SEMANGAT KEBANGSAAN. oleh Koes Pratomo Wongsoyudo (bokap gue)

Wed, Aug 26, 2009

Uncategorized

Di sekitar ujung Perang Dunia kedua , ada seorang Laksamana Inggris { namanya lupa }

berkata “ Didalam wilayah Britania Raya , matahari tidak pernah tenggelam “.

Dia tidak sembarangan berkata .begitu .

Tanah jajahan Inggris sedemikian luasnya , sehingga matahari tidak menemukan ujung wilayah . Sebelum dia sempat tenggelam ,dia sudah sampai ke bagian lain dari wolayah kekuasaan Inggris .

Kalimat itu menjadi kebanggaan orang Inggris, sebagai bangsa penakluk.

Sampai-sampai sebegitu luasnya wilayah jajahannya..

Kira-kira pada era yang sama, banyak orang Indonesia yang melontarkan kata-kata yang dialamatkan kepada para pejuang kemerdekaan kita ‘ Jangan sok pinter ! Mau apa sih ?

Belanda sudah bercokol dinegara kita 350 tahun lamanya !”.

Sebuah kalimat pasrah, pengakuan sebagai bangsa pecundang.

Menjadi bangsa terjajah, sudah suratan nasib yang tak terelakan.

Tak ada kebanggaan sama sekali sebagai sebuah bangsa.

Menerima perlakuan istimewa dari penjajah, yang memberinya hak-hak sama dengan bangsa penjajah, akan lebih membanggakan { gelijkgesteld }, dari pada menjadi bagian dari bangsanya sendiri.

Dua semangat yang sangat kontradiktif. antara bangsa Inggris dan Indonesa ketika itu.

Sebenarnya kesadaran sebagai bangsa,dan keinginan untuk merdeka , tumbuh juga meski demi sedikit. Mendapat inspirasi dari kemenangan Jepang atas Rusia, pada tahun 1905 ,kebangkitan Nasional terjadi juga. Sejarah mengatakan terbentuknya Organisasi BUDI UTOMO menjadi tanda-tanda itu. { 1908 }.

Oktober 1928 , diselenggaraakan Konggres Pemuda yang mencetuskan SUMPAH PEMUDA :” Berbangsa satu , bernegara satu dan berbahasa satu INDONESIA “.

Kita semua tahu itu.

Semangat untuk merdeka-pun sampai kepada puncaknya ,ketika kita mem-proklamirkan kemerdekaan kita pada tgl 17 Agustus 1945.

Jadi ketika kita merdeka , kesadaran untuk Berbangsa dan Bernegara sudah mendahului langkah perjuangan.

Apa lagi ,masih menurut sejarah yang kita dengar, ketika Belanda datang kemari pada abad ke lima belas , Bangsa ini sudah ber-budaya tinggi.

Kekaguman Belanda atas negara yang dijajahnya, terbukti dari banyak-nya benda-benda kebudayaan yang dikumpulkan di negara Belanda .

Maka boleh disimpulkan , identitas sebagai bangsa sudah definitif ada, bahkan jauh sebelum kita merdeka.

Ada budaya yang tinggi dan ada semangat kebangsaan .

Atas kesadaran itulah kita berjuang untuk merdeka.

Tidak semua bangsa-bangsa jajahan bangkit dengan melalui proses yang demikian..

Berakhirnya perang Dunia Kedua dengan kemenangan Sekutu atas Jerman -Italy –Jepang

memberi hikmah kepada bangsa-bangsa terjajah.

Karena kemudian terjadi persaingan antara dua kekuatan , Rusia dengan kubu komunisnya ,melawan Amesrika –Ingris dengan sekutu-sekutunya yang menamakan dirinya NEGARA – NEGARA BEBAS.

Franklin Deleanor Roosevelt [ FDR ], Presidan Amerika Serikat ,menyadarkan para sekutunya, bahwa mereka akan kalah bersaing dengan komunis kalau tidak memberi kemerdekaan kepada tanah jajahan mereka.

Karena komunis berkampanye dengan mendukung perjuangan untuk merdeka kepada bangsa-bangsa terjajah.

Kampanye FDR ampuh.

Suaranya memang didengar dan dituruti.

Indonesia memang menyatakan merdeka ketika terjadi ke-vacum-an, karena Jepang telah menyerah padatgl 14 Agustus 1945 dan kekutan sekutu belum sampai disini

Tspi kemudian harus berjuang secara physik maupun diplomasi ,karena Belanda enggan melepas daerah jajahannya yang terlanjur menjadi andalan hidup

Dan doktrin FDR inilah yang memenangkan Indonesia dimeja diplomasi.

Churchill , Perdana Menteri Inggris, menerima saran FDR untuk memerdekakan jajahannya dnengan menggerutu. Menolak tidak bisa, menuruti tidak rela.

Tapi kemudian Inggris menemukan jalan keluar yang cerdik.

Inggris memberi kemerdekan kepada tanah-tanah jajahannya, tapi langaung menampungnya dalam sebuah organisasi yang mereka sebut NEGARA PERSEMAKMURAN {Commenwealth Countries }.Negara –negara yang baru merdeka itu ditampung dalam wadah persemakmuran itu, masih dalam sebuah Sistem Ekonomi dan Pertahanan bersama Inggris.

