Posting gue ini bukanlah tentang blackberry.
Tapi tentang kebiasaan orang berucap tanpa berpikir efeknya.
Sekarang sekarang ini, banyak sekali orang yang sering ngomong
“HAHAHAHAHA, dasar autiss!”
atau “Tuh liat, jadi autis gara gara blackberry”
Padahal andaikan dia tahu, di sekitar dia BANYAK sekali orang yang mungkin punya anak, atau adik atau kakak yang autis.
Gue punya temen deket yang baru belakangan gue tau kalau adiknya autis.
Gue punya beberapa temen (orang yang sangat terkenal bahkan…) yang anaknya autis.
Bayangkan elo ngomong seperti itu tanpa sadar bahwa mungkin temen lo anaknya autis.
Pasti sakit sekali rasanya hati temen lo itu.
…
baru terasa ya?
…
Dan bukan cuma menggunakan kata autis, tapi juga dalam menggunakan kata “idiot” atau “cacat mental” dan yang sejenisnya…
Gue punya saudara yang terbelakang mentalnya, dan gue SANGAT SAYANG padanya.
Bagi gue, orang yang becanda seperti itu sangat tidak sensitif.
Gue terutama, sangat kuatir kalau menggunakan semua “hinaan” diatas karena gue ga akan pernah tahu kalau ternyata lawan bicara gue atau orang yang mendengarkan punya kenalan, saudara atau anggota keluarga yang autis.
BANYAK BANGET LHO disekitar kita yang punya adik atau anak autis.
I know, i know, kadang kita maksudnya becanda ketika mengatakan bahwa teman kita autis.
Tapisemua itu irelevan dengan apa yang dirasakan mereka yang mendengarkan.
So what if you meant to joke?
It will still hurt people’s feelings!
…
Mereka tau kok elo becanda, tapi mereka juga di dalam hati berharap agar elo ga becanda seperti itu…
…
Tulisan ini jadi penting terutama karena fenomena blackberry.
Fenomena itu memperbesar kemungkinan orang menggunakan kata autis dalam setiap becandaan mereka.
Bottomline,
I dont mean to preach.
But please, just watch what you’re saying
























November 25th, 2008 at 9:54 am
some say that tongue can cut deeper than a sword…
and that wound won’t easily recovered…
makasi ya Ndji uda ngingetin kita2…
especially me…
i’ll watch what i’m saying…
November 25th, 2008 at 11:04 am
you are sooo right ,,,,
November 25th, 2008 at 12:56 pm
setudju Ndji,..
gue tauk tuh ada salah satu artis perempuan yang image nya smart girl gitu ngomong gini dengan mimik muka sok imut “iya nih aku lagi ngautis sebentar” ini dia ucapin ketika (ceritanya) dia sibuk ngerjain skripsi dan bodohnya sering diikutin sama artis2 lain yang nasibnya juga sedang skripsi (!)
waktu gue kuliah gue belajar banget tuh mengenai autism,…and you know what, gak seharusnya orang2 dengan mudah (dan bangga) bilang gitu, karena autism itu bukan hal sepele,..autism itu kompleks bahkan terkadang seorang psikolog yang punya ank autis juga belum tentu bisa dengan mudah menghadapinya..
so,..betul, mo autism or apapun,…hati-hati dengan ucapan kita
November 25th, 2008 at 3:54 pm
that’s right pal. it’s so deeply hard if we had some joke like that, and bro u have a good thing for reason to suggest this. and G B U
November 25th, 2008 at 9:17 pm
wah.. thank you ndji, udah ngingetin.
November 26th, 2008 at 9:09 pm
MmMH..bner bgt…
setuju
dan
sepakat…
kadang2 hal itu udah jadi g brasa dosa karena terlalu sering dilakuin..padahal kalo tiba2 Tuhan ng-AMiN-in omongannya..pasti g mau juggaaaa..
November 27th, 2008 at 2:41 pm
tapi sebenarnya bukan cuma perkataan “autis” , “idiot”, “cacat mental”, atau apapunlah itu bentuk perkataannya loh. Kita nggak kan pernah tau, orang yang diajak ngobrol dengan kita bakalan sakit hati atau nggak mendengar kata-kata yang kita ucapkan. mungkin sepele bagi kita ngeluarin kata-kata itu, tapi belum tentu sepele bagi orang lain..
December 1st, 2008 at 11:00 pm
Mas Pandji I TOTALLY AGREE.
Tapi gw ga tau caranya bilang ke orang2x, takut dibilang menceramahi ato apalah. Gila, gue berharap semua orang baca post-annya mas Pandji yang satu ini!!!!
December 2nd, 2008 at 7:06 am
bener banget ni tulisan dah…
ijin nge-link di blog sya ya…
^o^
December 2nd, 2008 at 9:25 pm
setelah baca ini….gw banyak menyebar virus ke org untuk ati2 kalo ngomong (dibawa nya sesuai cerita lo ini ) dann kena bgt Ndji..Kena nya bener2 KENA deh….dan tmen2 pada mikir ulang dan sama2 bilang..oiaaaa yahh
banyakin nulis yg gini2 lagi yahhh
December 15th, 2008 at 12:18 pm
wow. bener bgt.
Saya sendiri punya 2 adik autisme (kembar, dan 2-2nya autisme!)
Dan waktu SMA dulu, saya pernah nangis diem2, karena temen2 bercandaan sambil ngatain ‘dasar autis!’. Saya emng sensitif bgt kalo ttg autis. Yang bikin nyesek, saya sendiri cuma bisa diem tanpa bisa mlakukan konfrontasi ke mereka! u’re right, it really hurts!