When you can have everything you want…
Category: Uncategorized | Author: Pandji Pragiwaksono
When you can have everything in life, you have to be very careful of what you want.
Gue ga gitu rajin Shalat. Tapi orang tidak bisa membengkokkan keyakinan gue akan Tuhan dan agama gue.
Gue terbata bata baca Al Quran, tapi tidak ada yang bisa menggoyahkan keyakinan gue akan kitab suci gue.
Anehnya, Tuhan cukup baik kepada gue.
Banyak hal yang gue inginkan, pada akhirnya gue dapatkan.
Walaupun, banyak juga hal yang gue harapkan tidak terjadi pada gue (bahkan nggak kepikiran sama sekali) tetep aja terjadi pada diri gue.
Gue nggak tahu apakah itu yang dinamakan keyakinan atau bukan.
Gue ga tau apakah yang selama ini gue lakukan adalah yang sebenarnya dikatakan sebagai ”Law of Attraction” dalam buku The Secret.
Hell, as far as i know, what they preach in The Secret is nothing new.
Dari dulu gue diajarin, kalau berdoa yang detil.
Kalau ingin sesuatu, pikirkan cara mendapatkannya dan yakinkan diri.
Tadi pagi gue nonton CNN dan Larry King kedatangan tamu tamu yang menunjukkan bahwa motivasi diri, keyakinan dan kekuatan pikiran adalah sesuatu yang bukan saja sangat kuat, tapi juga sangat scientific.
Betapa banyak karunia yang gue rasakan.
Sedihnya juga banyak, dan biasanya mengendap dalam bentuk dendam (ya, gue pendendam, tapi biarlah ini jadi topik yang berbeda di posting yang berbeda).
Tapi karena mungkin gue sering kali berpikir yang positif maka lebih terasa hal hal baik yang menimpa gue.
Sekali lagi, apa yang biasanya gue inginkan, pada akhirnya terjadi pada diri gue.
Termasuk, hal hal yang sebenarnya tidak baik bagi gue.
If i want something, i will have it.
I always have, and probably always will.
Belakangan ini, fakta diatas cenderung membuat gue takut ketimbang senang.
….
I am very weak.
The one thing i know i cant conquer, is my own self.
And when I want something (I shouldn’t have) im afraid I might get it eventually.
Especially when I want it so bad.
Gue selalu berdoa kepada Tuhan untuk diberikan keyakinan dalam pengambilan keputusan, dan semoga keputusan itu yang terbaik bagi gue.
Tapi ditengah tengah momen pengambilan keputusan, kadang gue merasa…
Setan lebih dekat ke kuping gue, daripada Tuhan.
….
Tuhan, tolong aku…
Hidupku berharga…
Jangan biarkan aku merusaknya…



































9 Responses to “When you can have everything you want…”
By
baby on Aug 4, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
Pandji..
Tuhan hanya memberikan kesempatan untuk kita memiliki apa yang kita inginkan, tapi kita yang harus menentukan apakah akan kita ambil atau tidak kesempatan itu..
mungkin itulah salah satu sifat manusia yang sebenernya baik tapi kadang berujung menjerumuskan.. “tidak pernah puas..!” Makanya kita diberi otak untuk perpikir dan hati untuk memahami perasaan di sekeliling..
yah gw juga salah satu manusia yang selalu “harus” bisa mendapatkan apa yang gw inginkan.. dan tulisan lo diatas menyadarkan mmm ternyata itu memang bisa menjadi sesuatu yang menakutkan yaa.. hehe
btw, jika kamu sudah merasa hidupmu sangat berharga, jangan pernah kamu coba rusak..
By
Aulia on Aug 4, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
What you wrote is deep.
Gue juga sedang menjalani hal yang mirip sama loe, hampir semua yang gue mau bisa gue dapetin, baik itu berefek positif atau negatif untuk gue sendiri sedangkan gue juga kurang taat beragama, tapi ada pepatah, “You’re living on borrowed time”.
Mungkin bisa diartikan keuntungan gue sejauh ini ngutang. Suatu hari utang ini harus di bayar one way or another.
By
Wim Permana on Aug 4, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
Tuhan, tolong aku…
Hidupku berharga…
Jangan biarkan aku merusaknya…
“Berdoalah maka akan Ku kabulkan……”
Bunyi salah satu ayat dalam kitab suci loe.
By
Simon Lesmana on Aug 4, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
This is a quote from a “not that good” movie, but it has a quote that can “gaplokin gue” both sides of my cheeks…
“Let me ask you something.
If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient?
If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous?
If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?”
Itu dari “Evan Almighty” dan berkat tuh quote gua berasa segala pemikiran gua yg salah ttg bokap gua tuh berubah 180 degrees man.
I wrote it on my blog, kalo mau lebih jelas mampir aja. You are most welcome!
By
Juminten on Aug 4, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
Kalo bingung harus mengambil keputusan yg spt apa, ga ada salahnya dicoba sholat istiqarah, mas pandji.

Dijamin deh, setan ga mungkin gangguin jika kita mengambil keputusan dgn cara yg seperti itu.
Percayalah, Tuhan yg paling tau apa yg terbaik buat hidup kita.
By
SheSa on Aug 4, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
the theory is really working on me.. (the law of attraction)
apa yg mas pandj rasain jg sering aku rasain kok…
yg jelas (tanpa bermaksud menggurui) banyak sholat dan berdoa sm Allah..
DIA tau yg terbaik buat kita, walaupun kita kadang ga sadar akan hal tsb…
By
Anthony on Aug 5, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
Dji, sumpeh deh gw merinding baca tulisan ini, mirip banget ama gw. intinya tinggal kita aja yang mo milih terjerumus keinginan ( it’s like fishing ) atau menahan diri. Satu hal yang sampai hari ini membentengi diri gw adalah pesan ortu gw yang dah almarhum : ” kalo gak mau kena air got yah jangan suka main di deket got n kalo mo minum air putih, jangan pesen kopi biar dikasih gratis juga ”
Stay cool my man..
By
annisa on Aug 6, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
hm.. mungkin yang kaya gitu namanya cobaan.
segala sesuatu yang selalu kita dapatkan itu juga cobaan. Baik yang buruk dan yang baik.
Nah, katanya kalo bisa melewati cobaan itu.. kita akan naik kelas dalam kehidupan.
dan besok-besok… akan ada cobaan baru. Dan prosesnya akan berulang. Jadi hidup itu kaya bumi berotasi ya, berputar terus…
By
baobaz on Aug 7, 2008 | Reply | Review of this comment
+0
“Gue ga gitu rajin Shalat. Tapi orang tidak bisa membengkokkan keyakinan gue akan Tuhan dan agama gue.
Gue terbata bata baca Al Quran, tapi tidak ada yang bisa menggoyahkan keyakinan gue akan kitab suci gue.”
sepertinya ada yang ganjil dari pernyataan tersebut. Sometihing wrong..