Dua hal yang sangat membebani negara –negara baru , yang belum tahu bagaimana caranya mengelola sebuah negara.Belenggu yang diasang Inggris justru disambut senang oleh negara- negara jajahan yang baru merdeka.

Dengan cara seperti ini , berbeda dengan Belanda yang langsung kehilangan Indonesia ,sebagai lumbung kemakmurannya selama ini , Ingris melalui system Commenwealth masih bisa mempertahankan system ekonominya dengan tetap mengandalkan tanah jajahan.

Termasuk dalam sejumlah negara-negara yang baru diberi kemerdekaan oleh Inggris itu adalah Malaysia dan Singapura..

Malaysia dan Singapura yang merdeka karena perubahan administrative ., tanpa proses seperti yang dialami Indonesia.

Negara-negara itu belum mempunyai perangkat yang menjadi ciri negara dan bangsa itu.

Dengan dadakan dikaranglah bendera dan lagu kebangsaan.

Entah dengan pertimbangan apa, Malaysia mengambil lagu rakyat ‘ TERANG BULAN’

dijadikan lagu kebangsaan dengan menyesuaikan liriknya.

Lagu INDONESIA RAYA dan bendera merah putih sudah ada sejak sebelum

kita merdeka..

Tidak hanya itu .

Sejumlah lagu-lagu perjuangan, ikut mnedampingi Indonesia Raya.

Sebut saja “Sorak-sorak bergembira “ ,” hari merdeka”, “maju tak gentar “ , “ hallo-hallo Bandung “, “tanah pusaka” “rayuan pulau kelapa “ , “ gugur bunga”, “ butet “,

“ sepasang mata bola” dan masih banyak yang lain.

Dan diseluruh persada Indoneia berserak berbagai monumen perjuangan .

Belum lagi sejumlah budaya yang definitif menjadi identitas dan kebanggaan Bangsa..

Lepas dari pengaruh ataupun kemiripan dengan yang dipunyai penjajah.

Ada batik, keris ,rencong ,tari serimpi, gending, berbagai tari Bali, ukiran Bali dan Jepara.,kerajinan perak Kotagede.

Karya-karya seni dan budaya yang tak terkira jumlahnya.

Sementara kita melihat tetangga kita Malaysia dan Singapura, canggung melihatt dirinya sendiri dalam status yang “katanya” merdeka.

Orang Melayu Malaysia lebih merasa sebangsa dengan sesama Melayu dari Singapura ,meski masing-masing berpasport lain.

Begitu juga China Malaysia, dengan China Singapura dan India Malaysia dengan India Singapura..

Dan tidak merasa sebagsa dengan sesama warga negara Malaysia dan Singapura, kalau etnisnya berbeda.

Bahasa Melayu di Malaysia dijadikan bahasa resmi pemerintahan ,tapi orang Melayu yang hanya bisa berbahasa Melayu , tidak bisa berharap mencapai kedudukan tinggi ,baik dalam pemerintahan maupun pada kantor-kantor swasta.

Bandingkan saja dengan para pejabat kita yang masih gagap berbahasa asing.

Ini karena Bahasa Indonesia berdaulat , tidak seperti di Malaysia .

Malaysia bahkan tidak berdaya ketika bahasa Melayu “diperkosa” dengan kaidah-kaidah Inggris yang merusak. Dengarlah mereka mengtakan “ Bile-bile mase “ untuk mengatakan “any tme ‘ dan “yang mana satu “ untuk mengatakan “which one “.

Dan kita melihat yang lebih kejam lagi dari itu.

Banyak oang-orang China , kendati-pun terlahir di Malaysia,tidak pandai berbehasa Melayu. Para executive China di Malaysia , kalau perlu pergi kekantor-kantor pemerintahan, seperti immigrasi dsb.nya terpaksa membawa staff-nya yang orang Melayu, karena sekedar mengisi formulirpun dia tak pandai..

Kita membandingkan dengan China Solo yang tahu gneding , serimpi dan batik lebih dari orang-orang Jawa sendiri

.China Solo lebih Jawa dari orang Jawa sendiri .

Orang-orang Malaysia dan Singapura memang tidak melihat identitas bangsa pada dirinya sendiri . Kegagapan inilah kemudian yang mendorongnya mengakui reyog,

batik , keris , bahkan lagu Rasa Sayange sebagai miliknya, tanpa tahu apa akar yang menumbuhkan semua itu .

Inggris memang berhasil menjaga kestabilan ekonomi dalam kawsannya. Tapi membiarkan yang selebihnya.

Perasaan rendah diri orang Melayu menatap orang Inggris tak pernah sirna.

Inferior complex sebagai bangsa terjajah, tetap saja tidak hilang

Pada tahun 2009 ini Indonesia merdeka enam puluh empat { 64 } tahun lamanya.

Malaysia Singapura hanya kurang sedikit dari itu.

Banyak yang berubah dimakan keharian selama itu.

Ada yang tumbuh menjadi besar, dan ada yang menyusut dan terkikis.

Syahdan , karena masalah –masalah politik yang tidak kondusif untuk tumbuh dan stabilnya ekonomi, Indoneisa-pun tertinggal.

Sedemikina sehingga pergi ke Malaysia dan Singapura , negara tetangga yang terdekat ,

untuk mencari rejeki, kemudian menjadi pilihan.

