ini juga menyandera sebuah mobil tangki milik Pertamina yang mengangkut bahan bakar minyak. Aksi itu menyebabkan kendaraan yang melintas di tempat itu hanya bisa berjalan merambat.Dari indomedia.com: Sementara di Jakarta, aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM di depan kampus UKI Jl Diponegoro, Jakarta Pusat berakhir rusuh. Puluhan mahasiswa bentrok dengan aparat kepolisian, hingga mengakibatkan beberapa orang terluka di kedua belah pihak.
Bentrokan ini terjadi pada pukul 17.25 WIB, Jumat. Mahasiswa dari Jaringan Kota (Jarkot) yang tengah memblokir Jl Diponegoro, Jakarta Pusat dibubarkan polisi. Para mahasiswa tidak terima, kemudian melakukan aksi lempar kayu dan batu ke polisi. Saling lempar batu dan kayu antara polisi dan mahasiswa pun tak terelakkan.
Awalnya polisi berhasil mengejar mahasiswa hingga masuk kampus. Namun, karena jumlahnya sedikit, tak lama kemudian mahasiswa balik mengejar polisi. Merasa posisinya terancam, para polisi berlari ke arah pertigaan Salemba, untuk meminta bantuan.
Tak lama kemudian datang puluhan polisi bermotor dan langsung menyerbu kerumuman mahasiswa yang berada di Jl Diponegoro. Dengan tembakan ke atas dari atas motor, petugas berhasil memaksa para mahasiswa masuk ke dalam kampus UKI.
Meski sudah terdesak masuk kompleks kampus, para mahasiswa masih melakukan lemparan batu dan bom molotov dari dalam kampus. Akibat bentrokan ini, Jl Diponegoro macet total. Kendaraan yang menuju Salemba dialihkan melalui Jl Proklamasi.
Dari suarakarya-online.com: Sedangkan aksi di Kawasan Wonokromo, Surabaya, malah nyaris ricuh. Ratusan massa yang mengatasnamakan BEM Surabaya terlibat aksi saling dorong dengan polisi.
Di Indramayu, demonstran saling dorong dengan polisi. Akibat bentrokan, dua mahasiswa Universitas Wiralodra terluka di bagian kepala setelah dipukuli petugas keamanan.
Kondisi serupa juga terjadi di Samarinda. Keributan antara mahasiswa dan polisi pecah di depan kantor Gubernur Kaltim setelah demonstran memblokade Jalan Gajah Mada. Mahasiswa juga memaksa Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh menandatangani surat pernyataan menolak kenaikan harga BBM.
Sementara di Ternate, Malut, aksi demo berakhir rusuh. Lima mahasiswa ditangkap polisi karena dituding sebagai provokator.
Di Jember, Jatim, ribuan mahasiswa dan sopir angkot merusak pagar kantor bupati karena merasa aspirasi mereka tidak didengar Bupati Muhammad Zaenal Abidin Djalal.
Di Yogyakarta, ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat kembali turun ke jalanan. Aksi ini diwarnai dengan pelemparan tomat sebagai simbol dari kenaikan harga kebutuhan pokok. Aksi digelar di depan gedung Istana Kepresidenan di Gedung Agung Yogyakarta dan gedung Pertamina. Selain berorasi, sebagian massa ini melakukan pelemparan tomat ke Gedung Agung.
Kemarin diskusi di blog ini juga menyatakan tidak semua mahasiswa kalao demosntrasi berakhir rusuh.
Memang mungkin tidak semua. Tapi seperti yang bisa dibaca, BANYAK yang berakhir rusuh.
Sekali lagi mohon dipahami (kepada para mahasiswa yang gue tau membawa blog gue)
GUE TIDAK SETUJU DEMONSTRASI KARENA MENURUT GUE SEHARUSNYA MAHASISWA BISA MENEMUKAN METODA PENGGANTI DARI DEMONSTRASI.
Bukannya gue ga setuju dengan menyuarakan aspirasi rakyat.
Bukannya gue ga setuju membela kepentingan rakyat.
Tapi seharusnya ada metoda baru!
METODA BARU!
INOVASI!
Yang dilakukan mahasiswa adalah MEMBAJAK MOBIL PLAT MERAH. Itu kan dibeli pake uang rakyat lewat pajak!
Uang rakyat dibajak mahasiswa???
Ini adalah tahun yang penting.
