Solusi ala desainer produk

Wed, May 27, 2009

Uncategorized

Sebenarnya ini cenderung sederhana dan sangat remeh.

But everything starts from small things right?

earphones

Earphone adalah benda yang penting tapi rada ribet.

Udah mah berkabel (yg non bluetooth tentunya), kita harus make dengan aturan R dan L.

Nah, pertanyaan kemudian muncul

“Gimana caranya ngasi tau orang bahwa yang satu kanan dan yang satu kiri? Orang kan kadang ribet dan males untuk harus selalu liat liat tulisan R dan L yang kecil”

Desainer produk membedakan dengan kabel panjang dan kable pendek.

R kabenya lebih panjang. Sehingga kalau kita lagi di tempat yang relatig gelap, atau sambil ribet ngerjain sesuatu , atau lagi ga pake kacamata, kita masih bisa pake walaupun ga liat.

Namanya waktu gue kuliah ada semantik.

Kalau ga salah, artinya kurang lebih bahasa bentuk.

Dari bentuknya kita bisa memahami benda apakah ini, cara menggunakannya, dll.

Kalau ada benda yang elo ga ngerti cara makenya, berarti semantiknya jelek.

Contoh semantik sederhana..

Orang yang ga pernah ketemu pintu, entah dari hutan atau hidup di goa (misalnyaaaa) ketemu benda seperti dibawah ini, akan tau secara refleks bahwa “benda” ini harus diputer…

wood-door-knob-1

Tapi kalau ketemu “benda” seperti dibawah ini, orang akan tau bahwa dia harus menggerakan entah naik atau turun..

aoii-door-knob-gagang

Semantik dasarnya adalah ergonomi.

Dasarnya adalah pemahaman bagaimana manusia terbiasa menggunakan tubuhnya.

:)

From now on, if you buy something and dont know how to use it, dont blame yourself.

Blame the product designer.

Kemudian bergumamlah “Ck.. semantiknya jelek nih..”

:)


162 Responses to “Solusi ala desainer produk”

  1. Amir Karimuddin Says:

    LOL.. baru tau kalo kabel yang lebih panjang itu artinya untuk telinga yang kanan :D

    Reply

  2. Adit Says:

    nice words ndji :)

    mungkin sebahaiknya menyalahkan orangnya juga, karena tidak membaca manual book – nya :D

    Reply

  3. roi Says:

    Salah satu barang yang menurut gue (setelah baca potingan elu yang ini) semantiknya jelek adalah: kaos kaki….gue nggak pernah tau mana yang kanan dan mana yang kiri sampe kaki gue sendiri yang membentuk profil permukaan kaos kaki itu…

    @Amir…kalo ngeliat alasannya Pandji untuk kabel earphone itu…gue jadi bertanya, apakah orang yang kidal juga harus make unit earphone dengan panjang kabel yang pendek di sebelah kiri ya?

    Reply

  4. Amir Karimuddin Says:

    @roi nah, masalahnya apa bedanya kabel panjang di kanan ataupun di kiri, baik untuk yang non-kidal maupun yang kidal? :D

    Reply

  5. yogi Says:

    karna jumlah orang yang tidak kidal lebih banyak dibandingkan yang kidal..jadi didesain seperti itu…

    Reply

  6. Audrey Says:

    mas Pandji, kalo boleh berkomentar, berarti maksudnya Semantik Leksikal ya? karena Semantik Leksikal merupakan penyelidikan makna unsur-unsur kosakata suatu bahasa pada umumnya.

    Semantik terbagi jadi dua bagian, Semantik leksikal sama Semantik gramatikal. Kalo dari postingan diatas, lebih ngebahas fungsi dari sebuah benda (atau disini bisa juga disebut kosakatanya) sehingga bisa dianalisis dari unsur-unsur makna yg bisa didapat dr kosakata itu.

    Semantik gak bisa disebut begitu aja, jadi harus lebih spesifik. hehehe
    Hehehe maklum, anak linguistik..mumpung masih inget, ilmunya harus dipake ;p

    Reply

  7. Gerry Soetanto Says:

    asumsi gue selama ini: kabel earphone untuk telinga kiri lebih pendek (atau yang kanan lebih panjang, sama saja) dikarenakan kantong kemeja atau poloshirt itu berada di dada kiri, sekitar jantung, dan biasanya disanalah audio source disimpan oleh user. dengan demikian, untuk earphone telinga kiri, kabelnya gak perlu panjang, sementara yang kanan harus loop melalui depan atau belakang leher, dan karena itu kabelnya harus lebih panjang daripada yang kiri.

    masih dengan asumsi tadi, karena tergantung pada letak kantong kemeja, jadi gue rasa gak ada relevansi dengan kidal atau tidak- nya seseorang.

    btw, @audrey, tentu maksudnya bukan leksikal (lexical= berhubungan dengan kata atau kamus), karena posting mas pandji kali ini berada dalam konteks perancangan produk.
    bahasa dan perancangan produk memang sama2 seni, sama2 ilmu pengetahuan, tapi cara komunikasi- nya berbeda secara mendasar. betul begitu, pandji?

    =gso=

    Reply

  8. Wahyu Dwiputro Says:

    @gerry kalo poloshort/kmejanya kidal gmn?? (aah ga penting..)

    ooh pelajaran baru nih.., semantik.., yg gw tau cuma semiotik.., hehe..

    Reply

  9. Gerry Soetanto Says:

    @wahyu> kalau kemeja- nya gak standar (mungkin dari situs “serasasekali”?), dan kabel utama harus berada di kanan, ya bisa diakali pakai converter; pembalik channel kiri-kanan. cuma modal 2 jack dan beberapa senti kabel stereo.

    btw, karena penasaran, kemarin malam saya jadi riset dan dapat ini:
    http://www.razersupport.com/index.php?_m=knowledgebase&_a=viewarticle&kbarticleid=105, dan
    http://www.hydrogenaudio.org/forums/index.php?showtopic=36345
    (@admin/ pandji> maaf kalau ternyata tidak boleh post url di sini; silakan hapus bila perlu)
    sejarahnya sih entah, tapi yang jelas memang ada hubungan dengan ergo, dan yang asimetrik begini justru banyak dicari.

    semantik – semiotik – sintaksis

    semoga berguna, mohon maaf kalau ada salah omong.
    =gso=

    Reply

  10. isty Says:

    oooo gituu… gw baru beli earphone yg model bgitu. awalnya iya bener kata elo, gmn cara ngebedainnya ya klo d tempat gelap..dan heran, knp satu panjang satu pendek.
    hehe..

    Reply

  11. Healthiy Nirmalasari Says:

    statement terakhirnya akan sangat menolong gw klo salah make barang, abisan gw selalu jd bhn ejekn temen2..tengkyuu pandji info nya

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Websites we think you should visit…

    [...]although websites we backlink to below are considerably not related to ours, we feel they are actually worth a go through, so have a look[...]……

Leave a Reply