Bencana-bencana-pun terjadi diluar kewajaran.

Kekejaman-kekejaman yang tidak masuk diakal bisa terjadi , justru terjadi terus menerus, tak terbilang banyaknya.

Karena orang-orang Malaysia yang belum”kelas majikan” ini tiba-tiba menjadi majikan.

Mereka belum tahu membentuk hubugan kerja majikan –pegawai selain “hubungan

uang “saja .

Bahkan seorang pangeran Kelantan ,tega meninggalkan ibu mertuanya , dilandasan pacu Jedah, ketika melarikan istrinya Manohara untuk dibawa ke Kelantan.

Suatu tindakan yang jauh dari kesantunan sebagia orang berbudaya. Kekasaran yang mustahil terjadi dalam peradaban terkini ,di Indoneia maupun tempat lain.di Dunia ini.

Dan sejumlah tindakan “aneh” sang pangeran terhadap Manohara..

Kejadian Manohara dibarengi dengan peristiwa Siti Hajar. Lalu ada Modesta.

Keduanya Tenaga Kerja Wanita [ YKW ] yang bekerja disana.

Dan mungkin ini akan berkanjut terus.

Kekejaman atau kelainan perilaku seorng dua orang majikan barang kali biasa.

Tapi kalau menjadi gejala umum yang tak terbilang jumlahnya, tentu kita patut menduga ada ketimpangan yang lebih mendasar disana.

Fakta yang nampak disini, “Orang jajahan yang minder “ menjadi majikan “orang merdeka yang berbudaya”.

Ada juga kemajuan Indonesia yang luar biasa.

Salah satunya di bidang olahraga..

Sejak akhir tahun lima puluhan atau awal enam puluhan Indonesia patut di sebut BANGSA BESAR di arena bulutangkis..

Menjuarai All England , Thomas Cup dan Uber Cup sudah terlalu sering.

Nama-nama besar seperti Tan Yu Hok, Ferry Sonneville , Liem Swie King , Christian Hadinata, Ade Chandra, Chunchun –Johan Wahyudi ,Rexy Mainaki Ricky Subakgja dan masih banyk lagi. Bahkan Rudy Hartono menjurai All England sampai delapan kali..

Sebuah prestasi yang tidak bisa disamai siapapun.

Ada istilah “King Smaash “ , “Indoneisa Service” dan lain sebagainya.

Juga ad kejuaraan Dunia Beregu dengan nama PIALA SUDIRMAN .Mengambil nama salah seorang tokoh bulutangkis Indonesia.

Tapi belakangan kejayaan Indonesia seperti layu .

Dalam kejuaraan final “Indonesia Open” tgl 21 juni `09 di Jakarta, kejayaan itu tidak nampak sama sekali.

Taufik Hidayat, satu-atunya pemain tuan rumah yang mencapai final, dikalahkan dengan mudah oleh Lee Chong Wei dari Malaysia

Bahkan pada game pertama Taufik hanya diberi point 9 { sembilan } dalam dua belas menit saja.

Dalam nomor tunggal putri, Saina Nehwal { 19 th }dari India mengalahkan

Wang Lin { 20 th } dari China.

Sedangkan putri-putri Indonesia yang lebih tinggi usianya sudah berguguran dibabak-babak sebelumnya.

Berarti kesengangan yang semakin jauh akan terjadi antara Indonesia dengan level dunia.

Indoneia-pun berkabung , tak bisa bicara.

Sudah semestinyakah kita berkabung ?

Ingggris penyelenggara Thimas Cup dan All England diajang bulutangkis dan Wimbledon untuk cabang tennis ,sudah lama tidak pernah menjuarai arena-arena itu.

Tapi Inggris ternyata tenang-tenang saja , tidak terusik.

Sebenarnya dimanakah harga diri sebagai anak bangsa itu bersemayam ?

Ada lagi yang rasanya aneh.

Tgl 18 Juni pada ajang Indonesia Open juga , dalam jenjang quarter final , bertemu dua pasangan ganda putra tangguh..

Markis Kida – Hendra Setiawan dari Indonesia dengan pelatih Sigit Pamungkas melawan Hnedra Saputra –Hendri Wijaya dari Singapura dengan pelatih Eng Hian.

Yang menarik keenam orang itu belum lama berselang masih menjadi atlit pelatnas di Indonesia.

Atlit-atlit Singapura itu, baru saja mendapat kewarga-negaraan Singapura.

Tapi kejadian ini tidak mengusik masyarakat Indonesia .Bahkan audience Indonesia bisa membiarkan mereka bertanding tanpa gangguan ataupun ejekan kepaada pemain pelatnas yang ganti warga negara. itu.

Beda dengan nasib Abdulkadir , putra Indonesia yang menjadi Ketua Delegasi Belanda ketika th 1947 Komisi Tiga Negara { KTN ] PBB sedang mengajak Belanda dan Indonesai kemeja peundingan..

Ketika datang ke Jogja dengan kereta dari Jakarta, Abdulkadir di stasion Tugu mendapat serangan physuk oleh sekelompok pemuda Indonesa.. Bahkan ada cerita sampai diludahi.

Tidak bisa segala masalah kita dijaikan masalah pribadi.