2008 adalah tahun yang penting.
10 tahun reformasi
100 tahun kebangkitan nasional.
Tahukah apa yang terjadi 100 tahun yang lalu.
Berdiri organisasi BOEDI OETOMO di kampus STOVIA.
Ini adalah organisasi pemuda pemudi PERTAMA di Indonesia yang berorientasi sosial politik.
Kelahiran organisasi BOEDI OETOMO memicu lahirnya organisasi lain serupa di seluruh Indonesia yang dipicu oleh generasi muda di kampus.
Tahun 1928. 20 tahun setelah inovasi tersebut para pemuda dan pemudi berkumpul di Jakarta dan meneriakkan SUMPAH PEMUDA.
Bayangkan. Tanpa inovasi generasi muda kala itu, tidak akan ada bahasa Indonesia, tidak ada lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan WR Supratman pertama kali pada hari itu.
Fast forward ke masa kini. 2008.
Mengapa generasi muda tidak bisa melakukan inovasi baru?
Kenapa masih menggunakan demonstrasi ketika kita tahu demonstrasi berpotensi kekerasan?
Dan apakah yang pada protes bener bener tahu alasan dibalik naiknya harga BBM?
Tidak tahukah mereka kalau BBM tidak naik justru rakyat akan lebih merana?
“Kenapa? KOK BISA?” Begitu pasti kata para mahasiswa.
Jawabannya ada di
Blog Priyadi.net
dan
Blog Tukangpot ini
Tapi gue yakin setelah membaca itupun mahasiswa tidak akan setuju.
Defensif.
Tertutup.
Double standard.
Terutama ketika meminta pemerintah untuk terbuka.
PS:
Dari tempointeraktif.com: “SBY-Kalla ternyata tidak berpihak pada rakyat, kita telah dibohongi. Dalam kampanyenya ia berjanji tidak akan menyengsarakan rakyat dengan cara menaikan harga kebutuhan pokok. Tapi buktinya, SBY-Kalla justru menindas rakyat,”teriak Koordinator Lapangan Aksi, Aditya.
Kok gue sedih ya?
Mungkin karena siapapun pemimpin yang naik, kelak akan diprotes oleh mereka yang dulu memihak dan memilihnya.
Gusdur.
Megawati.
SBY.
Siapapun yang akan naik setelah ini pasti juga sama. Akan diprotes.
Bukan karena kekejaman dan kelalimannya.
Tapi karena rakyat (mungkin) tidak mengerti apa yang dia protes.











May 26th, 2008 at 12:35 pm
Dji…, kalo boleh ikutan nimbrung..
sebenernya demo2 yg makin marak belakangan ini adalah kompensasi dari kekecewaan masyarakat…., krn sdh sangat melarat!…rat…rat…kere!
dg naiknya BBM otomatis beban hidup mereka akan bertambah berat..
itu alasan primitifnya… soal ‘perut’ man!
usulan lo untuk mencari cara yg lbh inovatif? boro2 bisa inovatif man… wong perut kosong mana bisa mikir??
keputusan pemerintah menaikan harga BBM apa iya opsi yg terbaik??
kalo gw ga salah.. kebutuhan minyak kita tiap hari 1,2jt barel/hari dan produksi minyak yg disedot dari bumi pertiwi tercinta skrg sktr 900rb barel/hari
artinya kita kudu impor sktr 300rb barel/hari, jadi keliru kalau dianggap negara kita impor 100% dan harus ikutin harga pasar dunia! trs selisih harga lokal dan dunia dinamai SUBSIDI???? lalu yg 900rb barel gratis dari perut bumi kita dianggap apa? anggaplah biaya proses 10$/barel ( paling tinggi dibanding negara lain yg cm 3-6$/brl ) modal kita cuma 700 perak / liter boo!
Betul crude ( minyak mentah ) tdk semua jadi bensin,solar dan minyak tanah
tapi ampas2nya spt aspal dll toh masih laku jd duit
anggap aja cuma 50% deh yg jadi BBM… modal kita paling cm sktr 3000 an
terus yg mau disubsidi apa???
skrg yg paling penting… pemerintah mesti ambil alih itu company2 asing yg nyedot minyak kita seenak udelnya! masa bagi hasilnya cuma 85:15??
ud brp thn mrk enak2an spt itu??
dan jg para perampok BLBI yg 600T itu dg tangan besi ambil aset2nya!!
kalau 600T itu balik apa msh perlu naikin BBM??
