Now, what do you have to say for this?
I dont know what to say, but there are questions to ask:
1. Setelah mengamalkan Asmaul Husna, tetep belajar nggak?
2. Nggak naik kelasnya kan kelas 3 SD (buat yg ga kebaca gue kasi ta bahwa si bapak ini ga naik ketika 3 SD), nah apakah hingga kini masih mengamalkan Asmaul Husna?
3. Kalau bapak mengamalkan Asmaul Husna tapi ga belajar, itu akan ngasi efek baik atau buruk terhadap anak anak yg membaca? (di artikel tidak diceritakan sama sekali bahwa bapak ini dulu juga belajar sehingga akhirnya bisa naik kelas)
4. Btw, adakah pembaca blog gue yang bisa menerangkan disini apa itu Asmaul Husna?
5. Tidakkah artikel ini membuat banyak orang termasuk elo ingin bertemu dan bertanya banyak hal kepada bapak itu?
6. Mumpung kita lagi ngebahas perpotongan antara ibadah dan belajar, menurut elo lebih banyak mana di Indonesia?Rumah Ibadah atau sekolah? Harusnya menurut elo banyakan mana? Rumah Ibadah atau sekolah?












February 7th, 2009 at 12:22 pm
asmaul husna itu nama-nama baik yang dimiliki Allah,yang jumlahnya 99!
menurut gue di Indonesia lebih banyak tempat ibadah ketimbang sekolah
February 7th, 2009 at 12:44 pm
Om pandji…kenapa kita tidak berpikirnya begini…(maaf nih kalo argumentasi saya sudah dimentahkan di artikel itu, soalnya saya gak kebaca)….
Mungkin sebelum mengamalkan Asmaul Husna, bapak itu tidak belajar, males belajar dan lain sebagainya. Tapi setelah mengamalkannya jadi mau belajar dan belajar terus.
Atau yang lebih ekstrim, sebelum mengamalkan ndak ngerti-ngerti setelah mengamalkan jadi mengerti.
Saya sendiri tidak terlalu paham, tapi diantara nama-nama baik Allah yang 99 itu ada yang berarti:
Ar-Rasyiid, artinya Yang Maha Pandai
Al-Haadii, artinya Yang Maha Pemberi Petunjuk
Al-Fattaah, artinya Yang Maha Membuka (Hati)
Al-Baasith, artinya Yang Maha Melapangkan
Al-Hasiib, artinya Yang Maha Pembuat Perhitungan
Ash-Shamad, artinya Yang Maha Dibutuhkan
Al-Mughnii, artinya Yang Maha Mencukupi
An-Naafi’, artinya Yang Maha Pemberi Manfaat
Cuma sebagian dari 99 nama itu. Tapi mungkin, kalau mengamalkannya paling gak netes secuil dari sifat-sifat Allah itu kepada kita. Tidak dalam bentuk hasil (naik kelas, dsb) tapi dalam bentuk proses (jadi rajin belajar, dsb).
February 7th, 2009 at 5:57 pm
pengen berteori sedikit…
yg namanya ilmu agama yg didalamnya termasuk pengamalan ASMAUL HUSNA itu merupakan ilmu primer, ilmu yg seharusnya dijadikan pegangan dalam hidup termasuk mencari ilmu..
yg kedua yaitu ilmu sekunder, seperti pelajaran Matematika, Biologi, sosial dll. Naah ilmu2 ini sebenernya sebagai penunjang agar kita menjadi orang yang dapat berpikir dan pintar yang tujuan utama nya mencari Ridha Allah SWT..
Jadi kesimpulannya, disaat kita sudah mengamalkan ilmu primer dengan baik, maka ilmu sekunder pun pasti akan mengikuti baik juga, karena faktanya banyak sekali orang yg pintar dalam bidang tertentu tapi ilmu agamanya gak kuat, alhasil banyak yg menggunakan ilmu itu tuk melakukan kerusakan…
Maaf klo sok2 berteori tapi inilah yg sudah dijanjikan, bahwa ilmu agama dapat menuntun hidup. Dan juga jgn membeda2kan antara ilmu agama(beribadah) dan ilmu sekunder, karena dengan ilmu agama dapat juga menuntun tuk mempelajari dan menerapkan ilmu sekunder tersebut
Tq ya Ndji
Tq
February 7th, 2009 at 6:29 pm
gw coba jawab pertanyaan yang terakhir.
menurut gw lebih banyak sekolah daripada rumah ibadah. itu udah termasuk bagus. sebaiknya sih banyakan sekolah daripada rumah ibadah. soalnya orang mau ibadah kan ada ilmunya. kalo ibadah ngga pake ilmu jadinya cara beribadahnya juga salah. kalo caranya aja salah, apakah ibadah itu akan diterima?
sayangnya, sekolah-sekolah yang lebih banyak dari rumah ibadah itu memiliki porsi mengajar ibadah yang sangat minim….
February 7th, 2009 at 11:05 pm
pasti si bapak belajar……minimal belajar huruf arab..:)
February 8th, 2009 at 2:13 am
Hmm.. Did that a view times.. Bukan dalam hal belajar, tapi hal yang lain.. Mengamalkan Asmaul Husna bukan berarti kita gak berusaha apa2 juga trus langsung berhasil sih..