Karena soal pemihakan dan kewargnegaraan bukanlah masalah pribadi , tapi commitment kita bersama terhadap ibu pertiwi.

Mengganti kewarganegaraan , bukanlah jalan keluar untuk mengejar kepentingn pribadi.

Bagi kita itu mengherankan.

Sebegitu mudah mendapatkan kewarganegaraan Singapura .

Kita membandingkan dengan perjuangan Ivana Lie , pemain bulutangkis kita yang bersudah payah berjuang untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.

Pada hal Ivana Lie,tidak saja terlahr di Indonesia dia bahkan sudah malang melitang di arena international membela merah putih.

Hanya dengan campur tangan orang-orang besar Ivana mendapatkan kewarganegaraan itu..

Tapi bagi Singapura itu hanya hal biasa.

Singapura juga “membeli ‘pemain-pemain Brazil untuk kesebelasan sepak bola Singapura..Ini hanya mungkin karena Singapura menjadi sebuah negara hanya dengan perubahan administrative saja.

Perubahan kewarga negaraan bagi Singapura ,hanyalah soal administratif saja.

Tak lebih dari itu.

Kiranya wujud Indonesai dalam perbandingan cukup jelas .

Akan lebih jelas lagi kalau soal-soal yang seperti remeh –temeh itu ,kita anggap penting juga.

Ketika FDR mengumandangkan kemerdekaan bagi bangsa –bangsa terjajah, dia bersama sekutunya telah mempertimbangkan banyak hal.

Dengan alasan mencegah tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi pada Perang Dunia yang baru usai, sebagai pihak yang menang perang ,mereka terpaaggil untuk menjaga dunia dan membentuknya se-ideal mungkin.

Tolok ukurnya tentu saja kepentingan mereka sendiri Amerika –Inggris dan sekutunya..

Mereka juga tahu , semua bangsa akan bergerak maju dan semakin sadar akan kepentingannya sendiri.

Betapapun kemajuan bangsa –bangsa bekas jajahan itu harus bisa dikontrol

Seperangkat alat untuk mengontrol duniapun dibentuk.

Alat-alat itu adalah Perserikatan Bangsa Bangsa [ PBB ], Mahkamah International ,Bank Dunia dan lain-lain yang disodorkan seolah untuk membantu bangsa-bangsa teertinggal.

Kalau kita mengerti itu semua, kita juga mengerti bahwa segalanya tentang Indonesia

cukup mengundang kekawatiran negara-negara “pemilik” dunia itu.

Bangsa dengan semangat kebangsaan yang tinggi

Tidak seperti Malaysia. yang belum mengerti arti kebangsaan.

Bangsa dengan budaya yang definitive jelas.

Negara Indonsia juga luas dan kaya akan suber alam

Jumlah pendudukpun lumayan besar.

Semuaunya mengarah kepada potensi untuk menjadi Bangsa dan Negara yang kuat.

Karena itu laju kemajuan Indonesia harus bisa dikendalikan.

Dalam pemberontakan –pemberontakan separatisne, terbukti berkali-kali keterlibatan Amerika.

Dalam peristiqwa Timor Timur kita kalah karena permasalhannya diserahkan kepada PBB yang dibentuk untuk menjaga kepentingan Amerika dan kawan-kawan.

Pulau Sepadan lepas karena diserahkan kepada Mahkamah Interntional, yang juga alat untuk membela kepentongan Amerika dan para sekutunya.

Seakang dengan “alat” yang bernama Malaysia ,kita dirong-rong pada pulan Ambalat.

Sementara masih ada masalah Separaatisme Papua, dan Gerakan Separatisme Maluku.

Yang dikehendaki adalah pecah-belahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lalu bagaimana ?

Apa keinginan kita ?

Kita tidak bisa menyepelekan segala hal yang nampak seperti remeh temeh.

Sekian banyak jalan untuk meuju jenjang keatas , sedemikian juga banyaknya cara orang untuk membenamkan kita..

Peristiwa Manohara, kekejian terhadap TKI kita, pengakuan terhadap kekayaan budaya kita , pulau Ambalat , separatisme di Papua dan Maluku , harua dimengerti sebagai gangguan dalam sebuah lay-out design.

KEDAULATAN KITA SEBAGAI BANGSA DAN NEGARA MERDEKA SEDANG

D I RONG - RONG .

Mereka m,enyangsikan kita bisa membela diri.

Sejumlah kelemahan dijadikan senjata. .

Kekuatan Angkatan Bersenjata kita yang kurang budget .

Hukum dan Pengadilan yang tidak meyakinkan kewibawaannya.

Tertinggalnya Indonesia dalam ekonomi. , dan sejumlah faktor lain untuk meremehkan “Nation of Servants “ ini .

Semakin sukar kita menerima panggilan “saudara serumpun”.

Karena kalau memang YA demikian, Malaysia harus membuktikan diri sebagai Bangsa yang Berbudaya ,sama dengan Indonesia.

Malaysia harus mebuktikan sebagai Bangsa yang Beradab, yang hukum dan pengadilannya tidak membolehkan kekejian .terjadi di wilayah hukumnya.

Dan “PE –ER” kita , Indonesia , kalau masih ingin mengaku sebagai bangsa merdeka, kita harus bisa mempertahankan kedaulatan kita.