Udah ya dji…. gw mau lunch dulu di warteg…. he.he, sorry kl ada yg krg berkenan
May 26th, 2008 at 12:37 pm
no wonder this country is still struggling..because the youth of the nation are only shouting out on things they don’t even understand the facts..why don’t they be proACTive yet still provocative..like you did (jgn ge-er) hehehe…
May 26th, 2008 at 4:21 pm
Fight! …apaaaa coba …
May 26th, 2008 at 6:00 pm
saya setuju dengan tulisan mas panji yang ini, semalam saya juga menulis tentang aktifitas mahasiswa ini. silahkan kalo mau mampir ke blog saya, saya penghuni baru.
May 26th, 2008 at 9:42 pm
kedewasaan Ndji… negara kita masih belum bisa memandang segala sesuatu dgn kedewasaan. mungkin klo mereka udh bisa nunjukin diri (antara lain dgn demo itu tadi) mereka menganggap diri mereka juga udah ikut peduli (entah peduli ma diri sendiri atw bneran dgn rakyat seperti yg mereka bilang).tapi ya itu tadi, karena caranya masih kekanak2an akhirnya ya cuma luapan emosi gitu aja yg ada.. sayang bgt ya.
tapi gw ga sepenuhnya nyalahin mereka sih.ada bberapa pihak yg emng bner2 tertekan klo bbm ini naik.paling kliatan adlh dunia industri.entah industri besar atw industri kecil.klo mereka udh terhimpit akhirnya buruh2nya harus dikurangin.itu yg berat.. selanjutnya, tentu pegawai2 kecil, kontrak, honorer & sejenisnya itu.udh gajinya mungkin tetap2 aja, harga2nya udh sulit dijangkau.. ketiga, justru bukan yg pake mobil ky elo & gw, karena kita bisa antisipasi itu khan, tapi yg kena imbas bbm naik ini adlh mereka yg mo beli ikan asin yg tadinya 2000 masih dapet lumayan banyak, sekarang cuma lumayan sedikit. & golongan2 inilah yg paling banyak di indonesia… wajar sih klo rombongan tertekan2 ini memperlihatkan kekecewaannya dgn “cara” yg mereka “tau” aja..
tau slank khan?? loe pasti tau gimana cara mereka minta slankersnya utk berhenti ngedrugs?? teriak2 klo di panggung?? mungkin iya, tapi yg paling ampuh adalah ngasih tau bukti realnya klo ngga ngedrugs itu jauh lebih asik.main mereka sekarang jauh lebih lepas klo di panggung, body mereka jg kliatan makin sehat. mereka juga sering pake kaos sindiran satir2 gitu bertema no drugs.
maksud gw adlh, klo emng pemimpin2 kita itu mau ngga didemo, mau ngga dimusuhin, ya udh kasih aja bukti nyata klo kita akan baik2 aja meski bbm naik.ajarin gmn enaknya naik sepeda, jalan kaki dr rumah ke ktrnya atw ajarin gimana cara bikin alternatif energi selain minyak itu tadi…
ya gitu deh…
May 27th, 2008 at 6:54 am
“itu alasan primitifnya… soal ‘perut’ man!
usulan lo untuk mencari cara yg lbh inovatif? boro2 bisa inovatif man… wong perut kosong mana bisa mikir??”
“yg kena imbas bbm naik ini adlh mereka yg mo beli ikan asin yg tadinya 2000 masih dapet lumayan banyak, sekarang cuma lumayan sedikit. & golongan2 inilah yg paling banyak di indonesia… wajar sih klo rombongan tertekan2 ini memperlihatkan kekecewaannya dgn “cara” yg mereka “tau” aja..”
Makanya, gue meminta kepada para MAHASISWA untuk mencari solusi inovatif.
MAHASISWA adalah SISWA yang MAHA.
Seharusnya mereka bertanggung jawab kepada rakyat untuk memberikan solusi baru.
Solusi selain demonstrasi karena mulai keliatan lebih sering rusuhnya ketimbang suksesnya.
Mau bilang polisi represif?
Baca lagi tulisan diatas.