Aku melakukannya saat benar2 perlu dan dalam kondisi tertentu..
It workss.. Susah kalo diceritain.. Mesti dilakuin sendiri, and you just have to believe..
God works in strange way!!
February 9th, 2009 at 11:13 am
Nambahin ya ndji, tentang asmaul husna penjelasan diatas dari temen2 yang lain udah bener, memang banyak orang juga yang bilang ketika kita berdoa kepada Allah sering lah kita menggunakan nama2 lain-Nya, yaitu Asmaul Husna (Nama yang Baik). Jadi kaya “panggilan sayang” kita ke Allah..
Misalnya ketika kita minta ampun atau minta maaf atas dosa2 kita, kita bisa panggil Dia dengan Yaa Ghofar (Maha Pemaaf), ketika kita minta belas kasihan-Nya kita pake Yaa Rahman Yaa Rahiim…
Contoh logisnya kl kita dipanggil nama kesayangan sama seseorang kita akan lebih gampang memberi yang diminta kan? Apalagi yang Maha Pemberi…. ketika kita mendekat kan diri ke Allah, Dia akan mendekat lebihi kita, sampai diibaratkan kl ada orang bertanya dimanakah Allah, jawablah Dia sangat dekat, Dia ada di ujung batang leher mu…
Kurang lebih gitulah, semoga bermanfaat buat kita semua…
Mohon maaf kalo ada yg salah2… wallahualam…
February 11th, 2009 at 1:50 pm
just for info Ndji..http://wahiduddin.net/words/99_pages/wazifa_n.htm (99 asmaul husna)
February 17th, 2009 at 12:58 am
ndji,, setelah kemaren deteng ke peluncuran buku lo, akhirnya gw mau ikutan komen aah.
siapa tau ntar di taro di buku kedua lo.. hehehe
gw gak akan komentar ttg apa itu asmaul husna, karena gw sedniri gak mengerti terlalu dalam hal itu.
gw cuma pengen jawab pertanyaan lo yang terakhir.
Menurut gw, di Indo udah terlalu banyak rumah ibadat. banyaknya rumah ibadah nyatanya gak memprovokasi orang untuk masuk. mungkin ada, tapi bisa dihitung dan bukan cara yang efektif.
sebelum orang memutuskan untuk masuk kedalam rumah ibadah, tentunya dia butuh pendidikan. pendidikan yang menjelaskan kenapa dia harus beragama, harus menunaikan ibadah, dan akhirnya kenapa ia harus masuk ke rumah ibadah. rasanya tanpa pendidikan sebelumnya, gak mungkin seseorang masuk sekonyong2 ke rumah ibadah.
Harusnya sih menurut gw, mending bikin sekolah lah. daripada bangun rumah ibadah kebanyakan jga mubadzir. karena toh, yang disunahkan beribadah di mesjid (bagi umat islam ya) juga laki-laki aja. perempuan kan bukannya disunnahin di rumah aja yah? (kalo gak salah ya). trus penduduk sekarang kebayakan perempuan, jadi makin mubadzir doong…
February 17th, 2009 at 3:21 pm
ada yang aneh jg nih Bos Sidiq. kl sumbangan tempat ibadah lebih agresif dibanding sumbangan buat membangun sekolah. Harusnya kan taqwa dan ilmu bersamaan…
February 18th, 2009 at 10:57 am
1. Pastinya dong Mas Pandji, masa iya dia ga belajar. How come dia bisa naik kelas di thn berikutnya klo dia ga belajar???
2. Nah klo yg ini, cuma dia dan Yang Maha Kuasa yang paham, dia mash mengamalkan atau ngga..In my opinion malah ngga.
3. Tergantung dr setiap org yg membacanya, Kemungkinan untuk efek buruknya agak akan lbh banyak. Kemungkinan mereka akan berpikir, ‘Kalo cuma mengamalkan Asmaul Husna bisa naik kelas, ngapain juga capek2 belajar?”
4. Jawabannya sama ma Mba Icha,,Nama2 Allah yg jumlahnya 99.
5. Iya, jadi penasaran sendiri, kok bisa dia bgtu??Hmmm
6. Rumah Ibadah yang lbh banyak ketimbang sekolah dan kadang hmpr di setiap tmpt org ngebangun Mesjid atau Mushollah (ga bermaksud untuk mennyinggung SARA), sampe2 mereka hrs meminta2. Jarang bahkan ga pernah tuh liat org2 di pinggir jalan minta sumbangan untuk ngebangun sekolah. Ilmu ga pake agama jadi buta, agama ga pake ilmu juga bikin bodoh..Ga bisa aja tuh jadi seimbang??
April 9th, 2010 at 9:14 pm
Hi pipl z d ijrt jn dfc !!!!
November 11th, 2011 at 4:08 pm
CSXPT, Lindsay Lohan Naked , This is a great site.
November 16th, 2011 at 7:55 pm
#%”NLUJ, free Kim Kardashian Nude pics , I want to say thanks!