Kita harus mampu mempertahankan setiap jengkal wilayah kita dari jamahan bangsa lain.

Kita harus bisa membela setiap warga negara kita, seberapa hinanya sekalipun dia.

Kita tidak membiarkan siapapun untuk merendahkan martabat banga kita .

Bagi kehormatan dan martabat bangsa tak ada sesuatu apapun yang sepele.

M e r d e k a ! ! !

Jakarta, Juli 2009

Koes Pratomo Wongsoyudo

sementara ini tinggal di

jl, Otista III, complex satu no 20,

Jakarta Timur.

081 321 45 88 99.




Share on Facebook

65 Responses to “SEMANGAT KEBANGSAAN. oleh Koes Pratomo Wongsoyudo (bokap gue)”

  1. Atik Ariyani Says:

    bagus banget tulisan bokap lo ndji..
    bener2 bikin buka mata bahwa indonesia bener2 hebat..

    Reply

  2. dende Says:

    keren tulisannya. saya tergugah.
    minta ijin ya, mau menggugah teman-teman saya yang lain.
    tulisannya saya kopi ke beberapa mailing list.

    terimakasih :)

    Reply

  3. Agus Tri Says:

    setelah sekian lama ditunggu, akhirnya di upload jg….
    makasih mas pandji bwt pendidikan kenegaraannya…
    semakin cinta gw ma INDONESIA!!!
    Merdeka!!!

    Reply

  4. Reza Says:

    gw share ke FB ya bro ? terlalu ‘kuat’ untuk nggak di share :)

    Reply

  5. Echa Says:

    Sangat bagus tulisan nya Om, salut ! kalo opung2 saya masih hidup pasti nyambung nih ngobrol nya sama Om :p memang kekerasan bukan solusi mengahadapi rong rongan terhadap negara kita akhir2 ini, tapi kadang suka gemes Om… paling engga pemerintah harus tegaslah dalam bertindak, sedikit keras kan ga ada ruginya :) itu menurut saya lho. Soalnya dari kecil saya selalu diceritakan betapa beratnya Opung2 saya dalam berjuang merebut kemerdekaan, 2 diantaranya pejuang revolusi di Surabaya. kita diajarkan untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar yg pintar dan juga mempertahankan nya dari segala macam bentuk usaha yg akan menggoyahkan atau bahkan merebutnya. tapi ya itu banyak kepala banyak juga isinya, sebagian menanggapi kejadian belakangan ini dengan kepala dingin sementara yg lain nya dengan emosi terbakar. lama2 yg emosian ini akan sampai pada batas kesabaran nya dan bukan tidak mungkin tindakan keras dan anarkis kepada malaysia akan terjadi… saya sih berharap pemerintah yg harus tegas sih Om :p keras dikitlah, hehehe.. ya tapi ini pendapat pribadi saya lho :)

    terima kasih Om atas tulisan nya yg sangat menginspirasi generasi muda seperti saya, semoga akan ada jalan keluar dalam menghadapi masalah yg menimpa negara tercinta kita ini..

    MERDEKA !!!

    Reply

  6. Veriy Says:

    Mantab nih tulisan, meskipun subjektif banget.

    Reply

  7. Yanti Says:

    makin bangga jadi orang Indonesia!!

    Reply

  8. anakpandai Says:

    terharu & semakin bangga menjadi bagian dari Indonesia *aku share di FB ya*

    Reply

  9. cyarisha Says:

    waahhh..mas panji ini keren banget…really burn our nationalism…bacaan yang WAJIB dibaca pemuda2 Indonesia…btw, may i share it to my friends????

    thanks…

    Reply

  10. Suryo Sentanu Says:

    Untuk itulah kita hidup!

    Yang perlu dimiliki oleh para “pembawa nama bangsa” itu adalah semangat seperti para pejuang. Meskipun kalah,mereka terus berjuang! Hingga akhirnya “Kemerdekaan” itu datang!

    Semangat yang selalu saya tanamkan di dalam diri adalah “Yang sakit itu Soedirman, Jendral tidak pernah Sakit!!” – semangat seorang Jendral Soedirman-.

    Saat ini,apa ada yang seperti itu?

    Tulisan ini cukup menggugah,inspiratif. Kalo saya diperkenankan co-pas,semoga bisa menggugah pemuda-pemuda lainnya..

    Saya tunngu izinnya. Thank’s

    Reply

  11. Aditya Zainir Putra Says:

    keren ji.. harusnya emang semangat yang kaya gini yang harus terus dikobarkan ama generasi muda.. bokap lo mantap abis.. like father like son lah :)

    Reply

  12. wahyudw Says:

    Pandji kan orang tajir , bokapNYA orang pinter…hahahah maksud??

    Reply

  13. Laisya Says:

    Artikel yang sangat menarik dan bagus sekali … membangkitkan rasa semakin bangga dengan Indonesia … Salut buat Bapak Koesi dan Pandji :)

    Sukses terus dengan #Indonesiaunite!!