May 27th, 2008 at 7:52 am
gue setuju..gue juga sedih dg pemberitaan demo mahasiswa yang sering berakhir rusuh. baik itu protes kenaikan BBM atau gara-gara pemilihan rektor..sebagai seorang mantan mahasiswa yang pernah merasakan demo (sedikit) tahun 98an gue kok heran..
perasaan, ‘dulu’ walau mahasiswa ‘garang’ tapi masih bisa menjaga harga dirinya. Tiap-tiap komponen (tiap kampus) selalu bisa mengkoordinir dirinya dengan baik. Korlap-korlap itu merancang, menjalankan dan mengamankan demo. Berkoordinasi dg berbagai pihak (elemen lain maupun aparat) supaya demo mereka tidak bikin rakyat tambah susah..
kalo demo berakhir rusuh, korlap dinilai gagal total. selalu ada pembatas yg jelas, cewe-cewe letaknya di dalam lingkaran barikade cowo-cowo yang berbaris paling luar, biasanya yg badannya gede-gede. sehingga provokator atau elemen lain yg menerobos masuk dg gampang diidentifikasi.
kok sekarang bisa semrawut kacrut acak kadul gitu sih?
apakah ‘mumpung’ ada topik yang bisa didemo, maka demo rame-rame??
May 27th, 2008 at 3:31 pm
Jadi inget kata nyokab gw…
Dulu jaman Presiden kita yg pertama Bpk. Sukarno semua kalangan rata. Gak ada yg melarat bgt jg ga ada yg kaya bgt. Kesenjang ga begitu keliatan krn semua susah.
Apa kita akan kembali kejaman itu?
Tp rasanya ngak, krn kesenjangan itu msh terasa dimana2.
May 28th, 2008 at 6:31 pm
Banyak politisi adalah mantan aktivis mahasiswa..
Jadinya juga sama aja
Everything is wrong in Indonesia, termasuk mahasiswanya
May 30th, 2008 at 8:53 am
Gw juga agak gak setuju sama demo2 ini. Sejak BBM naik, seharusnya kita belajar lebih bijaksana dalam menggunakan BBM. Lah, kalo ada demo dan pake ngeblock jalan segala sampe pengguna jalan musti muter2, gimana mau irit? Tambah boros dunk….kayaknya mereka gak sadar fakta ini. Gw pribadi juga terkena imbasnya, tp sekarang energi gw akan gw salurkan dengan mencoba menemukan alternatif lain daripada teriak2 gak jelas tapi gak ada solusi. Mulai ngurangin jalan2 yg gak perlu, selain menghemat BBM, juga mengurangi polusi. Mulai dari hal kecil dulu, tp kita sendiri yg melakukannya, bukan maksa orang lain.
May 30th, 2008 at 12:29 pm
gue lama-lama jengah juga liat aksi demo yang tiada ujung di tivi2…
gue setuju ama lo pandji, apa ga ada cara lain yang lebih manusiawi untuk didengarkan oleh pemerintah, dan menjadi berita yang layak dikonsumsi oleh publik serta berdaya jual bagi wartawan.
btw, itung-itungannya mas harji di atas kayaknya perlu diteliti lagi, apa betul seperti itu ?setau yang saya tau, negara kita tidak membeli selisih (300rb barel seperti kata mas harji) dan juga produksi minyak kita semakin hari semakin turun.
salam
June 2nd, 2008 at 6:55 am
setuju banget Boz! Saya juga menulis tentang ini. Mengutip kata-kata Mas Priyadi, “sepertinya mahasiswa sekarang tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
Btw, saya nge-fans banget ma mas Pandji, anak-anak SR ITB memang pada GOKIL…
“Kena deh” ahaha…
June 2nd, 2008 at 3:57 pm
nyante aja kali ndji,
apa yg dilakuin mahasiswa itu cuman efek doank…
efek dr sebuah keputusan yg diambil..
setiap keputusan pasti ada pro-kontranya..
gw stuju mhs turun ke jalan asalkan jelas tujuannya…
tp gw juga setuju dgn ide lo, emang perlu adanya inovasi dgn pergerakan mhs
selain itu kata gw sih, perlu juga inovasi dgn sistem demokrasi kita..
perwakilan rakyat melalui parpol2 menurut gw bukan ide bagus lagi…
December 29th, 2011 at 12:40 pm
If you’re in not good state and have got no money to move out from that point, you would have to receive the mortgage loans. Just because it will aid you emphatically. I get collateral loan every single year and feel myself good just because of that.