    Reply

  14. smilingrini Says:

    gue berasa ditampar sama bapak lo,banyak yang bisa kita banggain tapi kita sendiri yang kurang berjuang untuk mempertahankan terlebih lagi membuat dunia ngeliat Indonesia.
    Salut buat si Om, jangan pernah bosan membakar semangat anak bangsa Indonesia :)

    Reply

  15. chel Says:

    ihh iya dong.. bangga jadi orang indonesia.. btw bokap g juga d sebut di atas mengharumkan nama bangsa.. uhuyyy ^^

    Reply

  16. pelz Says:

    salut buat buat om Koes…memang kalo bukan kita anak bangsa, siapa lagi yang akan membawa kejayaan dan kebanggaan untuk Indonesia…
    like father like son…mantab =D

    Bangga jadi anak bangsa!

    Reply

  17. icit Says:

    bagus bgt..bagus..bagus…boleh dipake linknya ya mas padji…

    Reply

  18. denura78 Says:

    Mantabs abies…ga ada kata yg lebih tepat utk mengekspresikan semua kecuali SAYA SANGAT BANGGA MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA.
    Ayo banghkit INDONESIAku..MERDEKA!!!

    Reply

  19. wiekz Says:

    mas pandji, titip salam kepada ayahanda anda yg telah menjadi salah satu motivator terbaik bagi saya. ;)
    dan saya mohon izin untuk mengkopi tulisan yang sangat hebat ini untuk dibagikan ke rekan2 se-SMA saya. :)
    god bless u n ur dad.
    saya tunggu tulisan berikutnya.

    -wida sanditya kusuma
    -naruto_wiekz@yahoo.com

    Reply

  20. davni23 Says:

    kewreeenn…. huff… semakin bangga gue nji sbgai org INDONESIA… salam buat bokap loe yag?? ditunggu tulisan2nya yg lain yg bisa bikin qta smua smkn bangga jd anak bangsa… btw blh gue share ya nji?? makasih… :)

    Reply

  21. Lucky Says:

    I do Like it…. Minta ijin utk di share lewat facebook!

    Reply

  22. ino Says:

    gila,,aku terharu banget bacanya!!
    jadi makin cinta INDONESIA…
    aku ijin buat share di FB ya???
    gak bisa nih klo gak di share,,,
    semua harus tau!!!!
    tengkyu….

    Reply

  23. Reggie Says:

    Dji,gak coba di publish di koran-koran?Pantas banget….

    Reply

  24. hesti Says:

    merdeka!!!
    saya sampai merinding waktu membaca tulisan bokap km nji..

    ikutan deh, saya minta ijin bwt share di FB..
    semoga ikut mengobarkan semangat nasionalisme temen-temenku :)

    merdeka!!

    Reply

  25. widya Says:

    mas pandji, minta ijin nyebar di milist ya
    biar semangat itu tersebar :)
    terima kasih…

    Reply

  26. yulias Says:

    sangat menggugah!..Dji aku share di FB ya…

    Reply

  27. Dimas Says:

    Mantap. Sangat membuka pikiran.
    Terima kasih.
    Ide buat foto banner-nya juga bagus.

    Reply

  28. cepi ciptarsa raya Says:

    ok deh

    Reply

  29. Mohammad Irvan Says:

    mohon izin copy paste di FB…

    Thanks,

    Reply

  30. yohanes Says:

    nji, tolong bilang sama oom
    w juga bangga jadi bangsa Indonesia
    Pokoknya, dalam hidup w, gak da yang lain selain INDONESIA
    cuman Indonesia yang da di sanubari w, relung jiwa w, dalam setiap detak jantung w
    HIDUP INDONESIA !!!!!

    Reply

  31. Stenly Purba Says:

    ga heran anaknya inspiratif, bokapnya aja bgene! salut!!
    bro, ijin share di facebook dan di blog yak. thx!!

    Reply

  32. rendyrenz Says:

    wah salut buat si bro, nais inpoh and keep posting sob..
    oya gw mau share neh bro..
    buat para pengguna hp nokia e71, e61i or e63 dan semua hape berbasis symbian s60 v3 gw ada themes indonesiaunite yang gw buat pake jari gw sendiri..
    ini URLnya…
    http://www.ownskin.com/theme_detail?t=w6jR2Ztm
    silahkan diunduh gratis…hehe..buktikan kecintaanmu terhadap indonesia..

    *ps : nji lo masih pake hp Soner w960i? (coz gw liat hape lo pas seminar di kampus gw hehe..kan gw duduk di sebelah lo hehe)
    kan itu Symbian UIQ 3 Series..
    kalo lo masih pake nanti gw buatin themesnya bro..
    post balik ke email gw aja kalo mau…
    thanks…

    Reply

  33. rendyrenz Says:

    eh salah nji linknya maksudnya yang ini..yang tadi ternyata agak kurang memuaskan..
    http://www.ownskin.com/theme_detail?t=87pEm448

    preview :
    http://img5.ownskin.com/powertheme/big/22/87pEm448.gif

    semoga berkenan….
    thanks..

    Reply

  34. andie Says:

    BAPAK LO GILA.
    kerenabis tulisannya!

    Reply

  35. dias Says:

    Pandji minta ijin buat di share di fb ya…pengen ikut menyebarkan semangat kebangsaan juga.! MERDEKA…

    Reply

  36. Calista Says:

    INSPIRING ndji!!

    oia, heran knp sih setiap postingan pandji selalu ada “wahyudw” dan comment nya pasti ngga penting semua!

    Reply

  37. someday Says:

    Bagus banget..
    Yah andai semua yang terdahulu dan yang hidup sekarang ato yang memimpin pemerintahan sekarang mengerti akan arti nasionalis sebagai bangsa indonesia..

    Mohon Komentarnya dan sekaligus sebagai info untuk hal2 yang terjadi sekarang yang saya ketahui seperti yang dibawah ini:

    Tidak bisa dipungkiri jaman sekarang banyak terjadi istilah “all about business” negara, keluarga, tetangga, teman, sahabat, dll.

    bisa saja semua yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia bisnis, contoh kecil manohara jelas sekali itu termasuk bisnis, kalau memang bukan bisnis, untuk apa bisa lama dia menikah dengan pangeran kelantan itu, dan memang watak dari seorang ibu manohara jangan di contoh sebagai orang tua, ibu manohara itu sudah terpidana di negara Perancis (negara asal bapak manohara). contoh kedua, pulau ambalat kaya akan alam, khususnya di mining industries. untuk pulau ini bukan hanya malaysia saja negara lain juga. jangan hanya menjaga, sebaiknya kalau memang pulau itu adalah hak kita sebaiknya segera kelola supaya jgn terulang kita kalah dalam hak kita atas pulau sipadan-ligitan.. sipadan-ligitan kalah di Mahkamah Internasional dikarenakan malaysia sudah mengelola tempat tersebut dan berkembang hingga baru disadari pemerintah indonesia. memang putusan itu tidak adil, karena pulau sipadan-ligitan tersebut sedang posisi “status quo” dan pemerintah tidak menyadari secara diam2 malaysia mengelola tempat tersebut. (putusan mahkamah internasional dapat search google), dan lawyer2 yang membantu membela malaysia dari inggris, sedangkan indonesia 2 lawyer dari amerika negara sekutu inggris (bagaimana mungkin kita bisa menang karena memakai lawyer sahabat lawan) bisa jadi ini permainan, andai kita memakai lawyer lawan negara2 mereka seperti Rusia, Cina, Kuba, dll.
    Jelas hal diatas bisnis.
    TKW banyak berlomba2 ke malaysia karena ekonomi yang kurang dan pendidikan yang kurang.
    Permasalahan disini saya lebih menyalahi pemerintahan kenapa berlomba2 menyoroti, menangani dan membantu manohara, sedangkan rakyat kecil dari negara ini yang bekerja disana lebih membutuhkan bantuan daripada membantu hal yang bersifat bisnis. perlindungan TKW ini harus disikapi lebih tegas.

    Singapura dan Indonesia, hal yang sekarang masih berjalan perseteruan mengenai batas teritorial yang sudah lama belum diselesaikan perjanjiannya (singapura dan indonesia negara yang berdekatan sehinga batas2 laut harus segera dibenahi), dan pintarnya negara dengan luas yang kecil ini “singapura” melihat peluang terhadap batas laut yang belum diperjanjikan maka negara tersebut melakukan reklamasi besar2an garis pantainya supaya wilayahnya bisa luas, dan sayangnya lagi pasir tersebut dari negara tercinta kita ini “dari Riau”. dapat dikatakan disini ada oknum atau pelaku bisnis dinegara ini yang tidak ada nasionalisnya, seperti yang diatas “all about business”, sehingga nasionalis mereka dibeli.
    hal ini harus diambil ketegasan demi melindungi kekayaan alam kita dan hak negara kita mengenai teritorial.

    Perlindungan Kebudayaan tradisional masih lemah sehingga diakui di beberapa negara, tidak perlu takut karena secara “de facto” wisatawan2 asing yang singgah kesini sudah banyak yang mengetahui kebudayaan tersebut dari Negara tercinta ini. negara2 yang mengakui tidak ada dasar pemilik dari kebudayaan tersebut. Pembuktian apabila terjadi permasalahan kita sangat kuat, karena negara kitalah penciptanya. Pemerintah saat ini sedang membuat strategi untuk perlindungan ini dan membuat suatu pengakuan di dunia internasional. (hal ini saya mendengar sendiri dalam seminar dan secara langsung dari salah satu Jubir Deplu dalam bidang pertahanan berdiskusi dengan saya “berhubung sodara, ketemu di arisan langsung diskusi deh.. hehe).

    Masih banyak pulau-pulau yang rawan dan perlu diperhatikan. Saya lupa nama2 pulau tersebut, pulau2 tersebut sedang diincar oleh beberapa Negara (Thailand, Filipina, Malaysia, singapura).

    (oiya hal2 tersebut diatas saya telah teliti karena sebagai bahan skripsi saya.. hehe)

    Saya setuju sekali kekayaan kita sangat dan amat banyak.
    Tp ini perlu perhatian, pengelolaan dan penjagaan yang khusus. Hati2 negara ini kehilangan seperti halnya sipadan-ligitan. Lebih tepatnya kecolongan lagi.

    Dan saya ingin menambahi dari bidang hukum Negara ini, bahwa hukum kita dan peraturan-pertaturan yang ada, masih sangat dan amat sedikit dibandingkan Negara-negara lain. Peraturan-peraturan tersebut belum melindungi semua sektor (bidang). Dan peraturan-peraturan tersebut masih sangat kurang tegas, sehingga banyak peluang bagi oknum2 pintar yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat jahat, namun bebas dari segala sanksi hukum. (contoh: korupsi, perlindungan konsumen, HAM, dll)
    (saya berpendapat karena saya bekerja dibidang hukum dan mempelajari hukum2 yang berlaku di Indonesia..)

    Saya hanya bisa berpendapat seperti ini karena saya bukan siapa2, masih terlalu muda, jd bisa kemungkinan tidak didengar (Kesian deh anak muda :D ) dan tidak berdiri di jajaran pemerintahan..(hehe mudah2an bisa masuk istana Negara meeting bareng Presiden haha… ngarep.com).

    Maaf loch kalau ada yang tersinggung ini hanya opini saja kalau ada yang kurang atau salah, koreksi dari rekan-rekan saya sangat menghargai. Saya sangat suka berdiskusi :)

    Thanx
    Regards,

    Someday
    08158×8x6xx8

    Reply

  38. i'am ilham Says:

    pandangan yg sgt bagus dan inspirative.. di tulis dgn rasa kebanggaan indonesia yg tinggi, walaupun jadi keliahatan subjektive. menurut gue bangsa kita bs membangkitkan patriotisme tanpa membandingkan dgn negara lain.. khusus nya negara tetangga.

    knapa kita slalu melihat dr sudut pandang ” si korban ” yg di zholimi lah, yg di kejain atau di usilin.. dsb. terlalu dramatic kl menurut gw.. bagus nya di tulisan ini jg membuka mata kita agar jgn slalu mengeluh dan mulai kritis terhadap tindakan yg tdk patriotisme.

    yg harus di ingat ..tindakan semena2 dr malaysia atau s’pore bukan krn itu identitas mereka..tp murnu hanya tindakan humani.. ( humani bahwa manusia saling bertindak keji, kejam dan sombong ) yg di lakukan org2 kejam di malaysia banyak jg kok terjadi di sini.. bahkan lebih kejam di sini.. krn tindakan tersebut di lakukan atas kesadaran bahwa korban tersebut sesama anak indonesia.. liat aja perlakuan oknum2 di pelabuhan2 lokal saat menerima kepulangan TKI ..mereka sgt kejam.

    ok ..gw sgt mendukung rubrik ini dan semua rubrik yg dapat meningkatkan rasa patriotisme yg mulai luntur.. yg harus di ingat , PATIOTISME YG TIMBUL KRN SENTIMEN TERHADAP NEGARA/ BANGSA LAIN ADALAH PATRIOTISME YG SEMU – IAM

    Reply

  39. Rini Says:

    ikutan share ya…

    MERDEKA!!!!

    Reply

  40. andre Says:

    Mas Pandji,
    tulisan ini H.E.B.A.T
    Kepala batu saya agaknya mulai lumer,

    tolong sampaikan salam saya buat Bapak Koes Pratomo Wongsoyudo (bokapnya mas pandji)

    MERDEKAAA !!!

    saatnya bangkit dan berbuat sesuatu !

    Reply

  41. ade Says:

    ijin ngopi ke milis ya ooom…

    Reply

  42. ciicii Says:

    wii .
    keren bgt . ^^
    sumpaa
    ak bangga bgt jadii org Indonesia . banget

    izin share k facebook ia
    mu ak tularin smangat kmerdekaan ini
    thx :)

    Reply

  43. dewi Says:

    Tukisan yang bagus. Menyentuh kita sebagai bangsa untuk menggugah semangat nasionalisme yang berkurang dikalangan generasi muda. Maju terus indonesia. I love full Indonesia

    Reply

  44. Fery Says:

    keren, jadi pengen tau tulisan selanjutnya (bila ada) :)

    Reply

  45. Mahendra Says:

    Terima kasih om sudah mengingatkan kita unt menjadi org yg Bangga akan Indonesia.. seperti kata pepatah ” Lebih baik hujan batu di negara sendiri drpd hujan emang di negara org lain”.. betul yaa om ?

    Reply

  46. dEEt Says:

    keren bgt post-a si om.. :)
    menggugah, inspiring & bikin ‘melek’..
    bangga bgt deh jdi org Indonesia..

    izin bwt share dFB yah mas pandji..
    biar yg laen bs ngerasa kyk gw gni jg.. ^^

    Reply

  47. Arif Diamanta Says:

    Tulisan PENTING yg harus dibaca semua orang nih…
    Dji, minta izin gua copas di Blog dan notes FB gua ya. Tentu nama lo, om Koes dan alamat tulisan ini gua cantumin bro ;)

    Reply

  48. Riefa Says:

    keren nji….salut dah buat semangat bokap lo!! patut diteladani sama semua orang yang mengaku bangga menjadi WARGA NEGARA INDONESIA…:)

    Reply

  49. amie Says:

    Bisa bilang apa gw????
    Bener2 hebat, jadi semakin tersadar bahwa kita bangsa yang besar, dan punya tanggung jawab yg besar pula. APa yang bisa kita lakukan untuk Indonesia?
    Ayo…kita mulai dari sekarang.

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. [...] di bawah ini adalah sebuah repost dari tulisan yang sama di pandji.com. Gw sengaja melakukannya karena tulisan ini terasa sangat menggugah semangat kebangsaan di tengah [...]

Leave a Reply